Dilatarbelakangi oleh ketertarikan Harvard University sama perubahan Indonesia, yang dulunya selama 32 tahun dipimpin oleh Soeharto, terus juga pernah dilanda krisis pangan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Dan akhirnya tahun 1998 mengalami kerusuhan besar-besaran di seluruh Indonesia, 1,000 orang terbunuh, akhrnya bisa berubah menjadi sebuah Negara yang demokratis dan berhasil menyelenggarakan pemilu.
Di samping itu, banyaknya pulau, keanekaragaman budaya, suku, etnis di Indonesia membuat Harvard tertarik untuk melakukan riset tentang demokrasi dan good governance di Indonesia.
Program ini mengambil pendekatan yang beragam buat penelitiannya di Indonesia.
Hasil penelitian tersebut, berupa laporan tentang aspek demokrasi di Indonesia.
Nah, laporan itu didistribusikan gratis di Indonesia, bekerjasama dengan penerbit yang ada di Indonesia.
Terus, laporan itu juga dijadikan bahan diskusi para pejabat dan para pemimpin.
Bagian-bagian penting di dalam laporan itu dirumuskan kembali dalam sebuah kebijakan yang dapat dengan mudah dibaca dan dicerna sama para pemimpin, karena tujuan dibuatnya laporan itu tuh memang untuk didiskusikan dan dijadikan bahan dalam membuat sebuah kebijakan, bukan buat disimpen di rak aja.
Program ini juga mendukung peneliti Indonesia dalam studi mereka.
Program ini memberikan kesempatan para peneliti di Indonesia untuk berkunjung ke Harvard University, bahkan beberapa di antara peneliti yang ke Harvard ada yang menyelesaikan penelitian doktoralnya di Harvard lhoo.
Di samping itu, program ini juga membuat sebuah sistem kepemimpinan yang disebut âTransformasi Kepemimpinan di Indonesiaâ.
Tapi, program âTransformasi Kepemimpinan di Indonesiaâ itu sendiri, cuma ditujukan buat para pemimpin daerah aja nih.
Buat pejabat pemerintahan daerah seperti walikota atau bupati setempat yang memiliki performa baik dalam praktek good governance, akan berkesempatan untuk menghabiskan seminggu di Jakarta, dan 3 minggu di Cambridge.
Harvard University percaya, biarpun Indonesia udah menghadapi banyak tantangan, asalkan bisa menjalankan good governance-nya, atau yang mereka istilahkan âinfrastruktur lunak, maka perbaikan âinfrastruktur beratâ kaya jalan, pembangkit listrik, dan teknologi komunikasi, yang bisa meningkatkan kehidupan masyarakat secara kongkret, akan mengikuti.
Selain fokus pada pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaganya, program Harvard Kennedy Schoolâs  Indonesia Program juga mendorong para peneliti, agar tertarik pada negara kepulauan ini.
Setiap tahun, program ini mendukung sekitar selusin siswa dengan dana dan bantuan logistik untuk penelitian mereka di Indonesia.
Seperti, pada bulan Januari 4 orang pelajar program doctor dan master melakukan perjalanan ke Indonesia untuk melakukan studi lapangan.
Salah satumya adalah Tara Grillos. Grillos sedang melakukan penelitian awal dalam persiapan studi doktornya tentang tata pemerintahan yang partisipatif dan menjajaki kemungkinan untuk memakai Indonesia sebagai studi kasusnya.
Selama tiga minggu di Indonesia, Grillos bertemu dengan 16 pejabat dan menghadiri berbagai macam rapat umum.
Grillos memberikan perhatian khusus untuk program yang dibuat oleh Bank Dunia dan sebuah program kedua yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.
Di Indonesia, Grillos merasa disambut oleh pejabat yang dia temui dan oleh orang Indonesia yang dikenalnya melalui “CouchSurfing”, sebuah program internet yang menghubungkan wisatawan dan penduduk lokal di seluruh dunia.
Dari pertemuannya itu Grillos berkesempatan untuk mencicipi kopi joos dan tape di Jogja.
Pengalaman Grillos dan mahasiswa Harvard lainnya di Indonesia, penelitian yang dilakukan di Harvard, hubungan dengan pejabat di Indonesia, serta program yang diselenggarakan Harvard di Indonesia harus bisa memberikan manfaat baik buat Harvard, maupun Indonesia.
Menurut Harvard University, Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dan paling dipahami di dunia.
Selain itu, Indonesia merupakan negara yang paling padat penduduknya keempat.
Namun, kebanyakan orang Amerika tidak dapat menemukannya pada peta.
Jay Rosengard, kepala Harvard Kennedy Schoolâs Indonesia Program, merasa sangat gembira dengan keterlibatan Harvard di Indonesia.
Kaget? Ternyata Harvard University memberikan andil buat kemajuan Demokrasi, pemerintahan daerah, dan good governance bagi Indonesia? Jadi jangan heran kalo kayanya kita, orang Indonesia, merasa punya hubungan sama Universitas Havard, karena ternyata emang kita punya hubungan niih. Selain hubungan yang udah diceritain di atas itu, ada lagi lho hubungan Havard sama Indonesia. Apa itu? Itu adalah karena Barack Hussein Obama II atau yang lebih dikenal Barack Obama, presiden Amerika Serika ke-44, pernah kuliah di Havard University, yaitu di Havard Law School-nya. Naah, Obama juga pernah tinggal, terus mengenyam pendidikan di Indonesia kan pas SDnya! Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com


INTI College Indonesia menyiapkan siswanya menjadi pemimpin bisnis di dunia internasional dengan memotivasi siswa untuk menggali potensi yang ada dalam diri siswa dengan mempraktikkan apa yang sudah mereka dapat.
INTI menawarkan Business Studies Program (BSP) yang bisa membantu siswanya untuk mencapai persaingan di lingkungan bisnis yang kompetitif.
Business Studies Program (BSP)
INTI College Indonesia Business Studies Program (BSP) berkomitmen untuk membina generasi entrepreneur berikutnya dengan pengetahuan akademik yang berguna sebagai pembelajaran praktis dan peluang untuk menyerap lingkungan bisnis internasional.
Siswa BSP di INTI College akan dibekali pelajaran dasar bisnis selama 1 tahun dan 4 bulan. Dalam waktu tersebut, siswa akan diberikan serifikat bisnis dan memenuhi syarat untuk mempelajari lebih di Australia atau melanjutkan sekolah dengan standar Australia melalui INTI College Indonesia.
INTI Business Studies Program di desain untuk mempersenjatai siswa dengan cara berpikir dasar dan kritis dari beberapa aspek bisnis dan lingkungannya. BSP menawarkan fleksibilitas pilihan dalam belajar dimana siswa mempunyai pilihan untuk menyelesaikan belajarnya di Indonesia dan lulus di Australia, atau pergantian setelah satu atau dua tahun belajar di INTI BSP.
Pilihan Transfer:
1+2, 1.5 + 1.5 atau 2 +1
Siswa yang ingin meneruskan sekolahnya di Australia akan memulai sekolah mereka sebagai siswa tahun kedua atau ketiga tergantung dari tingkat dan perjanjian mereka dengan pihak universitas. Siswa yang bisa melakukan Transfer adalah siswa yang sudah melengkapi 16 mata kuliah di INTI (1 atau 2 tahun) dan SKSnya diterima di banyak universitas terkemuka di Australia seperti Curtin University, Queensland University of Technology, Edith Cowan University, Swinburne, Griffith University dan Blue Mountains.
Program USQ:
Setelah siswa menyelesaikan 16 mata kuliah BSP mereka bisa memilih untuk Transfer ke program USQ BBAD dari University of Southern Queensland (USQ) melalui INTI College Indonesia. Program S1 Bisnis Administrasi ini difasilitasi oleh INTI College Indonesia yang memfasilitasi pelajaran tambahan, tugas persiapan dan pemantauan yang dilakukan oleh USQ. Secara keseluruhan, semua kualitas di kontrol oleh USQ.

Apa sih yang ada di bayanganmu ketika mendengar Pisa? Pastinya teringat tentang bangunan menaranya yang miring. Gak bisa disangkal lagi kalo Pisa ini menjadi tempat tujuan wisata yang terkenal karena adanya menara tersebut. Bagaimana dengan pendidikannya? Mmm, jangan salah. Disini ada Universita di Pisa namanya. Galileo, seorang penemu terkenal, pernah bersekolah disini lho. Ingin tahu lebih lanjut mengenai Universita di Pisa ini? Berikut penjelasannya
Program studi yang ditawarkan University of Pisa sangat beragam, salah satunya adalah Program Pasca Sarjana First Cycle. Pada program first cycle ini kita diberikan landasan pengetahuan yang kokoh sehingga memungkinkan kita untuk melanjutkan studi lanjutan ke tingkat yang lebih tinggi dan efektif ketika kita masuk dunia kerja. Sedangkan, program second cycle memungkinkan kita untuk memperoleh pelatihan lanjutan khususnya dengan praktik yang berkualitas di daerah tertentu.
Studi yang ditawarkan diperkaya dengan program pembelajaran yang berkelanjutan, Masterâs Diplomas dan program spesialisasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelatihan yang biasa muncul di dunia kerja, dan sistem dari program PhD yang membentuk fondasi dasar pelatihan untuk penelitian ilmiah.

Bagi pendaftar penduduk non-EU seperti kita, sebelum mendaftar di Universitas-Universitas di Italia, kita perlu untuk mendapatkan formulir pra-pendaftaran yang biasanya tersedia di Kedutaan atau Konsulat Italia di negara lokal. Tapi beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:
Mahasiswa dari negara dengan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi berhak mendapatkan pengurangan maksimum. Biaya Universitas bagi mahasiswa asing dari negara-negara non-EU Â dihitung dengan menggunakan koefisien relatif terhadap tingkat pendapatan rata-rata nasional. Pengurangan ini juga berlaku sama untuk mahasiswa pasca-sarjana.
Didirikan tahun 1855, awalnya Swiss Federal Technology Institute of Zurich bernama Federal Polytechnical School. Namun kini institut ini lebih dikenal dengan nama ETH Zurich. Ada berapa banyak mahasiswa yang kuliah di sini? Untuk program sarjana ada sekitar 8.600 orang, program master ada 4.700 orang, dan program doctoral ada 3.800 orang. Apa artinya angka-angka tersebut? Jelas, ETH Zurich adalah salah satu kampus besar di Eropa!
Perlu kamu ketahui, diantara 23 program sarjana, 41 program master, dan 16 program doctoral yang ditawarkan ETH Zurich, bidang teknologi dan ilmu alam adalah program yang paling diandalkan universitas ini. Reputasi kedua jurusan ini bahkan tidak hanya diakui di Swiss atau Eropa, tapi juga dunia.
Sebagai bukti bahwa kampus ini memiliki kualitas kelas dunia adalah kampus ini memiliki 18.000 mahasiswa, diantara mereka ada ribuan mahasiswa internasional yang berasal dari 100 negara yang berbeda. Bagaimana dengan jumlah pengajarnya? Ada kurang lebih 500 profesor! Masing-masing sangat kompeten di bidangnya. Tidak hanya mengajar, tapi juga mengadakan riset di ranah-ranah teknik, arsitektur, matematika, ilmu alam, ilmu yang berorientasi sistem, dan ilmu-ilmu sosial.
Satu lagi yang mungkin mampu membuat kamu terkagum-kagum dan makin tertarik kuliah di sini. 21 peraih Nobel pernah belajar di sini. Bahkan mereka tidak hanya kuliah, tapi mengajar dan mengadakan riset di kampus ini. Tidak heran, banyak lembaga-lembaga survey pendidikan yang menobatkan ETH Zurich sebagai salah satu universitas terbaik dunia.
Salah satu tujuan utama didirikannya universitas ini adalah menyalurkan pengetahuan pada sektor swasta dan masyarakat. Apa hasilnya? Cukup menggembirakan. Kurang lebih setiap tahun ada 80 paten baru yang diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Paten-paten ini jelas hasil jerih payah para punggawa dan mahasiswa ETH Zurich. Dan dari tahun 1996 hingga 2012, sudah lahir 206 perusahaan yang dibidani oleh universitas ini. Tentu perusahaan-perusahaan tersebut memberikan penghasilan tambahan bagi universitas, dan dari fakta ini kita bisa dapatkan gambaran nyata bahwa sebuah kampus yang berkualitas tidak hanya menetaskan bibit-bibit sumber daya manusia yang mumpuni, tapi juga mampu berperan aktif dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Setuju?
Alasan Kuliah di ETH Zurich
Well, kalau kamu perlu lebih banyak alasan untuk kuliah di sini, yang berikut ini semoga bisa membantu. Read on!
ETH Zurich menawarkan lingkungan belajar dan fasilitas kelas wahid. Ada laboratorium modern, perpustakaan dengan koleksi buku dan literature super lengkap dan teknologi pendukung yang mencengangkan, juga infrastruktur yang semuanya sudah dikomputerisasi.
Bukan hanya jumlah profesornya yang besar, tapi juga staf akademiknya. Kira-kira ada 4.300 orang staf yang siap membantu kelancaran proses belajar mahasiswa, dan mereka pun senantiasa memastikan setiap mahasiswa mendapatkan supervisi dan panduan tepat yang mereka butuhkan. Selama kuliah seoptimal mungkin kamu benar-benar menyerap ilmu yang kamu butuhkan.
Satu lagi alasan yang paling menarik yang bisa menggugah minat kamu kuliah ke sini. Apa itu? ETH Zurich menjalin kerjasama dengan berbagai institusi sains dan teknik dunia. Tentu, semua institusi yang diajak kerjasama adalah institusi terkenal, bukan cuma yang bermarkas di Swiss, tapi juga di seluruh dunia. Artinya apa? Kesempatan mahasiswa untuk melanjutkan studi mereka di belahan dunia lain pun makin terbuka, misalnya melalui jalur pertukaran pelajar. Jadi, bukan tidak mungkin kamu bisa mencicipi kuliah di Harvard University selama satu tahun, meski kamu berstatus mahasiswa ETH Zurich.
Liburan Setiap Hari
Selain kualitas ETH Zurich yang luar biasa, perlu juga disampaikan bahwa kota Zurich sendiri punya daya tarik besar untuk memikat kamu, sehingga kamu mau kuliah di sini. Apa saja daya tarik Zurich? Sistem transportasinya yang fantastik. Kereta, tram, dan bus selalu tiba tepat waktu seperti yang dijadwalkan.
Pemandangan alam Zurich pun sangat spektakuler. Kuliah di sini terasa pergi liburan setiap hari! Kamu pasti tahu Pegunungan Alpen yang terkenal itu kan? Mau musim panas ataupun dingin Zurich selalu dipadati turis manca Negara.
Dan, ada satu lagi daya tarik Swiss yang tidak mungkin mampu kamu tolak. Wisata Kuliner! Yang paling terkenal tentunya coklat Swiss yang lezat! Selain coklat masih ada kopi dan keju.
Semoga informasi ini membantu.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .