Amerika Serikat dikenal sebagai negara adi daya dan pemilik teknologi-teknologi yang canggih, setuju gak guys? Namun, tak jarang negara yang dipimpin oleh presiden Barrack Obama ini menjadi negara tujuan para pelajar dari berbagai negeri untuk melanjutkan studinya. Universitas-universitas seperti Harvard University, University of Chicago, dan Princeton University menjadi universitas terfavorit para pelajar asing untuk melanjutkan studinya.Tapi tahu gak sih kalian sejarah tentang negara adi daya ini? Bagaimana sih awal mula negara ini ditemukan hingga menjadi seperti sekarang ini? Nah buat kalian yang belum tahu tentang sejarah Amerika Serikat, berikut ini kami punya ulasannya. Yuk disimak 😀
Zaman Pra-Columbian
Tidak diketahui secara pasti bagaimana orang Amerika asli bisa sampai ke dataran Amerika. Namun, sebuah teori mengatakan bangsa Amerika dulunya bermigrasi dari Eurasia menyeberang ke Beringia sebuah daratan yang terhubung ke Siberia atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Alaska. Kegiatan migrasi ini diperkirakan terjadi pada 30.000 tahun yang lalu dan berlanjut hingga 10.000 tahun yang lalu.
Dataran Amerika sendiri ditemukan oleh seorang penjelajah Eropa bernama Christopher Columbus. Columbus melakukan penjelajahan yang sangat panjang yang terjadi pada 1492 hingga 1504. Setelah penjelajahan yang dilakukan Columbus, pengaruh budaya Eropa mulai masuk mempengaruhi Amerika.
Periode Kolonial
Nah, di zaman ini sudah mulai ada pergerakan ekonomi dan bisnis yang terjadi guys.. Setelah penjelajahan yang disponsori oleh bangsa Eropa, pertukaran dagang pertama yang terjadi di Amerika berhasil dilakukan. Bangsa Eropa membawa berbagai macam ternak seperti kuda, lembu, dan babi ke Amerika kemudian barang-barang yang mereka bawa dibarter dengan berbagai macam hasil perkebunan seperti jagung, kentang, kacang-kacangan, dan lemon. Namun, kejaidian buruk terjadi ketika banyak warga Amerika yang meninggal akibat wabah penyakit cacar. Warga yang tidak memiliki imunitas tinggi mudah terkena penyakit ini dan meninggl dalam skala yang cukup besar.
Columbus dan para penjelajah Spanyol melakukan ekspedisi kedua di dataran Amerika pada 19 November 1493. Pada tahun 1513 mereka berhasil sampai di Florida, dilanjutkan ke Grand Canyon, Sungai Missisipi, Gunung Appalachian. Pada tahun 1540 Fransesco Vasquez de Coronado menjelajah dari Arizona ke pusat kota Kansas.
Selain era koloni Spanyol, Amerika pun pernah menghadapi periode kolonial Belanda, Perancis, dan Inggris.
Abad Ke-18
Otonomi dan Integrasi Politik
Pada zaman ini para koloni mulai memperebutkan kekuasaan politik yang ada di dataran Amerika. Perang mulai pecah saat Perancis dan suku Indian terjadi pada tahun 1754-1763. Perang tersebut juga menjadi bagian dari Seven Years War. Perang ini bermula dari pengaruh antara kejayaan Inggris dan Kanada, Perancis dan suku Indian Amerika Utara, yang mengurangi secara signifikan daerah teritorial Amerika Serikat. Saat itu juga diadakan kongres Albany yang ditandai oleh pergerakan yang dikomandani Benjamin Franklin.
Revolusi Amerika
Pergerakan “13 Koloni” mulai melakukan pemberontakan terhadap peraturan koloni Inggris yang menjajah mereka pada tahun 1775 dan memproklamirkan kemerdekaan mereka pada tahun 1776 sebagai United States of America. Hal ini berlangsung saat Perang Evolusioner Amerika (1775-1783). Pihak Amerika membuat sekutu dengan tentara Perancis dalam melawan tentara Inggris. Perancis kemudian bekerjasama lagi dengan tentara Spanyol dan Belanda sehingga Amerika memiliki banyak persenjataan baik di darat maupun di laut, sedangkan Inggris sama sekali tidak punya sekutu.
George Washington sebagai jendral saat itu berhasil menunjukan kemampuan dirinya dalam memimpin pasukan dan sebagai taktisi perang. George Washington berhasil berperan sebagai walikota yang sukses melawan peraturan kolonial.
Pada 4 Juli 1776, rapat kongres kedua diadakan di Philadelphia yang mendekalarasikan kemerdekaan dataran Amerika sebagai “the United States of America”. Setiap tanggal 4 Juli menjadi hari nasional Amerika Serikat.
Abad Ke-20
Setelah berabad-abad lamanya, Amerika berhasil mempertahankan kemerdekaannya. Namun, perjalanan Amerika tidak selamanya mulus. Banyak masalah yang terjadi, mulai dari perebutan kekuasaan oleh para penguasa, korupsi dimana-mana, masalah masyawarakat, kesehatan, dll. Lalu pada tahun 1890an, mulailah diadakan gerakan Progressive Movement. Pergerakan ini bertujuan untuk melakukan perubahan atau dengan kata lain modernisasi. Modernisasi berdampak pada semua sektor baik itu kesehatan, pemberantasan korupsi, pendidikan, dll.
