Recommended MBA School; Yu Liat Hasil Survey Financial Times Soal Sekolah MBA

mbaBagaimana caranya kita dapat mengukur kepopuleran program MBA? Apakah kita harus melihat hal-hal didepan seperti banyaknya mahasiswa yang mendaftar? Apakah kita perlu melihat nilai Graduate Management Admission Test atau Grade Point Average yang mereka dapatkan di tingkat sarjana? Haruskah kita melihat hal-hal di kemudian hari seperti tingkat gaji mula-mula, tingkat penerimaan pegawai, dan pilihan pekerjaan yang tersedia? Belum lagi cara lain dengan menanyakan pendapat langsung pada para mahasiswa. Tentu saja semua cara tersebut bisa dan benar untuk dilakukan. Namun jika kita mengevaluasi sekolah bisnis maka kebanyakan pendaftar akan menanyakan satu pertanyaan serupa yaitu apakah MBA akan dapat membantu mereka mendapatkan pekerjaan setelah 2 tahun belajar. Dalam tingkat pemikiran manusia pada umumnya, perusahaan menerima orang-orang yang berasal dari sekolah yang juga membawa kesuksesan pada mereka. Menurut survey ‘2014 Global MBA Rankings’ yang dilakukan oleh Financial Times, beberapa lulusan terlihat lebih menarik dibandingkan dengan lulusan yang lain. Mereka memberikan pertanyaan pada para alumni untuk memberikan rekomendasi sekolah mana yang lulusannya akan mereka terima bekerja. Pertanyaan ini memiliki bobot 2 persen dalam penentuan peringkat sekolah mereka.

Cara yang dilakukan oleh Financial Times untuk mengukur popularitas

Hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan terutama karena narasumber terdiri dari para alumni yang sudah menyelesaikan kuliah MBA mereka di tahun 2010 sehingga mereka memiliki cukup banyak waktu untuk menerapkan dan merefleksikan pengetahuan yang mereka dapatkan semasa kuliah. Selain itu mereka juga telah berinteraksi dengan alumni dari universitas lain. Dapat dikatakan bahwa narasumber yang digunakan oleh Financial Times terdiri dari para eksekutif yang akan memiliki hak untuk memilih orang yang akan mereka pekerjakan. Dengan kata lain pendapat mereka sangatlah penting. Financial Times menggunakan 10.986 responden dari 153 sekolah dengan persentasi respon sebesar 47 persen. Untuk dapat masuk dalam peringkat mereka, setiap universitas harus memiliki setidaknya 20 persen alumni yang mengisi sebanyak 20 survey yang diberikan. Peringkat tersebut termasuk data yang didapatkan selama 2 tahun dengan beban 60 banding 40 untuk data yang didapatkan pada tahun 2014/2013 dan beban 70 banding 30 untuk data yang didapatkan pada tahun 2014/2012. Data-data tersebut dikumpulkan pada bulan September dan oktober tahun 2013.

Harvard muncul pada peringkat atas

Harvard-Business-School Pada survey yang mengukur kepopularan nama sekolah dan hasil akhirnya. Sekali lagi Harvard Business School muncul pada peringkat nomor 1 pada survey yang dikerjakan oleh para alumni, hasil ini sama seperti tahun sebelumnya. Hasil yang sama juga didapatkan pada survey yang dilakukan oleh U.S. News & World Report. Namun pada survey yang dilakukan oleh Financial Times untuk mengukur keberhasilan dan prestasi hasil yang didapatkan sangat mengejutkan karena Harvard Business School jatuh ke posisi 50. Hal ini mengindikasikan bahwa para alumni Harvard merasa bahwa pendidikan yang mereka dapatkan tidak membantu mereka.

