Ini dia Esai Super Keren yang Berhasil Menghantarkan Seorang Pemuda ke Harvard Business School

Class+2009+Graduates+Harvard+University+Ebq8W2NPyjblKetika mendaftar ke sekolah bisnis di luar negeri, membuat esai adalah salah satu syarat penerimaannya. Esai kamu tentunya bisa jadi peluang untuk keterima di sekolah bisnis idamanmu atau justru mematahkan peluang yang sudah ada, semuanya kembali lagi pada kualitas esai yang kamu buat. Nah, kali ini kita mau ngebahas satu esai super keren yang berhasil menghantarkan seorang pemuda ke Harvard Business School (HBS). Contoh esai yang dia buat ini memberikan calon mahasiswa Harvard Business School kesempatan untuk menunjukkan panitia penerimaan mahasiswa baru tentang motif dan kepribadian sejati mereka, sehingga CV dan tes skor yang sempurna bukan satu-satunya patokan untuk dapat diterima di Harvard. Untuk mengetahui calon mahasiswa baru mereka, Harvard Business School meminta pelamar untuk menjawab pertanyaan berikut tahun lalu: You’re applying to Harvard Business School. We can see your resume, school transcripts, extra-curricular activities, awards, post-MBA career goals, test scores and what your recommenders have to say about you. What else would you like us to know as we consider your candidacy? (No word limit)  The Harbus, koran mahasiswa HBS, baru-baru ini menerbitkan sebuah kumpulan esai terbaik para calon mahasiswa yang berhasil bikin mereka keterima di HBS. Salah satu esai terbaik berjudul “The Giver” ada dalam kumpulan esai tersebut. Berikut esainya:

What else would I like you to know?

I am who I am today mostly because of my brother [name]. [name] was born when I was four years old, and he had an extremely rare birth defect called Robert’s Syndrome. At the time, he was one of a handful in the world to have it. He was born without arms, couldn’t walk or talk, and had many other severe physical and mental defects. It was a complete shock to my parents. He was only expected to live for a day or two, but after a few weeks in the hospital he was healthy enough to come home with us. I was too young to really understand what was going on; I was just excited to have a brother. 

 [name] was a full-time job for us. For his entire life he was incapable of doing anything for himself. My parents and I didn’t have much, but we did have an amazing family and group of friends to support us. We couldn’t have taken care of [name] without all of them, and seeing this level of sacrifice from so many people had a huge impact on me. No one ever complained. No one ever hesitated. We just did what we had to, and I saw first-hand at a young age how important it is to work together and help those around you. And our family (extended included), became so much closer because of how we came together for [name], and that closeness still holds today. 

[name] ended up living for about four years, and I’m so grateful for the lessons I learned from him. My generosity, kindness, team work, and independence, come directly from him being in my life. And learning to deal with that level of stress and responsibility made me a much, much stronger person than I would have been without. 

So my family and I have carried [name]‘s memory with us since he passed in the form of giving to others. About ten years ago, we started a charity called [institution], whose purpose is to supply beds and bedding to children in our area who are without. The thought was that [name] spent most of his life in bed, and if we hadn’t had a decent one for him his life would have been so uncomfortable. As of this year, we have supplied almost [number] kids with mattresses, blankets, and stuffed animals, and each year we are able to help more and more children.

 This mentality of service has been a big part of my life since we started [institution], and as I got older I wanted to start branching out to new service opportunities. And let me tell you, [city] has been a great place to start. This city has made a serious impression on me. Anyone who’s from here either loves it or hates it, but either way, [city] is the kind of place that defines a person. [city] is the underdog, full of unrealized potential. Living in a place like this has opened my eyes to the heartache of missed opportunities (not even mentioning our sports teams…), and it’s because of this that I’ve become so involved in the community. I’ve been able to work with so many very smart, driven people, and together we’ve done a lot to make a positive impact. My work with the [institution] has allowed me to help raise over [number] for small, local NFPs, and my work with the [institution] has complemented that with a more hands-on, service based focus. And being a Big Brother through [institution] has allowed me to make a lasting, consistent impact in a more focused way. 

All of these, together with working for a commercial bank, have given me a very satisfying life balance. I’m able to do so many things, and able to make a tangible impact in each of them. But sometimes I do so much that I don’t take the time to stop and look around – to process what’s happening. This was missing in my life. I know that the path I’d been taking was the right one for me, I’d just never truly felt ready to move on to the next phase. 

This changed this past summer when I did my first [event]. If you’re not familiar with this, it’s a [number] mile swim followed by a [number] mile bike and then a [number] mile run. Still seems nuts to me. I’d never done a triathlon of any kind before I signed up for this, but was so overwhelmed by watching my friend compete in the same one the year before. I’ll never forget the moment: I was watching a quadriplegic go up the final – and largest – hill in his wheelchair, sweating, grunting, and crying. And finishing. I’m pretty sure everyone watching that was crying; it was one of the most moving things I’d ever seen. So I signed up. 

Training for this requires a serious amount of time, most of which you’re alone with your thoughts (no music allowed during the race, so you train without). Eight hours biking, five running, and two swimming, each week for seven months, is so mentally taxing, and your mind goes to some new places. I started reflecting a lot, and really began to understand the choices I’ve made and the impact they’ve had. I thought a lot about where I was in life, why I was there, and what I would have done differently along the way. I thought about what I wanted for my future, not just career-wise, but in order to be happy. And it’s not so much that my views changed from this experience, but I feel like I’ve gained a new level of clarity. I’m much more confident in my life goals, and can pursue them with pride and conviction. 

I’m now ready to move on to the next phase of my life, and am very excited to do so. 


Nabil Mohamed, editor in chief koran The Harbus memberikan tanggapannya tentang mengapa esai ini dapat membuat si pembuatnya diterima di HBS, seperti yang dilansir oleh Business Insider.

“Ini merupakan hal yang sangat hebat tentang bagaimana kehidupan seseorang dapat berubah karena kelahiran adiknya, dan bagaimana seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu membantu satu sama lain dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya, ” ungkap Nabil. “Hal ini mengubah prioritas penulis. Pengalaman ini seperti layaknya sebuah perubahan gen. Bahkan jika ia terlahir sebagai seorang pria dengan tekad tinggi yang hanya ingin mengurus dirinya sendiri, sesuatu seperti itu cukup kuat untuk mengubah tekadnya tersebut dan dapat benar-benar mengubah prioritasnya untuk mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain. Itulah yang saya pikir mengapa esai ini sangat powerful. Pengalaman tersebut mengubah kodratnya sebagai manusia, prioritasnya, dan keyakinannya atas alasan mengapa dia ada di dunia ini. “

Walaupun nggak semua esai perlu menceritakan suatu peristiwa yang sangat pribadi seperti yang satu ini, esai diatas menyediakan satu contoh sukses dari apa yang setiap esai calon mahasiswa Harvard harus punya: menunjukkan siapa kamu di luar resume kamu.

Seperti yang sudah Mohamed tekankan, daripada menuliskan “Aku dan prestasiku” atau “Aku dan situasiku,” si penulis esai diatas justru menuliskan “Aku adalah seorang abang yang penuh kasih sayang.” Hal tersebut menambahkan kepribadian dalam aplikasi penulis, menunjukkan siapa dia  lebih dalam daripada sekedar di mana dia telah bekerja atau berapa IPK yang ia peroleh saat kuliah S1.

“Pada akhirnya, semua orang bisa belajar dengan giat, mendapatkan beberapa surat rekomendasi, bekerja dengan baik di sebuah perusahaan, lalu mengirimkan aplikasi mereka. Tetapi, panitia penerimaan mahasiswa baru  ingin mengetahui apa prioritasmu, apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu, apa yang membawamu ke sini, dan mengapa kamu ingin melakukan ini sekarang.” kata Mohamed.

Esai menawarkan pelamar HBS sebuah kesempatan untuk mengungkap kepribadian mereka yang sebenarnya. Dan tanpa batas kata, terserah seberapa panjang pelamar ingin membuat esai mereka. Bahkan, Mohamed menunjukkan bahwa setiap Esai yang Harbus terbitkan memiliki perbedaan, menceritakan kisah masing-masing individu secara jelas dengan cara yang dapat dimengerti.

Pihak panitia penerimaan pastinya sudah tau di mana sekolahmu yang terdahulu, apa klub atau organisasi yang kamu ikuti, dan di mana karirmu telah membawamu sejauh ini, tapi mereka tidak tahu bagaimana pengalaman-pengalaman ini membentuk dirimu sekarang dan bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut mempengaruhi tujuan dan prioritasmu. Di situlah esai yang kamu buat berperan penting untuk menjelaskan itu semua.

7 Pertanyaan Interview Paling Penting yang Ditanyakan Harvard Business School kepada Pelamar

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .


Alamat Lengkap Kami

13 Hal yang harus Kamu tau sebelum Kuliah di Australia

study-in-australiaBanyak siswa yang saat ini ingin melanjutkan sekolah mereka ke luar negeri dan nggak sedikit yang memilih Australia sebagai Negara tujuan mereka sekolah. Nah buat kamu yang mau kuliah di Aussi, kita ada sedikit tips yang bisa kamu lakukan dan harus kamu tau tentang kuliah di Australia. Mau tau cerita selengkapnya? Here they are..

1.  Visa

Kamu harus memiliki visa untuk belajar ke Australia, jika kamu mau belajar disana lebih dari tiga bulan kamu harus punya visa untuk pelajar. Dengan biaya yang sedikit lebih mahal kamu bisa dapatkan visa pelajar secara online, jadi lebih praktis buat kamu yang akan kuliah ke luar negeri.

2.  Asuransi Kesehatan

Kamu juga membutuhkan asuransi kesehatan bila kamu ingin kuliah di Australia. Biasanya Universitas ditempat kamu belajar nanti menawarkan asuransi kesehatan, tapi untuk berjaga-jaga ibarat sedia paying sebelum hujan, kamu bisa mengurus asuransi kesehatan kamu.

3.  Pikirkan baik-baik dimana kamu mau belajar

Banyak kota dan universitas yang bisa menjadi pilihan kamu belajar di ‘Aussi’ sebutan untuk Australia. Jika kamu lebih suka di tengah kota kamu bisa memilih kota Sydney atau Melbourne sebagai pilihan kamu atau kamu mau belajar di kota ‘pelajar’ kota Perth bisa jadi pilihan kamu buat belajar. Semua itu tergantung dari pilihan kamu sendiri.

4.  Jet lag adalah real thing

Kalo kamu berpergian ke luar negeri sudah pasti ‘Jet lag’ itu nggak bisa terhindarkan lagi karena adanya perbedaan waktu di Indonesia dan di sana membuat kamu merasakan ‘jet lag’ dan susah tidur. Untuk itu kamu harus mempersiapkan diri kamu sebaik mungkin agar ‘jet lag’ kamu bisa berkurang.

5.  Australia itu mahal

Kota Sydney dan Melbourne masuk kedalam kota dengan biaya hidup yang mahal di dunia, untuk itu kamu bisa prepare sebelum kamu mau belajar di negeri kanguru itu. Yang harus kamu siapkan adalah budget biaya hidup kamu selama sekolah dan kuliah disana jadi nantinya kamu nggak kebingungan dan kaget sesampainya di sana.

6.  Musim di Australia berbeda

Tentunya kamu harus tau dulu gimana siy musim di negera tujuan kamu belajar, khususnya di Australia. Di sana memiliki empat musim yang berbeda, di musim panasnya pun berbeda dengan di Indonesia, jadi kamu harus persiapkan diri kamu untuk setiap musim yang bakal kamu lewati di sana sebagai seorang pelajar.

7.  Australia itu sangat besar

Di negeri kanguru itu kamu bisa melihat Opera House, pulau Tasmania, si lucu kanguru dan banyak lagi. Dimana pun kamu tinggal untuk belajar kamu akan menemukan sesuatu hal yang baru dan menyenangkan. Jadi kamu nggak perlu khawatir sesampainya kamu di Australia nanti.

8.  Buaya Dundee khas Australia

Australia adalah Negara yang memiliki keberagaman budaya dan hewan, selain kanguru di Aussi juga ada buaya Dundee yang menjadi ciri lain dari Australia. Kamu nggak perlu takut ketinggalan kabar keunikan Australia karena selain kamu bisa nonton dan foto-foto di Opera House, kamu juga bisa melihat buaya Dundee beserta si lucu kanguru di sana.

9.  Membuat kiat-kiat belajar di Australia

Kamu bisa membuat list tentang jadwal-jadwal belajar kamu ketika kamu sudah sampai di sana dan mulai belajar di kampus baru kamu. Hal ini akan berhasil jika kamu mau belajar dan disiplin untuk setiap pekerjaan yang kamu lakukan.

10.  Sistem Penilaian yang berbeda

Biasanya penilaian mahasiswa untuk tiap-tiap kampus itu berbeda-beda, sama halnya seperti  di Australia. Di Aussi kampus biasanya memberikan nilai HD (High Distinction), D (Distinction = lulus), dan F (Fail). Jadi kamu nggak usah panik dengan sistem penilaian mereka, baiknya kamu pelajari dulu sistem penilaian dari kampus yang kamu pilih itu.

11.  Bekerja purna waktu ketika kamu di Australia

Jika kamu memiliki waktu luang dan membutuhkan biaya lebih, kamu bisa kerja purna waktu atau paruh waktu di sana saat weekend, banyak mahasiswa yang bekerja paruh waktu di restoran atau membantu menjaga anak sebuah keluarga. Hal ini bisa kamu lakukan jika kamu memiliki waktu luang lebih.

12.  Buka rekening bank

Jika kamu berada di Australia lebih dari satu semester, lebih baik kamu membuka rekening bank baru di sana. Karena jika kamu membutuhkan biaya lebih atau ada sisa uang dari kerja paruh waktu lebih aman kamu simpan di bank untuk kebutuhan yang mendadak nantinya.

13.  Tahu peraturan-peraturan di Australia

Tentunya berada di negeri orang berbeda dengan negeri sendiri. Kamu harus tau dulu peraturan-peraturan yang ada di Aussi, seperti lajur kendaraan semua dari sisi kiri jalan atau kamu jangan kaget jika tengah malam kamu melihat ada kanguru yang lalu-lalang ditengah jalan. Hal-hal semacam ini yang harus kamu tau sehingga kamu nggak kaget dengan perbedaan yang terjadi di sana. Dari 13 hal yang harus kamu tau sebelum kuliah di Australia ini semoga bisa menjadi  tips yang berguna buat kamu.


Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .


Alamat Lengkap Kami

University of Buckingham, Kuliah di Inggris

graduation-buckingham-2013-19 (1) Universitas Buckingham di Inggris merupakan salah satu perguruan tinggi swasta favorit dengan peringkat ke 41 dunia. Survey menyatakan bahwa lulusan dari universitas ini merasa puas dengan pendidikan di Universitas Buckingham bahkan tingkat kerja dari lulusan-lulusannya pun termasuk yang paling tinggi di Inggris. Universitas favorit yang akan segera merayakan hari ulang tahunnya ke-40 pada tahun 2016 nanti ini telah memiliki jumlah mahasiswa angkatan baru yang bisa dibilang terus bertambah banyak. Selain itu Universitas ini berusaha untuk terus memberikan fasilitas-fasilitas kampus yang berkualitas dan nyaman dengan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan. Contohnya, pelebaran ruang kelas serta perpustakaan, penambahan WiFi di seluruh kampus, dan renovasi kantin atau ruang makan. Mengenal Keunggulan Universitas Buckingham Lebih Dalam
Biaya kuliah di Universitas Buckingham terkenal murah bahkan universitas ini mengakui bahwa mereka memiliki harga yang lebih murah dibandingkan universitas lainnya bahkan mereka menyatakan bahwa harga yang mereka tawarkan tetap akan lebih murah dibandingkan universitas lainnya sebelum terjadi kenaikan harga pendidikan di Inggris. Hal ini dikarenakan universitas ini memiliki diploma tiga dan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya hanya dalam waktu 2 tahun, dengan demikian akan memotong biaya pendidikan menjadi lebih murah. Mahasiswa yang cepat lulus pun akan masuk ke dunia kerja lebih awal. Mahasiswa hanya akan menghabiskan biaya kuliah sekitar 24.000 Pound Sterling dari bulan Januari 2014  untuk menyelesaikan studi mereka bahkan biaya kuliah masih bisa di bawah jumlah tersebut. Lebih lanjut apabila ada mahasiswa yang membayar studi untuk dua tahun ini di awal maka mereka akan mendapatkan diskon secara langsung. Bagi mahasiswa asing yang mau kuliah di universitas Buckingham hanya perlu membayar biaya kuliah di bawah 33.000 Pound Sterling. Menariknya kampus ini juga menyediakan beasiswa baik untuk mahasiswa dalam negeri maupun mahasiswa yang berasal dari luar negeri. university-of-buckingham-feature-image-1 Mahasiswa di Universitas Buckingham biasanya membentuk kelompok belajar atau kelompok tutorial yang rata-rata terdiri dari enam orang siswa. Mereka melakukan kegiatan mereka di sekitaran kampus. Saat ini ada kurang lebih 1.500 mahasiswa penuh waktu di Universitas Buckingham. Selain itu, Universitas ini memiliki kelompok-kelompok penelitian dengan anggotanya yang lebih dari 170 mahasiswa. Pendapatan yang didapat dari program penelitian mencapai 847.000 Pound Sterling di tahun 2011. Akan tetapi ada beberapa masalah yang dihadapi oleh kelompok penelitian ini yaitu kurang dapat mencapai penyelesaian program penelitian yang lebih tinggi lagi karena mereka tidak mendapat bantuan dari Research Assessment Exercise. Research Assessment Exercise umumnya terbuka hanya untuk perguruan tinggi atau lembaga yang mendapat dana dari pemerintah. Karena penelitian yang dilakukan Universitas Buckingham sejak tahun 1970 menjadikan universitas ini diterima sebagai bagian dari sistem pendidikan karena penelitian yang telah dilakukan memiliki kontribusi penting di dunia pendidikan. Respon Universitas Buckingham terhadap mahasiswanya ditanggapi dengan pujian Quality Assurance Agency. Tidak hanya itu, Universitas ini memiliki independensi yang kuat dan bebas dari ikatan politik manapun walaupun di tahun 1992 Buckingham mempekerjakan Baroness Thatcher sebagai rektor. Di dalam pernyataannya, Universitas Buckingham mengatakan bahwa perguruan tinggi ini didirikan dengan prinsip liberalisme klasik dimana memperkenalkan pemikiran politik yang liberal. Universitas Buckingham memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk masuk di bulan Juli dan September. Tetapi Universitas ini biasanya berjalan dengan sistem kalender akademik yang berbeda dengan perguruan tinggi yang lainnya. Kebanyakan program untuk meraih gelar di Buckingham berjalan selama 40 minggu per tahun, sehingga hanya dengan 80 minggu saja mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dan meraih gelar untuk segera mendapatkan pekerjaan. Kebanyakan mahasiswa di Universitas Buckingham berasal dari luar negeri kurang lebih sekitar lima puluh persen, namun seiring berjalannya waktu mahasiswa yang berasal dari Inggris juga semakin bertambah. Mahasiswa yang mendaftar memiliki pilihan untuk belajar selama tiga tahun di jurusan humaniora dan bahkan banyak kampus-kampus yang mengikuti sistem tersebut. Program Terbaru di Universitas Buckingham Exam Program terbaru yang ditambahkan di Universitas Buckingham meliputi jurusan kedokteran yaitu dokter gigi yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu lima tahun. Program pasca sarjana untuk jurusan keuangan dan investasi juga ditambahkan begitu pula dengan program diplomasi. Perkembngan yang paling mencolok yang dilakukan oleh Universitas ini adalah pada program pasca sarjana kedokteran di tahun 2008. Program ini pun menarik banyak minat mahasiswa luar negeri. Program yang ditawarkan oleh kampus Buckingham dilengkapi dengan kampus yang nyaman serta aman. Terdapat dua gedung bersejarah di kampus ini yang direnovasi ulang untuk memperlebar lingkungan kampus. Universitas Buckingham memiliki dua gedung berbeda untuk kegiatan belajar mengajar mereka di mana bisa ditempuh dengan berjalan kaki satu sama lain. Kampus ini dikenal sebagai gedung teraman di Inggris. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .


Alamat Lengkap Kami