100 Universitas Dunia dengan Lulusan Paling Siap Kerja

May be an image of outdoors

Bangku universitas tidak hanya bermanfaat untuk membangun pola pikir mahasiswa, namun juga mempersiapkan mereka di dunia kerja. Oleh sebab itu, pertimbangan dalam memilih kampus dan jurusan adalah hal yang sangat krusial.
Demi mengetahui perguruan tinggi mana saja di dunia ini yang paling mempersiapkan lulusannya agar siap kerja, sebuah perusahaan konsultasi HR bernama Emerging asal Prancis telah melakukan analisis terkait hal ini.

Ada 100 universitas dari 43 negara di dunia yang berhasil memperoleh peringkat. Prancis, Jerman, China, UK, dan US menjadi beberapa negara yang punya lulusan paling siap kerja.

250 Universitas di Dunia dengan Lulusan Paling Siap Kerja
1. Massachusetts Institute of Technology, US
2. California Institute of Technology, US
3. Harvard University, US
4. University of Cambridge, UK
5. Stanford University, US
6. The University of Tokyo, Jepang
7. Yale University, US
8. University of Oxford, UK
9. National University of Singapore, Singapura
10. Princeton University, US
11. ETH Zurich, Swiss
12. University of Toronto, Kanada
13. Technical University of Munich, Jerman
14. Johns Hopkins University, US
15. Peking University, China
16. Columbia University, US
17. New York University, US
18. Imperial College London, UK
19. IE University, Spanyol
20. Australian National University, Australia
21. École Polytechnique Fédérale de Lausanne, Swiss
22. CentraleSupélec, Prancis
23. The Hong Kong University of Science and Technology, Hong Kong
24. Tokyo Institute of Technology, Jepang
25. HEC Paris, Prancis
26. University of British Columbia, Kanada
27. Indian Institute of Technology Delhi, India
28. Nanyang Technological University, Singapura
29. McGill University, Kanada
30. École Polytechnique, Prancis
31. Shanghai Jiao Tong University, China
32. University of California, Berkeley, US
33. The University of Chicago, US
34. Duke University, US
35. London School of Economics and Political Science, UK
36. Boston University, US
37. Tsinghua University, China
38. EMLyon Business School, Prancis
39. Erasmus University Rotterdam, Belanda
40. Mines ParisTech, Prancis
41. University of Navarra, Spanyol
42. Humboldt University of Berlin, Jerman
43. Kyoto University, Japan
44. Dartmouth College, US
45. University of Hong Kong, Hong Kong
46. Heidelberg University, Jerman
47. University of Montreal/HEC, Kanada
48. Carnegie Mellon University, US
49. Bocconi University, Italia
50. LMU Munich, Jerman
51. Ecole Normale Supérieure (PSL), Prancis
52. University of Melbourne, Australia
53. KU Leuven, Belgia
54. University of Sydney, Australia
55. Sorbonne University, Prancis
56. Fudan University, China
57. KTH Royal Institute of Technology, Swedia
58. EDHEC Business School, Prancis
59. University of Manchester, UK
60. University of Helsinki, Finlandia
61. Indian Institute of Science, India
62. Technical University of Berlin, Jerman
63. Georgia Institute of Technology, US
64. Rice University, US
65. University of California, Los Angeles, US
66. Seoul National University, Korea Selatan
67. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan
68. Hebrew University of Jerusalem, Israel
69. Stockholm University, Swedia
70. Cornell University, US
71. Frankfurt School of Finance & Management, Jerman
72. University of Zurich, Swiss
73. Technion Israel Institute of Technology, Israel
74. London Business School, UK
75. Brown University, US
76. Delft University of Technology, Belanda
77. University of Auckland, New Zealand
78. McMaster University, Kanada
79. Hanyang University, Korea Selatan
80. ESSEC Business School, Prancis
81. Leiden University, Belanda
82. Monterrey Institute of Technology. Meksiko
83. National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan Tech), Taiwan
84. Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Korea Selatan
85. National Taiwan University, Taiwan
86. University of Vienna, Austria
87. University of Science and Technology of China, China
88. Arizona State University (Tempe), US
89. Paris-Sud University, Prancis
90. University of São Paulo, Brazil
91. ESCP Europe, Prancis
92. Chinese University of Hong Kong, Hong Kong
93. Sungkyunkwan University (SKKU), Korea Selatan
94. Free University of Berlin, Jerman
95. Tufts University, US
96. Karlsruhe Institute of Technology, Jerman
97. Indian Institute of Technology Bombay, India
98. The University of Queensland, Australia
99. Utrecht University, Belanda
100. UNSW Sydney, Australia

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Awalnya Ingin S2 di Luar Negeri malah Jadi Software Engineer Google

Chairuni Aulia Software Engineer Google Jerman

Sebagai salah satu perusahaan raksasa di dunia, tentunya tak mudah untuk diterima menjadi bagian dari Google. Namun, Chairuni Aulia Nusapati, atau yang akrab dipanggil Chai berhasil menembus perusahaan tersebut.
Chai kini merupakan seorang Software Engineer Google di Jerman. Ia saat ini tinggal di Munich.

Dirinya pindah ke Jerman sejak dua tahun yang lalu. Pada awalnya, Chai tidak benar-benar menjadikan Google sebagai tempat impiannya.

Chai mengaku bahwa pada mulanya ia sudah sempat bekerja di Indonesia dan justru ingin ke luar negeri untuk melanjutkan studi magister. Karena banyak senior di perusahaan sebelumnya yang kuliah S2 di luar negeri, ia pun tertarik.

Chai bercerita sudah sempat mendaftar ke beberapa universitas, salah satunya di New York University, Amerika Serikat. Kendati demikian, ia mengaku mendapati banyak halangan ketika proses mendaftar kuliah di luar negeri.

Chai mengatakan, setelah memikirkan hal tersebut, rupanya ia menemukan bahwa yang ia inginkan cenderung pada pengalaman untuk tinggal di luar negeri. Dirinya ingin tahu bagaimana cara pikir, cara bekerja, dan cara hidup penduduk di luar negeri, khususnya di negara maju.

Berawal dari sana, Chai mencari berbagai kesempatan melalui LinkedIn hingga akhirnya dihubungi oleh seorang perekrut dari Singapura.

Menurutnya, hal yang paling spesial dari menjadi karyawan Google adalah mengetahui bahwa perubahan-perubahan kecil yang ia lakukan dapat berpengaruh bagi milyaran orang. Ia mengaku merasa benar-benar menjadi bagian dari dunia.

“Karena penggunanya banyak sekali, tidak hanya mempengaruhi seribu orang atau 20 ribu orang. Tapi mempengaruhi milyaran orang,” sebut Chai.

Di samping itu, Chai menyatakan bahwa dirinya kini belajar memahami budaya dan kebiasaan lain. Sehingga ia lebih menghargai hidup.

Melalui pengalamannya bekerja di Google, Chai mengaku senang dapat melihat proses inovasi yang dipakai di dunia. Ia menyatakan bahwa pengalaman ini juga akan sangat menarik apabila kelak ia kembali ke Indonesia.

Meski sudah mencapai salah satu perusahaan termasif di dunia, Chai memaparkan bahwa Google bukanlah tujuan finalnya. Baginya, mimpi seharusnya dibuat secara bertingkat dan dicapai satu-persatu.

Ada tiga hal yang bagi Chai penting ketika berusaha mencapai sesuatu, yakni tetap bekerja keras, tidak hanya fokus pada satu kesempatan, dan tetap berbuat baik dalam prosesnya. Ia menjelaskan bahwa yang terakhir dikarenakan, ketika cita-cita sudah tercapai, pasti ada banyak dukungan dari orang lain serta supaya dampaknya juga kembali pada diri sendiri.

Software Engineer Google ini turut berpesan, “Saat mengejar mimpi, jangan seperti memakai ‘kacamata kuda’ sehingga terlalu fokus terhadap mimpi tersebut dan tidak melihat kesempatan-kesempatan lain yang sama baiknya.”

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Kuliah S1 Gratis di Jepang

ik.imagekit.io.png

Pendaftaran beasiswa Mitsui Bussan 2022 akan segera dibuka. Mitsui Bussan Scholarship merupakan program beasiswa yang yang dikelola oleh yayasan nirlaba di bawah persetujuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT) Jepang. Program beasiswa ini didanai oleh Mitsui & Co. Ltd.

Beasiswa ini diberikan kepada pelajar Indonesia lulusan SMA/MAN jurusan IPA dan IPS yang ingin melanjutkan studi jenjang S1 di negeri Sakura. Selama kuliah, mahasiswa akan dibebaskan dari biaya pendidikan.

Beasiswa Mitsui Bussan menawarkan akomodasi yang lengkap, mulai dari tunjangan bulanan hingga asuransi kesehatan. Berikut rinciannya:

1. Tunjangan bulanan sebesar 145.000 yen atau sekitar Rp 18 juta (kurs Rp 124.30) selama masa studi berlangsung.

2. Biaya transportasi PP sebelum memulai dan setelah menyelesaikan studi.

3. Tunjangan kedatangan sebesar 50.000 yen atau sekitar Rp 6,2 juta yang akan diberikan saat tiba di Jepang.

4. Biaya kuliah penuh.

5. Subsidi penginapan sebesar 5.000 yen atau sekitar Rp 620 ribu per bulan saat studi bahasa Jepang selama enam bulan pasca kedatangan.

6. Subsidi penginapan sebesar 25.000 yen atau sekitar Rp 3,1 juta per bulan selama studi di universitas. Mahasiswa harus tinggal di asrama universitas, rumah kos primadi, atau rumah apartemen yang harus disetujui oleh pemberi beasiswa.

7. Biaya buku teks untuk kurikulum di Pusat Bahasa Jepang atau universitas di Jepang.

8. Biaya makan, transportasi lokal, dan biaya lainnya.

9. Asuransi jiwa, asuransi penerbangan, dan asuransi kecelakaan.

Berikut syarat pendaftaran beasiswa:

1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

2. Berusia kurang dari 20 tahun pada 1 April 2022 dan belum menikah.

3. Tidak diperkenankan menikah selama masa beasiswa berlangsung.

4. Lulusan SMA/MAN dari jurusan IPA dengan nilai minimal 80 untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan bahasa Inggris dan jurusan IPS dengan nilai minimal 80 untuk mata pelajaran Matematika, Ekonomi, Geografi, dan bahasa Inggris. Siswa SMA jurusan Bahasa dan siswa SMK tidak diperkenankan mengikuti program ini.

5. Bersedia belajar bahasa Jepang dan menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar perkuliahan.

6. Sehat jasmani dan rohani serta tidak memiliki penyakit menular.

Pendaftaran beasiswa Mitsui Bussan akan dibuka pada 17 Januari 2022-18 Februari 2022. Untuk info lebih lanjut dapan melihat melalui laman berikut.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa di Asia-Pasifik dan Amerika

akm-img-a-in.tosshub.jpeg

Asian Development Bank (ADB) dan Japan Scholarship Program (JSP) menggelar program beasiswa S2 untuk calon mahasiswa asal negara berkembang, termasuk Indonesia. Beasiswa ADB-JSP mencakup uang kuliah, uang saku dan tempat tinggal, hingga ongkos perjalanan.

Beasiswa S2 ini diberikan untuk 1 tahun dengan perpanjangan maksimal 2 tahun. Perpanjangan beasiswa di tahun kedua diberikan perguruan tinggi tujuan sesuai pencapaian akademik penerima beasiswa.

Beasiswa S2 ADB-JSP dibuka untuk bidang program studi ilmu ekonomi, bisnis dan manajemen, sains dan teknologi, serta bidang pengembangan lainnya. Selain universitas di Jepang, pelamar beasiswa juga bisa mendaftar ke prodi terpilih di perguruan tinggi Hong Kong, India, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat yang terafiliasi.

Beasiswa S2 ADB-JSP Scholarship
Komponen Beasiswa
– Uang kuliah
– Uang saku bulanan, termasuk tempat tinggal
– Uang buku dan diktat
– Asuransi kesehatan
– Ongkos perjalanan
Beasiswa ADB-JSP juga menyediakan tunjangan persiapan tesis khusus bagi mahasiswa yang melaksanakan riset. Beberapa penerima beasiswa juga berkesempatan untuk mendapat tunjangan persiapan bahasa, kursus komputer, dan lain-lain sesuai yang disediakan kampus.

Syarat Pendaftar Eligible
– Warga negara Indonesia yang sehat, usia maksimal 35 tahun
– Tidak memiliki kewarganegaraan ganda dari negara maju manapun
– Diterima di program master dan kampus yang berpartisipasi
– Memiliki gelar sarjana dan yang setara dengan catatan akademik unggul
– Memiliki setidaknya 2 tahun pengalaman kerja profesional penuh waktu yang diperoleh setelah lulus
– Mahir berbahasa Inggris lisan dan tulisan untuk studi
– Setuju untuk kembali dan bekerja di Indonesia setidaknya selama 2 tahun setelah menyelesaikan studi untuk berkontribusi pada pengembangan negara
– Bukan Direktur Eksekutif, Direktur Pengganti, manajemen, staf dan konsultan ADB, atau kerabat dekat yang disebutkan di atas berdasarkan darah atau adopsi dengan istilah “kerabat dekat”, baik pasangan, ibu, ibu tiri, ayah, ayah tiri, saudara perempuan, saudara tiri, saudara laki-laki, saudara tiri, putra, putri, bibi, paman, keponakan, atau keponakan
– Bukan staf perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam beasiswa ADB-JSP
– Tidak sedang tinggal atau bekerja di negara selain Indonesia
– Tidak sedang berkuliah di program pascasarjana

Untuk info lebih lengkap bisa cek di laman berikut.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami