Email: info@konsultanpendidikan.com
Hari: 5 Agustus 2021
10 Pekerjaan yang Paling Banyak Dicari

enteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan 10 pekerjaan dengan jumlah permintaan yang semakin tinggi di Indonesia. Keberadaannya dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung transformasi digital selama 15 tahun ke depan.
Awalnya Suharso menjelaskan tren transformasi digital pasca COVID-19 secara global di 2025 diprediksi bahwa 85 juta pekerjaan saat ini akan hilang karena pembagian kerja antara manusia dengan mesin. Di sisi lain, pekerjaan baru kemungkinan akan muncul dalam jumlah yang lebih banyak.
“Dalam hal digital luar biasa sebenarnya apa yang akan terjadi kalau lanskap dari digital Indonesia juga bisa terbentuk ke dalam rangka transformasi ekonomi. Yaitu kira-kira sekitar 85 juta pekerjaan mungkin akan hilang, tetapi akan ada 97 juta pekerjaan baru.
Nah Indonesia disebut butuh 9 juta orang baru dalam jumlah sumber daya manusia (SDM) atau talenta digital yang dibutuhkan selama 15 tahun ke depan untuk mendukung transformasi digital itu.
“Pasti skilling up atas tenaga kerja kita sangat diperlukan dan keahlian juga menjadi lain. Ini membutuhkan penyelarasan pendidikan non formal dengan kebutuhan kerja, pembangunan kemitraan, perluasan kesempatan dan seterusnya,” tutur Suharso.
Untuk mencapai ke sana, ada beberapa jenis pekerjaan dengan jumlah permintaan yang semakin tinggi di Indonesia. Berikut daftarnya yang dibacakan Suharso berdasarkan sumber World Economic Forum, Future of Jobs 2020:
1. Data Analyst and Scientist
2. Big Data Specialist
3. AI and Machine Learning Specialist
4. Digital Marketing and Strategy Specialist
5. Renewable Energy Engineers
6. Process Automation Specialist
7. Internet of Things Specialist
8. Digital Transformation Specialist
9. Business Services and Administration Managers
10. Business Development Professionals
Sumber: detik.com
Email: info@konsultanpendidikan.com
Beasiswa Chevening 2022 – 2023

Kandidat yang disasar oleh Beasiswa Chevening 2022 – 2023 adalah mereka yang memiliki prestasi, calon-calon pemimpin masa depan, orang-orang berpengaruh, serta para pengambil keputusan yang ingin mengembangkan profesionalisme, akademik, jaringan, pengalaman, serta membangun hubungan positif jangka panjang dengan Inggris.
Pelamar dari Indonesia bebas memilih program studi master. Khususnya bidang seperti Climate change, Economics, Energy, Finance, Foreign policy, Governance, Public sector management, Science, Technology, dll.
Pilihan universitas Beasiswa Chevening:
- Birkbeck, University of London,
- Bournemouth University
- Cardiff University
- Brunel University London
- Durham University
- LSE
- Newcastle University
- Nottingham Trent University
- Oxford Centre for Islamic Studies
- Queen Mary University of London
- Robert Gordon University
- Schumacher College
- Swansea University
- The University of Hull
- The University of Yor
- Trinity College, University of Oxford
- University of Bath
- University of Birmingham
- University of Bristol
- University of Cambridge
- University of Central Lancashire
- University of Dundee
▪ University of East Anglia
▪ University of Exeter
▪ University of Glasgow
▪ University of Leeds
▪ University of Nottingham
▪ University of Reading
▪ University of Salford
▪ University of South Wales
▪ University of Southampton
▪ University of Stirling
▪ University of Surrey
▪ University of Warwick
▪ University of Westminster
Seperti disebut di awal, Beasiswa Chevening Pemerintah Inggris menanggung kebutuhan utama studi untuk program master berdurasi satu tahun. Rincian yang ditanggung di antaranya biaya kuliah di universitas Inggris, termasuk untuk program MBA, tunjangan hidup bulanan, biaya perjalanan pp ke Inggris, tunjangan kedatangan, tunjangan kepulangan, biaya visa, serta bantuan dana perjalanan untuk menghadiri acara Chevening di Inggris.
Persyaratan:
1. Warganegara yang memenuhi syarat Chevening (salah satunya Indonesia)
2. Bersedia kembali ke negara asal minimum dua tahun setelah beasiswa berakhir
3. Memiliki gelar sarjana yang memungkinkan masuk ke program pascasarjana di universitas Inggris dengan predikat upper second class 2:1 honours (setara IPK 3.33 – 3.67)
4. Memiliki pengalaman kerja sekurangnya dua tahun (setara dengan 2.800 jam)
5. Mendaftar kuliah di tiga jurusan berbeda di universitas Inggris dan menerima unconditional offer dari salah satu pilihan (jurusan) tersebut paling lambat 14 Juli 2022
* Pelamar tidak memenuhi syarat jika sebelumnya sudah studi di Inggris yang dibiayai oleh Pemerintah Inggris.
Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Chevening 2022 – 2023 dilakukan secara online di laman Chevening: www.chevening.org. Pendaftaran online dibuka mulai 3 Agustus s/d 2 November 2021. Buat akun terlebih dahulu agar bisa login. Pastikan email yang digunakan aktif. Siapkan juga PDF dokumen aplikasi yang diperlukan untuk diajukan di sistem aplikasi online beasiswa Chevening.
Berikutnya akan diberitahukan kandidat yang berhak mengikuti seleksi wawancara di awal hingga pertengahan Februari 2022. Wawancara akan digelar antara 28 Februari hingga 29 April 2022 melalui Kedutaan Besar Inggris. Pengumuman hasil wawancara akan disampaikan mulai awal Juni 2022. Pelamar dapat mendaftar ke universitas di Inggris sebelumnya atau bersamaan dengan jadwal mendaftar beasiswa. Unconditional offer dari perguruan tinggi di Inggris sudah harus diajukan paling lambat 14 Juli 2022. Kandidat terpilih akan memulai studi mereka di UK sekitar September/Oktober 2022.
Sumber: beasiswapascasarjana.com
Email: info@konsultanpendidikan.com
Suami Tasya Kamila Diterima Kuliah S2 di Columbia University

Suami Tasya, Randi Bachtiar diterima untuk melanjutkan sekolah S2 di salah satu universitas ternama dunia, Columbia University, New York, Amerika Serikat.
Kabar bahagia itu disampaikan Randi Bachtiar lewat akun instagramnya. Dia mengungkapkan jika untuk diterima di salah satu kampus bergengsi dunia tersebut butuh perjuangan. Apalagi saat itu dia harus berjuang melawan kanker.
Seperti diketahui, suami Tasya Kamila, Randi Kamila sempat berjuang melawan Kanker Getah Bening. Belum lama ini, Randi menyampaikan kabar jika sel kanker yang ada di tubuhnya hilang.
Randi lulus dari ITB jurusan Teknik Mesin. Sementara Tasya lulus kuliah S1 di Universitas Indonesia. Tasya sudah lebih dulu lulus S2 dengan gelar Master of Public Administration dari Columbia University.
Randi menyampaikan kabar jika dirinya telah diterima di Columbia University. Dia akan mengambil jurusan Teknik Mesin.
Sumber: merdeka.com
Email: info@konsultanpendidikan.com