Para alumni merekomendasikan Babson College

Arthur_M._Blank_Center,_Babson_College_-_IMG_0388 Babson College yang berada pada peringkat 95 pada survey menyeluruh Financial Times secara mengejutkan berada pada peringkat 30 di survey yang dikerjakan oleh para alumni. Universitas ini juga berada di peringkat 20 besar pada survey proses karir yang ditempuh alumni. Beberapa universitas yang berada di posisi yang lebih tinggi pada survey yang dikerjakan oleh para alumni jika dibandingkan dengan posisi yang didapatkan pada survey menyeluruh Financial Times antara lain Western University/Ivey di Canada, Indian Institute of Management Bangalore di India, Brigham Young University, McGill University di Canada, Boston College, George Washington University, Arizona State University, dan Boston University. Dan sebaliknya Cambridge Judge Business School di Inggris berada diantara sekolah yang hasil survey keseluruhannya melebihi hasil survey yang dikerjakan oleh para alumni. Universitas ini berada pada peringkat 16 pada survey keseluruhan sedangkan pada survey yang dikerjakan oleh para alumni ia berada di peringkat 47 selama 2 tahun berturut-turut. Selain itu ia juga berada pada peringkat 10 besar untuk survey hasil akhir, survey perjalanan karir, dan survey nilai uang yang dikeluarkan.

Universitas dari Australia semakin populer

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya Fudan University School of Management di Cina mendapatkan kenaikan tingkat yang paling besar dari peringkat sebelumnya pada nomor 99, tahun ini ia berada pada peringkat 86 di survey yang dilakukan oleh Financial Times. Selain itu the Australian Graduate School of Management dan Melbourne Business School yang juga berada di Australia mendapatkan peningkatan popularitas yang cukup besar. Sebaliknya peringkat dari the University of Washington, Vlerick Business School di Belgium, dan University of Maryland masing-masing jatuh sebanyak 8 angka.

Hasil Peringkat dari Survey Financial Times

Peringkat Alumni 2014 Peringkat Alumni 2013 Peringkat Alumni total 2014 Nama sekolah Negara
1 1 1 Harvard Business School Amerika
2 2 2 Stanford Graduate School of Business Amerika
3 3 4 University of Pennsylvania: Wharton Amerika
4 4 3 London Business School United Kingdom
5 5 8 MIT: Sloan Amerika
6 6 15 Northwestern University: Kellogg Amerika
7 8 5 INSEAD Perancis / Singapura
8 7 5 Columbia Business School Amerika
9 9 9 University of Chicago: Booth Amerika
10 10 11 University of California at Berkeley: Haas Amerika
11 14 17 Duke University: Fuqua Amerika
12 13 17 New York University: Stern Amerika
13 13 20 Dartmouth College: Tuck Amerika
14 11 30 Indian Institute of Management, Ahmedabad India
15 15 23 University of Michigan: Ross Amerika
16 16 12 IMD Switzerland
17 17 10 Yale School of Management Amerika
18 18 7 Iese Business School Spanyol
19 20 27 University of Virginia: Darden Amerika
20 19 39 University of Texas at Austin: McCombs Amerika
21 21 68 Indian Institute of Management, Bangalore India
22 21 36 Indian School of Business India
23 23 27 Cornell University: Johnson Amerika
24 24 26 UCLA: Anderson Amerika
25 22 34 Carnegie Mellon: Tepper Amerika
26 25 33 University of North Carolina: Kenan-Flagler Amerika
27 26 21 HEC Paris Perancis
28 28 13 IE Business School Spanyol
29 27 51 University of Toronto: Rotman Canada
30 29 95 Babson College: Olin Amerika
31 31 47 Indiana University: Kelley Amerika
32 33 22 Esade Business School Spanyol
33 32 17 Ceibs Cina
34 34 23 University of Oxford: Saïd United Kingdom
35 30 89 Western University: Ivey Canada
36 39 41 Emory University: Goizueta Amerika
37 35 36 Georgetown University: McDonough Amerika
38 37 14 Hong Kong UST Business School Cina
39 38 75 Boston University School of Management Amerika
40 36 66 York University: Schulich Canada
41 41 46 Cranfield School of Management United Kingdom
42 40 25 Warwick Business School United Kingdom
43 42 84 McGill University: Desautels Canada
44 43 65 University of Southern California: Marshall Amerika
45 45 32 National University of Singapore B-School Singapura
46 46 93 Brigham Young University: Marriott Amerika
47 47 16 University of Cambridge: Judge United Kingdom
48 44 43 Manchester Business School United Kingdom
49 55 59 Vanderbilt University: Owen Amerika
50 46 82 Boston College: Carroll Amerika
51 49 87 Arizona State University: Carey Amerika
52 51 35 Rice University: Jones Amerika
53 52 62 Pennsylvania State University: Smeal Amerika
54 48 52 Michigan State University: Broad Amerika
55 50 75 Texas A & M University: Mays Amerika
56 56 49 Imperial College Business School United Kingdom
57 58 71 Georgia Institute of Technology: Scheller Amerika
58 53 70 Ohio State University: Fisher Amerika
59 54 39 Rotterdam School of Management (Erasmus) Belanda
60 56 56 Purdue University: Krannert Amerika
61 71 68 Melbourne Business School Australia
62 59 31 SDA Bocconi Itali
63 62 81 Wisconsin School of Business Amerika
64 72 62 Australian Graduate School of Management Australia
65 63 38 Nanyang Business School Singapura
66 65 57 Peking University: Guanghua Cina
67 67 99 George Washington University Amerika
68 74 88 University of St Gallen Switzerland
69 61 50 University of Maryland: Smith Amerika
70 69 72 University of British Columbia: Sauder Canada
71 68 41 City University: Cass United Kingdom
72 64 58 University of Washington: Foster Amerika
73 73 94 Wake Forest University: Babcock Amerika
74 70 29 University of Hong Kong Cina
75 75 64 Washington University: Olin Amerika
76 76 54 University of Minnesota: Carlson Amerika
77 73 44 University of Illinois at Urbana-Champaign Amerika
78 77 92 Tulane University: Freeman Amerika
79 78 77 Lancaster University Management School United Kingdom
80 84 48 University of California at Irvine: Merage Amerika
81 82 66 Mannheim Business School Germany
82 78 84 University of California, San Diego: Rady Amerika
83 87 55 University of Rochester: Simon Amerika
84 84 98 University of California, Davis Amerika
85 80 95 EMLyon Business School Perancis
86 99 83 Fudan University School of Management Cina
87 88 59 University of Cape Town GSB South Africa
88 88 89 European School of Management and Technology Germany
89 81 100 Vlerick Business School Belgium
90 89 79 Coppead Brazil
91 94 61 Hult International Business School Amerika, United Kingdom, UAE, Cina
92 92 97 Durham University Business School United Kingdom
93 93 77 Shanghai Jiao Tong University: Antai Cina
94 93 45 Sungkyunkwan University GSB South Korea
94 94 80 University of Pittsburgh: Katz Amerika
96 99 52 The Lisbon MBA Portugal
97 95 73 University of Strathclyde Business School United Kingdom
98 97 91 University College Dublin: Smurfit Irlandia
99 96 84 University of Bath School of Management United Kingdom
100 98 74 Tias Belanda
Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

TULIP Scholarship, Beasiswa kuliah ke Malaysia

TULIP CLogoKabar gembira buat kamu yang mau beasiswa ke Malaysia, Taylor’s University menawarkan kamu Taylor’s University Leadership and Innovation Programme (TULIP). TULIP adalah salah satu beasiswa dari Taylor’s University yang bertujuan memudahkan kamu menjadi pribadi yang baik dan mudah dalam mencari pekerjaan. Program ini nggak hanya menawarkan beasiswa tapi juga memberikan program-program kepemimpinan dan inovasi yang berguna meningkatkan kemampuan kerja kamu kamu setelah lulus sarjana.

Berikut beberapa bidang yang bisa kamu ikuti :

  • Leadership Development Programme
  • Innovation and Entrepreneurship Training Programme
  • Internship with Top Employers
  • Global Mobility Programme
  • Service Learning
  • Scholarship up to 100% tuition fee waiver

Syarat buat mendaftar beasiswa :

GPA kamu min. 3,50 (minimal nilai C untuk 3 mata kuliah dan aktif dalam berbagai organisasi dan ektrakurikuler.

Program-program untuk gelar yang kamu dapatkan dari TULIP yakni :

  • Farmasi
  • Ilmu Komputer
  • Bisnis
  • Bioscience
  • Teknik
scholarshipJika kamu memenuhi syarat diatas kamu bisa daftar sekarang juga. Taylor University juga punya beasiswa lain yang bisa juga kamu ikuti seperti Taylor’s Merit Scholarship, Medical Excellence Scholarship, Taylor’s Law Scholarship and many more. Kamu bisa langsung cek di www.taylors.edu.my/unischolarship klik Taylor’s scholarship. untuk kamu yang mau tau informasi lebih lanjut bisa hubungi Miss Gelardine di 017-345 1803 atau langsung email ke : finalcialaid@taylors.edu.my.

Berkuliah di Negeri Jiran: Taylor’s University, Malaysia

Kuliah di Taylor’s University (Malaysia)? Why Not?!

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Luar Biasa! Ini Dia Rektor yang Rela Memotong Gajinya Hingga US$ 90,000 Agar Bisa Menggaji Karyawannya Lebih Banyak

dr-raymond-burseDr. Raymond Burse, rektor sementara dari Kentucky State University memotong lebih dari US$ 90,000 dari gaji tahunannya, seperti yang dilansir oleh the Lexington Herald-Leader. Hasil dari potongan gajinya tersebut dialokasikan untuk para karyawan atau pegawai Kentucky State University yang masih digaji dengan upah minimum, dari yang semula digaji US$ 7,25 per jam menjadi US$ 10,25 per jam. “Ini bukan publicity stunt,” kata Burse. “Anda tidak akan menyerahkan US$ 90.000 dari gaji anda hanya untuk publisitas. Saya melakukan hal ini semata-mata untuk para pegawai dan hal ini sudah saya pikirkan dengan matang dari awal.” Burse menjabat sebagai rektor Kentucky State University pada tahun 1982 sampai 1989 sebelum bekerja selama 17 tahun sebagai eksekutif di General Electric Co. Setelah kembali ke Kentucky State untuk jabatannya sebagai rektor sementara, Burse segera mulai mempertimbangkan cara untuk meningkatkan kinerja karyawan Kentucky State. “Saya tidak perlu bekerja untuk pekerjaan ini,” kata Burse pada Herald-Leader. “Ini bukan hobi, tapi dalam beberapa hal orang-orang yang bekerja keras dan melakukan pekerjaan berat, memiliki skala gaji yang lebih rendah.” Gaji Burse turun dari US$ 349.869 menjadi US$ 259.745. Keputusan untuk meningkatkan upah minimum per jam untuk karyawan Kentucky State akan terus berlanjut setelah masa jabatan Burse sebagai rektor sementara berakhir karena pihak universitas diharapkan untuk tetap menerapkan upah minimum full-time per jam sebesar US$ 10,25. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Perbandingan antara 2 Business School Top di Amerika: The Wharton School Vs Columbia Business School

1 Bagi mahasiswa dengan kemampuan lebih mereka tentu ingin masuk ke Wharton School atau Columbia Business School. Namun sebelum memutuskan mana kampus yang terbaik, mari kita lihat berbandingan dari kedua kampus tersebut.

Perbandingan Lokasi

Columbia Business School terletak di New York yang merupakan pusat bisnis, media, dan keuangan. Karena itulah jika kita kuliah disana maka kita akan dapat melihat secara langsung berbagai kegiatan bisnis yang terjadi. Selain itu Columbia juga kedatangan banyak sekali eksekutif bisnis untuk berbicara mengenai pengalaman dan trik bisnis mereka.Namun karena lokasinya di New York mahasiswa dari luar kota jadi sulit terbiasa dengan suasananya. Kompetisi di dalam kampus pun lebih kental karena mahasiswa jarang bertemu satu sama lain diluar kelas. Sedangkan untuk Wharton School yang berlokasi di Philadelphia membuatnya agak sulit dijangkau dari kota yang lain, namun kota tersebut sangat aman dan nyaman.

Perbandingan Ukuran Kelas

Columbia menerima 675 mahasiswa baru setiap tahunnya sedangkan Wharton menerima 860 mahasiswa baru setiap tahun.

Perbandingan Budaya

Wharton Business School
Wharton Business School
Kuliah di universitas yang berlokasi di kota besar memberikan keuntungan dan kerugian. Salah satunya adalah tingginya tingkat persaingan di kota besar, terutama di Columbia Business School yang berlokasi di New York. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan tidak adanya komunitas dan solidaritas antar mahasiswa Columbia. Sebaliknya komunitas antar mahasiswa terbentuk di Wharton School. Namun hal itu dikarenakan jumlah mahasiswa di Wharton lebih banyak dan padat sehingga para mahasiswa mau tidak mau akan mengenal satu sama lain.

Perbandingan Fasilitas

Wharton Business School
Wharton Business School
Sayangnya Columbia Business School memiliki fasilitas paling buruk jika dibandingkan dengan semua sekolah bisnis bergengsi lainnya. Namun hal tersebut terjadi bukan karena keinginan dari pihak sekolah. Selama bertahun-tahun para rektor dari Columbia telah berusaha untuk memperoleh gedung baru yang lebih besar dan modern dari gedung Uris Hall yang mereka tempati saat ini. Sayangnya berbagai permainan politik dan tempat terbatas di tanah kampus membuatnya sulit untuk terjadi. Di lain pihak Wharton School terkenal sebagai salah satu sekolah bisnis yang memiliki fasilitas terbaik. Kampus mereka memiliki 7 gedung yang jaraknya berdekatan untuk digunakan sebagai sekolah bisnis. Kesimpulannya adalah 7 gedung milik Wharton School versus 1 gedung tua milik Columbia Business School.

Perbandingan Program

Columbia Business School
Columbia Business School
Untuk program pendidikan yang ditawarkan Wharton School mengklaim dirinya memiliki program paling variatif dibandingkan dengan sekolah bisnis lain di dunia. Mereka memiliki lebih dari 200 program yang dipisahkan dalam 11 departemen. Sedangkan Columbia Business School hanya menawarkan 130 program. Perbandingan Ikatan Alumni 2007recipients Wharton School memiliki ikatan alumni terbesar di dunia dengan lebih dari 85.000 alumnus yang tersebar dalam 140 negara di dunia. Karena itulah bisa dipastikan dimanapun kita berada di dunia ini, kita pasti akan dapat menemukan alumni Wharton School. Kita bahkan bisa menggunakan Wharton Alumni Club sebagai dasar jaringan yang kita miliki. Sedangkan Columbia Business School memiliki 38.000 alumni yang sebagian besar tersebar di berbagai perusahaan ternama di bidang media, finansial, dan bisnis yang berlokasi di New York. Dengan demikian alumi Columbia memiliki kekuasaan dan pengaruh besar dalam dunia bisnis. Namun demikian ikatan komunitas dari alumni Wharton lebih kuat dari Columbia. Perbandingan Ranking raking-school_600x315 Untuk perbandingan peringkat kita bisa melihat dari peringkat yang diberikan oleh beberapa lembaga di dunia bagi sekolah bisnis. Poets & Quants menempatkan Wharton School di peringkat ke 4 sedangkan Columbia Business School berada di peringkat ke 6. Forbes memberi peringkat ke 5 pada Wharton School sedangkan peringkat ke 6 diberikan pada Columbia Business School. Dari Financial Times Wharton School mendapat peringkat ke 2 se sedangkan Columbia Business School berada di peringkat ke 6. The Economist menempatkan Wharton School di peringkat ke 9 sedangkan Columbia Business School berada di peringkat ke 20. U.S. News & World Report memberi peringat ke 5 pada Wharton School sedangkan peringkat ke 9 diberikan pada Columbia Business School. BusinessWeek menempatkan Wharton School di peringkat ke 4 sedangkan Columbia Business School berada di peringkat ke 7. Perbandingan Pendaftar smaller iStock_000010033648XLarge1 students Baik Wharton School atau Columbia Business School adalah merupakan salah satu penyedia program MBA terbesar di dunia. Wharton mendapatkan total 1674 pendaftar setiap tahunnya sedangkan Columbia mendapatkan total 1293 pendaftar. Perbandingan Admisi Baik Wharton School atau Columbia Business School menarik mahasiswa terbaik di dunia, karena itulah mereka sangat selektif terhadap para pendaftar. Wharton menolak 8 orang dari 10 pendaftar dengan tingkat penerimaan mahasiswa sebesar 16.9 persen. Columbia bahkan lebih selektif lagi dengan tingkat penerimaan mahasiswa sebesar 14.9 persen. Perbandingan Perekrutan Kerja book_cover_wallstreet Jika kita ingin bekerja di Wall Street, firma keuangan bergengsi, atau tempat managemen investasi maka kuliah di Wharton School atau Columbia Business School merupakan pilihan yang tepat karena mereka bisa memberikan tiket masuk awal bagi lulusannya. Tetapi Wharton School memiliki posisi sedikit lebih diatas karena mereka terus muncul dalam setiap poling rekrutmen yang dilakukan oleh BusinessWeek 199; perusahaan bahkan membeli buku resume dari Wharton School. Perbandingan Dunia Kerja Banyak perusahaan besar mempekerjakan alumni dari Wharton School atau Columbia Business School seperti Boston Consulting Group, McKinsey & Co, Morgan Stanley, Deloitte Consulting, Deutsche Bank dan lain-lain. Gaji alumni dari Wharton School adalah 123,741 dollar sedangkan dari adalah Columbia Business School 123,150 dollar. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa kuliah S2 ke German, DAAD Scholarship

DAAD scholarshipMau beasiswa ke Jerman? ini dia DAAD scholarship for international developing countries. DAAD Scholarship adalah beasiswa yang ditujukan buat kamu yang ingin melanjutkan jenjang S2, setiap tahunnya DAAD selalu memberikan beasiswa buat mereka yang mau melanjutkan study. Kali ini DAAD menawarkan full scholarship, jadi kamu bisa mendaftar dari sekarang. Berikut adalah beberapa program jurusan yang bisa kamu pilih.

Program-program beasiswa DAAD untuk kamu yang ingin mengejar pascasarjana :

  • Economic Sciences
  • Business Administration
  • Political Economics
  • Development Co-operation
  • Engineering
  • Mathematics
  • Regional Planning
  • Agricultural and Forest sciences
  • Environmental science
  • Public Health
  • Veterinary Medicine
  • Medicine
  • Social Science
  • Education & Law and Media Studies.

Syarat mendapatkan DAAD scholarship :

  • Usia maksimal 36thn (untuk beberapa jurusan mak.32thn) untuk beberapa jurusan syarat peserta harus sudah menyelesaikan S1 enam tahun sebelum mendaftar beasiswa ini.
  • Gelar min. sarjana atau pascasarjana.
  • GPA 2.75 untuk pascasarjana (untuk beberapa program standar GPAnya bisa lebih dari 2.75) dan min. GPA 3.00 untuk mahasiswa doktoral.
  • Pengalaman kerjanya minimal 2 tahun setelah lulus sarjana.
  • Kemampuan berbahasa untuk pascasarjana yang diadakan dengan bahasa Inggris nilai TOEFL (min.550 untuk paper test, 213 computer based, dan 80 untuk internet based) atau IELTS (min. 6), sedangkan untuk pascasarjana yang diadakan dengan bahasa Jerman, kamu harus pernah mempelajari bahasa Jerman.
Kuliah akan berlangsung selama 12 sampai 36 bulan, kamu juga dapat memperoleh gelar Master yang yang diakui secara internasional dan setara dengan PhD. DAAD scholarship member kamu 750.00 euro per bulannya dan bakal menanggung semua biaya kesehatan, kecelakaan, dan asuransi selama kamu disana.

Cara mendaftar untuk mendapatkan DAAD scholarship :

Kamu bisa dapat mengajukan surat permohonan beasiswa penuh atau parsial ke DAAD, atau kamu bisa ambil formulir pendaftarannya di kantor kedutaan Jerman atau situs web resmi DAAD. Pendaftaran ditutup tanggal 15 Oktober 2014 karena itu kamu harus daftar secepatnya. Langsung cek disini : http://en.tnu.edu.vn/daad-scholarships-for-international-developing-countries-2015-2016-dt358.html Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

5 Elemen Penting untuk Menghasilkan Resume MBA yang Sempurna

 mba_successBuat kamu yang udah lulus S1 dan ingin langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, membuat resume yang menarik agar bisa diterima di universitas yang kamu incar adalah hal yang sangat penting. Pada umumnya orang-orang atau pelamar S2 sering mengabaikan pentingnya membuat resume yang rapi dan terorganisir, padahal resume yang keliatan menarik bisa jadi nilai tambah buatmu agar dapat diterima bekerja. Nah, sebelum kamu membuat resume MBA mu, ini dia hal-hal yang patut kamu perhatikan agar resume kamu kelihatan lebih keren!

1. Mudah dibaca

Usahakan resume kamu terlihat mudah untuk dibaca, dalam artian jarak antara baris ke baris yang tidak terlalu mepet, font tulisan yang tidak terlalu kecil, penggunaan bullet, bold, dan italics yang tepat dan usahakan bermargin ~1″.

 2. Cantumkan prestasi, bukan tanggung jawab

Kalo resume pada umumnya selalu mencantumkan tanggung jawab, pastikan kamu juga mencantumkan hasil dari tanggung jawab kamu pada pekerjaanmu yang sebelumnya yang berhubungan dengan kesuksesan perusahaan atau organisasi tempat kamu berada sebelumnya.

 3. Tunjukkan progres karirmu

Tunjukkan bagaimana kamu memiliki progres yang meroket ke atas dalam karirmu. Pastikan kamu menunjukkan peningkatan tanggung jawab dalam pekerjaanmu yang sebelumnya, dan menunjukkan tanggal atau tahun bekerjamu.

 4. Tunjukkan kepemimpinan/ekstrakurikuler yang kamu ikuti

Memasukkan pengalaman kepemimpinan dalam resumemu adalah hal penting untuk menampilkan atribut kepemimpinan di luar pekerjaanmu. Pastikan kamu juga memasukkan daftar penghargaan atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang relevan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar. Menunjukkan berapa lama kamu telah berpartisipasi dalam kesempatan yang berbeda pastinya akan membuatmu terlihat sebagai orang yang berdedikasi.

 5. No grammatical errors!

Pastikan kamu mengoreksi esai kamu, dan pastikan teman kamu ikut membantu mengoreksinya. Kamu harus BENAR-BENAR yakin tidak ada kesalahan. Seperti yang sering kali terjadi, grammar adalah elemen pertama dari aplikasimu yang dilihat panitia penerimaan.

Stop Berpikir Harus Langsung MBA Begitu Baru Lulus S1!

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami