Kedua belas nama dari wanita-wanita berparas jelita berikut akan membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekedar cantik dan menarik secara fisik, tetapi juga cantik di otak mereka. Inilah mereka para pemenang kontes kecantikan yang berlatar atau berkarir di bidang keuangan.
1. Erin Brady, Miss USA 2013
Erin Brady adalah Miss USA 2013. Sebelum menjadi Miss USA, wanita cantik ini bekerja sebagai seorang akuntan. Ia mengatakan bahwa menjadi seorang akuntan membuatnya bisa lebih mempersiapkan diri untuk mengikuti kontes kecantikan USA itu.
Sementara mungkin di luar sana banyak orang yang beranggapan kontes kecantikan itu kurang bermakna, sebenarnya kontes seperti itu membuat peserta mendapatkan banyak pengalaman berharga seperti bagaimana bersikap dan menumbuhkan kepercayaan diri. Dan yang tak boleh dilupakan adalah bagaimana kontes semacam itu meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi interview yang menegangkan ataupun berbicara di depan khalayak ramai.
Yang lebih menarik lagi adalah bahwa sebagai pemegang gelar Miss USA, Brady melakukan banyak pekerjaan. Karena gelar itu sendiri adalah sebuah pekerjaan.
2. Kerrie Baylis, Miss Universe Jamaica 2013
Kerrie mewakili Jamaica pada kontes kecantikan ratu sejagat yang dikenal dengan Miss Universe pada tahun 2013 lalu. Wanita cantik satu ini memiliki latar belakang sebagai investment banker dan portfolio advisor di BCW Capital. Baylis adalah lulusan University of Surrey.
3. Rachel Kum, Miss Singapore 2009
Sebelum memenangi kontes Miss Singapore 2009, Rachel Kum bekerja di bidang perdagangan komoditi pada bagian hedge fund (kerjasama terbatas dengan investor yang beresiko tinggi, seperti menginvestasikn uang pinjaman, dengan harapan memperoleh keuntungan besar.
Saat ini Rachel bekerja di perusahaan kosmetik yang dikelolanya sendiri dengan merk dagang yang juga diambil dari namanya. Wanita cantik ini adalah lulusan University of Western Australia.
4. Tracey Chang, Miss New York 2009
Tracey Chang yang merupakan Miss New York 2009 pernah bekerja sebagai analis i-banking sebelum kemudian dia berpindah karir di bidang penyiaran televisi. Chang merupakan lulusan DePauw University jurusan Ekonomi untuk S1-nya dan Columbia University untuk gelar MBA-nya.
5. Cassandra Searles, Miss Washington 2013
Miss Washington 2013, Cassandra Searles pernah bekerja di banyak bank di negaranya sebelum memenangi kontes kecantikan di ibukota Amerika Serikat itu. Saat ini pun ia bekerja sebagai asisten bankir di First Citizens Bank in Seattle, Washington. Sebelumnya ia bekerja di Umpqua Bank dan Sterling Bank sebelum kemudian bank tersebut digabung menjadi Umpqua. Searles sendiri adalah lulusan dari Washington University.
6. Katie McClure, Miss Earth Canada 2005 RBC
Mclure merupakan Miss Earth Canada 2005. Ia bekerja sebagai analis bisnis dan laporan di RBC (Royal Bank of Canada) Toronto. Wanita Kanada ini merupakan lulusan dari York University.
7. Sue Drakeford, Miss Nebraska 2001
Sue Drakefor meraih gelar sebagai Miss Nebraska USA 2001. Karir keuangan yang hingga kini masih dijalaninya adalah team leader spesialis bisnis kecil pada BB&T. Sebelumnya ia bekerja di Morrill & James Bank, US Bank dan First National Bank of Omaha. Sue adalah lulusan Bellevue University.
8. Jennifer D’Ambrosio, Miss America Organization
Jennifer D’Ambrosio merupakan Miss Rohode Island 2001 (Miss America Organization). Dia bekerja sebagai rekruiter untuk Bank of America yang berkantor di Florida. Jennifer adalah lulusan Providence College sebelum meraih gelar MBA-nya di Save Regina University.
9. Xenia Tchoumicheva, Runner Up I Miss Switzerland
Xenia Tchoumicheva menjadi runner up I pada ajang kecantikan Miss Switzerland. Ia sempat magang di JP Morgan London pada bagian penjualan dan perdagangan di musim panas tahun 2011. Sebelumnya Xenia magang di Merrill Lynch dan London hedge fund Duet Group.
10. Hannah Porter, Miss Colorado 2012
Hannah Porter merupakan Miss Coloradi yang juga ikut berkompetisi di ajang Miss America. Saat ini Hannah berkarir sebagai Financial Advisor The RHY Group pada Robert W. Baird & Co. Wanita cantik berambut pirang ini meraih gelar S-1nya dari University of Northern Colorado.
11. Shana Sissel, Miss Rhode Island Teen America, Miss Rhode Island galaxy dan top 10 dalam kontes Miss Rhode Island USA
Shana bekerja sebagai analis peneitian pada Fidelity Investment di Boston. Sebelumnya ia bekerja di Mercer Investment Management, Peak Financial Management and Russel Investment. Wanita jelita ini seorang CAIA Charterholder—Chartered Alternative Investment Analyst. Shana merupakan lulusan dari Bentley College.
12. Trish Regan, Miss New Hampshire 1993
Mungkin Trish Regan tidak sepenuhnya terjun pada bidang keuangan karena dia adalah seorang penyiar berita di Bloomberg TV. Tapi dia adlaah pembawa acara “Street Smart” di stasiun TV itu dimana bidang yang ia laporkan adalah tentang ekonomi dan keuangan. Trish sendiri adalah lulusan Columbia University.
Nah itulah beberapa info tentang beberapa icon kecantikan yang emang “cantik” juga otaknya. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kamu ya braaw 🙂
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Sebenarnya setiap orang bisa dibilang punya masalah dengan psikologis, hanya saja kadarnya berbeda-beda pasa setiap individu.
Hal seperti ini juga berlaku pada mahasiswa. Dalam suatu studi yang diadakan the guardian, dimana peneliti meminta para mahasiswa untuk berbagi kisah tentang masalah psikologi, studi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 200 cerita tentang masalah kesehatan mental dari para mahasiswa hanya dalam kurun waktu 5 hari!
Di sini beberapa kisah tersebut akan diungkapkan sehingga diharapkan akan membantu mereka yang memiliki masalah sama.
Percayalah, jika kamu merasakan memiliki masalah yang sama, kamu tak sendirian di dunia. Ada orang lain sepertimu. Dan akan ada yang bisa menolongmu.
Studi yang awalnya dijadwalkan dilakukan selama 2 minggu ini akhirnya diakhiri lebih cepat karena peneliti kewalahan akan data yang diterimanya.
Setiap pagi mereka mendapati kisah-kisah baru yang lebih banyak dari para mahasiswa yang membuka diri dan menceritakan masalah psikologis mereka.
Banyak mahasiswa yang berbagi cerita tentang depresi, kegelisahan, melukai diri sendiri (self-harm) dan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Beberapa diantaranya membicarakan bahwa mereka mengidap penyakit mental seperti compulsive disorder dan bipolar disorder, serta akibat yang mereka dapatkan dalam hubungannya dengan pendidikan mereka.
Dan saat ada yang menyinggung masalah yang agak langka seperti borderline personality disorder, para mahasiswa ini menyampaikan kebingungan mereka tentang masalah kejiwaan yang satu ini dan apa yang sebenarnya mereka sedang alami.
Yang lainnya menyampaikan rasa malu yang mereka rasakan jika mereka meminta bantuan. Beberapa di antaranya masih belum terdiagnosa sejara jelas tapi dengan jelas menunjukkan tanda-tanda yang menjurus pada masalah psikologis juga.
“Setiap malam aku tak bisa tidur dan selalu menangis” adalah kalimat yang sering dijumpai dalam kisah dari banyak mahasiswa ini.
