Creighton University Salah Satu Yang Pertama Menciptakan Gelar Fintech

Analisis data dan teknologi canggih menggerakkan industri keuangan. Creighton University tidak ingin mahasiswanya tertinggal dan menciptakan gelar FinTech untuk memastikannya.

Di antara yang pertama di negara ini, mahasiswa Creighton University Heider College of Business akan dapat memperoleh gelar di bidang Keuangan dan Teknologi, dimulai pada musim gugur. Hampir setengah dari kurikulum akan terdiri dari kelas-kelas yang baru dikembangkan yang berfokus pada pemrograman Python, pembelajaran mesin, blockchain, dan dasar-dasar FinTech. Gelar ini ditujukan untuk mempersenjatai siswa dengan keterampilan yang diperlukan di pasar keuangan saat ini dan untuk memberi mereka pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi mengganggu sektor keuangan.

Creighton University bukan satu-satunya sekolah yang memberikan pelatihan FinTech. “Banyak universitas menawarkan satu atau dua kursus FinTech, dan ada beberapa universitas yang menawarkan gelar pascasarjana di bidang FinTech.

Ide tersebut sudah beresonansi dengan siswa Creighton. Dunham mengatakan beberapa siswa yang mengejar gelar traditional finance telah beralih ke jurusan baru. “Sasaran akhirnya adalah bahwa jurusan FinTech baru Creighton akan membuat siswa kami sangat kompetitif di pasar kerja keuangan setelah lulus,” kata Dunham. “Hasil lainnya adalah bahwa siswa akan berada dalam posisi untuk mendapatkan pekerjaan dalam spektrum yang lebih luas dari peran yang baru-baru ini dikembangkan di bidang FinTech, seperti analis inovasi dan ilmuwan data.”

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tradisi Kelulusan Perguruan Tinggi Teraneh dan Terkonyol di Amerika

Bagi mereka yang lulus dari universitas tahun ini, sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada almamaternya.

Syukurlah, upacara kelulusan ada sebagai formalitas untuk difoto oleh orang tua mereka, dan sebagai kesempatan bagi lulusan baru untuk mengakhiri kerja keras selama bertahun-tahun dengan melemperkan topi toga mereka ke udara. Tapi tidak semua melempar topi toga mereka ke udara. Beberapa perguruan tinggi memiliki tradisi yang aneh.

Berikut adalah beberapa tradisi kelulusan yang paling aneh dan konyol di beberapa Universitas Amerika.

Lingkaran Diploma Smith College

Sementara sebagian besar lulusan menerima ijazah mereka ketika nama mereka dipanggil saat mereka berjalan melintasi panggung, di Smith College, di Northampton, Massachusetts, para lulusan mendapatkan ijazah secara acak. Mereka kemudian berjalan ke lapangan di kampus, lalu mereka membentuk Lingkaran Diploma.

Lingkaran Diploma, tradisi seabad, adalah ketika lulusan kelas berdiri di sekitar lingkaran konsentris sementara ijazah diteruskan dari siswa ke siswa hingga semua orang memiliki ijazahnya.

yale Theodore Dwight Woolsey

Yale University’s lucky toe

Siswa Yale memiliki tradisi yang agak aneh yang melibatkan jari kaki patung perunggu mantan presiden Yale Theodore Dwight Woolsey.

Pemandu wisata Yale secara rutin menjelaskan bahwa para siswa akan segera mendapat keberuntungan begitu mereka lulus. Legenda mengatakan bahwa Woosley, ketika dia menjadi presiden, akan menghadiri lomba kapal layar untuk mendukung tim kru Yale. Setiap kali dia menendang perahu dengan jari kaki kirinya untuk memulai balapan, tim Yale akan menang.

Sayangnya, bagaimanapun, legenda ini sebenarnya tidak memiliki dasar, dan jari kaki itu sendiri tidak diketahui sebagai keberuntungan.

This image has an empty alt attribute; its file name is 5ce70fedb8cb374b911def04

Lulusan di Wellesley College berlomba hoop kayu

Mahasiswa Wellesley College memiliki salah satu tradisi teraneh setelah lulus: mereka berlomba di hoop kayu di Jalan Tupelo.

Ini dimulai sebagai perayaan May Day untuk menghormati musim semi, tetapi segera berkembang menjadi tradisi hari kelulusan. Pemenang perlombaan ini dikatakan akan terus meraih kesuksesan. Pemenangnya juga disapu oleh siswa lainnya dan langsung dilempar ke Danau Waban.

Ini mungkin tampak seperti balapan yang mengasyikkan, tetapi kenyataannya sedikit lebih serampangan – para lulusan menjatuhkan rintangan mereka, bertabrakan satu sama lain, semuanya untuk memenangkan tempat pertama yang didambakan.

Williams College Thompson Memorial Chapel

Melempar Arloji Williams College

Di Williams College, tradisi merusak telah diadakan selama satu abad terakhir – membuang jam tangan dari Gereja Thompson, untuk merayakan berlalunya waktu. Mungkin para lulusan ini tidak ingin waktu terus berjalan. Jika mereka bisa menghentikan waktu kapan saja dalam hidup mereka, hari kelulusan adalah pilihan yang tepat.

Melempar arloji, seperti kebanyakan tradisi kelulusan, dikatakan membawa keberuntungan bagi pelempar.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Program Beasiswa di Swiss

Pemerintah Swiss kembali membuka Swiss Government Excellence Scholarships. Beasiswa internasional yang ditujukan bagi mahasiswa asing di luar Swiss. Khusus Indonesia, Beasiswa Pemerintah Swiss 2021 – 2022 dapat diikuti untuk studi S3, postdoktoral, dan riset.

beasiswapascasarjana.com

Kandidat yang terpilih akan memperoleh beasiswa S3 maksimum tiga tahun, beasiswa postdoktoral 12 bulan, dan beasiswa riset 12 bulan. Komponen beasiswa, di antaranya tunjangan bulanan 1.920 Swiss Franch, bebas biaya kuliah, asuransi kesehatan, lump sum untuk penerbangan di akhir beasiswa, tunjangan khusus perumahan 300 Swiss Franch di awal beasiswa, kartu transportasi umum untuk tarif satu setengah tahun, bimbingan dan kegiatan perjalanan, makan malam dan sejumlah tur wisata.

Pemerintah Swiss melalui Federal Comission for Scholarships for Foreign Students (FCS) memberi kebebasan bagi kandidat untuk memilih studi di 10 universitas Swiss, 2 institut teknologi, pusat penelitian, maupun universitas-universitas ilmu terapan yang ada di negara tersebut.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

13 Alasan mengapa harus kuliah diluar negeri

  1. CV lebih menarik

Pengalaman hidup diluar negeri jadi modal yang sangat bagus saat mencari pekerjaan. Karna kamu akan lebih lebih dilirik oleh perusahaan

2.Menguasai bahasa asing

Belajar bahasa inggris disekolah tentu jauh berbeda dengan hidup langsung di Negara Inggris. Tentu kamu akan lebih fasih ketika berinteraksi langsung, karna tidak ada pilihan untuk komunikasi selain bahasa dimana kamu tinggal

  1. Teman yang beragam

Bertemu dengan orang dari berbagai kalangan tidak hanya mengembangkan kemampuan sosialisasi, tp juga anda akan mengetahui karakter orang lain terutama mereka yang berasal dari budaya dan negara yang berbeda

  1. Long life friendship

Karna kalau sudah bertemu dengan teman yang cocok/akrab pasti pertemanan ini akan sangat berkesan seumur hidup bahkan ketika sudah kembali ke Indonesia

  1. Nyobain banyak makanan baru dan menarik

Tentu tiap negara beda menu makanannya , dan ini menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu buat kamu yang suka makan

  1. Beradaptasi dengan cara belajar yang berbeda

Ini bisa menjadi hal yang menakutkan, tapi ini juga akan membuka wawasan kita sehingga lebih variatif

  1. Mandiri

Belajar diluar negeri mengharuskan kita meninggalkan kenyamanan rumah dan fasilitasnya, tapi lihatlah ini sebagai tantangan baru bukan hal yang menakutkan

  1. Melihat budaya sendiri dengan lensa yang berbeda

Berada diluar Negeri mengubah pandangan kita tentang budaya yang selama ini kita anggap benar atau salah, pikiran kita jadi lebih toleransi terhadap segala budaya yang ada

  1. Lebih Dewasa
    Belajar diluar negeri mempercepat transisi dari remaja ke Dewasa karna harus mengurus diri sendiri.
  2. Dapatkan diskon pelajar internasional

Ada banyak diskon untuk kamu yang punya kartu mahasiswa

  1. Traveling
    Disela kuliah atau lagi libur bisa kamu manfaatkan untuk menjelajahi tempat wisata, museum dan tempat-tempat lainnya
  2. Kesempatan prospek kerja internasional

Meskipun, sebagai siswa internasional banyak yang memilih untuk tetap tinggal dan mengajukan visa kerja

  1. Dapatkan beasiswa internasional

Kuliah di luar negeri tidak harus membuat kamu jadi kere, ada banyak beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa internasional.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

London Series: KCL for Foundation, Foundation Program Ternama di Pusat London (English)

Foundation Programs are primarily targeted for international students who did not study a curriculum which awards grades accepted for admission into UK unis such as IB or A-Levels. These program are set up by universities and other education institutions who wish to assist international students to study in the UK. As a result, you will primarily befriend international students who are from asian countries, the middle-eastern countries and some European countries such as Russia and Ukraine. You will also find students who preferred taking foundation courses as opposed to conventional international high-school curriculums. 

Indonesian students who opt into attending foundation programs are usually graduates of high-schools that teach the national curriculum and don’t mind spending an extra year studying for grades before the typically 3-year UK university course that awaits them. Furthermore, some foundation programs award grades that also allow admission into UK foreign universities such as US universities.

Video taken from kingscollegelondon at https://www.youtube.com/watch?v=3hAg8hSNZgE&ab_channel=kingscollegelondon

Kings International Foundation Program

Overview

Kings International Foundation Program is hosted by King’s College London and is targeted for international students looking to enter into UK unis but don’t have the necessary qualifications. The lessons are carried out in three different formats; lectures, seminars and support class. The lectures and seminars are similar to conventional uni format where lectures involve the entire class and seminars are for smaller group discussions. However, the support classes are dedicated to focusing on assignments and supplementing seminars. For example, the assignments given in the support classes include essay practice such as finding sources for essays and the proper way to write essays in general.

Additionally, students of this program receive access to all services and facilities that King’s offers. This account of Kings International Foundation Program is provided by Davinka Azzahra (https://www.linkedin.com/in/davinka-azzahra-wahyudi-499259181), a graduate of the program and a recipient of an offer for Finance and Accounting at King’s College London.

King’s College London Bush House, photo by King’s College London from https://www.kcl.ac.uk/aboutkings/orgstructure/ps/estates/real-estate/completed/bush-house/index

Core Teaching Principle

A main teaching principle this program practices is normalising widely accepted academic conventions in university tasks. For example, the main activity Davinka practices this etiquette is essay-writing. Davinka shares that in Indonesia, she was used to being assessed based on multiple choice exams. On the other hand, in this program she found that her analytical and critical thinking skills were tested as most assignments were in the form of essays. She found that teaching the proper way to write academic essays by prioritising analysis over description and receiving constant feedback from her tutors has helped her immensely. She now feels that she is much more prepared in tackling university assignments due Kings International Foundation Program helping with her transition.

King’s College London Library, photo by King’s College London from https://www.kcl.ac.uk/new-students/begins/london/study-spaces

Progression Rate

In terms of progression this program is very reliable and is very supportive in a student’s application process. The program provides students with a personal tutor who assists the student in the form of helping write personal statements, helping choose unis suitable for each individual student and monitoring students’ grades to allow them to achieve their needed grades. Many top unis such as LSE and UCL admit graduates of this program into courses within their respective institutions. As a result, Davinka shares that many of the students within her cohort received offers from top unis such as UCL, Queen Mary and King’s themselves. Also, this foundation program is very reputable amongst UK unis.

For more information please contact:

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Link to King’s International Foundation Program:

https://www.kcl.ac.uk/study/foundations/internationalfoundation