Raih Beasiswa di Kampus Almamater Albert Einstein

Kisah Inspiratif

Kisah inspiratif meraih beasiswa datang dari Choirul Anam. Anam kuliah di kampus almamater Albert Einstein yakni Charles University di Ceko.

Albert Einstein adalah ilmuwan fisika yang terkenal berkat teori umum relativitasnya, yang dikenal dengan rumus E=MC². Melansir situs resmi kampus Charles, ilmuwan asal Jerman tersebut lulus menjadi profesor fisika teoretis di Universitas Charles University pada sekitar tahun 1911.

 lain yang kebanyakan mendapatkan beasiswa dari program khusus di luar kampus, Anam justru mendapatkan beasiswa langsung dari Charles University, tempat kuliahnya saat ini.

“Kalau di Charles saya mendapatkan beasiswa penuh dari kampus. Jadi kuliahnya gratis bahkan mendapat gaji untuk penelitian setiap bulan,” terang koordinator PPI Dunia ini.

Kisahnya dalam meraih beasiswa juga diakui Anam melalui jalan yang cukup panjang. Berawal dari tesis saat menempuh gelar magister kebijakan publik di Universitas Indonesia.

“Saat itu tesis saya tentang dampak akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa terhadap kemiskinan dipilih oleh UI untuk mengikuti seminar internasional di UGM. Lalu pasca seminar, saya didorong oleh profesor-profesor untuk melanjutkan studi dan mendalami penelitian saya,” papar pria yang akrab disapa Cak Anam ini.

Atas dukungan yang kuat, Anam akhirnya mencoba mengirimkan proposal penelitiannya ke profesor-profesor dari ratusan kampus terbaik di dunia. Termasuk di dalamnya ada Charles University.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 7 negara tertarik dengan penelitian yang diajukan Anam. Bahkan banyak profesor yang pada akhirnya mengajukan diri untuk mendampingi penelitiannya untuk meraih beasiswa.

“Alhamdulillah saat itu ada USA, UK, Denmark, Belanda, Prancis, Jerman, dan Ceko. Namun, setelah saya memperdalam diskusi dan saya lihat kampus-kampusnya, akhirnya saya fokus ke Charles karena mereka yang paling terlihat minat dengan penelitian saya,” jelasnya.

Tak hanya daya tarik kampus almamater Albert Einstein saja, Anam juga mengakui bahwa Charles University-lah yang saat itu justru menawarkan diri sebagai pendamping penelitiannya. Maka dari itu Sarjana Akuntansi Universitas Indonesia ini akhirnya mantap memilih kampus yang berada di pusat kota Praha ini.

Selain perjalanan yang cukup panjang dalam meraih beasiswa, Anam juga memiliki tugas sebagai seorang Koordinator PPI Dunia setelah sebelumnya menjadi Ketua PPI Ceko.

Sebagai koordinator, Anam pun menaruh harapan bahwa PPI Dunia baik di Ceko maupun di negara lain bisa memberi dampak nyata untuk negara Indonesia ke depan.

“PPI sendiri kan berdiri pada era Bung Hatta ketika kuliah di Amsterdam tahun 1921-1922 yang secara resmi ada perhimpunan pelajarnya pada tahun 1925. Pada saat itu mahasiswa yang berkuliah di luar negeri memiliki gagasan bahwa Indonesia bisa merdeka dan lebih maju,” papar Anam.

Di akhir ceritanya kepada detikEdu, Anam menambahkan bahwa dia ingin mendorong mahasiswa penerima beasiswa yang ada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia setelah lulus kuliah. Hal ini demi kemajuan bangsa.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Raih Beasiswa di Ceko: Lolos Tanpa Ujian Seleksi

Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Raih Beasiswa di Ceko: Lolos Tanpa Ujian Seleksi

Mahasiswa asal Indonesia di Ceko bernama Surya Gentha Akmal patut diacungi jempol. Sebab, ia berhasil mendapatkan beasiswa mahasiswa PhD bidang studi Applied Zoology dengan fokus keilmuan pada biota native, non-native, dan invasive alien species di Czech University of Life Sciences Prague di Ceko.

Pria yang akrab disapa Gentha ini pun menceritakan bagaimana ia mendapatkan beasiswa di Ceko dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

“Saya mendapatkan beasiswa ČZU Doctoral Scholarship adalah implementasi dari MoU antara IPB University dengan Czech University of Life Sciences Prague. Kerja sama tersebut di inisiasi oleh Dr. Yonvitner yang merupakan pembimbing sekaligus sebagai mentor saya di IPB University,”.

Gentha juga bercerita bahwa dirinya berhasil menjadi mahasiswa PhD tanpa ujian seleksi. Saat itu Ia direkomendasikan oleh Luky Adrianto, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB dan Lukáš Kalous Wakil Dekan Faculty of Agrobiology and Natural Resources, ČZU.

“Dalam mendapatkan beasiswa ČZU Doctoral Scholarship, saya direkomendasikan oleh Prof. Ing. Jiří Patoka. Berdasarkan rekam jejak studi dan progres studi saya di ČZU. Perjuangan mendapatkan beasiswa ini hampir satu tahun dari 2019 dan akhirnya saya berangkat ke Republik Ceko untuk studi pada September 2020,” papar mahasiswa Departemen Zoology and Fisheries ini.

Rupanya untuk berkuliah di luar negeri, Gentha tak asal memilih negara. Alasan dirinya menerima beasiswa di Ceko karena Republik Ceko punya sejarah pendidikan yang panjang, Institusi Perguruan Tinggi Tertua di Eropa Tengah telah berdiri di Republik Ceko sejak tahun 1348.

Menurutnya, sistem pendidikan yang dibangun kurang lebih 673 tahun yang lalu telah terstruktur dengan sangat baik dan mumpuni. Sehingga, alasan kuat Gentha terbang ke Ceko adalah banyaknya pemikir-pemikir dan ilmuan-ilmuan andal dunia di sana.

Sedangkan untuk pemilihan jurusan, diakui Gentha karena kesesuaiannya dengan latar belakang keilmuan sebelumnya. “Saya adalah seorang peneliti yang fokus pada bidang tersebut dan ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi dari keilmuan yang saya tekuni dari ahli-ahlinya langsung,” papar Gentha.

Tak lupa ia membagikan tips untuk mendapatkan beasiswa di Ceko. Baginya, yang paling penting menurut Gentha adalah tidak malu bertanya dan mencari informasi dari sumber yang tepat mengenai beasiswa.

“Buat list daftar beasiswa yang diminati, persiapkan dari jauh-jauh hari, susun timetable, lengkapi semua persyaratan dengan detail dan yang paling penting adalah persiapkan mental dan fisik untuk apapun yang terjadi,” cerita Gentha.

Gentha juga berpesan Ketika tidak mendapatkan beasiswa di Ceko untuk memperbaiki kesalahan, menjadikannya sebagai pengalaman dan terus bergerak maju untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Raih Beasiswa di Prancis: Lolos Usai 10 Kali Interview

Kisah inspiratif

Muhammad Idham Habibie melalui jalan yang panjang untuk meraih beasiswa di Prancis jurusan Telekomunikasi. Bahkan Idham harus mencari beasiswa selama 3 tahun dengan berkali-kali penolakan.

Usahanya menemui hasil setelah Oktober 2020 lolos di kampus INSA Lyon (The Institut National des Sciences Appliquées de Lyon) melalui program INRIA (National Institute for Research in Digital Science and Technology).

“Perjuangan selama tiga tahun mencari-cari (beasiswa S3), akhirnya baru pada tahun 2020 diterima. Bahkan dalam kurun waktu 3 tahun saya sudah melewati 10 kali interview (beasiswa) dan baru diterima saat interview ke-10,” cerita Idham kepada detikEdu (19/05) dalam Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

Bahkan pria asal Depok, Jawa Barat, ini mengaku sebelum tahap interview, sudah berulang kali ditolak pada tahap-tahap awal seleksi beasiswa.

“Ada momen di mana satu minggu saya mengajukan beasiswa sebanyak 3 sampai 4 kali. Jadi bisa dibayangkan berapa kali saya ditolak selama 3 tahun. Mungkin sangat banyak,” lanjut Idham.

Meski begitu, keinginan dan cita-citanya untuk meraih beasiswa S3 selalu bisa mengalahkan penolakan yang mencapai berkali-kali. Tekadnya selalu kuat dan tak pernah berhenti mengajukan beasiswa ke berbagai kampus di luar negeri.

“Kuncinya ya istiqomah dan belajar. Setiap hari coba daftar beasiswa satu kali, tapi waktu itu saya coba menerapkan satu minggu sekali dan kalau ditolak ya saya daftar lagi,” terang Sarjana Universitas Indonesia itu.

Usahanya yang tidak berhenti tak lepas dari latar belakangnya saat menempuh pendidikan S2 di University College London melalui program pemerintah RI yakni LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami