Hal-Hal yang Patut Dilakukan dan Patut Dihindari Saat Networking

business-networking Sebagai mahasiswa, penting banget buat kamu untuk menambah koneksi atau jaringan pertemanan supaya nanti bisa memudahkan kamu dalam mencari pekerjaan pada saat kamu lulus. Kalo kamu cukup beruntung untuk memiliki orang tua atau sepupu yang bekerja di perusahaan yang kamu impikan sih bagus, kamu bisa langsung dapat pekerjaan. Tapi sebagian besar mahasiswa tidak. Kamu harus membuat kontak kamu sendiri, dan dari situlah pentingnya networking. Dengan 60% pekerjaan yang tersedia di “hidden job market” di mana pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak selalu diiklankan, networking sangatlah penting. Baik bagimu untuk memulai networking sebelum kamu lulus sehingga nantinya kamu punya orang-orang yang dapat kamu hubungi dalam perusahaan ketika kamu selesai kuliah. Tapi bagaimana kamu benar-benar “networking” sebagai mahasiswa? Dan bagaimana kamu menghindari hal-hal yang dapat bikin malu diri sendiri saat networking? Ini dia hal-hal yang patut dilakukan dan patut dihindari saat networking.

DOS

Hadiri acara networking

Emang kedengerannya klise banget sih, tapi banyak mahasiswa yang justru menghindari acara networking, padahal networking itu nggak selalu bikin kamu canggung atau stres. Jadi relawan, bergabung dengan organisasi mahasiswa dan menghadiri sesi pembicaraan adalah cara yang baik untuk ber-networking ra dengan teman-temanmu. Selain itu kamu juga bisa mencoba acara networking di bidang yang ingin kamu geluti setelah lulus kuliah.

Cari tahu!

Mencari tahu itu harus lebih dari cepat Google. Dalam hal ini, kamu perlu tahu siapa yang akan berada di acara networking dan apa yang bisa kamu dapatkan dari acara itu. Kalo kamu udah tau siapa aja yang akan hadir, coba gunakan LinkedIn dan Twitter untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan atau orang yang kamu ingin ajak bicara sehingga kamu dapat mempersiapkan beberapa pertanyaan yang baik untuk bertanya. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa gugupmu juga. Megan Judkins, koordinator perekrutan di Sanctuary Group, mengatakan: “Ini adalah kesempatanmu untuk berbicara dengan perekrut langsung dan mengajukan pertanyaan tentang perusahaan. Kamu dapat bertanya tentang proses aplikasi mereka dan kompetensi yang kamu perlukan untuk ditunjukkan dalam aplikasimu. “Kadang-kadang perusahaan mengirimkan perwakilan dari skema lulusan mereka untuk acara networking. Tanyakan kepada mereka tentang pengalaman mereka dan cari tahu lebih banyak tentang perusahaan tersebut untuk menilai apakah perusahaan itu benar-benar suatu tempat yang kamu inginkan untuk bekerja setelah lulus kuliah.”

Siapkan 30 detik untuk menjelaskan siapa dirimu

Orang-orang di acara networking itu biasanya sangat sibuk dan seringkali dibombardir dengan orang-orang yang ingin berbicara kepada mereka. Sebagai mahasiswa, tentunya bakal lebih sulit bagimu untuk berkenalan dengan para perekrut. Jika hal ini terjadi, siapkan penjelasan singkat tentang siapa kamu, jurusan apa yang kamu ambil saat kuliah dan apa yang kamu ingin lakukan setelah lulus. Tapi pastikan untuk mengajukan pertanyaan juga. Laura Lewis, koordinator kerja untuk University of Worcester mengatakan: “Cobalah untuk terlihat tertarik pada lawan bicaramu, ajukan pertanyaan pada mereka tentang peran dan organisasi mereka. Ingat, orang suka berbicara tentang diri mereka sendiri dan apa yang mereka lakukan.”

Bawa kartu nama

Sebagai mahasiswa, kamu mungkin nggak kepikiran untuk membuat kartu nama. Tapi kamu nggak perlu menjadi seorang pemilik bisnis atau karyawan untuk memiliki kartu nama, karu nama sendiri adalah cara yang baik untuk memberikan seseorang tentang semua rincianmu. Sertakan email, nomor ponsel dan Twitter, LinkedIn atau blog jika kamu punya.

Jalin komunikasi dengan orang yang kamu temui di media sosial

Social Media Logotype Background Jika perekrut memberikan kartu bisnis mereka, berarti ada kemungkinan kamu telah membuat mereka terkesan. Tapi penting halnya bagimu untuk menindaklanjuti hal tersebut. Kirim tindak lanjutmu lewat email atau tweet secepat yang kamu bisa.

DONTS

Jangan pernah tawarkan kartu namamu kecuali ada yang minta

Jika seseorang ingin kartu namamu, mereka pasti akan minta. Jika tidak, kemungkinannya kartu namamu akan berakhir di tempat sampah. Pastikan kamu tahu kapan saat yang tepat untuk memberikan kartu namamu ya.

Kehilangan manner saat gugup

Beberapa orang bisa jadi gugup banget di acara-acara tertentu sampe bikin mereka lupa bagaimana caranya bertindak normal di antara manusia lain saat networking. Jika kamu berbicara dengan seseorang, jangan langsung straight to the point dengan berkata “I want a job”, dan juga jangan mengganggu orang lain saat mereka berbicara, karena mereka hanya akan berpikir bahwa kamu kasar dan tidak sopan.

Lupa untuk memperkenalkan diri

Rebecca Fielding, managing director dan pemilik Gradconsult mengatakan: “Kebanyakan orang lupa untuk memperkenalkan diri dan mengatakan sedikit tentang siapa mereka.” Pastinya malu banget dong pas kamu udah ngomong panjang lebar nggak taunya lawan berbicara kamu hanya merespon dengan pertanyaan “namamu siapa?” pada akhir percakapan.

Membuang kesempatan

Francesca Evers, mitra bisnis orang-orang di Virgin Management mengatakan: “Beberapa orang sangatlah pemalu, padahal networking adalah kesempatan untuk bertemu orang baru dan bersenang-senang.” Kamu mungkin pemalu, tapi menghadiri acara networking juga bakal percuma kalo kamu nggak berbicara kepada siapa pun. Pada kebanyakan acara networking biasanya ada semacam presentasi, ggunakan momen ini untuk menenangkan dirimu dan menyiapkan pertanyaan kepada para perekrut.

Bertindak seperti stalker

Membuka percakapan dengan “Saya sudah membaca blog Anda dan saya satu sekolah dengan anak-anak Anda” kedengeran lebih kayak stalker, dan hal ini wajib kamu hindari! Hati-hati saat berbicara, kamu nggak mau disangka “creepy” karena tahu terlalu banyak hal tentang perekrut atau lawan bicaramu kan? Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan