5 Pengalaman tentang “Uang” dari Pekerjaan Paruh Waktu Seorang Penulis dan Editor Professional

natalieSeorang professional writer dan editor, Natalie Wearstler, baru-baru ini mengungkapkan pada Learnvest tentang pelajaran berharga yang ia dapatkan dari seluruh pekerjaan paruh waktu yang telah ia lakukan sejak berumur 16 tahun. Natalie mengungkap ia telah banyak melakukan pekerjaan paruh waktu semasa hidupnya, dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMA, mulai dari menjadi pengantar pizza, karyawan mall, asisten kantoran, pemandu wisata, pemagang yang tidak dibayar, hingga akhirnya menjadi professional writer dan editor. Dibalik semua pengalaman kerja paruh waktunya tersebut, Natalie mengungkapkan 5 hal yang membuatnya banyak belajar tentang uang. Ia juga mengakui bahwa pekerjaan paruh waktunya tersebut, (walaupun hanya pekerjaan kecil) membantunya menyiapkan karir yang ia geluti saat ini dan hidup sebagai orang dewasa yang mandiri secara finansial.

1. Food Service

Satu minggu setelah genap berumur 16 tahun, Natalie memulai pekerjaan pertamanya di Domino’s Pizza tempat dimana abangnya bekerja. Natalie belajar bagaimana caranya menerima pesanan, menangani keluhan dari pelanggan, mengorganisir tas pengiriman untuk para pengantar pizza dan bahkan membuat adonan layaknya seorang ahli. Hal terbaik dari semua itu,  menurutnya, mendapatkan pizza gratis sepuasnya. Namun, diakuinya pekerjaan ini bukanlah pekerjaan mewah. Ia selalu pulang dengan bau tepung jagung dan saus pizza melekat pada tubuhnya. Bayarannya pun tidak besar, hanya sedikit diatas upah minimum. Tetapi gaji yang ia terima setiap dua minggu sekali membuatnya menjadi lebih berhati-hati dalam menghabiskan uangnya. Ia jadi tahu bagaimana rasanya menerima dan menghabiskan uang yang ia dapat dengan usahanya sendiri. Perubahan terbesar pada kebiasaannya akan uang terjadi dalam bentuk pemberian tip kepada siapa pun dan semua orang yang melayani pesanan makanannya, terutama pengantar pizza.

2. Public Service

Selama empat kali musim panas, Natalie bekerja di kantor catatan publik di kantor polisi setempat. Setelah lulus SMA, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang lebih tinggi. Saat ia belajar untuk menangani sedikit kekurangan di anggaran bulanannya, ia juga punya kesempatan untuk menyaksikan hal-hal kecil tentang bagaimana hasil dari rapat anggaran tahunan mempengaruhi kehidupan orang lain. Kantor Clay County Sheriff adalah kantor terbesar keenam di Florida tempat dimana Natalie berada. Ketika rumor tentang rapat anggaran beredar, tetangga, orang tua teman-teman dan bahkan ibu saya sendiri mulai bekerja di sana juga. Musim panas Natalie di kantor catatan publik mengajarinya lebih banyak tentang bagaimana bekerja pada tingkatan yang lebih luas dan bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan sehari-harinya lebih dari apapun.

3. Retail

Sebagai seorang karyawan American Eagle Outfitters, Natalie menyukai pekerjaan menjual pakaian kepada teman-teman SMA nya. Ia juga sangat menyukai diskon karyawan yang sering diberikan kepadanya. Namun suatu hari, ia sadar bahwa semua jenis pakaian yang ia tawarkan kepada pelanggan tampak sangat mirip dari tahun ke tahun. Setelah menghabiskan waktu berjam-jam dengan gulungan penurunan harga pada price tag, ia belajar bahwa betapa mudahnya harga sebuah pakaian dapat berubah. Hal ini membuat Natalie yang sekarang jarang membeli sesuatu dengan harga penuh atau full price.

4. Pekerjaan di Kampus

Saat kuliah, Natalie bekerja sebagai resident assistant, yang “menghadiahinya” dengan sewa kamar gratis sebagai imbalan untuk bekerja selama beberapa malam setiap bulan di kampusnya. Lalu, selama satu tahun ia juga pernah bekerja sebagai pemandu wisata di admissions office kampusnya. Gaji yang ia terima cukup untuk membayar tagihan. Yang paling penting, ia belajar nilai dari sebuah networking dan menjaga hubungan baik kepada siapapun yang ia kenal selama ia bekerja sampai hari ini. Natalie mengaku ia masih sering berhubungan dengan editor pertamanya di koran kampus untuk meminta saran dan nasihat profesional.

5. Unpaid Internships

Pengalaman pertama Natalie untuk dapat merasakan pekerjaan yang sesungguhnya sebagai penulis professional dimulai saat ia mulai magang yang tidak dibayar di majalah Orlando. Sebagai anak magang yang tidak dibayar, ia mengaku mengalami kesulitan finansial selama magang karena harus menempuh jarak yang lumayan jauh ke kantornya dan juga mengeluarkan uang ekstra untuk makan siang. Namun, semua hal tersebut terbayarkan dalam kurun waktu satu tahun setelah ia lulus dari kampusnya. Ia ditawari pekerjaan full-time di majalah Jacksonville. Pengalaman-pengalaman Natalie tersebut diatas juga mengajarkannya dan kita semua sebuah pelajaran berharga, sangat penting untuk membantu para profesional muda yang baru bergabung dengan perusahaan tempat kamu bekerja. Setelah Natalieberalih dari seorang mantan magang ke supervisor magang di majalah, ia menyadari betapa banyak waktu, perhatian dan dukungan dari mantan editornya telah dituangkan ke dalam pengalaman magangnya. Ia pun bertekad untuk memberikan proyek magang dan tugas yang akan membantu para pemagang di kantornya untuk dapat belajar dan berkembang, sama seperti yang telah dilakukan supervisornya terdahulu. Ia pun masih tetap berhubungan dengan beberapa mantan pemagang ditempatnya, dengan harapan suatu hari nanti mereka akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

28 Tokoh Paling Berpengaruh Lulusan Stanford University

Kamu pasti sering menggunakan aplikasi WhatsApp, Instragram, Yahoo, dan bahkan YouTube, yup semua aplikasi yang biasa kamu gunakan ini adalah karya dari para alumnus Stanford University lho. stanford Stanford University memang terkenal melahirkan pengusaha teknologi terbaik dan paling berpengaruh di dunia. Mulai dari Bill Hewlett sampai Dave Packard yang sukses sebagai pengusaha paling berpengaruh dibidang teknologi. Ini dia daftar para alumni Stanford University yang sukses menjadi pengusaha dibidang teknologi dunia. Here they are..

Bill Hewlett & Dave Packard

bill hewlet & dave packard Pendiri HP ini merupakan teman semasa kuliah di Stanford, mereka juga masuk klub sepak bola yang sama saat dibangku kuliah, hal ini yang membuat mereka memutuskan membuat teknologi baru yang bisa membantu banyak orang. Dan hasilnya produk buatan mereka berdua ini masih bisa kita pakai sampai sekarang tentunya dengan kualitas dan program yang bagus.

Larry Page & Sergey Brin

larry page and sergey brin Kamu pasti sering menggunakan laman google kan? Larry dan Sergey adalah pendiri laman terbesar di dunia itu. Mereka adalah mahasiswa Stanford yang harus meninggalkan gelar Ph.D mereka demi membuat dan mengembangkan program google nya, dan walhasil pengorbanan mereka akhirnya terbayar dengan suksesnya Google yang telah mendapat predikat sebagai Search Engine terbaik di dunia.

Vinod Khosla, Scott McNealy, dan Andy Bechtolsheim

vinod, scott, and andy Vinod, Scoot, dan Andy adalah pendiri dari perusahaan perangkat lunak Sun Microsystems di tahun 1982. Mereka yang merupakan mahasiswa pascasarjana Stanford berhasil membuat bangga kampus dan dunia dengan sistem canggihnya.

Reid Hoffman, Konstantin Guericke, Eric Lee, dan Alan Liu

reid hoffman - linkedin Para pendiri LinkedIn ini awalnya nggak mengenal satu sama lain di kampus Stanford, tapi akhirnya mereka berteman dan merencanakan membuat situs  yang dapat membantu semua orang dalam memdapatkan pekerjaan. Sekarang mereka berhasil menjadi salah satu pengusaha paling berpengaruh di dunia.

Kevin Systrom & Mike Krieger

Instagram founders Krieger and Systrom accept their webby breakout of the year awards during 16th annual Webby Awards in New York Instagram adalah aplikasi buatan dua cowok kece ini, Kevin dan Mike. Setelah Kevin lulus di tahun 2006, ia bertemu dengan Mike yang akhirnya menjadi partnernya dalam membuat aplikasi yang dapat mempermudah orang berinteraksi sosial. Finally mereka berdua membuat Instagram salah satu aplikasi media sosial yang banyak digunakan orang-orang di seluruh dunia.

Marissa Mayer

marissa mayer Next, dia adalah CEO dari perusahaan sorfware terbesar di dunia Yahoo. Wanita lulusan dua gelar sekaligus di Stanford University jurusan Symbolic System and Computer Science ini merupakan mahasiswa paling menonjol di kelas engineering. Dan akhirnya ia memutuskan bekerja di Yahoo sebagai CEO meskipun sudah ada 14 tawaran pekerjaan untuknya.

Evan Spiegel & Bobby Murphy

evan & bobby - snapchat Pendiri aplikasi Snapchat ini adalah sahabat yang sama-sama lulus dari Stanford University, mereka sama-sama membuat ide membuat aplikasi yang sekarang menjadi terkenal di seluruh dunia.

Peter Thiel

peter thiel Setelah lulus dari Stanford University, Peter suskes menjadi seorang miliyarder dan membuat perusahaan seperti PayPal, Global Hedge Fund Clarium Capital, dan perusahaan VC Founder Fund. Sekarang ia sukses menjadikan perusahaanya itu khususnya PayPal sukses seperti Facebook dan LinkedIn.

Joe Lonsdale

joe lonsdale Lulusan sarjana ilmu komputer di Stanford University, memulai karirnya dengan magang berkerja di perusahaan Koran libertarian milik Peter Thiel, akhirnya ia termotivasi dan mendirikan perusahaan Palantir dibidang teknologi sebelum akhirnya ia pensiun dan Palantir dikelola oleh Peter Thiel.

Brian Acton

whatsapp-Brian acton Pendiri WhatsApp ini ternyata adalah lulusan Computer Science di Stanford University. Selama menjadi mahasiswa Brian sangat handal menggunakan komputer hingga ia bisa lulus dan bekerja di perusahaan ternama dunia seperti Adobe, Apple dan Yahoo hingga akhirnya ia memutuskan mendirikan dan membuat aplikasi WhatsApp yang sekarang terkenal di dunia.

Jawed Karim

jawed karim Jawed Karim adalah salah satu dari pendiri YouTube yang ia dirikan bersama dua temannya Chad Hurley dan Steve Chen. Jawed adalah salah satu dari banyak pengusaha paling berpengaruh di dunia dibidang teknologi lulusan Stanford University.

Jerry Yang & David Filo

jerry yang & david filo - Yahoo Yahoo adalah perusahaan yang Jerry dan David dirikan bersama saat mereka sama-sama kuliah master jurusan Electrical Engineering, hingga mereka bekerjasama mendirikan situs yang dapat digunakan semua orang dan sukses sampai saat ini.

Reed Hastings

reed hastings CEO dari Netflix ini sudah menyelesaikan master degree nya di Stanford dengan jurusan ilmu komputer, nggak heran ia akhirnya menjadi pimpinan perusahaan teknologi ternama di dunia.

Carly Fiorina

carly fiorina Sebagai lulusan terbaik dari Stanford University membuat wanita yang satu ini masuk daftar alumni Stanford paling berpengaruh di dunia dengan menjadi CEO perusahaan Hp dunia.

Sandy Lerner & Len Bosack

sandy & len - cisco Sandy dan Len yang sama-sama lulusan master di Stanford bekerjasama membuat sebuah sistem yang dapat mempermudah jalur akses ke situs Stanford membuat mereka jadi salah satu alumni Stanford paling berpengaruh di dunia dengan mendirikan Cisco Systems.

Craig Barrett

craig barrett Ini dia salah satu orang hebat alumni Stanford yaitu Craig Barrett, ia adalah CEO dari perusahaan terbesar di dunia ‘Intel’ yang telah bergelar Ph.D di Standford University.

Zach Nelson

zach nelson Lulusan Antrophology dan master Biological Sciences di Stanford ini merupakan CEO dari perusahaan teknologi ‘NetSuite’ yang menjadikan Zach salah satu alumni Stanford paling berpengaruh di dunia. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Recommended MBA School; Yu Liat Hasil Survey Financial Times Soal Sekolah MBA

mbaBagaimana caranya kita dapat mengukur kepopuleran program MBA? Apakah kita harus melihat hal-hal didepan seperti banyaknya mahasiswa yang mendaftar? Apakah kita perlu melihat nilai Graduate Management Admission Test atau Grade Point Average yang mereka dapatkan di tingkat sarjana? Haruskah kita melihat hal-hal di kemudian hari seperti tingkat gaji mula-mula, tingkat penerimaan pegawai, dan pilihan pekerjaan yang tersedia? Belum lagi cara lain dengan menanyakan pendapat langsung pada para mahasiswa. Tentu saja semua cara tersebut bisa dan benar untuk dilakukan. Namun jika kita mengevaluasi sekolah bisnis maka kebanyakan pendaftar akan menanyakan satu pertanyaan serupa yaitu apakah MBA akan dapat membantu mereka mendapatkan pekerjaan setelah 2 tahun belajar. Dalam tingkat pemikiran manusia pada umumnya, perusahaan menerima orang-orang yang berasal dari sekolah yang juga membawa kesuksesan pada mereka. Menurut survey ‘2014 Global MBA Rankings’ yang dilakukan oleh Financial Times, beberapa lulusan terlihat lebih menarik dibandingkan dengan lulusan yang lain. Mereka memberikan pertanyaan pada para alumni untuk memberikan rekomendasi sekolah mana yang lulusannya akan mereka terima bekerja. Pertanyaan ini memiliki bobot 2 persen dalam penentuan peringkat sekolah mereka.

Cara yang dilakukan oleh Financial Times untuk mengukur popularitas

Hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan terutama karena narasumber terdiri dari para alumni yang sudah menyelesaikan kuliah MBA mereka di tahun 2010 sehingga mereka memiliki cukup banyak waktu untuk menerapkan dan merefleksikan pengetahuan yang mereka dapatkan semasa kuliah. Selain itu mereka juga telah berinteraksi dengan alumni dari universitas lain. Dapat dikatakan bahwa narasumber yang digunakan oleh Financial Times terdiri dari para eksekutif yang akan memiliki hak untuk memilih orang yang akan mereka pekerjakan. Dengan kata lain pendapat mereka sangatlah penting. Financial Times menggunakan 10.986 responden dari 153 sekolah dengan persentasi respon sebesar 47 persen. Untuk dapat masuk dalam peringkat mereka, setiap universitas harus memiliki setidaknya 20 persen alumni yang mengisi sebanyak 20 survey yang diberikan. Peringkat tersebut termasuk data yang didapatkan selama 2 tahun dengan beban 60 banding 40 untuk data yang didapatkan pada tahun 2014/2013 dan beban 70 banding 30 untuk data yang didapatkan pada tahun 2014/2012. Data-data tersebut dikumpulkan pada bulan September dan oktober tahun 2013.

Harvard muncul pada peringkat atas

Harvard-Business-School Pada survey yang mengukur kepopularan nama sekolah dan hasil akhirnya. Sekali lagi Harvard Business School muncul pada peringkat nomor 1 pada survey yang dikerjakan oleh para alumni, hasil ini sama seperti tahun sebelumnya. Hasil yang sama juga didapatkan pada survey yang dilakukan oleh U.S. News & World Report. Namun pada survey yang dilakukan oleh Financial Times untuk mengukur keberhasilan dan prestasi hasil yang didapatkan sangat mengejutkan karena Harvard Business School jatuh ke posisi 50. Hal ini mengindikasikan bahwa para alumni Harvard merasa bahwa pendidikan yang mereka dapatkan tidak membantu mereka.

Para alumni merekomendasikan Babson College

Arthur_M._Blank_Center,_Babson_College_-_IMG_0388 Babson College yang berada pada peringkat 95 pada survey menyeluruh Financial Times secara mengejutkan berada pada peringkat 30 di survey yang dikerjakan oleh para alumni. Universitas ini juga berada di peringkat 20 besar pada survey proses karir yang ditempuh alumni. Beberapa universitas yang berada di posisi yang lebih tinggi pada survey yang dikerjakan oleh para alumni jika dibandingkan dengan posisi yang didapatkan pada survey menyeluruh Financial Times antara lain Western University/Ivey di Canada, Indian Institute of Management Bangalore di India, Brigham Young University, McGill University di Canada, Boston College, George Washington University, Arizona State University, dan Boston University. Dan sebaliknya Cambridge Judge Business School di Inggris berada diantara sekolah yang hasil survey keseluruhannya melebihi hasil survey yang dikerjakan oleh para alumni. Universitas ini berada pada peringkat 16 pada survey keseluruhan sedangkan pada survey yang dikerjakan oleh para alumni ia berada di peringkat 47 selama 2 tahun berturut-turut. Selain itu ia juga berada pada peringkat 10 besar untuk survey hasil akhir, survey perjalanan karir, dan survey nilai uang yang dikeluarkan.

Universitas dari Australia semakin populer

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya Fudan University School of Management di Cina mendapatkan kenaikan tingkat yang paling besar dari peringkat sebelumnya pada nomor 99, tahun ini ia berada pada peringkat 86 di survey yang dilakukan oleh Financial Times. Selain itu the Australian Graduate School of Management dan Melbourne Business School yang juga berada di Australia mendapatkan peningkatan popularitas yang cukup besar. Sebaliknya peringkat dari the University of Washington, Vlerick Business School di Belgium, dan University of Maryland masing-masing jatuh sebanyak 8 angka.

Hasil Peringkat dari Survey Financial Times

Peringkat Alumni 2014 Peringkat Alumni 2013 Peringkat Alumni total 2014 Nama sekolah Negara
1 1 1 Harvard Business School Amerika
2 2 2 Stanford Graduate School of Business Amerika
3 3 4 University of Pennsylvania: Wharton Amerika
4 4 3 London Business School United Kingdom
5 5 8 MIT: Sloan Amerika
6 6 15 Northwestern University: Kellogg Amerika
7 8 5 INSEAD Perancis / Singapura
8 7 5 Columbia Business School Amerika
9 9 9 University of Chicago: Booth Amerika
10 10 11 University of California at Berkeley: Haas Amerika
11 14 17 Duke University: Fuqua Amerika
12 13 17 New York University: Stern Amerika
13 13 20 Dartmouth College: Tuck Amerika
14 11 30 Indian Institute of Management, Ahmedabad India
15 15 23 University of Michigan: Ross Amerika
16 16 12 IMD Switzerland
17 17 10 Yale School of Management Amerika
18 18 7 Iese Business School Spanyol
19 20 27 University of Virginia: Darden Amerika
20 19 39 University of Texas at Austin: McCombs Amerika
21 21 68 Indian Institute of Management, Bangalore India
22 21 36 Indian School of Business India
23 23 27 Cornell University: Johnson Amerika
24 24 26 UCLA: Anderson Amerika
25 22 34 Carnegie Mellon: Tepper Amerika
26 25 33 University of North Carolina: Kenan-Flagler Amerika
27 26 21 HEC Paris Perancis
28 28 13 IE Business School Spanyol
29 27 51 University of Toronto: Rotman Canada
30 29 95 Babson College: Olin Amerika
31 31 47 Indiana University: Kelley Amerika
32 33 22 Esade Business School Spanyol
33 32 17 Ceibs Cina
34 34 23 University of Oxford: Saïd United Kingdom
35 30 89 Western University: Ivey Canada
36 39 41 Emory University: Goizueta Amerika
37 35 36 Georgetown University: McDonough Amerika
38 37 14 Hong Kong UST Business School Cina
39 38 75 Boston University School of Management Amerika
40 36 66 York University: Schulich Canada
41 41 46 Cranfield School of Management United Kingdom
42 40 25 Warwick Business School United Kingdom
43 42 84 McGill University: Desautels Canada
44 43 65 University of Southern California: Marshall Amerika
45 45 32 National University of Singapore B-School Singapura
46 46 93 Brigham Young University: Marriott Amerika
47 47 16 University of Cambridge: Judge United Kingdom
48 44 43 Manchester Business School United Kingdom
49 55 59 Vanderbilt University: Owen Amerika
50 46 82 Boston College: Carroll Amerika
51 49 87 Arizona State University: Carey Amerika
52 51 35 Rice University: Jones Amerika
53 52 62 Pennsylvania State University: Smeal Amerika
54 48 52 Michigan State University: Broad Amerika
55 50 75 Texas A & M University: Mays Amerika
56 56 49 Imperial College Business School United Kingdom
57 58 71 Georgia Institute of Technology: Scheller Amerika
58 53 70 Ohio State University: Fisher Amerika
59 54 39 Rotterdam School of Management (Erasmus) Belanda
60 56 56 Purdue University: Krannert Amerika
61 71 68 Melbourne Business School Australia
62 59 31 SDA Bocconi Itali
63 62 81 Wisconsin School of Business Amerika
64 72 62 Australian Graduate School of Management Australia
65 63 38 Nanyang Business School Singapura
66 65 57 Peking University: Guanghua Cina
67 67 99 George Washington University Amerika
68 74 88 University of St Gallen Switzerland
69 61 50 University of Maryland: Smith Amerika
70 69 72 University of British Columbia: Sauder Canada
71 68 41 City University: Cass United Kingdom
72 64 58 University of Washington: Foster Amerika
73 73 94 Wake Forest University: Babcock Amerika
74 70 29 University of Hong Kong Cina
75 75 64 Washington University: Olin Amerika
76 76 54 University of Minnesota: Carlson Amerika
77 73 44 University of Illinois at Urbana-Champaign Amerika
78 77 92 Tulane University: Freeman Amerika
79 78 77 Lancaster University Management School United Kingdom
80 84 48 University of California at Irvine: Merage Amerika
81 82 66 Mannheim Business School Germany
82 78 84 University of California, San Diego: Rady Amerika
83 87 55 University of Rochester: Simon Amerika
84 84 98 University of California, Davis Amerika
85 80 95 EMLyon Business School Perancis
86 99 83 Fudan University School of Management Cina
87 88 59 University of Cape Town GSB South Africa
88 88 89 European School of Management and Technology Germany
89 81 100 Vlerick Business School Belgium
90 89 79 Coppead Brazil
91 94 61 Hult International Business School Amerika, United Kingdom, UAE, Cina
92 92 97 Durham University Business School United Kingdom
93 93 77 Shanghai Jiao Tong University: Antai Cina
94 93 45 Sungkyunkwan University GSB South Korea
94 94 80 University of Pittsburgh: Katz Amerika
96 99 52 The Lisbon MBA Portugal
97 95 73 University of Strathclyde Business School United Kingdom
98 97 91 University College Dublin: Smurfit Irlandia
99 96 84 University of Bath School of Management United Kingdom
100 98 74 Tias Belanda
Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami