Membaca, Sains dan Matematika bisa jadi adalah salah satu kunci sukses bagi negara-negara maju atau yang berkembang dengan pesat baik dalam soal perekonomian atau pendidikan. Seperti mungkin telah kita ketahui bersama, bahwa negara-negara dengan penduduk yang minat baca/sains/matematikanya tinggi sudah bisa dipastikan menjadi negara-negara maju atau negara yang berkembang dengan sangat baik.
Kalau kamu mau tahu buktinya, hasil survey PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru yang dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) tentang tingkat kemampuan membaca, sains dan matematika tentu akan menunjukkan padamu bukti keampuhan membaca, sains dan matematika bagi perkembangan sebuah negara. Karena negara-negara yang menduduki hasil survey PISA terbaru ini merupakan negara-negara yang semakin menunjukkan eksistensinya dalam kancah perekonomian dunia.
Dalam hasil survey PISA yang dilakukan dengan mengevaluasi tingkat pengetahuan dan kemampuan remaja berumur 15 tahun di dunia ini, diperoleh hasil bahwa negara-negara Asia menduduki peringkat teratas sebagai negara dengan minat baca, sains dan matematika tertinggi mengalahkan negara-negara dari Eropa dan Amerika.
Lebih dari 510.000 siswa berusia sekitar 15 tahun yang berasal dari 65 negara OECD dites dalam survey PISA OECD 2012 lalu. Tes yang diberikan adalah tes matematika, membaca dan sains. Matematika merupakan bidang yang paling diperhatikan dalam tes ini karena cabang ilmu pengetahuan yang satu ini dianggap sebagai kunci utama kesuksesan kaum dewasa di abad ini. Kemampuan dalam matematika memengaruhi kemampuan mereka untuk menempuh jenjang pendidikan seperti pasca sarjana dan menafsirkan jumlah gaji mereka di masa depan.

Shanghai-China dan Singapura menduduki peringkat teratas dalam hasil tes Matematika. Para siswa di Shanghai mencetak nilai tinggi yang setara dengan perolehan nilai sekolah selama tiga tahun dari sebagian besar negara yang tergabung dalam OECD. Hong Kong, Chinese-Taipei, Korea, Makao, Jepang, Liechtenstein, Switzerland dan Belanda adalah negara-negara selanjutnya yang termasuk dalam peringkat atas dalam survey PISA OECD kali ini. Terlihat ‘kan bahwa dari Top 10 hasil survey ini, 7 dari Asia dan hanya 3 yang berasal dari Eropa.
Dengan hasil survey PISA OECD tersebut, para muda diharapkan untuk mengasah kemampuan dengan sebaik mungkin terutama dalam tiga bidang di atas yang mana sangat berpengaruh akan kesuksesan di masa depan. Negara juga seharusnya memfasilitasi generasi muda untuk belajar sebaik mungkin. Sistem dan program pendidikan sudah tentu harus ditingkatkan dan diatur sebaik mungkin agar dapat mencetak lulusan yang siap menghadapi persaingan global.
Hasil survey PISA OECD yang dipuncaki oleh negara-negara Asia ini juga menunjukkan bahwa negara-negara pemuncak hasil tes tersebut adalah negar-negara dengan sistem pendidikan terbaik. Negara-negara Asia tersebut sangat menekankan akan pentingnya kualitas guru, bukan ukuran kelas. Mereka mendukung profesi keguruan dengan sebaik mungkin melalui pendidikan dan pelatihan terbaik agar bisa mencetak guru yang benar-benar berkualitas untuk agar dapat melakukan proses pembelajaran dengan maksimal. Negara-negara ini juga menetapkan target yang jelas dan memberi kebebasan pada guru untuk mengendalikan kelas agar tujuan tersebut dapat tercapai.
Sementara itu, anak-anak dengan orang tua yang mempunyai harapan tinggi terhadap mereka cenderung memiliki prestasi lebih tinggi pula. Anak-anak seperti ini cenderung untuk berusaha lebih keras, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi akan kemampuan mereka sendiri dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar.
Dari 64 negara OECD dengan kecenderungan data matematika hingga tahun 2012, 25 negara menunjukkan peningkatan dalam matematika, 25 lagi tak berubah dan 14 lainnya malah lebih buruk. Brazil, Jerman, Israel, Italia, Meksiko, Polandia, Portugal, Tunisia dan Turki menunjukkan konsistensi dalam pengembangan matematika selama periode tersebut. Sedangkan Shanghai-China dan Singapura telah menunjukkan kekuatan matematika mereka sejak tahun 2009 dan terus berkembang sejak itu.
Italia, Polandia dan Portugal juga menunjukkan peningkatan pendidikan secara signifikan. Jerman, Meksiko dan Turki juga berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan prestasi siswa yang lemah dalam bidang akademisnya, yang mana sebagian besar siswa-siswa ini berasal dari keluarga dengan keadaaan ekonomi dan sosial yang kurang menguntungkan.
Menurut OECD, memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk sukses adalah sesuatu yang sangat penting. Sebesar 23% siswa dari negara-negara OECD dan 32% dari keseluruhan, tidak berhasil untuk memecahkan persoalan matematika paling sederhana. Padahal tanpa memiliki keahlian dasar ini, para muda tersebut kemungkinan besar tak akan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan mengalami kesulitan di masa depan mereka.
Dalam survey PISA OECD ini juga ditemukan beberapa hal menarik seperti bahwa kebanyakan anak laki-laki lebih baik dalam matematika. Dari 65 negara OECD, ada 35 negara dimana anak laki-laki mengungguli nilai matematika anak perempuan. Dan hanya ada 5 negara yang memiliki anak perempuan yang nilai matematikanya mengungguli nilai anak laki-laki.
Secara keseluruhan, hasil survey PISA OECD ini memberikan informasi penting bagi pemerintah yang ingin memajukan negaranya. Peningkatan mutu pendidikan sudah seharusnya dijadikan fokus utama untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan dapat diandalkan. Penguasaan ilmu pengetahuan yang utuh tentu harus diperhatikan. Semoga pemerintah negara kita, terutama para calon wakil presiden yang akan dipilih tahun ini, menyikapi hal ini dengan sebaik mungkin ya? Semoga …
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by