Langkah Kedua: Membagi Pengalaman Hidup
Nah setelah kamu punya topik dan ide untuk pendekatannya, kamu harus menentukan bagaimana kamu ingin menyampaikan pesanmu ke dalam kertas. Ingat, para juri akan membaca ratusan esai pelamar lainnya. Oleh karena itu pastikan bahwa tulisan kamu itu original. Cara paling baik untuk melakukannya adalah dengan berbagi pengalaman kamu. Dengan memfokuskan pada satu pengalaman tertentu, kamu akan mengurangi tingkat kemungkinan esai kamu sama dengan orang lain. Ditambah lagi, esai yang ada pengalamannya itu biasanya lebih menarik dan memorable! Kamu gak perlu nyari terlalu jauh untuk nemuin orisinalitas. Kita semua punya pengalaman yang unik kan?! Bahkan pengalaman yang biasa aja juga bisa jadi menarik kalo kamu menyampaikannya dengan asik. Jadi jangan ragu untuk make topik yang umum, asal cara penyampaian kamu tepat dan unik.
Langkah Ketiga: Jangan Dipikirin, Tapi Dikerjain
Hal tersulit dalam menulis essay untuk beasiswa adalah bagian memulainya. Saran kita: mulailah menulis!!! Kata pertama dalam tulisan kamu mungkin tidaklah brilian, tapi jangan khawatir. Kamu selalu bisa mengoreksi kerjaaan kamu nantinya. Akan lebih mudah mengoreksi tulisan yang telah kamu tulis dibandingkan tulisan yang memang tidak ada sama sekali.
Kita semua pasti memiliki cara yang berbeda dalam menulis, tapi ada beberapa hal yang harus kamu camkan saat menulis essay yang (memang) tujuannya untuk memenangkan hati para panelis beasiswa 🙂 Pertimbangkan beberapa hal berikut saat kamu mau membuat “essay kemenanganmu”:
– Tulis Untuk Juri Beasiswa
Pikirkan tentang siapa yang akan membaca essay kamu nantinya. Apakah jurinya seorang professor ilmiah, pemain sirkus handal, atau malah salesman mobil bekas? Tulislah essaymu agar sesuai dengan para juri penilai nantinya. Hal ini tak hanya akan mengarahkan pilihan topikmu, tapi juga pilihan kata, bahasa, dan tone yang akan kamu tulis nantinya.
– Jadilah Dirimu Sendiri
Buat senyaman mungkin segala hal yang akan kamu tulis, dan jangan buat dirimu menjadi seorang siswa yang “menurutmu” memang akan dipilih essaynya oleh juri. Cari beasiswa yang paling cocok dengan kamu, dan demonstrasikan dirimu dalam bentuk tulisan kepada juri beasiswa.
– Personalisasikan Essay Kamu
Saat kamu menulis essay untuk beasiswa, tulislah tentang apa yang terjadi padamu secara personal atau tentang bagaimana kamu secara pribadi terpengaruh oleh sesuatu. Tulisan tentang pengalaman pribadi akan lebih menarik dan berkesan. Ditambah para juri yang memang sangat ingin mengenalkamu lebih jauh, dan cara agar mereka mendapatkannya adalah dengan kamu memberikan info yang berhubungan dengan dirimu di dalam essay.
– Pastikan Kamu Memiliki Inti Essay
Kamu boleh menulis tentang banyak hal, tetapi jika hal tersebut mempunyai inti atau tidak mendukung inti utama essay, kamu tidak akan memiliki essay yang berkualitas.
– Kuatkan Pernyataanmu
Saat kamu membuat inti utama dalam essay, kamu tidak bisa mengabaikannya. Kamu harus memberikan alas an bahwa pernyataan kamu itu benar adanya. Kamu bisa melakukannya dengan memberikan contoh jelas dari pengalaman dan pencapaian pribadimu.
– Gunakan Contoh dan Ilustrasi
Saat pembaca dapat membayangkan apa yang kamu tulis, hal tersebut akan menambah kesan dalam membaca tulisanmu. Selain itu contoh dan ilustrasi juga dapat membuat gagasanmu jadi lebih jelas. Dengan adanya contoh para juri dapat lebih mudah mengerti bagaimana pengalaman yang kamu tulis bisa sangat berpengaruh. Satu hal yang pasti saat kamu membuat contoh dan ilustrasi haruslah sesingkat mungkin. Ingat jangan sampai kamu menjelaskan ulang keseluruhan cerita, ambilah beberapa momen untuk menggambarkan inti yang kamu coba buat.
– Tunjukkan Suatu Kegiatan
Essay milikmu membutuhkan suatu deskripsi kegiatan agar tidak terasa bosan saat dibacanya. Hal tersebut bisa berupa dialog, deskripsi tindakan, cerita, dan buah pikiran. Jika terakhir kali essay milikmu sangatlah membosankan, maka dengan suatu deskripsi tindakan kamu tidak usah menghiraukannya lagi.
– Sorotlah Perkembanganmu
Para juri beasiswa sangat ingin melihat bukti pertumbuhan emosi dan intelek kamu, apa kelebihanmu, dan bagaimana kamu mengembangkannya. Hal tersebut bisa seperti penguasaan hal akademis, talenta musik, hasrat untuk menolong sesama, kemampuan berolah raga, atau kepemimpinan dalam grup. Mengatasi kesulitan atau menghadapi tantangan juga bisa masuk dalam hal mendemonstrasikan perkembangankamu
– Selalu Positif
Komite beasiswa ingin melihat optimism dan kepercayaan diri dalam essaymu. Yang harus kamu pahami adalah para juri tersebut akan lebih memilih penulis yang tidak hanya sadar akan suatu masalah, tapi juga solusi potensial akan masalah tersebut. Sifat optimis kamulah yang nantinya akan membawa dampak positif dan alas an kenapa organisasi harus memberikanmu beasiswa tersebut.
– Harus Ringkas
Essay untuk beasiswa biasanya tidak memiliki batasan pasti, tapi jangan sampai hal tersebut membuatmu bertele-tele dalam membuatnya. Buatlah essaymu sesingkat dan sefokus mungkin, sesuai dengan inti & topik yang nantinya akan kamu buat.
Tungguin kelanjutan part selanjutnya yaa 🙂
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email:Â info@konsultanpendidikan.com
Published by