Tak ada seorangpun yang mengatakan kalau menjadi mahasiswa itu sulit. Yang kamu dengar justru semua kisah menarik dan kebebasan pertemanan dalam suasana yang menyenangkan—tak ada secuil pun kisah tentang kesepian atau kekecewaan.
Salah seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa sebagai seorang yang baru masuk kuliah, mahasiswa tahun pertama selalu diingatkan bahwa tahun pertama kuliah merupakah sebuah momentum. Dan saat mereka merasa bahwa tahun-tahun pertama kuliah seperti moment terburuk dalam hidup maka mereka cenderung akan merasa tertekan oleh rasa bersalah dan akhirnya justru membuat diri berpikiran negatif.
Mahasiswa yang lainnya menyatakan bahwa dia menghabiskan beberapa minggu di universitas dengan bersembunyi di asrama sambil menangis hingga matanya bengkak. Dia begitu rindu rumah dan tak yakin bahwa dia telah mengambil keputusan yang benar dengan kuliah di universitas yang bersangkutan.
Masalah psikologis bisa berawal dari masa kanak-kanak, dan banyak mahasiswa yang mengungkapkan cerita tentang depresi atau self-harming yang kemudian bertahan hingga mereka memasuki bangku kuliah. Dan kehidupan baru di universitas menambahkan tekanan pada kondisi mental yang sejak awalnya sudah bermasalah itu.
Salah seorang di antara mahasiswa yang berpartisipasi dalam studi ini mengungkapkan bahwa depresi dan kegelisahannya telah bermula sejak ia belum masuk ke universitas, tapi tinggal jauh dari rumah, berada di lingkungan yang membutuhkan banyak biaya dan menjadi bagian sebuah universitas besar dengan berbagai tekanan yang ada membuatnya benar-benar seperti terhimpit.
Yang lainnya lagi mengatakan bahwa mereka merasa seperti terkucil dan serba tidak pasti. Ada yang merasa sesak dan tersiksa tapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya sementara orang-orang di sekitar mereka mengatakan bahwa mereka hanya gelisah biasa.
Berusaha untuk tetap belajar dengan baik sementara dalam diri mengalami masalah atau tekanan psikologis merupakan suatu hal yang sangat sulit. Kepanikan yang diikuti depresi sering mengakibatkan seseorang seperti kehilangan kendali. Dan saat tekanan ini memuncak, segalanya terasa menjadi sangat buruk.
Para mahasiswa mengungkapkan suatu kesamaan pendapat akan dukungan yang diberikan pihak kampus cukup membantu mereka –hanya jika mereka bisa menggunakan dukungan itu. Setelah menderita kegelisahan akut, salah seorang mahasiswa ada yang memutuskan untuk menghubungi pihak konseling yang disediakan universitas tempatnya belajar.
Mereka yang kemudian memberanikan diri untuk memanfaatkan jasa konseling kampus merasa jauh lebih baik setelah mereka mengungkapkan semua masalah psikologis yang mengganggu mereka kepada terapis.
Meskipun kesembuhan total tidak langsung secara cepat didapatkan, namun para mahasiswa yang telah memanfaatkan konseling kampus mengaku bahwa mereka sudah lebih merasa lega saat ada orang lain yang bisa mengerti keadaan mereka alih-alih menyuruh mereka untuk mengabaikannya.
Masalah psikologis bukanlah sesuatu yang memalukan. Jadi jika ada di antara kalian yang merasakan sindrom-sindrom atau gejala seperti kepanikan, kegelisahan atau kesedihan yang tak wajar, perubahan mood yang sangat tidak stabil, perasaan kesepian yang menyesakkan, merasa terkucil dan sebagainya yang berhubungan dengan emosi dan kejiwaan, jangan pernah merasa sungkan untuk berbagi cerita dengan pakarnya.
Adalah sesuatu yang awajar bagi setiap orang untuk merasa aneh atau bermasalah dengan dirinya sendiri. Jangan ragu untuk mendatangi konseling di kampus atau di tempat lainnya karena ini benar-benar diperlukan supaya kamu tidak makin tersiksa. Karena itu, kenali dirimu lebih baik dan yakinlah bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .























