1. Apakah kamu harus takut?
Tidaklah berlebihan jika kamu takut berkunjung ke Korea Selatan, bukan karena kamu jauh dari orang tua melainkan karena konfliknya dengan Korea Utara. Banyak berita yang mengkhawatirkan terkait kedua negara tersebut apalagi berita gencatan senjata. Di 10 tahun terakhir ini, kita sudah tidak asing dengan berita perang saudara dan antar negara. Ratusan ribu warga tewas dan luka-luka. Kamu mungkin bisa membayangkan bagimana nasib para pelajar Indonesia di Suriah. Bukan tidak mungkin lagi jika keadaan memanas, Korea Utara dan Selatan mungkin akan benar-benar melakukan gencatan senjata. Semoga saja tidak dan tidak akan pernah. Isu perang menjadi alasan yang sangat masuk akal buat kamu untuk merasa takut. Walaupun begitu, kamu tidak harus terus-menerus takut dan mengurungkan niat utuk berkunjung ke Korea Selatan. Kamu hanya perlu memilih tempat yang lebih aman untuk anda kunjungi. Yang terpenting kamu menjauhkan diri dari tempat-tempat rawan seperti daerah perbatasan. Meskipun banyak tempat menakjubkan di sana, mendingan cari tempat yang aman aja deh.
2. Gunung Berapi
Satu-satunya gunung berapi yang aktif di sana ialah Gunung Baekdusan yang terlatak di perbatasan antara Korea Utara dan China. Erupsi terakhir terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu yakni tahun 1903. Para ahli volkanologi memprediksikan gunung itu meletus tiap 100 tahun sekali dan sekarang sudah tahun 2014. Apa itu dapat mengurungkan niatmu pergi ke sana?
3. Gempa Bumi
Gempa bumi hampir sering terjadi setiap negara di seluruh dunia, khususnya Asia. Namun, Korea Selatan sangat berbeda dengan negara dekatnya, Jepang yang lebih sering terkena gempa. Walaupun gempa bumi jarang terdengar di Korea Selatan namun,setidaknya masih ada gempa-gempa kecil di sana.4. Angin Topan
Angin topan sering terjadi di bulan Mei dan November di tiap tahun. Angin topan kadang datang dengan kekuatan yang cukup besar dan merusak beberapa bangunan. Namun angin topan yang besar masih jarang terjadi. Hanya saja di musimnya, akan terjadi hujan lebat dan angin yang akan memaksa kamu untuk menghabiskan waktu di dalam rumah saja.5. Kekerasan
Seperti di negara-negara lain pada umumnya, kriminal juga ada di Korea Selatan. Tapi, banyak orang asing yang tidak terlalu khawatir dengan itu. Kejahatan di jalan juga jarang terjadi. Kamu tidak perlu takut dengan perampokan, pengeroyokan maupun penculikan. Di korea, senjata api sangat dilarang dan ilegal. Itulah mengapa Korea Selatan sangat aman dan jauh dari tindakan kriminal. Mungkin hanya ada beberapa perselisihan orang-orang yang mabuk. Kamu akan tetap aman jika anda menghindar dan tidak mengganggu.6. Pencopetan
Korea Selatan mempunyai angka kejadian perampokan yang rendah. Jadi, kamu juga tidak perlu khawatir kecopetan ataupun dirampok.7. Peningkatan Jumlah Pengendara Mobil
Anda mungkin sangat aman dan terhindar dari tindakan kriminal, tapi saat di Korea Selatan ada baiknya kamu waspada dengan banyaknya mobil di sana. Jumlah pengendara mobil di sana cukup pesat lho. Saat sedang berjalan-jalan, berhati-hatilah. Jarak antara pejalan kaki dan pengendara mobil cukup dekat. Itulah mengapa kamu harus selalu berati-hati dan fokus saat berjalan kaki apalagi di jalanan besar. Meskipun sudah ada tanda diperbolehkan berjalan, kamu tetap harus hati-hati karena banyak kemungkinan ada pengendara yang terlalu agresif dan tidak memperhatikan rambu-rambu lalulintas. Berjalan kaki di Seoul agak menakutkan bagi yang belum terbiasa. Apabila kamu berencana liburan di sana sebaiknya tetap selalu berhati-hati ketika ada di jalan.
8. Taksi
Tidak semua sopir taksi identik dengan tindakan kriminal. Taksi memang dikenal buruk karena terlaltu agresif. Mungkin ada beberapa yang mempunyai reputasi buruk, di beberapa tahun lalu mereka, para sopir terkenal suka merampok turis asing. Bagaimanapun juga, pemerintah Korea Selatan selalu berusahan untuk membersihkan hal-hal buruk seperti itu.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com

Untuk jarak jauh, baik jarak antara kota dan provinsi di layani oleh korail. Misalnya dari Seoul menuju Busan, kota nomor dua terbesar, orang dapat menumpang Korail atau bullet train yang di beri nama KTX (Korea Train Express). Perjalanan yang biasanya memakan waktu 5-6 jam dipercepat menjadi 3 jam. Hal ini mempermudah dan mempercepat transportasi antara dua kota besar itu atau dengan kota-kota lainnya.
Di Seoul, penggunaan transportasi umum memiliki banyak keuntungan. Pertama mereka tidak harus membayar biaya pemilikan seperti gas, pajak, asuransi, dan parkir. Kedua, mereka bisa menhindari macet terutama pada saat pulang-pergi kantor. Dengan subway waktu tempuh perjalanan lebih akurat dan bisa diprediksi. Ketiga, mereka meningkatkan aktivitas fisik. Karena kebanyakan orang kota terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berolahraga, berjalan kaki adalah sarana untuk membakar kalori. Keempat, sambil berjalan kaki kita bisa menikmati banyak pemandangan, jualan kaki lima, atau pertokoan bawah tanah yang biasanya ada setiap stasiun kereta.
Salah satu stasiun subway yang paling padat adalah Sindorim. Sepuluh tahun sebelumnya kompleks apartemen terbaru saat itu adalah Tae Young Apt yang kelihatan megah dan mewah. Tahun 2000, salah satu apartemen berkamar tiga harganya 600 juta won. Sekarang, Sindorim menjadi distrik yang di penuhi oleh gedung pencakar langit, apartemen, kondominium, perkantoran, hotel, dan mal modern. Kompleks Tae Young sudah kelihatan ketinggalan zaman. Tumbuhnya gedung-gedung tinggi seperti jamur ini tidak disertai dengan hiruk-pikuk, semerawut, atau kekotoran jika ada konstruksi besar. Semuanya berlangsung tenang, dalam hitungan bulan satu gedung baru tiba-tiba berdiri didepan mata.
Technomart tidak kalah populer, tapi karena di bangun pada tahun 2007, dengan desain yang lebih sederhana, maka ini bukanlah tempat santai keluarga. Para penduduk sekitar dan pengunjung dari distrik lain berkunjung untuk berbelanja. Pusat belanja bawah tanah, supermarket (E-Mart), food court, pusat elektronik, dan playground bagi anak-anak semuanya menawarkan harga yang lebih murah dari mal tetangganya.
Hanya dengan berjalan kaki, kita akan menjumpai Cheonggychon atau dalam bahasa Korea berarti Sungai Cheonggye. Tempat ini sangat indah terutama di malam hari dan ada even khusus. Sungai kecil tersebut dialiri sungai yang jernih, sementara koridor ditepinya menjadi tempat orang berjalan kaki, dan banyak juga pasangan muda-mudi yang berpacaran di situ. Dulunya Chenggyechon memang sungai kecil tapi selama lima puluh tahun, ketika pembangunan kota Seoul membutuhkan jalan, sungai itu ditimbun dan dijadikan jalan raya. Di masa Lee Myun Bak menjadi walikota di Seoul ia mengembalikan Chenggyechon menjadi sungai. Kebijakannya banyak dikecam karena dianggap pemborosan dan ia di tuduh pemimpin yang terobsesi dengan air. Tapi saat ini Chenggyechon menjadi objek wisata penduduk Seoul dan wisatawan asing; itu membuktikan bahwa kebijakan Lee Myun Bak membawa keuntungan. Setelah menjadi walikota Seoul, Lee Myun Bak menjadi Presiden Korea untuk periode 2008-2013.