AS memiliki dua kubu yakni kubu dalam gerakan perubahan yakni kubu Republik dan Demokrasi. Kubu Republik saat itu dipimpin oleh Theodore Roosevelt, Charles Evans Hughes dan Robert LaFollete. Kubu Demokrasi dipimpin oleh William Jennings Bryan dan Woodrow Wilson.
Pada abad ke-20 ini juga Amerika Serikat berperan pada Perang Dunia II melawan Jepang. Peristiwa bersejarah yang dikenang sepanjang masa adalah peristiwa dijatuhkannya bom nuklir oleh AS di wilayah Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan ribuan orang tewas di Jepang.
Coba diliat juga nih video tentang sejarah USA secara singkat 🙂
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Kalkulasi angka di atas untuk makan 3 kali sehari dengan porsi yang relative sama. Namun, banyak juga diantara siswa yang memilih makan paginya berupa roti dan susu. Tentu saja ini lebih murah. Roti dan susu bisa dibeli dengan harga sekitar ¥150-180 dan bisa konsumsi empat kali makan pagi. Kalau masak sendiri, tentu lebih murah, tetapi kamu juga perlu mempertimbangkan waktu dan energi: listrik dan gas. Walaupun begitu, masak sendiri tetap lebih murah, loh.
Pelajar bisa membeli satu tiket terusan untuk satu bulan dengan harga sekitar ¥8000-9000, tergantung rute yang di tempuh. Kalau tidak punya tiket terusan, sekali naik untuk jarak stasiun terdekat sekitar ¥200.
3. Bus
Jarak jauh dekat, tarifnya sama, yaitu ¥200
Umumnya, siswa di Jepang menggunakan ketiga model transportasi tersebut. Bila dihitung secara kasar, maka besar biaya yang kamu keluarkan untuk biaya transportasi diperkirakan sekitar ¥15000.
Biaya untuk akomodasi di Jepang mungkin lebih mahal dari pada rata-rata biaya akomodasi di Negara lain. Hold on, jangan buru-buru panic dulu! Siswa masih punya kesempatan untuk mencari yang lebih murah. Biasanya siswa internasional yang baru datang di Jepang diberi kesempatan tinggal dalam domitory kampus (asrama kampus) untuk jangka waktu satu semester. Masa tinggal di asrama ini bisa diperpanjang maksimal satu semester berikutnya. Dalam asrama kampus, rata-rata siswa internasional (single)harus membayar sekitar ¥12000-15000 per bulan. Biaya tersebut sudah termasuk listrik, gas, dan air.
Setelah paling lama satu tahun tinggal di asrama kampus, siswa harus keluar dan mencari asrama non-kampus yang jauh lebih mahal. Rata-rata biaya apartemen biasa (di Jepang dikenal dengan nama ‘apato’) sekitar ¥40000-50000 per bulan. Biaya tersebut belum termasuk listrik, gas, dan air. Kamar yang disewakan pun dalam keadaan kosong tanpa isi. Dengan harga tersebut, siswa bisa memperoleh apato dengan dua kamar plus dapur dan kamar mandi. Untuk menghemat, siasati dengan berbagi apato bersama teman.
Bagi yang sudah berkeluarga, ada pilihan yang lebih murah ketika keluar dari asrama kampus. Public housing (jyuutaku) bisa menjadi pilihan. Biaya sewa lebih murah, sekitar ¥10000 perbulan (tidak termasuk gas, listrik, dan air). Untuk pemakaian listrik, gas, dan air perbulan untuk satu orang sekitar ¥6000-8000. Bagi siswa yang tinggal di jyuutaku, biasanya memiliki tiket bus dan subway terusan satu bulan.
Membaca, Sains dan Matematika bisa jadi adalah salah satu kunci sukses bagi negara-negara maju atau yang berkembang dengan pesat baik dalam soal perekonomian atau pendidikan. Seperti mungkin telah kita ketahui bersama, bahwa negara-negara dengan penduduk yang minat baca/sains/matematikanya tinggi sudah bisa dipastikan menjadi negara-negara maju atau negara yang berkembang dengan sangat baik.
Kalau kamu mau tahu buktinya, hasil survey PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru yang dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) tentang tingkat kemampuan membaca, sains dan matematika tentu akan menunjukkan padamu bukti keampuhan membaca, sains dan matematika bagi perkembangan sebuah negara. Karena negara-negara yang menduduki hasil survey PISA terbaru ini merupakan negara-negara yang semakin menunjukkan eksistensinya dalam kancah perekonomian dunia.
Dalam hasil survey PISA yang dilakukan dengan mengevaluasi tingkat pengetahuan dan kemampuan remaja berumur 15 tahun di dunia ini, diperoleh hasil bahwa negara-negara Asia menduduki peringkat teratas sebagai negara dengan minat baca, sains dan matematika tertinggi mengalahkan negara-negara dari Eropa dan Amerika.
Lebih dari 510.000 siswa berusia sekitar 15 tahun yang berasal dari 65 negara OECD dites dalam survey PISA OECD 2012 lalu. Tes yang diberikan adalah tes matematika, membaca dan sains. Matematika merupakan bidang yang paling diperhatikan dalam tes ini karena cabang ilmu pengetahuan yang satu ini dianggap sebagai kunci utama kesuksesan kaum dewasa di abad ini. Kemampuan dalam matematika memengaruhi kemampuan mereka untuk menempuh jenjang pendidikan seperti pasca sarjana dan menafsirkan jumlah gaji mereka di masa depan.

Shanghai-China dan Singapura menduduki peringkat teratas dalam hasil tes Matematika. Para siswa di Shanghai mencetak nilai tinggi yang setara dengan perolehan nilai sekolah selama tiga tahun dari sebagian besar negara yang tergabung dalam OECD. Hong Kong, Chinese-Taipei, Korea, Makao, Jepang, Liechtenstein, Switzerland dan Belanda adalah negara-negara selanjutnya yang termasuk dalam peringkat atas dalam survey PISA OECD kali ini. Terlihat ‘kan bahwa dari Top 10 hasil survey ini, 7 dari Asia dan hanya 3 yang berasal dari Eropa.
Dengan hasil survey PISA OECD tersebut, para muda diharapkan untuk mengasah kemampuan dengan sebaik mungkin terutama dalam tiga bidang di atas yang mana sangat berpengaruh akan kesuksesan di masa depan. Negara juga seharusnya memfasilitasi generasi muda untuk belajar sebaik mungkin. Sistem dan program pendidikan sudah tentu harus ditingkatkan dan diatur sebaik mungkin agar dapat mencetak lulusan yang siap menghadapi persaingan global.
Hasil survey PISA OECD yang dipuncaki oleh negara-negara Asia ini juga menunjukkan bahwa negara-negara pemuncak hasil tes tersebut adalah negar-negara dengan sistem pendidikan terbaik. Negara-negara Asia tersebut sangat menekankan akan pentingnya kualitas guru, bukan ukuran kelas. Mereka mendukung profesi keguruan dengan sebaik mungkin melalui pendidikan dan pelatihan terbaik agar bisa mencetak guru yang benar-benar berkualitas untuk agar dapat melakukan proses pembelajaran dengan maksimal. Negara-negara ini juga menetapkan target yang jelas dan memberi kebebasan pada guru untuk mengendalikan kelas agar tujuan tersebut dapat tercapai.
Sementara itu, anak-anak dengan orang tua yang mempunyai harapan tinggi terhadap mereka cenderung memiliki prestasi lebih tinggi pula. Anak-anak seperti ini cenderung untuk berusaha lebih keras, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi akan kemampuan mereka sendiri dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar.
Dari 64 negara OECD dengan kecenderungan data matematika hingga tahun 2012, 25 negara menunjukkan peningkatan dalam matematika, 25 lagi tak berubah dan 14 lainnya malah lebih buruk. Brazil, Jerman, Israel, Italia, Meksiko, Polandia, Portugal, Tunisia dan Turki menunjukkan konsistensi dalam pengembangan matematika selama periode tersebut. Sedangkan Shanghai-China dan Singapura telah menunjukkan kekuatan matematika mereka sejak tahun 2009 dan terus berkembang sejak itu.
Italia, Polandia dan Portugal juga menunjukkan peningkatan pendidikan secara signifikan. Jerman, Meksiko dan Turki juga berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan prestasi siswa yang lemah dalam bidang akademisnya, yang mana sebagian besar siswa-siswa ini berasal dari keluarga dengan keadaaan ekonomi dan sosial yang kurang menguntungkan.
Menurut OECD, memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk sukses adalah sesuatu yang sangat penting. Sebesar 23% siswa dari negara-negara OECD dan 32% dari keseluruhan, tidak berhasil untuk memecahkan persoalan matematika paling sederhana. Padahal tanpa memiliki keahlian dasar ini, para muda tersebut kemungkinan besar tak akan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan mengalami kesulitan di masa depan mereka.
Dalam survey PISA OECD ini juga ditemukan beberapa hal menarik seperti bahwa kebanyakan anak laki-laki lebih baik dalam matematika. Dari 65 negara OECD, ada 35 negara dimana anak laki-laki mengungguli nilai matematika anak perempuan. Dan hanya ada 5 negara yang memiliki anak perempuan yang nilai matematikanya mengungguli nilai anak laki-laki.
Secara keseluruhan, hasil survey PISA OECD ini memberikan informasi penting bagi pemerintah yang ingin memajukan negaranya. Peningkatan mutu pendidikan sudah seharusnya dijadikan fokus utama untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan dapat diandalkan. Penguasaan ilmu pengetahuan yang utuh tentu harus diperhatikan. Semoga pemerintah negara kita, terutama para calon wakil presiden yang akan dipilih tahun ini, menyikapi hal ini dengan sebaik mungkin ya? Semoga …
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .




