Pernah nggak terpikir olehmu, kenapa sih orang yang udah kaya pasti makin kaya sedangkan yang biasa-biasa saja pasti hidupnya nggak berubah-ubah. Atau pernah denger orang bilang “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin’?
Kesenjangan sosial memang selalu jadi topik panas di kalangan masyarakat umum, banyak orang yang menyalahkan “orang kaya” atau “orang berada” karena memiliki keuntungan yang dirasa tak adil. Menyalahkan orang kaya dengan segala keuntungan mereka adalah hal yang mudah, tetapi sebenarnya tidak ada keuntungan yang tidak adil.
Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kekayaan.
Satu hal terbesar yang menahan seseorang dari mendapatkan kekayaan adalah pikiran, keyakinan, dan filosofi mereka tentang uang. Perbedaan antara kaum kaya dan kaum menengah dalam melihat uang sangatlah ekstrim, seolah-olah kedua kelompok ini hidup di dua planet yang berbeda.
Jadi apa sebenarnya rahasia para jutawan dalam menghasilkan uang?
1. Orang kaya fokus dalam menghasilkan
Orang umum tahu bagaimana caranya melindungi dan menimbun uang mereka. Orang kaya juga tahu bahwa menyimpan uang adalah suatu hal yang penting, tetapi mereka tahu bahwa mendapatkan uang lebih penting. Kebanyakan orang lebih peduli dengan keuntungan kecil yang mereka dapat dari tabungan dan investasi mereka daripada menggunakan akal pikiran mereka untuk menghasilkan uang yang jumlahnya jauh lebih besar. Alih-alih berfokus pada gaya hidup hemat, orang kaya justru menolak pemikiran mengumpulkan koin sekeping demi sekeping dan memfokuskan pikiran mereka akan uang yang jumlahnya lebih besar.
2. Orang kaya menggunakan leverage
Dalam pikiran jutawan, leverage adalah segalanya. Orang kaya memfokuskan upaya mereka pada daerah yang paling menguntungkan bisnis mereka sementara meningkatkan kontak mereka, kredibilitas, dan sumber daya untuk memaksimalkan hasil setiap tindakan yang mereka ambil. Kelas menengah melihat kerja keras sebagai suatu kebanggaan, sementara orang kaya melihat sukses sebagai kebangaan yang jauh lebih penting.
Pikirkan tentang apa yang diajarkan kepadamu tentang bagaimana sebuah kerja keras suatu saat akan menghasilkan sesuatu hal yang positif. Jika kamu tidak benar-benar gigih mencari uang, buat keputusan untuk melepaskan setiap keyakinan yang membatasimu untuk dapat bekerja keras, dan mulai berpikir tentang bagaimana kamu dapat menggunakan leverage untuk menjadi lebih sukses.
3. Orang kaya berpikir tentang uang dalam istilah non-linear
Rata-rata orang percaya satu-satunya cara untuk mendapatkan lebih banyak uang – dengan pengecualian kenaikan gaji dan bonus – adalah bekerja overtime.
Jutawan pastinya tahu betul bahwa uang yang berjumlah besar hanya dapat didapatkan jika kamu berpikir tentang uang dalam istilah non-linear. Para jutawan adalah master dalam menghasilkan uang melalui ide-ide yang dapat menyelesaikan masalah. Mereka menyadari bahwa ide-ide tidak pernah ada batasnya dan oleh karena itu, tidak ada batas untuk berapa banyak uang yang mereka bisa dapatkan. Keuntungan dapat dibuat hanya dalam satu malam dengan ide yang tepat pada waktu yang tepat, tetapi hanya jika kamu dapat memahami fenomena non-linier ini.
4. Orang kaya melihat uang menggunakan logika
Orang kaya melihat kegunaan uang dengan logika. Sayangnya, hanya sedikit orang yang mampu berpikir tentang uang dengan menggunakan logika. Orang pada umumnya lebih menggunakan perasaan mereka dalam menggunakan uang mereka.
Ketika menggunakan uangmu, tinggalkan semua perasaanmu dan biarkan logika yang memandumu. Ketika kamu berhenti berpikir tentang uang melalui emosi atau perasaan, kamu bebas dari rantai psikologis yang mengikatmu dan bebas untuk mendapatkan semua yang kamu bisa. Gunakan logika untuk mendikte strategi keuanganmu dan perasaan untuk memotivasi diri kamu sendiri untuk menaatinya.
5. Orang kaya percaya bahwa menjadi kaya adalah sebuah hak
Orang-orang pada umumnya percaya bahwa menjadi orang kaya adalah sebuah hak istimewa yang diberikan hanya kepada orang-orang yang beruntung. Pemikir kelas dunia tahu bahwa di negara kapitalis, orang-orang memiliki hak untuk menjadi kaya jika mereka bersedia untuk menciptakan peluang besar bagi orang lain. Mereka percaya jika mereka membuat hidup orang lain lebih baik atau lebih mudah, maka adalah hak mereka untuk menjadi kaya. Mereka selalu memikirkan cara-cara baru untuk membangun peluang dan sering dicemooh oleh banyak orang yang menganggap materialistis, egois dan serakah.
Orang-orang yang hebat percaya bahwa mereka mempunyai hak untuk menjadi sekaya peluang besar yang mereka ciptakan bagi khalayak banyak. Berhenti meyakini bahwa menjadi jutawan adalah soal untung-untungan dan mulai berpikir bahwa kamu layak memperoleh uang sebanyak yang para jutawan dapatkan.
Yang paling penting untuk diingat tentang uang adalah bahwa terlepas dari tingkat pendidikan, nilai IQ, atau kinerja di sekolah, kamu memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi seorang jutawan dan mendapatkan semua keinginanmu. Berhenti berpikir tentang hal-hal seperti takut kekurangan uang dan semacamnya, dan mulai berpikir tentang uang dengan segala kebebasan, kemungkinan, kesempatan dan kemamkmuran yang ada.
Jika kamu kaya, lanjutkan cara berpikirmu. Jika tidak, mungkin sudah waktunya bagi kamu untuk mengubah cara berpikirmu tentang uang.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com

Di dunia pendidikan banyak sekali mata kuliah yang menjadi perhatian banyak orang sehingga setiap kelasnya selalu penuh oleh mahasiswa yang bahkan tidak menggambil jurusan yang sama. Yang lebih mengherankan bahwa sesungguhnya kelas tersebut hanya membahas hal-hal sederhana seperti mata kuliah Introduction to Computer Science di Universitas Harvard atau mata kuliah Introductory Oceanography di Universitas Cornell dan livestock course milik Temple Grandin di universitas Colorado State.
Para professor yang mengajar mata kuliah tersebut telah berhasil membuatnya menarik lebih dari sekedar pelajaran biasa. Hal tersebut membuat universitas jadi lebih mementingkan pengajaran dari pada pelajaran yang diberikan sehingga mereka membahasnya secara lebih mendalam dalam diskusi.
Mereka ingin agar mahasiswa lebih terlibat dalam kegiatan di perkuliahan daripada sekedar datang dan mendengarkan ceramah. Dengan pengajaran yang baik maka mahasiswa tidak hanya datang untuk menyerap pelajaran namun mereka akan bisa menerapkannya secara langsung dalam praktek.
Universitas ingin menjadi lebih baik karena persaingan di dunia saat ini sudah semakin meningkat. Sebagai contoh dengan berkembangnya teknologi maka sekarang ada mata kuliah yang dapat diambil secara online. Oleh karena itu mata kuliah yang diambil langsung di universitas harus bisa menyajikan sesuatu yang lebih dari sekedar menonton video kuliah di internet.
Para pengajar juga mendapat tantangan untuk tetap mempertahankan perhatian mahasiswa pada kuliah agar tidak merasa bosan. Berbagai macam cara dilakukan oleh pengajar untuk melaksanakannya contohnya mata kuliah Extreme Weather oleh Prof. Perry Samson di University of Michigan mengharuskan mahasiswanya untuk menjawab pertanyaan dengan menggunakan telepon atau laptop, pengajar yang lain menciptakan permainan dalam pelajarannya, dan ada yang menerapkan sistem poin yang harus didapatkan mahasiswa jika ingin lulus.
Mari kita lihat berbagai macam mata kuliah yang mendapatkan banyak perhatian di dunia.
Jumlah mahasiswa: 700 orang (kelas terbesar kedua di Harvard dibawah kelas Ekonomi yang diajar oleh N. Gregory Mankiw)
Pengajaran di kelas ini terkenal karena dapat diambil secara online, namun para mahasiswa lebih memilih mengambil pelajaran ini secara langsung di kampus meskipun pengajarannya dilakukan mulai malam hari. Pada pengajaran yang dimulai pada jam 9 malam mahasiswa akan disuguhi dengan pizza selama pelajaran, Chinese food untuk jam 1 pagi, dan pancake untuk jam 5 pagi.
