Carl Duisburg Centren, Langkah Awal Buat Kamu Yang Pengen Kuliah di Jerman

Bukan rahasia lagi kalau Jerman merupakan salah satu negara tujuan yang menjadi favorit bagi pelajar Indonesia. Tapi sama halnya seperti belajar ke negara lain, salah satu momok yang membuat para pelajar Indonesia mundur teratur dari kuliah di luar negeri adalah permasalahan bahasa. Tapi sampai kapan pelajar negara kita mau menjadi katak dalam tempurung tanpa berani menjejakkan kaki ke luar untuk mendapat pengalaman baru? 9-reasons-move-on Untuk kalian mau move on dan yang serius untuk mendalami bahasa Jerman langsung di Jerman; Access Education kali ini akan membawa kalian untuk melihat Carl Duisberg Centren! Carl Duisberg Centren memang menyediakan jasa pengajaran bahasa dan kebudayaan Jerman. Didukung oleh tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman dan berasal dari banyak negara di seluruh dunia, pusat pendidikan tersebut tentunya memiliki keunggulan dari sisi akademis. Berpusat di kota Cologne, Jerman dengan enam kantor cabang di Jerman: Berlin, Hannover, Munich, Saarbrucken, Radolfzell di Danau Constance dan wilayah Rhine-Main, Carl Duisberg Centren telah menjadi salah satu pusat pendidikan terkemuka di Jerman.
Carl Duisburg Centren menyediakan lima program yang dapat dipilih, yaitu:

“Summer Holiday Camp”

Summer Camp belajar Bahasa Jerman yang ditujukan bagi siswa berusia 11 – 14 tahun;

“German and Football”

Sama seperti nama programnya ini adalah kelas bahasa Jerman + belajar sepak bola untuk siswa berusia 11 – 14 tahun.

“German and Dance”

Sama seperti program sebelumnya, ini adalah kelas bahasa Jerman + belajar tari untuk siswa berusia 11 – 14 tahun.

“Winter Special”

Kelas bahasa Jerman di Danau Constance khusus untuk siswa yang sudah berusia di atas 15 tahun. germany-lake-constance Selain program untuk anak dan remaja, Carl Duisburg Centren juga menyediakan enam program lain yang lebih serius, yaitu:

“German Intensive Course Plus”

Kelas intensif mengenai bahasa Jerman untuk bisnis atau kuliah

“German Crach Course”

Kelas bahasa Jerman secara baik itu berkelompok maupun individual “German for Business and Career” Kelas bahasa Jerman khusus bagi mereka yang menggunakannya untuk keperluan bisnis dan pengembangan karir “Learning German and Living at the Trainer’s Home” Kelas bahasa Jerman yang ga cuma belajar di ruang kelas, tapi juga di rumah gurunya

“Exam Preparation”

Kelas persiapan bagi mereka yang berencana untuk mengikuti tes kemampuan bahasa Jerman

“Learning German for Professionals”

Kelas bahasa Jerman bagi para profesional. Program “Learning German for Professionals” sendiri terbagi ke dalam tiga pilihan program, yaitu:
  • “German for the Profession” bagi mereka yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jerman untuk mengembangkan karir pribadi mereka
  • “Business German Exams” yang menyediakan layanan persiapan menghadapi tes kemampuan bahasa Jerman dan juga layanan tes itu sendiri
  • “Internship in germany” bagi mereka yang tertarik untuk mengikuti program magang di Jerman
Carl Duisburg Centren menyediakan berbagai layanan akomodasi buat kamu yang memutuskan untuk belajar di sini. Kalian dapat memilih untuk sharing kamar, menyewa apartemen, guest house, atau tinggal di hometay. Lebih lanjut Carl Duisberg Centren juga menyediakan layanan kebersihan kamar, mesin cuci, dan ruang setrika. Namun, biaya listrik ditanggung sendiri oleh para siswa. Jadi gimana? Mau mencoba?
Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Alasan Untuk Kuliah di Luar Negeri

TRAVEL-HEAD2HEAD-holidaying-in-oz-overseas-525x375 Hampir semua mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka pasti memimpikan untuk dapat melanjutkan studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi di negara lain. Ya, untuk dapat belajar ke luar negeri memang menjadi impian bagi kebanyakan orang. Tidak terkecuali bagi para lulusan program S1 yang berencana untuk melanjutkan studi mereka ke program S2. Selain karena melanjutkan kuliah ke luar negeri memberikan gengsi yang cukup tinggi, dengan belajar di negeri orang kita juga dapat belajar bukan hanya mengenai materi perkuliahan, tapi juga gaya hidup serta kebudayaan di negara tujuan tersebut. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan bila Kamu memutuskan untuk melanjutkan studi Kamu ke luar negeri. Beberapa faktor yang paling utama tentunya adalah masalah waktu dan biaya. Karena berasal dari negara lain, pihak universitas di luar negeri pastinya akan memastikan bahwa mahasiswa yang mereka terima akan dapat mengikuti semua kegiatan perkuliahan yang mereka berikan nantinya. Maka dari itu, tidak jarang universitas yang kemudian mengadakan program penyetaraan selama 3 bulan hingga satu tahun, dengan tujuan untuk memberikan para calon mahasiswa mereka kemampuan untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Itulah mengapa biasanya para mahasiswa yang berkuliah di luar negeri kebanyakan menyelesaikan studi mereka dalam waktu yang lebih lama dibandingkan para mahasiswa yang berkuliah di dalam negeri. Selain itu, masalah biaya kuliah memang menjadi salah satu faktor yang paling menentukan bagi seorang calon mahasiswa, apakah mereka tetap akan melanjutkan studi mereka di luar negeri atau tidak. Pada umumnya, biaya perkuliahan di luar negeri memang cenderung lebih mahal, terutama bila sang calon mahasiswa berasal dari negara-negara berkembang dan berniat untuk melanjutkan studi mereka ke universitas di negara-negara maju. Namun, masalah biaya dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan berbagai fasilitas bantuan dana dari pihak universitas tujuan, baik itu yang berupa pinjaman maupun program-program beasiswa. Program beasiswa yang tersedia pun tidak hanya disediakan oleh pihak universitas terkait, tapi juga oleh institusi-institusi lain di luar pihak universitas. Bahkan, pihak pemerintah di beberapa negara pun turut menyediakan program-program beasiswa bagi para calon mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan studi di negara mereka. Melanjutkan studi di luar negeri sendiri tentu akan menghadirkan banyak sekali manfaat bagi para mahasiswa. Beberapa diantaranya adalah kesempatan untuk berkembang, membuat sudut pkamung menjadi lebih lengkap, memperkuat  CV ketika ingin melamar pekerjaan kelak, dan pengalaman mengikuti sistem pendidikan di negara tujuan. Berikut ini akan dijabarkan masing-masing manfaat tersebut. Pertama, melanjutkan studi di luar negeri akan memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat mengembangkan diri mereka sendiri

keluar-dari-kebiasaan Pengalaman untjuk hidup di negeri orang lain, terutama bagi mereka yang memang benar-benar sendirian dalam artian tidak ada kerabat ataupun teman dari negara asal di negara tujuan. Tentu semua keputusan para mahasiswa selama mereka berada di negara tujuan, entah itu keputusan dalam memilih makanan, membereskan pakaian, ataupun mengurus hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan mereka dilakukan sendiri. Secara tidak langsung, para mahasiswa akan terbiasa hidup mandiri, karena mereka telah terbiasa untuk mengurus segala sesuatunya sendiri. Pengalaman ini tentunya membentuk karakter tidak manja dan berani mencoba hal baru 🙂 Berkuliah di luar negeri juga dapat semakin melengkapi pengetahuan para mahasiswa mengenai hal yang mereka dalami dengan mendapatkan informasi dari berbagai sudut pandang manipulate_viewpoint Bila sebelumnya para mahasiswa hanya mendapatkan informasi dari satu sumber sehingga sudut pkamung mereka terhadap ilmu yang mereka dapatkan menjadi terbatas, maka dengan belajar di negeri lain maka mereka pun akan mendapatkan sudut pkamung lainnya ketika melihat segala sesuatu. Tentu hal ini akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa ketika mereka telah keluar dari lingkungan kampus nantinya. Hasil yang akan jelas terlihat adalah mahasiswa tidak akan berpikiran sempit karena bisa melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Selain itu, dengan berkuliah di luar negeri, para mahasiswa juga akan mendapatkan hak untuk menuliskan pengalaman tersebut pada CV mereka e366100060c08a46e79a989dfb48830b Hal ini tentu saja akan menjadi sebuah nilai tambah bagi para mahasiswa begitu mereka keluar dan mencari pekerjaan. Tentunya pihak perusahaan akan melihat hal tersebut sebagai pembeda. Saat ini, berkuliah di luar negeri, terutama di negara-negara yang dianggap lebih maju dibandingkan dengan negara asal para mahasiswa, masih dianggap sebagain sesuatu yang mewah dan memiliki prestise yang tinggi. Dengan demikian, para mahasiswa akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan bergengsi dengan starting salary lebih tinggi begitu mereka lulus. Manfaat terakhir dari berkuliah di luar negeri adalah tentunya mendapat kesempatan untuk mengikuti kurikulum negara tujuan, yang tentunya berbeda dengan kurikulum di negara asal  SoPH-Graduates-hpbanner Ada beberapa negara yang kurikulumnya menekankan kepada nilai yang diperoleh mahasiswa, ada juga yang menekankan kepada proses pembelajaran yang dilalui oleh para mahasiswa. Tentunya pengalaman mengikuti berbagai macam kurikulum pendidikan akan memperkaya pengetahuan para mahasiswa. Dengan beberapa manfaat yang telah diuraikan di atas, tentunya kamu perlu mulai berpikir untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Cek link-link di bawah untuk referensi pilihanmu kuliah di luar negeri; feel free to contact us untuk konsultasi soal kuliah di luar negeri 🙂

KULIAH DI CURTIN UNIVERSITY

University of Huddersfield, Your Dream Campus Is Here!

Kuliah di Amerika? Southern New Hampshire University Bisa Jadi Pilihan Cocok Buat Kamu 😉

Kuliah Dan Bekerja Di Australia Melalui APSI (AUSTRALIAN PROFESSIONAL SKILLS INSTITUTE)

Kuliah Di Jepang, Yokohama Design College (Baca Infonya Yuk!!)

Panduan Kuliah di Amerika

CATS College Cambridge, Inggris – Sekolah Unggulan Bagimu yang Serius untuk Masuk Kuliah di Inggris

Oxbridge Program, Khusus Untuk Kamu Yang Pingin Kuliah di University of Oxford atau University of Cambridge!

London South Bank University – Kuliah Seru & Dinamis di Kota London

University of London

LIBT Berubah Nama Jadi London Brunel International College (LBIC), Tapi Tetep Kualitas Nomer Satu!

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Mahasiswa Luar Biasa di Cambridge University Pada Saat Ini (Part 2)

cambridge Setelah sebelumnya kita sempat membahas tentang 8 mahasiswa luar biasa yang ada di Cambridge University pada saat ini (bisa cek disini), kita akan lanjut bahas beberapa mahasiswa di Cambridge University pada saat ini yang gak kalah gokil nih braw. Langsung aja ya kita meluncur 😀

Justina Kehinde Ogunseitan – Memenangkan Penghargaan dalam Pembacaan Puisi & Pembicara di Konferensi TEDx Youth 

images (1) Justina Kehinde Ogunseitan mulai berpuisi lisan untuk menyuarakan masalah warna kulit yang dialami para wanita dan kemudian mendapati bahwa dirinya tak hanya menikmati kegiatan di bidang ini tapi juga menjadi sangat mahir. Pada bulan November 2012, dia memenangkan Benjamin Zephaniah Poetry Competition untuk sebuah puisi tentang mutilasi gen wanita. Justina kemudian menyadari bahwa penampilannya memiliki kekuatan tersendiri, menghibur sekaligus mendidik. Sejak saat itu, dia kemudian menulis masalah-masalah lainnya termasuk perdagangan manusia, kekerasan lokal dan rasisme. Atas keaktifannya ini, dia telah memenangkan beberapa kompetisi bergengsi. Pada bulan November 2013, Justina diundang menjadi pembicara kunci TEDc Youth Conference.
Dalam dunia panggung sendiri, Justina bukanlah seorang pendatang baru. Pada musim gugur 2012, dia menyutradarai, memproduseri dan berperan dalam sebuah pertunjukan yang semuanya dilakukan oleh wanita berkulit hitam. Dan ini menjadai pertunjukan pertama dalam sejarah Cambridge dimana semua kru pertunjukan adalah berkulit hitam dan ber-gender wanita. Pertunjukan tersebut, “For Colored Girls (Who Have Considered Suicide When Rainbow is Enuf),” didasarkan pada sebuah puisi terkenal karya Ntozake Shange, yang menggabungkan puisi, lagu dan tarian untuk mengkonfrontasi topik seperti pemerkosaan, persaudaraan kaum wanita, cinta dan aborsi. Pertunjukan yang tiketnya habis terjual ini tercatat sebagai satu-satunya pertunjukan satu malam yang tiketnya ludes terjual dalam 24 jam. Justina ikut menyumbang aktingnya dalam pertunjukan ini, bersama dengan sesama siswi Cambridge lainnya Ifeyinwa Frederick, Setelah lulus dari Cambridge, Justina berharap ia bisa bekerja di bidang keadilan sosial, pada bidang-bidang yang menangani masalah perdagangan manusia dan pelecehan seksual.

Michael Dunn Goekjian – Finalis di Turnamen Debat Tingkat Tinggi Dunia 

michael-dunn-goekjian-reached-the-finals-of-the-worlds-highest-level-debating-tournament Sebagai mahasiswa jurusan Matematika, Michael Dunn Goekjian tak menyangka bahwa dirinya akan banyak terlibat dalam masalah seni atau masalah-masalah yang sedang berkembang saat ini. Melalui pengalamannya di Cambridge Union Society—komunitas debat tertua di dunia, yang mana sekitar 70% anggotanya dari mahasiswa S1 Cambridge—Michael beradu argumen dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya dari seluruh dunia dalam topik yang sangat beragam mulai dari suku bunga sampai penggunaan doping dalam dunia olahraga. Michael yang sekarang berumur 19 tahun merupakan ketua klub debat termuda yang pernah ada. Sebagai ketua, bertugas mengkoordinasikan debat mingguan dan susunan pembicara, mengatur komite yang beranggotakan 50-an orang dan memastikan bahwa komunitas debat ini mencapai tujuan jangka panjang dan tujuan kemanusiaannya. Michael mewakili Union pada turnamen di New York, Paris, Dublin dan India dan pada bulan April ia mencapai final HWD Round Robin, turnamen tingkat tinggi yang diikuti oleh para mahasiswa juara dari seluruh dunia. Setelah menyampaikan argumentasinya atas topik yang diberikan, pemuda ini kemudian disebut sebagai pembicara terbaik keempat dalam turnamen tersebut. Musim panas ini, Michael akan magang dalam bidang keamanan di Goldman Sachs. Ia berencana untuk berkarir dala bidang keuangan atau politik setelah lulus dari Cambridge.

Olivia Taylor – Memimpin Para Mahasiswa Pasca-Sarjana dalam Ekspedisi ke Beberapa Tempat di Dunia

olivia-taylor-leads-research-based-student-expeditions-around-the-world (1) Mengambil jurusan Geography Tripos, Olivia Taylor merupakan pemimpin organisasi kampus di Cambridge yang dikenal tangguh dalam ekspedisi, Cambridge University Expeditions Society. Organisasi mahasiswa yang satu ini sudah berumur lebih dari 110 tahun yang ada untuk mendukung para mahasiswa untuk melanjutkan tradisi agung Great British dalam penjelajahan. Setiap tahunnya, beberapa tim ekspedisi yang terdiri dari sejumlah mahasiswa yang disetujui kampus akan menjelajah tempat-tempat terkucil di di dunia. Taylor sudah menjelajah Svalbard, Pegunungan Alpen, Himalaya dan dengan mandiri mengorganisasikan sebuah ekspedisi yang semua anggotanya wanita menuju Islandia utara.

Ryan Anmar – Mengadakan Tur Internasional Sebuah Pertunjukan “Sketch Comedy” Pada Musim Panas Ini

ryan-anmar-is-internationally-touring-a-sketch-comedy-show-this-summer Ryan Anmar merupakan seseorang yang akan menonton “Lord of the Rings” tanpa suara sehingga bisa mengisi suara. Menggambarkan dirinya sendiri sebagai Kiwi—Anmar masuk ke Cambridge karena beasiswa yang diberikan pihak kampus kepada satu warga New Zealand setiap tahunnya—dia menyumbangkan bakat dan keahliannya dengan menjadi wakil ketua Cambridge Footlights, sebuah organisasi komedi kampus yang berumur 120 tahun. Selama keaktifannya di Footlights, Anmar meraih banyak prestasi. Adaptasi panggungnya dari karya Roald Dahl “Esio Trot” mendapat review yang memuaskan pada Edinburgh Fringe Festival dan 4 bintang dari The Times. Anmar juga menulis “The Golden Fleece” yang terdaftar dala Harry Porter Prize dan ditampilkan dalam pertunjukan yang laris manis. Selanjutnya, Anmar akan menjalani tur di bawah bendera Footlight selama hampir 4 bulan di London, Edinburgh, Heidelberg, dan US. Pertunjukan sketsanya mengombinasikan sketsa, monolog, dan lagu-lagu yang ditulis dan dibawakan oleh lima orang. Setelah lulus dari Cambridge, Anmar berharap bisa bekerja di pertelevisian, khususnya menulis skenario acara untuk anak-anak baik itu di Nickelodeon US atau Pukeko Production di New Zealand.

Steve Dudek – Mendapat Penghargaan Atletik dalam Olahraga Mendayung

steve-dudek-received-the-highest-athletic-honor-for-rowing Setiap tahunnya, lebih dari 7 juta penduduk Britania Raya menonton The Boat Race, sebuah perlombaan mendayung tahunan antara Oxford dan Cambridge. Selama kuliah di Cambridge, pemuda Wisconsin, Steve Dudek, telah menjadi figur yang dominan dan tak terbayangkan sebelumnya dalam salah satu olahraga paling digemari di negeri ratu Elizabeth itu. Steve berhasil meraih Triple Blues—yang merupakan penghargaan tertinggi dalam cabang atletik—atas kehebatannya dalam olahraga mendayung. Sebagai ketua Cambridge University Boating Club, Steve mengungkapkan perbedaan peran kapten tim dengan yang ia dapati di US. Sementara elemen kepemimpinan sama-sama merupakan hal penting, ia mewakili tim sekolah paling populer di depan khalayak Inggris. Steve telah diinterview oleh BBC dan media lainnya, berinteraksi dengan sponsor—termasuk suporter CEO Bank of New York Mellon—dan menjabat sebagai komite eksekutif. Sebagai wujud tanggung jawabnya, Steve berkomitmen untuk menyediakan waktu sebanyak 4- sampai 50 jam per minggu untuk berlatih dengan timnya. On top of those responsibilities, he commits 40 to 50 hours each week to training with the team. Raihan Steve lainnya adalah sebagai pemimpin di The Blues Committee yang merupakan organisasi kampus untuk tim olahraga pria yang sangat berpengaruh. Organisasi ini bertanggung jawab dalam memberikan penghargaan atletik dengan Full dan Half Blues yang prestisius. Untuk jurusan kuliahnya sendiri, Steve mengambil English and History di University of Wisconsin, Madison sebelum kemudian ke Cambridge untuk meraih gelar S-1 lainnya di bidang ekonomi. Ia ingin berkarir di bidang asset management atau investent banking.

Will Shackleton – Pemenang dalam U.K. Cyber-security Challenge di Tahun Ini 

will-shackleton-was-the-victor-in-this-years-uk-cyber-security-challenge U.K. cyber-security challenge merupakan kompetisi yang sangat keras dan kompetitif yang menguji masing-masing peserta baik dalam hal pengetahuan maupun keahlian dalam membuat simulasi cyber attack pada sistem keuangan di Inggris. Will Shackleton mengalahkan lebih dari 3000 peserta lainnya dalam kompetisi bergengsi tersebut dan 41 finalis lainnya dalam kompetisi tersebut tahun ini dan menerima hadiah yang bernilai lebih dari£100,000. Dalam turnamen itu, Will diberikan sebuah skenario realistis dimana sistem keuangan Inggris menghadapi cyber attack. Will harus mengakses situasi tersebut secara teknis, menuliskan laporannya, memecahkan kasus tersebut dengan kelompok ahli cyber security lainnya dan mengadakan pers conference yang difilmkan di BBC. Will mengikuti kompetisi tersebut tahun lalu tapi tidak berhasil menang. Dia lalu meningkatkan keahliannya dengan lebih banyak membaca dan mempelajari cyber security untuk memenangkan kompetisi yang sama pad atahun 2014 ini. Beberapa hadiah yang diperoleh Will diantaranya termasuk undangan konferenci, keanggotaan dalan organisasi cyber security profesional dan pelatihan peningkatan karir. Selain ahli dalam masalah cyber security, Will merupakan anggota dari 2 paduan suara dan bermain untuk band beraliran jazz-funk dengan murid Cambridge lainnya. Musim panas ini, Will akan magang di Facebook pada bagian backend programming. Ia berharap bisa berkecimpung lebih jauh dalam pengolahan data dan pengembangan perusahaan teknologi. Rencananya setelah lulus adalah berkarir dalam industri cyber security.

Yang-Fan Zhou – Seorang Master Catur Internasional

yang-fan-zhou-is-an-international-master-in-chess Yang-Fan Zhou telah disebut sebagai generasi emas catur Inggris. Pemuda yang pernah sekali menyabet gelar Master termuda di Inggris ini kemudian mengisi waktu senggang setelah kelulusan SMA-nya dengan meraih gelar Grand Master. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak generasi muda Inggris yang semakin menunjukkan prestasinya dalam catur. Zhou merupakan yang pertama meraih gelar master internasional sejak Gawain Jones dan David Howell. Zhou yang berhasil mempertahankan skor FIDE 2478, mengalahkan peserta di bawah umur 21 lainnya untuk menjadi juara dalam kompetisi catur Inggris kategori di bawah umur 21. Zhou merupakan ujung tombak Cambridge dalam kompetisi catur melawan rival berat mereka Oxford yang mana di tahun ini kedua tim tersebut seri. Dominasi permainan Zhou dalam catur diproyeksikan untuk memicu bakat-bakat lainnya—sebagaimana bintang catur pada tahun 70-an Tony Miles yang memicu kaum muda dalam catur. Dalam bidang akademis, Zhou masih akan menempuh studi jurusan Chemical Engineering dan berencana untuk langsung meneruskan ke program Master yang akan ia selesaikan pada tahun 2017. Yasmin Lawal – Menyingkap Diskriminasi di Cambridge yasmin-lawal-is-exposing-discrimination-at-cambridge Terinspirasi oleh kampanye “I, Too, Am Harvard” and “I, Too, Am Oxford” untuk menghapus kecurigaan dalam institusi-institusi elit, Yasmin Lawal memelopori kampanye “I, Too, Am Cambridge”, serial foto yang menandai berbagai insiden diskriminasi dan stereotype yang terjadi Cambridge. Akan tetapi Lawal juga mengekspos hal-hal positif lainnya. Pergerakan yang digalang Lawal menyebar ke seluruh negeri dan telah diungkap oleh banyak media ternama seperti The Guardian, Varsity, dan BuzzFeed. Sebagai ketua Cambridge Student Union Black and Minority Ethnic (BME), Lawal mengorganisasikan dan mempromosikan kegiatan-kegiatan BME yang bervariasi mulai dari diskusi akan adanya penghalang yang menantang dan ketidaksetaraan sampai sesi penu inspirasi tentang wanita dan kepemimpinan. Lawal juga anggota aktif komite Cambridge Student Union Women’s Society. Melalui Women’s Society, Lawal bekerjasama dengan Centre 33, organisasi sosial di Cambridge yang mendukung dewasa muda yang berperan sebagai pengasuh utama dalam keluarga mereka. Lawal berencana untuk mengorganisasikan sebuah konferensi di Cambridge tahun depan untuk meningkatkan kesadaran yang dihadapi pengasuh muda yang juga ingin menempuh pendidikan. Musim panas ini Lawal akan melanjutkan perjuangannya untuk membantu para pengasuh muda menghadapi masalah dan tahun depan akan melanjutkan pergerakan “I, Too, Am Cambridge” untuk fokus pada pendidikan, penerimaan mahasiswa baru dan mahasiswa minoritas di Cambridge. Di Cambridge, Lawal menempuh studi jurusan financial and legal sectors dan berencana untuk meraih gelar Master dalam International Law sambil belajar bahasa Arab. Nah itulah beberapa mahasiswa yang super duper kece yang emang aktif di Cambridge University. Semoga bisa menginspirasi kamu ya guys 🙂 cambridge_2333101b Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Mahasiswa Luar Biasa di Cambridge University Pada Saat Ini (Part 1)

A-man-at-Cambridge-Univer-001 Sebagai sebuah universitas, nama Cambridge University tentu sudah tak perlu diragukan lagi reputasi dan kualitasnya. Universitas ini adalah Harvard-nya Britania Raya. Dengan proses penerimaan mahasiswanya yang terkenal sangat ketat dan sulit—sekitar 16000 orang berlomba-lomba hanya untuk memperebutkan 3400 bangku di Cambridge—sudah bisa dibayangkan betapa sulitnya menjadi mahasiswa universitas ini ‘kan? Jadi, masuk akal sekali kalau orang-orang yang melewati interview yang panjang dan melelahkan bisa kuliah di Cambridge ini. Mereka ini adalah para penemu, aktor, atlit dan filantropis—dan merupakan mahasiswa-mahasiswa paling mengesankan yang pernah kita jumpai kuliah di Cambridge University. Dan inilah 8 mahasiswa paling keren di Cambridge University sekarang ini.

1. Adam Crafton – Menjadi Jurnalis Olahraga Untuk Salah Satu Media Cetak Terbesar di UK

image Sejak ia berumur 16 tahun, Adam Crafton telah menulis berita olahraga untuk The Daily Mail—koran terkenal Inggris Raya. Dan pada musim panas tahun lalu dia bahkan didaulat menjadi Manchester Football Reporter untuk divisi online harian tersebut, MailOnline. Dalam perannya yang ini, Crafton meng-cover semua interview eksklusif, merancang berbagai program dan breaking news. Crafton mengakui kalau dia tidak berbakat dalam hal olahrga, tetapi tulisannya tentang olahraga telah dibaca dan diakui secara luas oleh masyarakat. Pada bulan Februari, Crafton dinominasikan oleh Sports Journalist Association sebagai Young Sports Writer of The Year Award—sebuah pencapaian yang sangat mengesankan bagi seorang remaja 19 tahun. Setahun sebelumnya ia dinominasikan sebagai Feature Writer of the Year di The Guardian Student Media Awards. Saat semester aktif, Crafton bekerja sebagai contributor MailOnline, dan saat libur dia akan bekerja sebagai reporter penuh. Crafton kembali ke posisi full-time pada musim panas ini dengan fokus pada World Cup 2014 di Brazil. Dia juga merupakan penulis yang giat untuk Cambridge, termasuk diantaranya adalah sebagai editor yang berkontribusi di The Cambridge Tab, terbitan kampus paling banyak dibaca di UK. Selain bekerja sebagai penulis olahraga, Crafton juga telah menjadi pelatih sepakbola dan wasit sejak umur 14, dan setelah sebuah pelatihan intensif selama 4 minggu, dia berhasil meraih kualifikasi pelatih profesional. Mengambil jurusan French and Spanish, Crafton yang menguasai 5 bahasa ini, akan berangkat ke Barcelona di bulan Agustus mendatang untuk studi di sana selama setahun. Ia ingin mengkombinasikan mengajar di sekolah dengan jurnalisme olahraga di Barcelona sambil menulis buku.

2. Amber Cowburn – Membangun Sebuah Organisasi Kesehatan Mental Bertaraf Nasional Bersama Keluarganya

image (1) Amber Cowburn mengalami kehilangan besar yang sangat membuat dia dan keluarganya terpukul saat kakak laki-lakinya—setelah mengalami gangguan kejiwaan—bunuh diri pada tahun 2010. Atas kejadian ini Amber dan keluarganya memutuskan untuk menyikapinya dengan lebih positif. Mereka membangun The Invictus Trust, sebuah lembaga sosial yang bertujuan untuk mendukung para remaja dengan gangguan kejiwaan. Lembaga yang awalnya hanya sebuah organisasi lokal ini, kini telah mendapat dukungan nasional. Sekarang Amber dan saudari-saudarinya mengatur dan mengelola semua acara penggalangan dana dan memimpin usaha branding dengan Cowburn di situs jejaring sosial mereka. Hingga hari ini, mereka telah menghasilkan lebih dari £50.000, tiga film pendek yang dipilih dan disiarkan di Sky TV dan mulai melobi sebuah unit khusus kesehatan jiwa dewasa seharga £5 juta di Cornwall, pertama kalinya kelompok usia ini dikenali dalam perawatan pasien gangguan kejiwaan. Cowburn merupakan pengacara kesehatan jiwa di Cambridge University, ketua Student Minds yang mengorganisir konferensi kesehatan jiwa terbesar di Cambridge termasuk 5 pembicara utama dan benar-benar untuk pertama kalinya menghasilkan video mahasiswa tentag kesehatan jiwa. Acara yang digelarnya mendapatkan respon yang sangat postif dan dihadiri oleh pemimpin dari 3 organisasi kesehatan jiwa terbesar di Inggris. Di luar pekerjaannya dalam bidang kesehatan jiwa, Amber Cowburn menguasai banyak sekali bidang yang sangat bervariasi. Ia bekerja sebagai penari Bollywood profesional, fotografer, brand ambassador dan sangat menyukai fitnes. Nantinya setelah lulus, gadis ini berharap untuk terjun dalam dunia bisnis seperti ibunya yang pengusaha.

3. Carina Tyrrell – Kandidat Dalam Kompetisi “Miss England”

image (2) Bulan lalu, Carina Tyrrell bersaing dengan 11 wanita muda lainnya dalam ajang perebutan Miss Cambridgeshire dan berhasil memenangkannya. Dengan gelarnya sekarang ini, dia pun maju untuk ke ajang yang lebh presitisius lagi yaitu Miss England. Kontestan Miss Cambridgeshire tak hanya dinilai dari kecantikannya, tetapi juga dari sportifitasnya, kepribadiannya, kepeduliannya terhadap lingkungan, kemanusiaan dan bakat (Tyrrell merupakan tap dancer yang sangat ahli). Tyrrell aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan tergabung dalam Beauty with A Purpose, sebuah lembaga nirlaba Miss World yang mendonasikan uang kepada anak-anak yang kurang beruntung di seluruh dunia. Ia telah berhasil meraih lebih dari £3.000 dari kampanye yang dilakukannya dan terus melanjutkan kampanye kemanusiaan hingga berakhirnya ajang Miss England, Juni ini. Tyrell merupakan mahasiswa jurusan kedokteran dan bercita-cita untuk bekerja di WHO di Geneva begitu ia lulus nanti. Ia ingin menjadi dokter yang bekerja di bidang pelayanan masyarakat internasional. Saat lulus nanti, Tyrrell akan menerima first class honor degree, sebuah gelar istimewa yang mana menunjukkan kesempurnaan nilai yang diraihnya dalam bidang akademis dan ini merupakan pencapaian luar biasa bagia seorang mahasiswa yang hanya akan diraih oleh satu orang dari 6 mahasiswa S1. Di kampusnya, Tyrrell juga menjadi ketua Cambridge’s Global Health Committee, organisasi intra kampus yang aktif menggalang projek untuk membantu para fakir miskin dan gelandangan di sekitar Cambridge.  

4. Isabel Adomakoh-Young – Telah Menjadi Penulis Handal & Telah Menghasilkan 5 Buku Anak-Anak Berkualitas

 image (3)

Isabel Adomakoh-Young telah menulis banyak buku fantasi untuk anak-anak bersama ibunya dengan menggunakan nama pena Zizou Corder sejak umurnya baru 7 tahun. Buku pertama yang mereka tulis adalah “Lionboy” menjadi trilogi terkenal tentang seorang anak laki-laki yag bsa berbicara dengan kucing.  Buku tersebut banyak menuai pujian dan Adomakoh-Young bersama ibunya kemudian menulis 2 buku lagi setelah trilogi tersebut yaitu: “Halo” dan “Lee Raven, Boy Thief.” Lionboy telah diterbitkan ke dalam 37 bahasa dan pengarang ini telah melakukan kontrak untuk memfilmkannya dengan DreamWorks dan Warner Brothers. Meski filmnya kurang sukses, tetapi bukunya kemudian diadaptasi ke atas panggung oleh kelompok teater Inggris yang berkeliling negara itu pada tahun 2013. Adomakoh-Young berperan sebagai konsultan kelompok teater tersebut dalam proses produksinya dan juga ikut menyumbang aktingnya. Di Cambridge, Adomakoh-Young merupakan editor utama Ladybeard, majalah feminis pertama dan menulis juga tampil di Pecs, sebuah pertunjukan yang semuanya wanita dan sangat terkenal di London dan Cambridge.

5. James Popper – Telah Menciptakan Alat Pendeteksi Api yang Telah Menyelamatkan Banyak Nyawa

image (4) Pada tahun 2010, James Popper mewakili Inggris dalam International Science and Engineering Fair (ISEF) di San Jose, California, dimana dia menunjukkan desain sebuah pendeteksi api murah, efektif dan praktis dengan memanfaatkan infrared. Tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu alat dapur yang akan merespon dengan cepat melalui alarm tanda bahaya ketika terjadi tanda-tanda kebakaran. Atas inovasinya ini, Popper memenangkan Electrical and Mechanical Engineering, membuatnya partisipan paling sukses dari Eropa dalam ISEF 2010. Popper terus berupaya mengembangkan penemuannya dan ingin mempublikasikan lebih banyak alat pendeteksi api yang bisa digunakan oleh masyarakat luas.

6. Joseph Mambwe – Mengembangkan Sebuah Aplikasi yang Telah Di Download di Lebih Dari 130 Negara

image (5) Joseph Mambwe nyaris gagal pada pembuatan modul software di tahun pertamanya kuliah saat ia memulai perusahaan aplikasinya, Ruvix. Perusahaan ini didirikan hanya sebagai suatu cara bagi Mambwe untuk menantang dirinya sendiri tapi pada akhirnya ternyata berkembang menjadi serial aplikasi yang didowload oleh ratusan ribu orang di lebih dari 130 negara. Aplikasi buatan Mambwe, GysmStreak, ditampilkan di iTunes sebagai aplikasi fitnes nomor satu di Inggris. Mambwe kemudian menjalin kerjasama dengan orang lainnya dan kini ia memiliki banya pegawai yang membantunya untuk mengelola 11 aplikasi yang terus berjalan tersebut. Di Cambridge, Mambwe telah menjadi konsultan Manufacturing Engineering Department dan memenangkan 3 penghargaan Cambridge University Entrepreneurs (CUE) Ideas Take Flight 2013. Pemuda yang tumbuh di Zambia ini akan lulus dari Cambridge University tahun 2015 mendatang. Dia mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang pengusaha hingga akhir hayatnya. Sekedar informasi, saat ini Mambwe dan perusahaannya tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang akan dipatenkan dimana—meski ia belum bisa membocorkan apa sebenarnya aplikasi tersebut—katanya akan bisa mengubah cara jutaan orang dalam mengambil video.

7. Mark Chonofsky – Namanya Telah Di Abadikan Menjadi Sebuah Nama Planet

image (6) Saat masih duduk di bangku SMA tahun terakhir, Mark Chonofski meraih juara pertama pada 2009 Intel Internationa Science and Engineering Fair dengan projek plant-science-nya. Saat itu dia mengurutkan DNA Taxaceae, sebuah keluarga tanaman yang memiliki 30 spesies dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan sejaraha evolusinya. Dan kamu tahu hadiahnya? Sebuah planet kecil! Ya, benar, kamu tak salah baca. Sebuah planet kecil yang ditemukan pada tahun 2000, planet 25662 kini menyandang namanya. Dan meski kemudian Chonofsky kehilangan minat dalam sistematika molekuler, kemenangannya ini membuatnya makin bersemangat dalam metode kuantitatif kontemporer dalam biologi. Di Cambridge, Chonofksy memfokuskan dirinya dalam biologi, kimia dan fisika.  Musim gugur tahun ini, Chonofsky akan mulai mengajar kelas 11 dan 12 pada mata pelajaran Matematika dan Fisika di London Timur. Dia berharap akan segera kembali melanjutkan penelitiaannya.

8. Skandar Keynes – Bermain Peran Sebagai “Edmund” Dalam Film ‘Chronicles of Narnia’

image (7) Saat umurnya 12 tahun, Skandar Keynes mengikuti sebuah kelas akting kecil setelah sekolah. Siapa yang menyangka kalau saat itu, ada seorang agen casting lewat dan saat dia melihat Keynes—dengan rambutnya kecoklatannya yang gelap dan pipinya bersemu merah—sang agen langsung merasa bahwa dia telah menemukan aktor yang akan memerankan Edmund Pevensie, salah satu karakter dari buku klasik anak-anak terkenal karya C.S. Lewis “Chronicle of Narnia”. Dan jadilah kita mengenal Keynes muda ini sebagai salah satu selebritis internasional setelah film yang dibintanginya—serial Narnia: “The Lion, The Witch and The Wardrobe”, “Prince Caspian”,  dan “The Voyage of the Dawn Treader”, menjadi booming di seluruh dunia. Bagi Keynes, dalam darahnya mengalir darah biru Cambridge. Dia adalah keponakan dari dua profesor Cambridge: Ahli Sejarah Simon Keynes dan neuroscientist Roger Keynes. Setelah aktor muda satu ini mendaftar dan diterima pada tahun 2010 lalu, dia pun kuliah di Cambridge University untuk mempelajari Arabic and Middler Eastern History. Ayah Keynes adalah seorang Inggris sedangkan ibunya seorang Libanon. Keynes sangat tertarik untuk mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bahasa, kebudayaan dan sejarah dari pihak ibunya setelah menghabiskan musim panas masa kecilnya di Libanon. Pada tahun 2011, dalam sebuah wawancara dia mengatakan kalau keputusannya untuk mempelajari bahasa Arab adalah karena dia ingin benar-benar fasih dalam bahasa tersebut. Agar bisa menyelesaikan studinya tepat waktu, Keynes telah memutuskan untuk break sejenak dari dunia hiburan. Dia ingin fokus pada studinya dulu dan akan mempertimbangkan untuk kembali ke film setelah kelulusannya. Wah, ditunggu sekali nih akting Keynes, ya? Nah itulah beberapa orang yang sudah melakukan hal luar biasa di umurnya yang masih termasuk muda, dan pastinya bisa masuk Cambridge. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kamu ya guys 🙂 clare460 Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Duka Menjadi Mahasiswa yang Perlu Kamu Hadapi dan Atasi

shutterstock_psychology-brain-wheels-1280x9601Sebenarnya setiap orang bisa dibilang punya masalah dengan psikologis, hanya saja kadarnya berbeda-beda pasa setiap individu. Hal seperti ini juga berlaku pada mahasiswa. Dalam suatu studi yang diadakan the guardian, dimana peneliti meminta para mahasiswa untuk berbagi kisah tentang masalah psikologi, studi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 200 cerita tentang masalah kesehatan mental dari para mahasiswa hanya dalam kurun waktu 5 hari! Di sini beberapa kisah tersebut akan diungkapkan sehingga diharapkan akan membantu mereka yang memiliki masalah sama. Percayalah, jika kamu merasakan memiliki masalah yang sama, kamu tak sendirian di dunia. Ada orang lain sepertimu. Dan akan ada yang bisa menolongmu. Studi yang awalnya dijadwalkan dilakukan selama 2 minggu ini akhirnya diakhiri lebih cepat karena peneliti kewalahan akan data yang diterimanya. Setiap pagi mereka mendapati kisah-kisah baru yang lebih banyak dari para mahasiswa yang membuka diri dan menceritakan masalah psikologis mereka. Banyak mahasiswa yang berbagi cerita tentang depresi, kegelisahan, melukai diri sendiri (self-harm) dan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Beberapa diantaranya membicarakan bahwa mereka mengidap penyakit mental seperti compulsive disorder dan bipolar disorder, serta akibat yang mereka dapatkan dalam hubungannya dengan pendidikan mereka. tumblr_ln8rl5nOi91qj2n2ro1_500 Dan saat ada yang menyinggung masalah yang agak langka seperti borderline personality disorder, para mahasiswa ini menyampaikan kebingungan mereka tentang masalah kejiwaan yang satu ini dan apa yang sebenarnya mereka sedang alami. Yang lainnya menyampaikan rasa malu yang mereka rasakan jika mereka meminta bantuan. Beberapa di antaranya masih belum terdiagnosa sejara jelas tapi dengan jelas menunjukkan tanda-tanda yang menjurus pada masalah psikologis juga. “Setiap malam aku tak bisa tidur dan selalu menangis” adalah kalimat yang sering dijumpai dalam kisah dari banyak mahasiswa ini. Tak ada seorangpun yang mengatakan kalau menjadi mahasiswa itu sulit. Yang kamu dengar justru semua kisah menarik dan kebebasan pertemanan dalam suasana yang menyenangkan—tak ada secuil pun kisah tentang kesepian atau kekecewaan. Salah seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa sebagai seorang yang baru masuk kuliah, mahasiswa tahun pertama selalu diingatkan bahwa tahun pertama kuliah merupakah sebuah momentum. Dan saat mereka merasa bahwa tahun-tahun pertama kuliah seperti moment terburuk dalam hidup maka mereka cenderung akan merasa tertekan oleh rasa bersalah dan akhirnya justru membuat diri berpikiran negatif. Mahasiswa yang lainnya menyatakan bahwa dia menghabiskan beberapa minggu di universitas dengan bersembunyi di asrama sambil menangis hingga matanya bengkak. Dia begitu rindu rumah dan tak yakin bahwa dia telah mengambil keputusan yang benar dengan kuliah di universitas yang bersangkutan. culture-shock-comic Masalah psikologis bisa berawal dari masa kanak-kanak, dan banyak mahasiswa yang mengungkapkan cerita tentang depresi atau self-harming yang kemudian bertahan hingga mereka memasuki bangku kuliah. Dan kehidupan baru di universitas menambahkan tekanan pada kondisi mental yang sejak awalnya sudah bermasalah itu. Salah seorang di antara mahasiswa yang berpartisipasi dalam studi ini mengungkapkan bahwa depresi dan kegelisahannya telah bermula sejak ia belum masuk ke universitas, tapi tinggal jauh dari rumah, berada di lingkungan yang membutuhkan banyak biaya dan menjadi bagian sebuah universitas besar dengan berbagai tekanan yang ada membuatnya benar-benar seperti terhimpit. Yang lainnya lagi mengatakan bahwa mereka merasa seperti terkucil dan serba tidak pasti. Ada yang merasa sesak dan tersiksa tapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya sementara orang-orang di sekitar mereka mengatakan bahwa mereka hanya gelisah biasa. stans-cafe-465x581 Berusaha untuk tetap belajar dengan baik sementara dalam diri mengalami masalah atau tekanan psikologis merupakan suatu hal yang sangat sulit. Kepanikan yang diikuti depresi sering mengakibatkan seseorang seperti kehilangan kendali. Dan saat tekanan ini memuncak, segalanya terasa menjadi sangat buruk. Para mahasiswa mengungkapkan suatu kesamaan pendapat akan dukungan yang diberikan pihak kampus cukup membantu mereka –hanya jika mereka bisa menggunakan dukungan itu. Setelah menderita kegelisahan akut, salah seorang mahasiswa ada yang memutuskan untuk menghubungi pihak konseling yang disediakan universitas tempatnya belajar. Mereka yang kemudian memberanikan diri untuk memanfaatkan jasa konseling kampus merasa jauh lebih baik setelah mereka mengungkapkan semua masalah psikologis yang mengganggu mereka kepada terapis. Meskipun kesembuhan total tidak langsung secara cepat didapatkan, namun para mahasiswa yang telah memanfaatkan konseling kampus mengaku bahwa mereka sudah lebih merasa lega saat ada orang lain yang bisa mengerti keadaan mereka alih-alih menyuruh mereka untuk mengabaikannya. Masalah psikologis bukanlah sesuatu yang memalukan. Jadi jika ada di antara kalian yang merasakan sindrom-sindrom atau gejala seperti kepanikan, kegelisahan atau kesedihan yang tak wajar, perubahan mood yang sangat tidak stabil, perasaan kesepian yang menyesakkan, merasa terkucil dan sebagainya yang berhubungan dengan emosi dan kejiwaan, jangan pernah merasa sungkan untuk berbagi cerita dengan pakarnya. Adalah sesuatu yang awajar bagi setiap orang untuk merasa aneh atau bermasalah dengan dirinya sendiri. Jangan ragu untuk mendatangi konseling di kampus atau di tempat lainnya karena ini benar-benar diperlukan supaya kamu tidak makin tersiksa. Karena itu, kenali dirimu lebih baik dan yakinlah bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Carleton College – Tempat Perkuliahan yang Mengoptimalkan Kolaborasi Dosen & Mahasiswa-nya

The_Oregon_Trail_Birth_Place_Carleton_College

Setiap kampus besar pasti memiliki fakultas andalan. Demikian juga dengan Carletton College. Para staf pengajar di Carleton dikenal sebagai para dosen yang fokus dalam memberikan kuliah terbaik kepada para mahasiswanya. Meskipun sebagai seorang ilmuwan, seniman dan peneliti mereka sangat handal di bidangnya, para pengajar di Carletton tetap memilih kelas sebagai tempat untuk mengoptimalkan keilmuan mereka dengan cara menyampaikan materi keilmuan dan keahlian mereka kepada para mahasiswa. Para dosen ini menghargai pertanyaan dan rasa ingin tahu setiap mahasiswa, kolaborasi dan kerjasama, percobaan dan refleksi yang menciptakan komunitas pembelajaran yang jelas dan terarah untuk mahasiswa dan dosen itu sendiri.

 

“Quick Fact” tentang Carleton College

educ395

–          Ada sekitar 220 staf pengajar full-time pada tahun akademik 2011/2012

–          96% dari jumlah tersebut memiliki gelar tertinggi di bidangnya

–          22% staf pengajar merupakan etnis minor atau terdiri dari beberapa ras bangsa

–          1:9 perbandingan antara fakultas dengan jumlah siswa

–          100% mata kuliah di Carletton diampu oleh para dosen Carleton sendiri

 

Program Akademik di Carleton College

science_carleton

Carletton berkomitmen untuk memberikan pendidikan liberal dan menyeluruh kepada para mahasiswanya. Komitmen ini bisa dilihat dari bagaimana persyaratan Carletton bagi para mahasiswa untuk lulus, yang mana dirancang untuk mengekspos mahasiswa ke berbagai disiplin ilmu, dan juga untuk membuat mahasiswa fokus pada bidang studi yang diambilnya.

 

Syarat kelulusan di Carleton College

5de92ed764409b66485d1b000a89ee02

Untuk bisa lulus dengan gelar Bachelor of Arts (B.A.) dari Carletton, kamu harus memiliki sekurang-kurangnya 210 kredit dan IPK minimal 2,00.

Pendidikan sistem liberal memerlukan proses yang keras dan mendalam, tapi juga cukup lebar untuk mengekspos mahasiswa ke berbagai subjek dan metode keilmuan. Carletton senantiasa memastikan bahwa mahasiswanya mempelajari satu bidang secara mendalam dengan mewajibkan satu program studi utama dan latihan yang integratif dengan progam studi yang diambil. Hal ini mendorong mahasiswa untuk mengenali diri mereka sendiri melalui program studi yang mereka pilih. Carleton mewajibkan para mahasiswa ini untuk melengkapi 6 kredit dengan nilai S atau C- atau lebih dari masing-masing 6 kurikuler yang diambil.

Dan akhirnya, mahasiswa harus menempuh 6 semester di Carleton, termasuk tahun terakhir (3 semester terakhir) dan meraih minimal 108 kredit yang terdaftar di Carletton.

 

Konsentrasi Program Studi

1reunion07xx

Konsentrasi yang dimaksud di sini adalah program studi antar cabang ilmu pengetahuan yang terintegrasi agar mahasiswa dapat mengeksplorasi bidang studi yang tidak punya metodologi atau dasar ilmu sendiri. Dengan mengambil konsentrasi ini, mahasiswa bisa belajar melebihi apa yang didapatnya dari jurusan pilihannya dan juga memotivasi mereka untuk menghubungkan antar cabang ilmu. Dengan demikian, konsentrasi ini akan menguatkan dan melengkapi program studi yang diambil karena bisa memperluas isi dan metode terhadap pemecahan masalah dan persoalan sehingga akan bisa melampaui batasan suatu cabang ilmu.

Adapun konsentrasi yang ditawarkan Carletton dalam program akademik yang sekarang adalah:

  • African/African American Studies
  • Archaeology
  • Biochemistry
  • Cognitive Science
  • Cross-Cultural Studies
  • East Asian Studies
  • Educational Studies
  • European Studies
  • French and Francophone Studies
  • Latin American Studies
  • Medieval and Renaissance Studies
  • Neuroscience
  • Political Economy
  • South Asian Studies
  • Women’s and Gender Studies

 939590

Kemudian bagi mahasiswa yang mendaftarkan diri sejak semester musim gugur tahun 2010 (Fall 2010) dan selanjutnya disyaratkan hal-hal berikut:

  • AI = Argument and Inquiry Seminar (6 sks)
  • ARP = Arts Practice (6 sks)
  • FSR = Formal or Statistical Reasoning (sks)
  • HI = Humanistic Inquiry (6 sks)
  • IDS = Intercultural Domestic Studies (6 sks)
  • IS = International Studies (6 sks)
  • LA = Literary/Artistic Analysis (6 sks)
  • LS = Science with Lab (6 sks)
  • NE = No Exploration Credit
  • QRE = Quantitative Reasoning Encounter (3 sks)
  • SI = Social Inquiry (6 sks)
  • WR1 = Designates the Writing Component of an AI Seminar
  • WR2 = Second Writing Rich Course (6 sks)

 

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaftar ke Carleton

149338622

Kalau kamu ingin kuliah di Carleton College, maka sebaiknya persiapkan dirimu sejak SMA.

Kandidat terkuat mahasiswa Carleton biasanya telah mengambil:

–          Program belajar bahasa Inggris selama 4 tahun

–          3 tahun atau lebih belajar matematika

–          Dua tahun atau lebih di bidang IPA

–          Tiga tahun atau lebih dalam bidang ilmu sosial

Dan sekurang-kurangnya, kalau kamu mendaftar di Carletton, kamu harus punya:

–          Tiga tahun atau lebih belajar bahasa Inggris (dengan fokus pada writing)

–          Minimal 2 tahun aljabar dan geometri

–          Dua tahun IPA

–          1 tahun laboratorium Sains

Kebanyakan mahasiswa Carleton melebihi batas minimum ini. Semakin tinggi kualifikasi yang kamu miliki, maka peluangmu untuk diterima pun semakin besar. Dan menariknya, Carleton juga memfasilitasi bagi para calon mahasiswa yang memiliki keahlian khusus dan tidak biasa yang mana SMA-nya tidak memfasilitasi. Tentu saja semuanya harus melewati tes standar yang ditetapkan dan memenuhi nilai minimal yang disyaratkan serta mendapat rekomendasi resmi dari sekolah yang bsersangkutan.

 

Prosedur Pendaftaran Masuk

719467

Komite Penerimaan Mahasiswa Baru mensyaratkan setiap calon mahasiswa baru untuk menyerahkan hasil ujian SAT I dan ACT dengan hasil writing sebelum masa penerimaan. Selain itu, bagi mahasiswa yang berasal dari negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris harus menyerahkan nilai TOEFL atau IELTS. Dianjurkan pula (meski tidak diwajibkan) bagi para calon mahasiswa untuk menyerahkan hasil SAT II.

Selain nilai dari tes-tes akademis tersebut, komite penerimaan juga mempertimbangkan faktor-faktor lain di luar akademik seperti keaktifan calon mahasiswa dalam aktifitas di sekolah sebelumnya, leadership, sikap, hobi dan sebagainya.

Sistem penerimaan di Carleton College sangat kompetitif. Karenanya, pastikan kamu mengusahakan yang terbaik dalam tes maupun sesi wawancara yang diadakan komite penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi satu ini.

 

Beasiswa di Carleton College

timthumb

Carletton College menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi, baik beasiswa perseorangan maupun beasiswa kelompok yang bisa menunjang kegiatan akademis dan sekaligus meningkatkan kualitas yang bersangkutan untuk menjadi akademika yang bisa diandalkan. Mengenai persyaratan dan ketentuan beasiswa ini, kamu bisa menghubungi bagian administrasinya langsung. Kalo mau dapet infona secara juga jelas juga bisa kunjungi salah satu artikel kami di sini 🙂

 

Nah coba jangan sampe gak liat video tentang lingkungan kampus ini yang asik banget dipake buat gowes 🙂

 

Oia disimak juga ya guys map kampus ini

 

Biar makin dapet feelnya tentang kampus ini coba juga diliat street viewnya 😀

 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kelanjutan studi kamu ya. Semangat mengejar cita-cita kamu guys 😀

IMG_20130630_113815_200

 

 

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

ACCESS EDUCATION 

Whatsapp :  0812 5998 5997

Line          :  accesseducation

Telegram  :  0812 5998 5997

Email :  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami