Di dunia pendidikan banyak sekali mata kuliah yang menjadi perhatian banyak orang sehingga setiap kelasnya selalu penuh oleh mahasiswa yang bahkan tidak menggambil jurusan yang sama. Yang lebih mengherankan bahwa sesungguhnya kelas tersebut hanya membahas hal-hal sederhana seperti mata kuliah Introduction to Computer Science di Universitas Harvard atau mata kuliah Introductory Oceanography di Universitas Cornell dan livestock course milik Temple Grandin di universitas Colorado State.
Para professor yang mengajar mata kuliah tersebut telah berhasil membuatnya menarik lebih dari sekedar pelajaran biasa. Hal tersebut membuat universitas jadi lebih mementingkan pengajaran dari pada pelajaran yang diberikan sehingga mereka membahasnya secara lebih mendalam dalam diskusi.
Mereka ingin agar mahasiswa lebih terlibat dalam kegiatan di perkuliahan daripada sekedar datang dan mendengarkan ceramah. Dengan pengajaran yang baik maka mahasiswa tidak hanya datang untuk menyerap pelajaran namun mereka akan bisa menerapkannya secara langsung dalam praktek.
Universitas ingin menjadi lebih baik karena persaingan di dunia saat ini sudah semakin meningkat. Sebagai contoh dengan berkembangnya teknologi maka sekarang ada mata kuliah yang dapat diambil secara online. Oleh karena itu mata kuliah yang diambil langsung di universitas harus bisa menyajikan sesuatu yang lebih dari sekedar menonton video kuliah di internet.
Para pengajar juga mendapat tantangan untuk tetap mempertahankan perhatian mahasiswa pada kuliah agar tidak merasa bosan. Berbagai macam cara dilakukan oleh pengajar untuk melaksanakannya contohnya mata kuliah Extreme Weather oleh Prof. Perry Samson di University of Michigan mengharuskan mahasiswanya untuk menjawab pertanyaan dengan menggunakan telepon atau laptop, pengajar yang lain menciptakan permainan dalam pelajarannya, dan ada yang menerapkan sistem poin yang harus didapatkan mahasiswa jika ingin lulus.
Mari kita lihat berbagai macam mata kuliah yang mendapatkan banyak perhatian di dunia.
INTRODUCTION TO COMPUTER SCIENCE
Universitas Harvard Pengajar: David J. Malan
Jumlah mahasiswa: 700 orang (kelas terbesar kedua di Harvard dibawah kelas Ekonomi yang diajar oleh N. Gregory Mankiw)
Pengajaran di kelas ini terkenal karena dapat diambil secara online, namun para mahasiswa lebih memilih mengambil pelajaran ini secara langsung di kampus meskipun pengajarannya dilakukan mulai malam hari. Pada pengajaran yang dimulai pada jam 9 malam mahasiswa akan disuguhi dengan pizza selama pelajaran, Chinese food untuk jam 1 pagi, dan pancake untuk jam 5 pagi.
Karena itulah pengajarannya diadakan di ruang makan. Saat pameran untuk tugas akhir mereka bahkan dapat menarik 2.200 pengunjung tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun juga murid SMA.
INTRODUCTION TO CULTURAL ANTHROPOLOGY
Kansas State University Pengajar: Michael Wesch
Jumlah mahasiswa 200 orang di musim semi dan 400 orang di musim gugur dengan 10 sampai 20 persen mahasiswa dalam daftar tunggu untuk mengikuti kelas ini.
Pelajaran di kelas ini diberikan dengan simulasi tentang dunia yang menarik dalam bentuk game dimana mahasiswa dibagi menjadi beberapa koloni dengan sumber daya yang terbatas. Selanjutnya mereka harus menukarkan sumber daya tersebut untuk membuat senjata dan menerapkan beberapa aturan tertentu. Senjata yang dibuat digunakan untuk perang marshmallow.
INTRODUCTORY OCEANOGRAPHY
Universitas Cornell Pengajar: Bruce Monger
Jumlah mahasiswa: 800 orang ruang kelas baru mampu menampung 1.324 orang.
Pengajar menerangkan pelajarannya dengan berbagai aktivitas dalam kelas, ia juga membuat sebuah website itsmyocean.org untuk pelajarannya. Ia ingin mahasiswa memiliki kepedulian lebih terhadap kehidupan laut dan undang-undang yang mengaturnya.
THE ART OF WALKING
Universitas: Centre College Pengajar: C. Kenneth Keffer Jr.
Jumlah mahasiswa: 30 orang untuk pelajaran dalam kelas
Saat belajar mahasiswa akan dibawa untuk benar-benar berjalan sejauh 15 sampai 20 mil. Sementara itu bahan bacaan filosofi yang dibuat oleh Martin Heidegger akan dibawakan saat pelajaran dalam kelas. Dengan berjalan mahasiswa diharapkan agar dapat membuka pemahamannya dalam seni tersebut dan lebih mengerti tentang dunia dan bagaimana menghabiskan waktu.
PHILANTHROPY: CAN WE MAKE THIS A BETTER WORLD THROUGH GENEROSITY? di Universitas Princeton dan PHILANTHROPY: PRIVATE INITIATIVES FOR THE PUBLIC GOOD di University of Virginia
Pengajar: Stanley N. Katz untuk universitas Princeton dan Paul S. Martin untuk universitas Virginia
Jumlah mahasiswa: 15 orang and 18 orang
Mahasiswa akan diberikan uang dengan batas waktu tertentu untuk menghabiskannya dalam kegiatan amal. Dengan demikian mahasiswa akan berdiskusi satu dengan yang lainnya tentang cara terbaik untuk menghabiskan dana tersebut. Amal tersebut diberikan untuk berbagai bidang seperti makanan, pengobatan atau rumah. Dengan demikian mahasiswa akan benar-benar belajar ini dari amal yang mereka lakukan.
EXTREME WEATHER
University of Michigan Pengajar: Perry J. Samson and Stephen W. Bougher
Jumlah mahasiswa: 165 orang
Disini mahasiswa akan melihat berbagai sumber dalam website yang sudah diciptakan pengajar. Mereka kemudian menjawab pertanyaan dan menganalisa berbagai data yang didapatkan.
WORLD REGIONS
Virginia Tech Pengajar: John Boyer
Jumlah mahasiswa: 2.800 orang pada musim gugur dan 600 orang pada musim semi.
Dalam pengajarannya mahasiswa diharapkan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kelas dan mengerjakan tugas yang akan memberikan mereka point. Interaksi dalam kelas dilakukan melalui twitter, smartphone, dan pembicaraan langsung dengan tokoh penting internasional lewat skype.
LIVESTOCK HANDLING
Colorado State University Pengajar: Temple Grandin
Jumlah mahasiswa: 50 orang
Pengajar akan mengajarkan cara pengamatan yang lebih baik. Mereka akan diajak ke peternakan untuk mengamati perilaku mereka kemudian mendesain sistem dan peternakan mereka sendiri dengan batasan yang realistis seperti jalan raya, banguan, sungai, dan sebagainya.
GLOBAL JAZZ FORUM
Berkley College of Music Pengajar: Danilo Pérez
Jumlah mahasiswa: 20 orang dari Berklee’s Global Jazz Institute sementara 200 orang akan mendaftar dan mengikuti audisi untuk 15 tempat yang tersisa.
Pengajar akan mengajak mahasiswa ke tempat-tempat yang tidak biasa dam meminta mereka untuk menemukan inspirasi musiknya disana. Dengan berbagai macam ide yang dihasilkan diharapkan mahasiswa mampu mengatasi berbagai batasan normal yang ada saat ini.
SELF THEORIES
Universitas Stanford Pengajar: Carol S. Dweck
Jumlah mahasiswa : 140 orang sementara 200 orang akan mendaftar untuk 16 tempat yang tersisa.
Pengajar akan mengajak mahasiswa mendalami lebih lanjut mengenai arti kesuksesan dan pencapaian yang sebenarnya. Ia ingin agar mahasiswa memahami mind set yang dapat mengubah kehidupan seseorang dan mengatasi ketakutan yang mereka miliki melalui berbagai tantangan yang harus mereka lakukan seperti bernyanyi dalam bus, berbicara pada orang asing, memberikan pidato, dan lain sebagainya.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by