Karena itulah pengajarannya diadakan di ruang makan. Saat pameran untuk tugas akhir mereka bahkan dapat menarik 2.200 pengunjung tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun juga murid SMA.
Jumlah mahasiswa 200 orang di musim semi dan 400 orang di musim gugur dengan 10 sampai 20 persen mahasiswa dalam daftar tunggu untuk mengikuti kelas ini.
Pelajaran di kelas ini diberikan dengan simulasi tentang dunia yang menarik dalam bentuk game dimana mahasiswa dibagi menjadi beberapa koloni dengan sumber daya yang terbatas. Selanjutnya mereka harus menukarkan sumber daya tersebut untuk membuat senjata dan menerapkan beberapa aturan tertentu. Senjata yang dibuat digunakan untuk perang marshmallow.
Jumlah mahasiswa: 800 orang ruang kelas baru mampu menampung 1.324 orang.
Pengajar menerangkan pelajarannya dengan berbagai aktivitas dalam kelas, ia juga membuat sebuah website itsmyocean.org untuk pelajarannya. Ia ingin mahasiswa memiliki kepedulian lebih terhadap kehidupan laut dan undang-undang yang mengaturnya.
Jumlah mahasiswa: 30 orang untuk pelajaran dalam kelas
Saat belajar mahasiswa akan dibawa untuk benar-benar berjalan sejauh 15 sampai 20 mil. Sementara itu bahan bacaan filosofi yang dibuat oleh Martin Heidegger akan dibawakan saat pelajaran dalam kelas. Dengan berjalan mahasiswa diharapkan agar dapat membuka pemahamannya dalam seni tersebut dan lebih mengerti tentang dunia dan bagaimana menghabiskan waktu.
Jumlah mahasiswa: 15 orang and 18 orang
Mahasiswa akan diberikan uang dengan batas waktu tertentu untuk menghabiskannya dalam kegiatan amal. Dengan demikian mahasiswa akan berdiskusi satu dengan yang lainnya tentang cara terbaik untuk menghabiskan dana tersebut. Amal tersebut diberikan untuk berbagai bidang seperti makanan, pengobatan atau rumah. Dengan demikian mahasiswa akan benar-benar belajar ini dari amal yang mereka lakukan.
Jumlah mahasiswa: 165 orang
Disini mahasiswa akan melihat berbagai sumber dalam website yang sudah diciptakan pengajar. Mereka kemudian menjawab pertanyaan dan menganalisa berbagai data yang didapatkan.
Jumlah mahasiswa: 2.800 orang pada musim gugur dan 600 orang pada musim semi.
Dalam pengajarannya mahasiswa diharapkan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kelas dan mengerjakan tugas yang akan memberikan mereka point. Interaksi dalam kelas dilakukan melalui twitter, smartphone, dan pembicaraan langsung dengan tokoh penting internasional lewat skype.
Jumlah mahasiswa: 50 orang
Pengajar akan mengajarkan cara pengamatan yang lebih baik. Mereka akan diajak ke peternakan untuk mengamati perilaku mereka kemudian mendesain sistem dan peternakan mereka sendiri dengan batasan yang realistis seperti jalan raya, banguan, sungai, dan sebagainya.
Jumlah mahasiswa: 20 orang dari Berklee’s Global Jazz Institute sementara 200 orang akan mendaftar dan mengikuti audisi untuk 15 tempat yang tersisa.
Pengajar akan mengajak mahasiswa ke tempat-tempat yang tidak biasa dam meminta mereka untuk menemukan inspirasi musiknya disana. Dengan berbagai macam ide yang dihasilkan diharapkan mahasiswa mampu mengatasi berbagai batasan normal yang ada saat ini.
Jumlah mahasiswa : 140 orang sementara 200 orang akan mendaftar untuk 16 tempat yang tersisa.
Pengajar akan mengajak mahasiswa mendalami lebih lanjut mengenai arti kesuksesan dan pencapaian yang sebenarnya. Ia ingin agar mahasiswa memahami mind set yang dapat mengubah kehidupan seseorang dan mengatasi ketakutan yang mereka miliki melalui berbagai tantangan yang harus mereka lakukan seperti bernyanyi dalam bus, berbicara pada orang asing, memberikan pidato, dan lain sebagainya.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .