Cermati Daftar Pekerjaan yang Bakal Kurang Cerah 5 Tahun Lagi

aljazeera.jpg

World Economic Forum (WEF) merilis laporan The Future Jobs yang berisi pekerjaan-pekerjaan yang diramalkan bakal kurang cerah.

  1. Data Entry Clerks (Petugas Entri Data) Bekerja untuk memasukkan atau memperbarui data ke dalam sistem komputer. Data sering dimasukkan ke dalam komputer dari dokumen kertas menggunakan keyboard.
  2. Administrative and Executive Secretaries (Sekretaris Administrasi dan Eksekutif) Melakukan tugas penghubung, koordinasi, dan organisasi untuk mendukung manajer dan profesional dan/atau menyiapkan korespondensi, laporan dan catatan proses, dan dokumentasi khusus lainnya.
  3. Accounting and Bookkeeping and Payroll Clerks (Petugas Akuntansi dan Pembukuan dan Penggajian) Melakukan pencatatan transaksi, menyiapkan laporan keuangan dan deposito bank. Terbiasa menggunakan perangkat lunak penggajian dan MS Office.
  4. Accountant and Auditors (Akuntan dan Auditor) Mempersiapkan dan memeriksa catatan keuangan, mengidentifikasi potensi area peluang dan risiko, dan memberikan solusi untuk bisnis dan individu. Selain itu, memastikan bahwa catatan keuangan akurat, risiko keuangan, dan data dievaluasi, serta pajak dibayar dengan benar.
  5. Assembly and Factory Workers (Pekerja Perakitan dan Pabrik) Ditugaskan ke jalur perakitan di perusahaan manufaktur untuk membuat suku cadang dan bergabung dengan mereka untuk membangun produk akhir.
  6. Business Services (Layanan Bisnis) Bertugas membangun sistem layanan untuk memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk bertindak dalam peran penyedia layanan dan konsumen layanan.
  7. Administrative Managers (Manajer Administrasi) Mengoordinasikan sistem administrasi organisasi dan alur kerja umum. Termasuk mengawasi staf, memfasilitasi komunikasi di seluruh perusahaan, dan mengembangkan prosedur untuk membuat tempat kerja lebih efisien. Namun, jangan terburu khawatir. Disrupsi di bidang pekerjaan tersebut diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja di bidang baru. Algoritma dan mesin akan difokuskan pada tugas informasi dan pemrosesan dan pengambilan data, tugas administratif, dan beberapa aspek kerja manual tradisional. Di luar itu, sentuhan manusia masih diperlukan dalam pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan pengelolaan, menasihati, pengambilan keputusan, penalaran, berkomunikasi, dan berinteraksi.

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

10 pekerjaan yang diprediksi akan naik daun dalam 5 tahun kedepan

fjwp.s3.amazonaws.jpg
  1. Data Analysts and Scientists – Data analyst bertugas mengolah data dan menyajikan data yang tersedia, sedangkan data scientist mencari cara untuk mendapatkan data dan menganalisisnya untuk digunakan oleh analis.
  2. Spesialis AI and Machine Learning – Memprogram mesin atau komputer yang dapat melakukan pekerjaan dan belajar seperti manusia, bahkan lebih baik dari hasil pekerjaan manusia.
  3. Spesialis Internet of Things – Merancang dan membuat alat-alat yang terkoneksi dan beroperasi dengan jaringan internet.
  4. Spesialis Digital Marketing and Strategy – Menyusun dan menjalankan strategi penjualan secara digital.  
  5. Spesialis Big Data – Memproses data yang volumenya sangat besar yang tumbuh secara eksponensial seiring berjalannya waktu.
  6. Spesialis Transformasi Digital – Menerapkan teknologi yang ada dan yang akan datang untuk membuat perusahaan semakin berkembang dan kompetitif.
  7. Spesialis Process Automation – Menggunakan teknologi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan berulang yang bisa menggantikan pekerjaan manual.
  8. Spesialis Business Development – Salah satu misi utama dari pekerjaan ini ialah mencari strategi agar bisnis perusahaan bisa terus tumbuh dalam jangka panjang.
  9. Analis keamanan informasi – Bertugas memantau dan melindungi data dan informasi penting perusahaan menggunakan perangkat lunak, seperti firewall dan program enskripsi data.
  10. Pengembang software and aplikasi – Saat ini, gadget seperti laptop dan smartphone telah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat masa kini. Maka, kebutuhan lulusan yang ahli untuk mengembangkan perangkat lunak semakin dibutuhkan.

Sumber: kompas.com (Penulis: Ayunda Pininta Kasih)

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Kisah Polwan Diterima di Beberapa Universitas Inggris

Saat dikonfirmasi, Mesya Ananda (23) mengatakan, sejak kecil ia punya impian kuliah di luar negeri.

Ia membagikan kisahnya melalui akun Instagram @mesyaananda. 

“Dari kecil bercita-cita mau kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa, tidak mau merepotkan orangtua,” ujar Mesya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (31/7/2021). Polwan yang memulai pendidikan taruna kepolisian sejak 2016 dan lulus pada 2020 ini, mengaku bersyukur atas apa yang dijalani dan diraihnya saat ini. Mesya mendapatkan beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri. Ia mulai belajar dan persiapan awal dari pendidikan bahasa di Sekolah Bahasa (Sebasa) Polri dari September hingga November 2020. Sebasa merupakan sekolah pelatihan pengembangan kemampuan bahasa dengan masa pendidikan selama 3 bulan. “Saya kebetulan masuk ranking 5 terbaik dan dibiayai tes untuk IELTS gratis. Akhirnya saya memperoleh nilai keseluruhan untuk tes IELTS 7.5 dan menjadi lulusan terbaik Sebasa 2020,” ujar Mesya.

Peluang yang didapatkan dimanfaat dengan baik oleh Mesya, yang bertugas di Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Lalu, saya menyusun rencana persiapan apply universitas dan beasiswa (jalurnya beda dan terpisah harus apply sendiri-sendiri),” ujar Mesya. Paham dengan ketentuan itu, Mesya pun berburu informasi berbagai universitas yang memiliki program jurusan yang diminatinya, membandingkan mata kuliah, ranking, dan akreditasinya. Jurusan yang diminati Mesya yakni Human Resource Management (Manajemen SDM) dan Policing. Ia pun mencoba mendaftar di berbagai universitas luar negeri.

Menurut informasi yang disampaikan Mesya, ada 7 universitas yang menyatakan menerimanya sebagai calon mahasiswa. Ketujuh universitas itu adalah University College London (UCL), University of Glasgow, University of York, University of Leeds, University of Exeter, The University of Sheffeld, dan Lancester University. “Tidak semua berjalan mulus, ada beberapa (universitas) yang menolak saya, dengan beragam alasan karena saya belum memiliki pengalaman pekerjaan di bidang ilmu tersebut,” ujar Mesya. Penolakan itu tidak membuatnya putus asa. Ia tetap berusaha mendaftar di beberapa universitas lainnya. “Di saat-saat terakhir, saya nekat daftar ke University College London (UCL), universitas ranking 9 di dunia bahkan lebih tinggi rankingnya dari universitas yang pernah menolak saya. Dan ternyata saya dinyatakan lulus di UCL,” kata dia.

Tips

Apa yang harus diperhatikan saat mendaftar ke berbagai universitas? Perlu diketahui, dalam proses pendaftaran, sejumlah universitas memberikan berbagai persyaratan dan ketentuan bagi pendaftar. Mesya mengatakan, untuk daftar ke universitas luar negeri, peserta perlu membuat essay. Ia memerlukan waktu 3-4 bulan untuk mempersiapkannya. Persyaratan lain yang disiapkannya adalah kelengkapan administrasi seperti surat rekomendasi, dokumen-dokumen dan berkas yang perlu ditranslasi ke dalam bahasa Inggris. Sembari melakukan berbagai persiapan itu, Mesya tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian.

“Dalam menyusun berkas-berkas tersebut, saya juga sambil melaksanakan tugas kepolisian, menerima dan menindaklanjuti laporan polisi terkait perlindungan perempuan dan anak (PPA), me-manage anggota penyidik, sampai mengoordinir pelaksanaan otopsi mayat untuk suatu kasus, dan mengamankan unjuk rasa,” ujar Mesya. Setelah memastikan ada universitas yang menerima, Mesya beralih ke target berikutnya yaitu berusaha lolos seleksi beasiswa LPDP.  Ia menceritakan, untuk lulus seleksi LPDP, peserta harus mengirim berkas administrasi, ikut seleksi akademik TPA (tes numerik, tes bahasa, analogi, spasial, dan lainnya), dan tes wawancara.

“Untuk TPA ini saya belajar dari mengerjakan soal-soal di buku latihan, menonton video strategi jawab soal TPA, kemudian seleksi wawancaranya dilakukan secara online via zoom,” ujar Mesya. Pewawancara seleksi beasiswa LPDP yakni ahli bidang SDM dan psikolog. Dalam wawancara itu, akan ditanyakan mengenai rencana studinya, jurusan yang diambil, motivasi, bagaimana dirinya mengatasi kendala-kendala yang mungkin terjadi, dan rencana kontribusinya untuk Indonesia di masa depan. Setelah melewati proses seleksi administrasi dan wawancara, Mesya dinyatakan lolos dan menjadi penerima beasiswa LPDP pada Juli 2021.

“Ini masih awal. Masih banyak yang harus saya persiapkan untuk keberangkatan dan untuk pelaksanaan studi saya di sana,” lanjut dia. Universitas mana yang dipilihnya? Mesya mengaku masih berdiskusi dengan pihak keluarga. “Kuliah tetap berangkat ke sana langsung, untuk perkuliahan kabarnya mix online dan offline, menyesuaikan Pemerintah Inggris,” kata dia. Kepada generasi muda, Mesya mengatakan, jangan takut untuk bermimpi dan melakukan hal besar. “Aku harap ini bisa menginspirasi teman-teman untuk bermimpi, berpikir, dan berani melakukan langkah besar,” ujar dia. Menurut dia, dunia masih membutuhkan orang muda untuk membuat perubahan menjadi lebih baik.  

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami