9 Kontroversi Aturan Grammar Bahasa Inggris

grammar1Meskipun orang – orang berpendidikan menyetujui sebagian besar aturan tata bahasa Inggris atau grammar, namun ada beberapa poin penting dalam aturan grammar tersebut yang menimbulkan kontroversi bahkan menjadi perdebatan khususnya dalam aturan tata bahasa di zaman dulu.

1. Split Infinitive

Apa yang dimaksud dengan infinitive? Infinitive biasa juga disebut sebagai to infinitive, yaitu sebuah verbal yang terdiri dari sebuah particle ‘to’ yang merupakan bentuk sederhana dari verb (bare infinitive) yang dapat berfungsi juga sebagai noun, adjective, ataupun adverb. Infinitive biasanya berbentuk to + verb murni.

inf

Kontroversi grammar Bahasa Inggris yang pertama adalah split infinitive. Split infinitive itu merupakan terpisahnya to dengan verb. Selama berabad – abad banyak orang memperdebatkan aturan mengenai dua kata dari sebuah infinitive dalam bahasa Inggris (misalnya, ‘to’) tidak boleh terganggu oleh kata lain (seperti, ‘to not be’). Preferensi ini berasal dari sebagian infinitive yang muncul sebagai kata tunggal, maupun kata – kata yang dibagi dalam banyak bahasa termasuk bahasa Latin.

Ada saat dimana kita harus memisahkan infinitive verb ketika membantu memperjelas sebuah kalimat perbandingan seperti pada kalimat ini, “We expect our output to more than double”.

Namun, jika kita memisahkan infinitive pada beberapa kalimat ini dengan jarak yang terlalu panjang justru akan terlhat sangat kaku, dengan contoh kalimat berikut ini “ He began to slowly but surely turn the company round.” Sebaiknya and bisa menggantinya dengan “He began to turn the company round, slowly but surely.”

2. Menempatkan Preposition (kata depan) di akhir kalimat

prepositionPreposition (kata depan) merupakan kata depan atau kata yang digunakan untuk menghubungkan antara noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti)dengan kata – kata yang lainnya yang ada di dalam sebuah kalimat. Penempatan preposisi pertama kali di ucapkan oleh John Dryden tahun 1672 dan di kritik oleh Ben Jonson 1611 dengan contoh kalimat “The bodies that those souls were frighted from.”

Penggunaan preposisi di akhir kalimat tersebut tidak tepat. Namun jika kita ingin menempatkan preposisi di akhir kalimat lebih tepat jika digunakan untuk kalimat Tanya, seperti  “where are you from?”. Jadi, penggunaan preposition yang tepat itu terdapat dalam kalimat yang berbentuk passive structures, relative clauses, infinitive structures, dan juga kalimat tanya dengan awalan who, where, what, dan lainnya.

Namun, untuk kalimat tanya pun kita perlu hati – hati menuliskan atau mengucapkan beberapa kalimat tanya yang tidak memerlukan preposisi seperti : “Where are you going to?” atau “Where are you at?” karena cukup dengan tanpa menggunakan preposisi, seperti “Where are you going?” dan juga “where are you?”

3. Penggunaan kata umum atau general “one”

thouJika kembali ke zaman dulu, banyak di temui pada beberapal kalimat bahasa Inggris, dimana penutur bahasa Inggris sering menggunakan kata “one” untuk merujuk kepada orang yang tidak ditentukan. Selain itu, mereka juga menggunakan pronoun (kata ganti) seperti “thou” dan “thee”.

Namun pada zaman modern ini banyak orang berpendapat bahwa kata “one” terdengar lebih kuno dan tidak spesifik. Dan mereka lebih menyukai penggunaan kata “you” seperti dalam kalimat “You can’t always get what you want.

4. Penggunaan kata general yang belum diketahui gendernya

rapunzelKontroversi tata bahasa yang selanjutnya adalah, penggunaan kata standar “he” untuk merujuk kepada seseorang yang tidak diketahui gendernya menimbulkan banyak perdebatan. Karena kata “he” merujuk kepada laki –laki, dan untuk perempuan sudah jelas memakai kata “she”. Seharusnya, jika membuat sebuah kalimat atau artikel yang berbicara mengenai orang secara umum harus menggunakan kata “man” atau “mankind” karena bisa merujuk kepada perempuan juga.

Nah, sebenarnya mengenai hal ini banyak orang mulai melibatkan dan mempertanyakan aturan ini semenjak abad ke -19. Kenapa harus menggunakan kata “he” untuk merujuk kepada orang yang belum di ketahui gendernya? Bagaimana kalau pesan tersebut melibatkan seorang perempuan? Hal ini tentu akan menjadi rancu. Seperti pada contoh kalmat ini, “a good trader follows his instincts,” yang artinya seorang pedagang yang baik haraus mengikuti nalurinya. His disini kan berlaku untuk laki – laki, dan berarti setiap pedagang harus memiliki gender laki – laki, bukan? akan tetapi kalimat ini merupakan suatu ungkapan yang berlaku untuk semua gender.

Sayangnya, tidak ada solusi yang simple untuk permasalahan ini dan masih menjadi perdebatan hingga kini. Dimana penggunaan kata “he” atau “she” jika digabungkan akan menjadi sebuah kalimat yang terlalu detail atau bertele – tele, sedangkan jika menggunakan kata “they” itu juga akan melanggar aturan grammar lainnya karena menggunakan kata ganti jamak hanya untuk merujuk kepada satu orang.

5. Memulai sebuah kalimat dengan kata penghubung (conjunctions)

ConjunctionsKita sering mendengar bahwa tidak harus memulai kalimat dengan kata “and” dan “but” ataupun konjungsi lainnya. Menurut Chicago Manual Style, “tidak ada landasan atau sejarah dalam tata bahasa”. Sedangkan, alasan untuk memulai kalimat dengan konjungsi bisa saja termasuk menyederhanakan kalimat yang panjang dan kompleks.

Meskipun kita bisa saja melanggar aturan ini, tapi jangan sampai kalimat yang kita sampaikan akan membuat orang yang membaca menjadi kebingungan. Sebaiknya, tidak perlu menggunakan konjungsi di awal kalimat  apalagi untuk sebuah tulisan formal.

6. Menggunakan “like” sebagai konjungsi

Seperti kalimat, “like I was saying,” mungkin kedengarannya baik – baik saja bagi sebagian orang, akan tetapi bagi tidak bagi aturan tata bahasa. Dan mengatakan harus mengganti “like” untuk berkoordinasi dengan penghubung lainnya seperti “as”.

Penggunaan “like” dalam konjungsi subordinatif (sebuah kata yang menghubungkan dua klausa) sebelumnya telah di catat di awal abad ke – 15). Meskipun demikian, “masih disukai dan dianggap diterima dalam bahasa Inggris formal” menurut New Oxford American Dictonary.

Dalam bahasa Inggris yang benar, kata “like” paling sering digunakan sebagai preposisi, seperti dalam kalimat “fly like a bird”, dan juga terkadang digunakan sebagai kata benda maupun kata sifat.

7. Penggunaan kata “who” dan “whom”

whoPenggunaan kedua kata ini biasanya kita pelajari dalam adjective clause. Dalam tulisan formal, kita biasanya harus menggunakan kata “whom” untuk kasus objektif “who”. Dan penggunaan kata – kata ini sebenarnya tidak menjadi permasalahan dalam tata bahsa, dikarenakan kedua kata tersebut tidak mempunyai perbedaan apapun.

Walaupun kenyataannya, dalam grammar kedua kata ini memiliki perbedaan sangat signifikan. Sebagai contoh kedua kalimat berikut ini :

–          The woman whom I mentioned yesterday is Mila

–          The woman who came yesterday is Mila

8. Kata ganti setelah “than” dan “as” atau setelah menghubungkan kata kerja

Pilihan mana yang biasa anda gunakan dalam menggabungkan kalimat, apakah “She is taller than I,” atau “She is taller than me”?

Beberapa orang berpendapat bahwa “than” dan “as” merupakan kata sambung, maka dari itu harus diikuti oleh kata ganti subjektif (misalnya, “I” dan “she”) dengan klausal terpasang yang tersirat maupun yang tidak tersirat (seperti pada contoh di atas, menjadi “She is taller than Iam”)

Tetapi pada beberapa kesempatan banyak yang mengungkapkan seperti “ A man no mightier than thyself or me…”), pilih dengan menggunakan kata ganti objektif (seperti “me” dan “her”) pada kasus ini “than” dan “as” berperan sebagai preposisi. Tapi, anda bisa menggunakan mana yang lebih baik karena kedua bentuk kalimat di atas bisa diterima menurut aturan tata bahasa.

9. Apakah perbedaan sebenarnya antara “less” dan “fewer”?

less fewerDalam grammar bahasa Inggris, Anda sering mendengar kata “less” untuk menyatakan sesuatu yang tidak dapat dihitung dan “fewer” untuk sesuatu yang dapat di hitung yang artinya sama – sama menyatakan “sedikit”. Dengan contoh, “I drank less beer and smoked fewer cigarettes.”

Tapi kenyataan terkadang menyatakan sebaliknya, karena kata “less” biasanya digunakan untuk sesuatu yang bisa di hitung, aturan mengenai “less” dan “fewer” ini di buat pada tahun 1770.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan