konsultan pendidikan nomor 1 di indonesia

Konsultan Pendidikan Luar Negeri: Panduan Lengkap Memilih yang Tepat untuk Kuliah ke Luar Negeri

Mimpi kuliah ke luar negeri itu nyata — tapi jalannya tidak selalu mudah.

Mulai dari memilih universitas yang tepat, menyiapkan dokumen yang benar, menulis personal statement yang meyakinkan, mengurus visa pelajar, hingga memastikan beasiswa yang kamu incar memang sesuai profil. Setiap langkah punya kompleksitasnya sendiri, dan satu kesalahan kecil bisa berarti penolakan yang membuangmu mundur satu tahun.

Di sinilah konsultan pendidikan luar negeri memainkan perannya — bukan hanya sebagai “agen” yang membantu administrasi, tetapi sebagai mitra strategis yang memastikan perjalanan studimu ke luar negeri berjalan efisien, tepat sasaran, dan minim risiko.

Artikel ini akan membantu kamu memahami apa itu konsultan pendidikan luar negeri, kapan kamu benar-benar membutuhkannya, apa saja yang harus dicari, dan bagaimana memilih yang paling tepat untuk situasimu.

Apa Itu Konsultan Pendidikan Luar Negeri?

Konsultan pendidikan luar negeri adalah layanan profesional yang mendampingi calon mahasiswa Indonesia dalam proses persiapan dan pendaftaran studi ke universitas di luar negeri. Cakupan layanannya bisa sangat luas — dari konsultasi awal memilih jurusan dan negara tujuan, hingga pendampingan teknis seperti pengurusan visa, pencarian akomodasi, dan persiapan keberangkatan.

Yang membedakan konsultan pendidikan yang baik dari yang biasa adalah kedalaman personalisasi. Bukan sekadar memberikan daftar universitas yang memenuhi syarat nilai kamu, tetapi benar-benar memahami profil, tujuan karir, kemampuan finansial, dan preferensi hidupmu — lalu merancang strategi yang paling optimal untuk situasi unikmu.

Apa yang Biasanya Dilakukan Konsultan Pendidikan Luar Negeri?

Layanan konsultan pendidikan luar negeri umumnya mencakup:

  • Study mapping — Membantu menentukan negara tujuan, jurusan, dan universitas yang paling sesuai dengan profil akademis, budget, dan tujuan karir
  • Konsultasi dokumen — Menyiapkan seluruh persyaratan dokumen: transkrip, sertifikat bahasa, recommendation letter, hingga motivation letter
  • Pendampingan personal statement & essay — Membantu menulis personal statement yang autentik, kuat, dan sesuai standar setiap universitas
  • Proses pendaftaran — Mengurus aplikasi ke universitas, termasuk melalui sistem seperti UCAS (untuk UK) atau portal langsung
  • Persiapan bahasa — Memberikan panduan atau referensi kursus IELTS/TOEFL yang tepat sesuai target universitas
  • Aplikasi beasiswa — Mendampingi persiapan aplikasi beasiswa seperti Chevening, LPDP, GREAT Scholarships, dan lainnya
  • Pengurusan visa pelajar — Memandu proses pengajuan visa student, kelengkapan dokumen, dan antisipasi risiko penolakan
  • Persiapan keberangkatan — Informasi akomodasi, orientasi kehidupan di negara tujuan, dan tips adaptasi

Mengapa Kuliah ke Luar Negeri Tanpa Konsultan Bisa Berisiko?

Banyak calon mahasiswa yang mencoba mengurus semua proses sendiri — dan sebagian berhasil. Tapi banyak juga yang tidak menyadari risiko yang dihadapi sampai terlambat.

Berikut beberapa situasi nyata yang sering terjadi:

Salah memilih universitas atau program. Tanpa panduan yang tepat, banyak pelajar memilih universitas berdasarkan ranking semata tanpa mempertimbangkan kesesuaian kurikulum, prospek karir, biaya hidup di kota tersebut, atau bahkan persyaratan masuk yang sebenarnya tidak sesuai dengan profil mereka.

Personal statement yang tidak kompetitif. Untuk universitas-universitas top seperti di Inggris (Oxford, UCL, Imperial, LSE), personal statement adalah faktor penentu. Banyak aplikasi ditolak bukan karena nilai tidak cukup, tetapi karena personal statement tidak mampu menyampaikan nilai dan potensi diri secara efektif.

Dokumen tidak lengkap atau salah format. Setiap universitas dan setiap negara memiliki persyaratan dokumen yang sangat spesifik. Satu dokumen yang kurang atau tidak sesuai format bisa menyebabkan penolakan otomatis — bahkan sebelum aplikasimu dibaca.

Visa ditolak karena kesalahan yang bisa dihindari. Aturan visa pelajar terus berubah. Di 2026, persyaratan visa UK student semakin ketat: maintenance funds yang lebih tinggi, genuine student assessment yang lebih detail, dan pengecekan dokumen yang semakin teliti. Tanpa panduan yang tepat, risiko penolakan visa sangat nyata.

Melewatkan deadline penting. Sistem pendaftaran ke universitas luar negeri memiliki banyak deadline yang berbeda-beda — dan melewatkan satu deadline saja bisa berarti harus menunggu satu tahun lagi untuk intake berikutnya.

Kapan Kamu Benar-Benar Membutuhkan Konsultan Pendidikan Luar Negeri?

Tidak semua orang membutuhkan konsultan untuk semua tahap proses. Tapi ada situasi-situasi di mana kehadiran konsultan akan memberikan perbedaan yang sangat signifikan:

Kamu pertama kali akan kuliah ke luar negeri. Tidak tahu harus mulai dari mana, bingung dengan perbedaan sistem pendidikan antar negara, dan tidak punya jaringan alumni yang bisa dimintai saran konkret. Ini adalah situasi di mana konsultan paling memberikan nilai.

Kamu melamar ke universitas kompetitif. Masuk ke universitas top-50 dunia adalah berbeda secara proses dan strategi dibanding universitas reguler. Persaingan ketat, dan detail seperti cara menulis personal statement, pilihan referee, dan timing aplikasi sangat berpengaruh.

Kamu melamar beasiswa sekaligus universitas. Melamar beasiswa seperti LPDP atau Chevening membutuhkan persiapan yang jauh lebih intensif — mulai dari narasi kontribusi, esai motivasi, hingga persiapan wawancara. Konsultan yang berpengalaman akan sangat membantu di sini.

Kamu punya profil yang kurang standar. Misalnya: nilai tidak terlalu tinggi tapi ada pengalaman kerja yang relevan, gap year yang perlu dijelaskan, atau latar belakang akademis yang tidak linear dengan jurusan yang diinginkan. Konsultan yang baik tahu cara memposisikan profil seperti ini secara strategis.

Kamu dibatasi waktu. Jika intake yang ditargetkan tinggal 6–9 bulan lagi, setiap kesalahan dalam proses bisa berarti melewatkan intake tersebut. Konsultan membantu memastikan semua proses berjalan paralel dan tidak ada yang terlewat.

Panduan Memilih Konsultan Pendidikan Luar Negeri yang Tepat

Di Indonesia, saat ini ada banyak sekali pilihan konsultan pendidikan — dari agen besar berjaringan ratusan universitas hingga konsultan spesialis yang fokus pada negara atau jenjang tertentu. Berikut hal-hal penting yang perlu kamu evaluasi:

1. Spesialisasi dan Track Record

Konsultan yang baik biasanya memiliki spesialisasi. Apakah mereka memang kuat di negara tujuanmu? Apakah mereka punya track record nyata membantu pelajar masuk ke universitas yang kamu incar?

Jangan ragu untuk bertanya langsung: “Berapa pelajar yang sudah Anda bantu masuk ke universitas X?” atau “Apakah ada alumni yang bisa saya hubungi?” Konsultan yang legitimate akan dengan senang hati menjawab pertanyaan seperti ini.

2. Pendekatan yang Personal, Bukan Template

Salah satu tanda konsultan berkualitas rendah adalah memberikan rekomendasi yang terasa generik — daftar universitas yang sama untuk semua klien, personal statement dengan pola yang sama, saran yang tidak mempertimbangkan situasi unikmu.

Konsultan yang baik akan meluangkan waktu untuk benar-benar memahami profilmu sebelum memberikan rekomendasi apa pun. Proses konsultasi awal yang mendalam adalah tanda yang baik.

3. Transparansi Biaya dan Proses

Konsultan yang terpercaya akan menjelaskan dengan jelas apa yang mereka lakukan, apa yang tidak mereka lakukan, dan apa biayanya. Hati-hati dengan konsultan yang menjanjikan “jaminan masuk universitas tertentu” — tidak ada konsultan yang bisa memberikan jaminan seperti itu secara etis.

4. Kualitas Tim Konsultan

Idealnya, konselor yang mendampingimu adalah orang yang pernah kuliah di luar negeri sendiri atau setidaknya memiliki pengetahuan mendalam tentang sistem pendidikan di negara tujuan. Mereka harus bisa memberikan wawasan yang jauh lebih dalam dari sekadar informasi yang bisa kamu temukan sendiri di internet.

5. Responsivitas dan Dukungan Berkelanjutan

Proses kuliah ke luar negeri tidak selesai di satu titik — ada banyak tahap yang saling berurutan, dan di setiap tahap mungkin ada pertanyaan yang perlu dijawab cepat. Konsultan yang responsif dan mudah dihubungi adalah aset yang sangat berharga.

Negara-Negara Tujuan Populer dan Pertimbangan Khususnya

Setiap negara tujuan studi memiliki karakteristik, keunggulan, dan proses pendaftaran yang berbeda. Berikut gambaran singkat untuk membantu orientasimu:

Inggris (UK)

Pilihan paling populer untuk pelajar Indonesia yang menginginkan gelar berkualitas tinggi dalam waktu yang lebih singkat. Program S1 umumnya 3 tahun, S2 hanya 1 tahun — jauh lebih efisien dibanding negara lain. Universitas-universitas seperti Oxford, Cambridge, UCL, Imperial College, LSE, dan Edinburgh masuk jajaran top dunia secara konsisten.

Keunggulan tambahan: Graduate Route visa memungkinkan kamu bekerja di UK hingga 2 tahun setelah lulus — peluang pengalaman kerja internasional yang sangat berharga.

Proses pendaftaran S1 melalui sistem UCAS dengan maksimal 5 pilihan universitas. Persiapan personal statement yang kuat adalah kunci utama.

Australia

Destinasi favorit karena kedekatan geografis, kualitas universitas yang tinggi (8 universitas masuk top-100 dunia), dan lingkungan multikultural yang ramah bagi pelajar Asia. Program biasanya lebih fleksibel dalam pilihan mata kuliah, dan ada banyak jalur masuk melalui foundation atau pathway program.

Post-study work visa Australia juga sangat kompetitif — hingga 4 tahun untuk lulusan program tertentu.

Amerika Serikat

Pilihan untuk yang menginginkan pengalaman kampus paling komprehensif dan akses ke ekosistem startup/riset terkuat di dunia. Proses pendaftaran lebih kompleks (Common App, SAT/ACT, multiple essays), biaya lebih tinggi, tetapi pilihan program dan scholarship juga sangat luas.

Kanada

Semakin diminati karena kualitas pendidikan setara AS dengan biaya lebih terjangkau, dan jalur residensi permanen yang relatif lebih mudah bagi lulusan universitas Kanada.

Swiss

Pilihan spesifik untuk jurusan hospitality, luxury management, dan bisnis internasional. Swiss Education Group memiliki reputasi global yang tidak tertandingi untuk bidang-bidang ini.


Empower Education: Konsultan Pendidikan Luar Negeri dengan Pendekatan Anti Ribet

Memilih konsultan pendidikan luar negeri yang tepat adalah keputusan penting yang berdampak langsung pada perjalanan studimu. Empower Education hadir dengan filosofi yang sederhana: kuliah ke luar negeri seharusnya anti ribet.

Bukan berarti prosesnya dibuat terasa mudah secara semu — tetapi karena kami yang menanggung kompleksitasnya, sehingga kamu bisa fokus pada hal yang paling penting: mempersiapkan dirimu untuk sukses di universitas impian.

Apa yang membedakan Empower Education:

Kami adalah spesialis, bukan generalis. Fokus kami yang dalam pada universitas-universitas top UK dan negara-negara pilihan berarti kami memiliki pengetahuan yang jauh lebih dalam tentang apa yang benar-benar dibutuhkan untuk masuk dan sukses di sana — bukan sekadar informasi yang bisa kamu temukan sendiri di website universitas.

Proses konsultasi kami dimulai dengan assessment personal yang mendalam — memahami profil akademismu, tujuan karir, kemampuan finansial, dan preferensi hidupmu sebelum memberikan rekomendasi apa pun. Hasilnya adalah roadmap yang benar-benar personal, bukan template generik.

Kami juga tidak berhenti di acceptance letter. Dari persiapan IELTS, penulisan personal statement, aplikasi beasiswa, pengurusan visa student UK, hingga koordinasi akomodasi dan persiapan keberangkatan — semua didampingi oleh tim kami step-by-step.

Dan semua itu dimulai dengan konsultasi, tanpa tekanan, bisa via WhatsApp atau Zoom tanpa harus datang ke kantor terlebih dahulu.

Mulai Perjalananmu Sekarang

Satu-satunya waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan kuliah ke luar negeri adalah sekarang. Semakin awal kamu mulai, semakin luas pilihan yang tersedia, semakin banyak waktu untuk mempersiapkan IELTS, dan semakin tinggi peluangmu untuk mendapatkan tempat di universitas impian — bahkan dengan beasiswa.

Konsultasikan situasimu dengan tim Empower Education sekarang. Gratis, tanpa komitmen, dan tanpa ribet.

Empower Education, Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik di Indonesia 

Tips Persiapan IELTS Alumnus LPDP

4.bp.blogspot.jpg

IELTS atau International English Language Testing System adalah standar kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan untuk mendaftar dan berkuliah di luar negeri. Agar bisa berhasil lulus IELTS, diperlukan beberapa persiapan matang.
Pendaftar beasiswa reguler untuk melanjutkan magister dalam negeri, harus memiliki sertifikat IELTS minimal 6. Sedangkan pendaftar reguler magister luar negeri, IELTS minimal 6,5.

Untuk pendaftar beasiswa reguler doktor, pendaftar program doktor dalam negeri skor minimal IELTS adalah 6,0. Kemudian pendaftar program doktor luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris IELTS adalah 7,0.
Untuk mempersiapkan tes IELTS, alumni penerima beasiswa LPDP, Zahratul Kamila yang pernah belajar di University of Auckland memberikan tipsnya.

Zahratul Kamila menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar bahasa Inggris untuk persiapan tes IELTS.

“Di antaranya adalah vocabulary; grammar reading dan listening; writing dan speaking; dan hal terkait lainnya,” kata Zahra dalam webinar bertajuk ‘Study Overseas to New Zealand : Why & How’, dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga (Unair).

Tips Persiapan IELTS:
1. Membaca Kamus Bahasa Inggris
Zahra mengatakan bahwa mempelajari kosakata dapat dilakukan dengan membaca kamus bahasa Inggris seperti Cambridge Advanced Dictionary atau Oxford Dictionary. Proses memperkaya kosakata juga perlu mengacu pada berbagai topik keilmuan, konteks, sinonim, antonim, dan cara penggunaannya.

“Hal tersebut penting karena selain untuk mengetahui arti dari sebuah kata dalam bahasa Inggris, namun juga dapat memahami penggunaan kata tersebut,” jelas Zahra.

2. Mendalami dan Latihan Soal Grammar
Kemudian ketika mempelajari tata bahasa atau grammar, Zahra menjelaskan setidaknya terdapat dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama memahami dasar-dasar grammar dan mendalaminya dengan melakukan latihan soal.

3. Evaluasi Reading and Listening
Adapun persiapan untuk tes IELTS bagian reading dan listening dapat dilakukan dengan latihan soal dan evaluasi secara teratur.

Menurut Zahra, hal tersebut perlu karena proses penilaian pada sesi itu dilakukan secara objektif, langsung, dan terukur. Sehingga evaluasi dapat dilakukan sendiri setiap kali selesai mengerjakan latihan soal.

4. Meminta Penilaian Writing and Speaking ke Orang Lain
Berbeda dengan reading dan listening, pada sesi writing dan speaking penilaian bersifat cukup objektif. Biasanya dinilai oleh seorang assessor untuk melihat apakah kemampuan speaking dan writing peserta layak mendapat skor berapa.

Zahra memberi saran bahwa proses belajar yang paling baik untuk meningkatkan kemampuan writing dan speaking adalah dengan terus berlatih. Selain itu, juga perlu meminta second opinion dari orang lain untuk menilai kemampuan kita. Jangan hanya diri sendiri yang menilai.

“Makin banyak latihan, makin bagus karena kemampuan ini (writing dan speaking) akan sangat penting saat berkuliah seperti pada saat presentasi atau membuat esai,” terang Zahra.

5. Manajemen Waktu
Hal lain yang perlu dilatih adalah manajemen waktu, ketelitian dan ketenangan. Hal tersebut penting karena peserta tes perlu memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik dalam menjawab soal di setiap sesinya.

Ketelitian dan ketenangan penting untuk dimiliki karena ketika menjalani tes, pikiran dapat kacau ketika pada salah satu sesi terdapat soal yang belum terjawab atau salah menjawab. Ketika hal tersebut terjadi, peserta perlu fokus dan tenang agar dapat mengerjakan soal di sesi selanjutnya dengan baik. “Selain melatih kemampuan bahasa Inggris, juga perlu melatih mental,”.


6. Riset Lembaga Tes IELTS
Terakhir, Zahra menyarankan agar calon peserta tes melakukan riset mengenai lembaga tes IELTS yang akan mereka pakai. Hal tersebut penting agar ketika tes tidak terjadi hal yang dapat merugikan peserta seperti kualitas speaker yang buruk, yang dapat berdampak pada skor listening.

Kemudian, juga perlu dipelajari target minimum yang ingin dicapai. Sehingga dapat memperkirakan skor minimal berapa saja yang harus diraih di setiap sesi tes. Zahra berpesan agar calon peserta bisa menyusun jadwal agar tidak terdistraksi lingkungan luar.

“Mereka harus disiplin belajar setiap hari agar mendapat hasil (IELTS) yang maksimal,” ujarnya.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Lima Alasan Pentingnya Belajar ESL

Banyak orang yang menganggap bahwa belajar bahasa asing tidaklah begitu penting. Eeeeiittss… Tapi tunggu dulu, mempelajari bahasa asing ternyata memberikan banyak keuntungan dan manfaat. Ada banyak cara pula untuk kamu belajar bahasa Inggris. dan berikut lima alasan terbaik kenapa kamu harus belajar English as Second Language (ESL). esl-english-only-sign

Spoken around the world

Bahasa Inggris adalah bahasa resmi lebih dari 45 negara di dunia, termasuk Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika. Untuk kamu yang ingin jalan-jalan ke luar negeri apa lagi kuliah disana, bahasa Inggris menjadi hal yang penting untuk kamu kuasai. Nggak kebayang kan kalo kamu ke luar negeri tapi nggak bisa komunikasinya… AcademicEnglishLanguageProficiencyCertificate

International business language

Selain bahasa internasional, bahasa Inggris juga merupakan bahasa bisnis internasional. Banyak bisnis besar internasional yang dibangun menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Inggris menjadi bahasa internasionalkarena bahasa ini sudah umum digunakan dalampergaulan internasional.

Academia

Banyak buku, penelitian ilmiah, jurnal, dan berita ditulis dalam bahasa Inggris. Kalo kamu kuliah di luar negeri tapi belum menguasai bahasa Inggris, kamu akan mengalami kesulitan pasti.

Internet

Mayoritas halaman web yang ada di dunia maya menggunakan bahasa Inggris dengan berbagai istilah yang terkadang tidak semua orang mengerti. Itulah sebabnya penting banget untuk kamu mengambil kuliah bahasa terlebih dahulu sebelum nekat kuliah di luar negeri.

International Science Language

update-your-language Seperti dunia bisnis, dunia ilmu penggetahuan yang terus berkembang inni juga menggunakan bahasa Inggris. Banyak ilmuwan yang harus belajar bahasa Inggris secara mendalam supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi antar sesama ilmuwan. Apa lagi banyak istilah ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris. Itulah lima alasan kenapa belajar bahasa Inggris harus banget, apa lagi untuk kamu yang ingin kuliah ke luar negeri. Untuk kamu yang bahasa Inggrisnya masih dibawah standar, jangan khawatir masih ada waktu ko untuk belajar. Dan kita juga menyediakan IELTS preparation, untuk info lebih lanjut kamu bisa hubungi kami di: Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

NILAI TOEFL ATAU IELTS YANG TINGGI? PENTING GAK SIH?

 test Buat kalian yang uda kepikiran pertanyaan kayak gini, jawabannya jelas PENTING BANGET! Pastinya banyak dari kalian yang bercita-cita pengen kuliah di luar negeri seperti USA, Australia, UK, Malaysia dan banyak lainnya. Nah berhubung banyak dari program kuliah mereka memakai bahasa Inggris sebagai pengantar, jadi salah satu persyaratan yang gak bakal lepas dari pendaftaran adalah nilai TOEFL atau IELTS kalian. Kebanyakan universitas ini meminta nilai minimum TOEFL Paper Based Test (PBT) 550 atau IELTS 6.0. Gak jarang mereka gak cuma meminta nilai total minimum, tapi juga minimum nilai masing-masing bagian harus memenuhi standar mereka. Misalnya aja di La Trobe University, salah satu universitas terkenal di Australia meminta nilai IELTS overall minim 6.0 dengan nilai masing-masing bagian (Speaking, Writing, Reading, Listening) gak kurang dari 6.0. Denger pengumuman begini pasti banyak dari kalian yang bertanya, ngapain sih pihak universitas repot banget meminta nilai minimum buat IELTS atau TOEFL? Kan ke universitas di luar negeri tujuannya gak melulu belajar bahasa Inggris, tapi pengen juga ambil jurusan lain seperti Bisnis, Sains, Teknik atau Kedokteran L Seberapa penting sih nilai IELTS atau TOEFL yang tinggi buat kita maupun pihak universitas? toefl-ielts-compared-2009 TOEFL atau IELTS sendiri merupakan tes yang dibuat untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris kalian sebagai orang asing yang pengen kuliah di universitas di berbagai negara atau pun bekerja di perusahaan internasional dan pemerintah, selama bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Nilai minimum TOEFL PBT 550 atau IELTS 6.0 biasanya merupakan nilai standar buat masuk program bisnis, sains, atau teknik, bahkan untuk jurusan seperti kedokteran, literatur dan hukum nilainya bisa lebih tinggi dari itu.

Lalu Apa Gunanya IELTS/TOEFL Dalam Kehidupan Perkuliahan???

  • Adaptasi Lingkungan Akademis yang Lebih Baik
AnxiousFemale Nah alasan pertama nih, tentunya semua pelajaran dalam bahasa Inggris, selama kalian kuliah gak ada penerjemah ke dalam bahasa Indonesia buat kalian, gak ada tugas dalam bahasa Indonesia. Semua dalam bahasa Inggris guys! Jadi kalau kalian gak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup buat berkuliah, apalagi di universitas luar negeri, bakal kelabakan banget deh! Kuliah banyak yang gak ngerti, tugas juga belepotan bahasa Inggrisnya yang bakal bisa mengurangi nilai kalian, dosen sama temen gak mudeng kalian ngomong apa, yang jelas bikin kalian berabe banget deh! Jadi makanya universitas menetapkan standar tersebut karena mereka juga menjaga kualitas pendidikan dan kelancaran kuliah, sekaligus mendorong kalian buat lebih menguasai bahasa Inggris, karena bahasa Inggris gak cuma penting buat perkuliahan kalian, tapi kehidupan sehari-hari nantinya, misalnya setelah lulus pas mencari kerja, pasti kalian banyak menemukan perusahaan yang mewajibkan staf maupun pelamar kerja bisa berbahasa Inggris.
  • Mempermudah Jenjang Kuliah
02443a3f9749104b8aa68f12d4cb242b Buat kalian yang pengen kuliah di luar negeri karena waktunya lebih singkat, biasa kebanyakan jurusan durasinya rata-rata 3 tahun, buat kalian yang nilai TOEFL atau IELTSnya yang gak memenuhi standar, asalkan masih gak di bawah rata-rata banget, kalian masih bisa mengambil kelas Foundation yaitu kelas persiapan buat perkuliahan sebenarnya di mana salah satu mata pelajaran utamanya yaitu bahasa Inggris. Namun kalau dipikir-pikir, kan sayang banget kalau nilai kalian yang lain udah mencukupi buat program kuliah 3 tahun, tapi karena terganjal nilai TOEFL atau IELTS kalian harus mengulang mata pelajaran yang udah kalian kuasai dan belajar bahasa Inggris lagi, yang menambah biaya kuliah dan memperpanjang masa kuliah kalian jadi 4 tahun, karena program Foundation biasanya berdurasi 1 tahun. Jadi, lebih baik kalian mendapat nilai TOEFL atau IELTS yang cukup biar kalian bisa mendaftar dengan lancar dan bisa menyelesaikan kuliah kalian dengan lebih cepat.
  • Get Involve in Society
student-collage-economic-impact Nah alasan terakhir yang gak kalah pentingnya lagi buat punya nilai TOEFL atau IELTS yang tinggi adalah untuk kehidupan dan pergaulan kalian sehari-hari. Buat berteman dengan orang dari berbagai negara dan bahasa, pasti kalian butuh bahasa Inggris buat ngobrol sama mereka. Gak cuma buat pergaulan, tapi misalnya kalian belanja, pergi ke tempat umum, mengurus berbagai keperluan mengharuskan kalian bisa berbahasa Inggris. TOEFL atau IELTS sendiri gak cuma melatih kemampuan bahasa Inggris pasif, misalnya dari writing atau reading, tapi juga melatih kemampuan bahasa Inggris aktif dengan melatih kalian listening atau speaking. Jadi dengan belajar latihan TOEFL atau IELTS buat meraih nilai yang tinggi, kalian gak cuma mampu mendengar apa yang dosen ajar pas kuliah, tapi juga menjawab pertanyaan dosen dalam bahasa Inggris, apalagi keaktifan kita di kelas kadang juga dinilai loh. Jadi buat kalian yang pengen kuliah di luar negeri, yuk rajin belajar bahasa Inggris dari sekarang, bisa juga dengan mengambil kurus bahasa Inggris dengan paket pelatihan intensif buat mempersiapkan diri menghadapi TOEFL atau IELTS atau rajin-rajin nonton film maupun mendengar lagu dalam bahasa Inggris atau ngobrol sama temen kalian dalam bahasa Inggris. Nah sekarang udah tau kan sepenting apa IELTS/TOEFL itu. Kalo kamu ada kesempatan jangan ragu untuk mencoba tes IELTS/TOEFL, walaupun hasilnya tak sesuai harapan teruslah berusaha hingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapanmu. Kita juga punya beberapa video berisi tips & trik untuk mempermudah kamu dalam mengerjakan  IELTS/TOEFL.
Good luck semuanya! 🙂 sample17 Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Berkenalan dengan IELTS – Bagian II: Tips dan Trik Sukses

Making Notes from Book Haii, ketemu lagi di rangkaian artikel tentang International English Language Testing System alias IELTS. Di artikel sebelumnya, kita udah bahas tentang apa itu IELTS, sistem penilaiannya, bagian-bagian tesnya sampai dengan cara mendaftarnya. Kalo kamu berencana ikut tes IELTS sebagai syarat sekolah atau kuliah di luar negeri, pasti pengen dapet skor setinggi mungkin, ya nggak? Nah, silakan coba tips dan trik sukses IELTS berikut ini!

Tips & Trik Umum

Sebelum mendaftar tes IELTS, ada baiknya ikuti tips n’ trik di bawah ini:
  • Masing-masing institusi punya ketentuan sendiri tentang IELTS. Pastikan jenis modul dan skor minimal yang diminta oleh sekolah/universitas atau organisasi tujuan. Untuk kuliah, yang dibutuhkan adalah IELTS Academic, bukan General (perbedaan jenis-jenis IELTS bisa kamu baca di artikel bagian pertama).
  • IELTS bertujuan menguji kemampuan bahasa Inggris untuk kuliah atau kerja di luar negeri. Jadi, minimal kamu harus udah punya skill bahasa Inggris dasar. Kalau kamu ngerasa masih blank, lebih baik kursus atau belajar dulu untuk memperkuat basic bahasa Inggrismu.
  • Latihan soal IELTS wajib hukumnya. Kalau sudah lancar, kerjakan soal dengan waktu. Selain dari buku, ada banyak website yang nyediain latihan IELTS gratis, misalnya:
–        www.ieltsessentials.com/prepare/free_ielts_practice_tests.aspx –        www.ielts-blog.com –        www.ielts-exam.net –        www.ieltsbuddy.com –        www.goodluckielts.com
  • Untuk mengetahui gambaran kemampuanmu, kamu bisa ikut tes simulasi IELTS. Biasanya menggunakan nama seperti: IELTS-Like Test, Prediction atau Simulation. Kalau sudah mantap dengan skormu, baru deh ikut tes IELTS yang resmi.
  • Sharing atau konsultasi dengan teman yang udah pernah tes IELTS bisa membantumu untuk lebih siap. Kalau pengen konsultasi secara personal, kamu bisa hubungi nomor ponsel atau akun jejaring sosial di bawah artikel ini.
Saat akan tes IELTS, jangan lupa dengan hal-hal berikut ini:
  • Siapkan fisik dan mental. Tes Listening, Reading dan Writing berlangsung selama hampir 3 jam non-stop, jadi butuh stamina yang oke. Istirahat cukup sebelum hari tes.
  • Nggak ada toleransi waktu buat peserta yang terlambat, jadi lebih baik berangkat ke lokasi tes lebih awal. Jangan lupa bawa kartu identitas asli dan alat tulis lengkap (pensil 2B, penghapus dan pena).
  • Usahakan menjawab semua soal. Jawaban yang salah nggak akan mengurangi skor. Kalaupun kamu nggak tahu atau nggak yakin, jawab aja sebisanya. ;D

Tips & Trik Spesifik

Itu tadi beberapa tips yang sifatnya umum. Seperti yang udah dijelasin di artikel bagian pertama, tes IELTS dibagi menjadi 4 bagian skill, yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Masing-masing skill ini ada tips dan trik-nya sendiri lho. Yuk simak “kisi-kisi” buat keempat skill tersebut. Listening
  • Skill ini sering jadi momok bagi para peserta karena belum terbiasa dengan aksen/logat British English. Biar terbiasa dengan logat British, banyak-banyak nonton film, video, acara televisi dan dengerin musik dari Inggris.
  • Jangan pakai subtitle (teks) bahasa Indonesia, tapi subtitle bahasa Inggris. Pelan-pelan, coba menonton tanpa subtitle!
  • Podcast berbahasa Inggris juga bisa melatih skill Listening. Podcast BBC Learning English (www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish) recommended banget buat belajar bahasa Inggris. Topiknya macam-macam, percakapannya mudah dicerna untuk pemula, dan kamu juga bisa mengasah skill-skill lain seperti vocab dan pronunciation.
  • Saat tes, begitu dipersilakan membuka lembar soal, langsung baca sekilas soal-soal Listening. Dari situ kamu bisa dapat gambaran kata kunci atau hal-hal yang perlu kamu cari nanti.
  • Kamu diperbolehkan membuat coret-coretan dengan pensil. Tapi jangan berusaha menyalin semua isi percakapan, karena waktunya tidak akan cukup. Catat kata kuncinya saja sambil konsentrasi pada audio.
  • Hal yang perlu diperhatikan saat mengerjakan tes Listening:
–        Intonasi (nada bicara) – Kamu bisa menebak maksud atau arah percakapan dari nada bicara para speaker. –        Sinonim (padanan kata) – Kadang pilihan jawaban yang tepat tidak ditulis persis dengan yang diucapkan dalam percakapan, tapi dalam bentuk sinonim. –        Idiom (ungkapan) – Kadang isi percakapan mengandung bahasa kiasan atau ungkapan. Contoh: “It’s not my cup of tea” artinya “Saya tidak suka”, nggak ada hubungannya dengan cangkir atau teh! Reading
  • Biasakan membaca teks dalam bahasa Inggris, khususnya artikel media massa dan edukasi yang agak panjang, misalnya:
–        www.thejakartapost.com –        www.thejakartaglobe.com –        www.bbc.co.uk –        www.howstuffworks.com
  • Khusus modul Academic, gaya bahasa dan isi teks akademis emang sedikit berbeda dengan teks di media massa atau teks populer lain. Buat latihan, kamu bisa akses text book dan materi edukasi berbahasa Inggris gratis di situs www.openculture.com dan www.coursera.org.
  • Manajemen waktu sangat penting disini. Misalnya, untuk modul Academic, kamu akan mendapat 3 teks panjang dan 40 soal yang harus dikerjakan dalam 60 menit. Pembagian dan bobot soal berbeda-beda, tapi secara umum kamu harus menyelesaikan soal-soal untuk 1 teks dalam waktu 20 menit.
  • Gunakan trik skimming alias membaca cepat. Jangan dulu membaca seluruh teks secara detail; cukup baca paragraf pertama (agar tahu inti bacaan) dan baca sekilas paragraf-paragraf selanjutnya. Langsung lihat soal, barulah baca secara detail bagian teks yang ditanyakan di soal.
Writing
  • Seperti Reading, skill ini butuh manajemen waktu yang ketat. Jawaban soal 2 (minimal 250 kata) lebih panjang dari soal 1 (minimal 150 kata) dan bobot nilainya juga lebih tinggi. Alokasikan sekitar 20 menit untuk soal 1 dan 40 menit untuk soal 2.
  • Sebelum mulai menulis, buatlah outline alias kerangka tulisan. Gunanya agar topik tulisanmu nggak kemana-mana dan tulisanmu terorganisir dengan rapih.
  • Untuk soal 2 (esai), di paragraf pertama harus ada thesis statement (kalimat inti dari keseluruhan tulisan), yang dijelaskan di paragraf-paragraf selanjutnya. Tiap paragraf harus berisi topic sentence (kalimat inti paragraf tersebut).
  • Perhatikan ejaan (spelling), tanda baca (punctuation) dan tata bahasa (grammar). Di IELTS memang nggak ada tes Structure/Grammar tersendiri, tapi langsung dinilai dari penerapan dalam tulisanmu.
  • Pelajari perbendaharaan kata (vocab) yang sering dibutuhkan, misalnya:
–        Connectors – penghubung kalimat, contoh: however, nevertheless, moreover, in addition –        Sequencing – kata-kata untuk menggambarkan proses, contoh: first, next, then –        Kata-kata untuk menggambarkan data dari tabel atau bagan, contoh: (slight/sharp) increase, decrease, rise, fall, remain stable
  • Pelajari istilah-istilah khusus (expressions) yang umum dipakai, misalnya kalimat untuk membuka dan menutup surat, menanyakan informasi, menyatakan setuju/tidak setuju, dan sebagainya.
Speaking
  • Seperti di Listening, kadang peserta sulit menangkap logat British penguji. Agar terbiasa, banyak-banyak menonton film dan video dengan isi British English.
  • Jika memungkinkan, banyak-banyak mengobrol dengan native speaker bahasa Inggris (misalnya turis di tempat wisata). Selain membiasakan diri memahami logat asing, juga bisa melatih percaya diri ber-cas-cis-cus bahasa Inggris.
  • Kamu nggak harus bicara dengan logat British, tapi pengucapan harus jelas. Perhatikan perbedaan bunyi dalam bahasa Inggris yang tidak ada di bahasa Indonesia. Contohnya: bunyi huruf vokal di kata “bad”/“bed”, atau huruf f dan v di kata “over”/“offer”. Kalau salah lafal, artinya bisa beda.
  • Di Part 2, kamu diberi waktu 1 menit untuk menyiapkan presentasi/penjelasan singkat. Cukup tulis poin-poin inti dari penjelasanmu, jangan berusaha nulis kalimat lengkap. Selain waktunya nggak cukup, membaca dari tulisan akan mengurangi skor.
  • Seperti di Writing, pelajari kata-kata atau istilah umum, khususnya untuk memberi pendapat di Part 3. Pertanyaan yang sering muncul di Part 3:
–        Membandingkan (contoh: Bandingkan kebiasaan remaja sekarang dan 10 tahun lalu) –        Setuju/tidak setuju (contoh: Setujukah dengan teknologi kloning?) –        Plus/minus (contoh: Keuntungan dan kerugian kebun binatang) –        Alasan (contoh: Mengapa terjadi bentrok suporter sepakbola?)
Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Berkenalan dengan IELTS – Bagian I: 10 Hal yang Perlu Kamu Tahu

images (3) Selama ini kita sering denger tentang TOEFL, tapi mungkin beberapa dari kita belum terlalu akrab sama “saudara jauh”-nya, IELTS. Nggak heran, sering ada pertanyaan seperti: Apa sih IELTS itu? Sulit nggak? Gimana cara daftarnya? Dan yang penting… gimana caranya dapetin skor tinggi? 😉 Biar jelas, yuk simak 10 pertanyaan plus penjelasan tentang tes bahasa Inggris yang satu ini.

Apa itu IELTS?

IELTS – singkatan dari International English Language Testing System – adalah tes kemampuan berbahasa Inggris untuk peserta yang bukan penutur asli bahasa Inggris. IELTS dikelola bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia, dan Cambridge English Language Assessment. Tes ini sudah digunakan di seluruh dunia selama lebih dari 21 tahun, lho.

Siapa aja yang menggunakan IELTS?

Tes IELTS diikuti oleh jutaan orang tiap tahunnya dan hasilnya berlaku di lebih dari 8.000 organisasi dan institusi di seluruh dunia. Tapi IELTS memang lebih banyak digunakan di Inggris dan negara-negara persemakmuran seperti Australia, New Zealand dan Singapura. Skor IELTS digunakan sebagai syarat untuk mendaftar ke universitas/perguruan tinggi atau melamar pekerjaan di negara-negara tersebut.

Apa bedanya IELTS dengan TOEFL?

IELTS dan TOEFL punya persamaan dan perbedaan. Persamaannya, sama-sama menguji sejumlah skill (keterampilan) inti dalam berbahasa Inggris. Secara umum, perbedaan IELTS dan TOEFL terletak di:
  • Aksen dan ragam bahasa: TOEFL menggunakan aksen dan ragam bahasa Inggris Amerika (American English), sedangkan IELTS dominan bahasa Inggris Britania (British English) plus sedikit Australian English.
  • Bentuk tes: Bentuk tes di IELTS lebih variatif dari TOEFL. Nggak cuma pilihan ganda atau menjodohkan, di IELTS kamu akan diminta mengisi jawaban berupa angka dan kata-kata singkat.
  • Sistem penilaian: TOEFL menggunakan sistem poin (0-120 untuk iBT dan 310-677 untuk PBT), sedangkan IELTS menggunakan sistem band (1-9).
Dari segi skill, IELTS mirip dengan TOEFL iBT (Internet-Based), yaitu ListeningReadingWritingSpeaking. Tapi agak berbeda dengan TOEFL PBT (Paper-Based) karena tidak ada tes Structure.

Apa itu Academic dan General IELTS?

IELTS dibagi menjadi 2 modul, yaitu Academic dan General Training. Pastikan kamu memilih modul yang sesuai dengan tujuanmu ke luar negeri.
  • IELTS Academic ditujukan buat peserta yang ingin kuliah, mencari beasiswa atau menduduki posisi profesional di negara berbahasa Inggris.
  • IELTS General Training digunakan ditujukan buat peserta yang akan bermigrasi ke negara berbahasa Inggris atau mengikuti pelatihan informal.
Perbedaan antara kedua modul tersebut terletak pada materi bagian Reading dan Writing. Sedangkan materi Listening dan Speaking sama.

Apa aja isi tes IELTS? Berapa lama durasi tes?

Tes IELTS terdiri dari 4 skill, yaitu Listening, Reading, Writing, Speaking. Rangkaian tes 3 skill pertama berdurasi total 160-180 menit. Sedangkan Speaking diujikan terpisah, durasi sekitar 15 menit. Isi tesnya adalah:
  • Listening (40 soal, 30 menit + 10 menit untuk menyalin jawaban)
Bagian ini menguji kemampuan mendengar dan memahami percakapan dalam bahasa Inggris, baik dalam situasi sehari-hari maupun situasi khusus. Seluruh percakapan hanya diputar sekali. Tes ini terdiri dari 4 section, yaitu: –       Dialog sehari-hari –       Monolog sehari-hari –       Percakapan 2-4 orang dalam konteks pendidikan atau pelatihan –       Monolog tentang topik akademis
  • Reading (40 soal, 60 menit)
Bagian ini menguji kemampuan memahami bacaan dalam bahasa Inggris. Materi teks diambil dari buku, jurnal, media massa, brosur dan bacaan lain. Tes ini terdiri dari 3 section dengan isi yang berbeda berdasarkan modul. → Untuk modul Academic, masing-masing section berisi 1 teks panjang tentang topik akademis seperti sains, sosial, sejarah dan sastra. Pertanyaan bukan cuma tentang isi teks tapi juga tentang diagram, grafik atau ilustrasi pelengkap bacaan. → Untuk modul General Training, ketiga section berisi: –       2-3 teks singkat, misalnya iklan atau pengumuman –       2 teks singkat tentang dunia kerja, misalnya melamar kerja atau mengikuti pelatihan –       1 teks panjang tentang topik umum
  • Writing (2 soal,  60 menit)
Bagian ini menguji kemampuan mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan, yaitu dalam hal pengaturan gagasan, gaya tulisan yang sesuai dengan konteks, ketepatan kata-kata serta tata bahasa. → Untuk modul Academic, gaya penulisan harus formal. Soal terdiri dari: –       Soal 1 – Soal ini berisi tabel, bagan, diagram atau grafik. Peserta diminta untuk membuat tulisan berdasarkan informasi tersebut dengan kata-kata sendiri, misalnya menjelaskan cara kerja mesin, membandingkan data dari tahun ke tahun, dan sebagainya. (Minimal 150 kata) –       Soal 2 – Peserta diminta menulis esai untuk merespon suatu pendapat atau masalah. (Minimal 250 kata) → Untuk modul General Training, gaya penulisan boleh personal, semi formal atau formal, asal sesuai konteks. Soal terdiri dari: –       Soal 1 – Peserta diminta untuk menulis surat untuk menanyakan atau menjelaskan sesuatu. (Minimal 150 kata) –       Soal 2 – Peserta diminta menulis esai untuk merespon suatu pendapat atau masalah. (Minimal 250 kata)  
  • Speaking (11-15 menit)
Bagian ini menguji kemampuan mengungkapkan gagasan secara lisan, baik dari segi kelancaran, kerunutan, ketepatan kata serta pengucapan. Kamu akan diwawancara secara langsung oleh penguji native speaker. Wawancara akan direkam untuk penilaian. Tes ini terdiri dari 3 part, yaitu: –       Introduction/Perkenalan (4-5 menit) Peserta diminta memperkenalkan diri. Penguji bertanya tentang keluarga, pendidikan, pekerjaan, hobi dsb. –       Individual long turn/Presentasi (3-4 menit) Peserta diberi task card berisi 1 topik beserta poin-poin yang perlu dibahas dari topik tersebut. Peserta diberi waktu 1 menit untuk menyiapkan presentasi (peserta diberi kertas dan pensil dan diizinkan membuat catatan). Peserta bicara tentang topik tersebut selama 1-2 menit, lalu penguji mengajukan 1-2 pertanyaan sederhana. –       Two-way discussion/Diskusi (4-5 menit) Penguji mengajukan beberapa pertanyaan yang masih berkaitan dengan topik di part sebelumnya, tapi biasanya lebih abstrak atau luas.

Gimana sistem penilaian IELTS?

Penilaian IELTS menggunakan sistem band score dengan skala 1 (terendah) sampai 9 (tertinggi). Pembulatan ke atas tiap setengah (0,5) poin. Misalnya, skor 4,3 dibulatkan menjadi 4,5. Skor 5,75 dibulatkan jadi 6. Nilai 0 hanya untuk peserta yang tidak hadir atau mengosongkan lembar jawaban. Mekanisme penilaian tes Listening dan Reading yaitu setiap jawaban yang benar mendapat 1 poin. Total poin (disebut “raw score“) akan dikonversi ke dalam band score 1 sampai 9. Bobot semua soal sama dan tidak ada penalti/pengurangan untuk jawaban salah. Sedangkan untuk tes Writing dan Speaking, tim penilai menentukan band berdasarkan parameter-parameter tertentu yang mendeskripsikan kemampuan peserta (disebut “band descriptors“). Berikut ini band descriptors untuk masing-masing tes: Writing (soal 1): http://www.ielts.org/pdf/Writing%20Band%20descriptors%20Task%201.pdf Writing (soal 2): http://www.ielts.org/pdf/Writing%20Band%20descriptors%20Task%202.pdf Speaking: http://www.ielts.org/pdf/Speaking%20Band%20descriptors.pdf Nilai keseluruhan alias Overall Band Score IELTS didapat dengan rumus:

Overall Band Score = (band score Listening + Reading + Writing + Speaking) / 4

Kira-kira begini arti skor IELTS: Capture Syarat skor IELTS untuk masuk kuliah umumnya band 5 – 6 (tergantung universitas dan jurusan). Kampus-kampus besar punya program pelatihan khusus untuk calon mahasiswa yang skor IELTS-nya belum memenuhi syarat. Atau, kamu juga bisa memperdalam bahasa Inggrismu dulu di tanah air.

Dimana Lokasi Tes IELTS?

IELTS bisa diikuti di 900 lokasi tes di lebih dari 130 negara di seluruh dunia. Di Indonesia, lokasi tes IELTS ada di kota Balikpapan, Bandung, Batam, Denpasar, Jakarta, Makassar, Malang, Manado, Medan, Palembang, Semarang, Tangerang, Solo, Surabaya dan Yogyakarta. Untuk alamat lokasi tes terdekat, silakan cek di http://www.ielts.org/test_centre_search/search_results.aspx?TestCentreSearchSubRegion=a72ee54b-9f5c-48ad-aa90-64b559982aa0

Gimana cara mendaftar tes IELTS dan berapa biayanya?

Pilih lokasi tes terdekat (bisa kamu cari di link di atas). Hubungi lokasi tes dan tanya jadwal tes selanjutnya. Umumnya ada 1-3 kali jadwal tes tiap bulan. Hasil tes bisa diambil sekitar 2 minggu setelah tanggal tes. Saat mendaftar, siapkan:
  • Biaya tes sebesar £120 (sekitar Rp 1.800.000)
  • Pas foto berwarna
  • Fotokopi KTP atau paspor (identitas asli harus dibawa saat tes untuk verifikasi)

Kalo udah pernah ikut IELTS, boleh ikut lagi nggak?

Tidak ada batasan untuk mengikuti tes IELTS. Jika belum puas dengan hasil yang didapat, kamu bebas untuk mendaftar tes lagi. Perlu diingat, hasil IELTS yang sudah lebih dari 2 tahun umumnya tidak diterima. Beberapa universitas atau institusi bahkan punya ketentuan sendiri, misalnya tidak boleh lebih dari 1 tahun. Cek syarat IELTS institusi tujuanmu untuk memastikan.

Gimana tips biar sukses tes IELTS?

Nah ini dia yang dicari semua calon peserta. Tips-tips berikut ini boleh dicoba:
  • Kenali isi tes. Pastikan kamu sudah menguasai bagian-bagian tes plus instruksinya.
  • Banyak latihan soal. Latihan soal berguna agar kamu terbiasa dengan jenis-jenis soal dan trik menjawabnya. Catat waktumu menyelesaikan latihan.
  • Ikut tes simulasi atau prediksi IELTS. Karena biaya IELTS cukup mahal, ada baiknya ikut tes simulasi atau prediksi dulu kalau belum yakin dengan skormu.
  • Sharing dengan yang sudah pernah ikut IELTS. Nggak ada salahnya bertanya atau konsultasi dengan teman, kenalan atau orang lain yang pernah ikut IELTS.
SIMAK VIDEO DI BAWAH INI GUYS!!
Pengen tahu tips n’ trik lebih banyak lagi? Klik bagian kedua dari artikel ini! Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami