Banyak alasan untuk memilih SOAS (School of Oriental & African Studies) yang ada di University of London sebagai universitas tujuan bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan di Inggris. Beberapa diantaranya yaitu:
Tentu saja karena SOAS, University of London (School of Oriental & African Studies) terkenal dengan keunikan yang jarang dimiliki oleh universitas-universitas lain diseluruh dunia. SOAS merupakan satu-satunya institusi pendidikan di Eropa yang memiliki program terbesar dengan staf ahli yang mengkhususkan dirinya dalam studi Asia, Afrika dan Timur Tengah.
SOAS terkenal dengan pengajaran bahasanya yang tak tertandingi yaitu bahasa non-Eropa yang bisa dipelajari tanpa memiliki dasar pengetahuan sebelumnya. Kehebatan sekolah ini bahkan telah diakui oleh sang ratu, terbukti dengan anugrah penghargaan dari The Queen’s Anniversary Prize yang baru-baru ini diterima oleh SOAS. Penghargaan ini ditujukan atas keunggulan, keluasan dan kedalaman pengajaran bahasa dari SOAS.
Proses pembelajarannya menggunakan sistem kelompok kecil yang tentu saja memberikan dampak yang baik para mahasiswanya karena mereka bisa lebih fokus dan konsentrasi saat belajar dalam kelompok kecil dibandingkan saat belajar dalam sebuah kelas yang penuh dengan mahasiswa. Menariknya lagi, sekitar 40 % program sarjana yang ditawarkan oleh SOAS ini memberikan kesempatan kepada kamu untuk menghabiskan satu tahun belajar di negara lain loh.
Fasilitas-fasilitas yang disedikan oleh SOAS juga tidak kalah keren, salah satunya adalah fasilitas perpustakaan yang baru-baru ini mengalami pembaruan oleh pihak kampus. Perpustakaan ini memiliki lebih dari 1,5 juta item dan sumber daya elektronik yang luas. Perpustakaan ini juga menjadi perpustakaan nasional untuk studi Asia, Afrika dan Timur Tengah, yang membuat kampus ini menarik perhatian banyak mahasiswa dari seluruh dunia.
Mahasiswa Internasional di SOAS
SOAS memiliki lebih dari 5.000 siswa dari 160 negara yang ada di seluruh dunia. Kebanyakan dari mereka berasal dari luar Inggris. Hal ini membuat SOAS menjadi salah satu tempat yang sangat kosmopolitan dan memiliki keberagam untuk belajar. Ketenaran SOAS di seluruh penjuru dunia memancing datangnya para mahasiswa internasional untuk bisa mendapatkan studi di universistas ini.
Bagaimana sih kehidupan mahasiswa internasional di sana?
Seperti halnya kampus-kampus lain, SOAS juga terbiasa untuk menyambut para calon mahasiswa internasional. Yang berbeda adalah mereka memiliki tradisi yang unik dalam rangka menyambut mahasiswa-mahasiswa baru yang dinamai “Welcome Day”. Sambutan untuk mahasiswa internasional ini biasanya terjadi pada akhir pekan sebelum dimulainya musim gugur. Menarik bukan?
Di SOAS juga tersedia sebuah layanan kursus bahasa Inggris buat kamu yag membutuhkan pelajaran ekstra untuk membantu kamu dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu. Jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir jika merasa tingkat bahasa inggrismu masih belum mencukupi karena kamu bisa memanfaatkan layanan yang satu ini untuk mempercepat proses kamu beradaptasi dengan bahasa ini.
Ada juga departemen IFCELS yang menawarkan kamu program musim panas dan program sepanjang tahun berbahasa Inggris, serta ada juga program persiapan akademik bagi mahasiswa internsional yang ingin melanjutkan ke SOAS atau tempat lain di Inggris.
Kalau kamu memiliki kesulitan dalam masalah visa, pekerjaan atau keuangan kamu bisa banget loh berkonsultasi dengan petugas kesejahteraan mahasiswa yang sengaja dibuat oleh pihak kampus untuk membantu memberikan saran dan solusi untuk pertanyaan-pertanyaan yang kamu butuhkan.
Persatuan mahasiswa menjadi salah satu organisasi favorit di sana, karena selain bisa mendapatkan banyak pengalaman kamu juga bisa bertemu dengan banyak orang-orang baru dan juga kamu bisa bertemu dengan orang-orang yang berasal dari negara yang sama denganmu. Sendirian di negeri orang memang bisa membuatmu lelah dan tertekan dan kangen dengan orang-orang rumah, tapi hal ini bisa sedikit berkurang. Pasti menyenangkan deh bisa bertemu dengan teman senasib sepenanggungan di negeri orang. Karena nantinya kalian bisa saling membantu selama kuliah di sana. Selain itu merka juga bisa sedikit mengobati rasa rindumu dengan keluarga di negara asalmu.
Terakhir nih guys, saking bangganya bisa kuliah di SOAS, University of London ini ada salah seorang mahasiswa yang memberikan testimoni mengenai bagaimana senangnya dia bisa menyelesaikan studinya di SOAS.
“Puncak dari studi saya di SOAS bukan berasa dari buku atau dosen, walaupun sebenarnya saya suka dengan pendidikan yang saya dapat di sini, melainkan dari siswa-siswa yang ada di SOAS. Dimana lagi kamu bisa bertemu dengan siswa-siswa yang berasal dari enam benua di seluruh dunia dengan berbagai macam perbedaan dan semuanya berbaur dalam satu kelas. Belajar tentang budaya yang berbeda-berda dari setiap orang menjadi sebuah pengalaman yang tidak pernah bisa dibeli, bahkan di lembaga paling maju dan paling berbudaya sekalipun.”
Nih guys coba dicek dulu video keren persembahan dari staff & alumni kampus ini 🙂
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Alexander Soros adalah anak dari bilyuner George Soros. Alex yang berumur 28 tahun ini merupakan lulusan 
Ia adalah putri dari CEO ternama James P. Gorman yang memimpin Morgan Stanley. Umurnya masih sangat muda yaitu 18 tahun. Namun Caroline percaya diri mengasah keahliannya di jalur musik.
Ia sudah memiliki band sendiri yang diberi nama Madness and The Film. Selain itu Caroline Gorman juga mahir menyanyi serta memainkan piano. Ia dan band-nya sudah memiliki lagu sendiri berjudul Scrapbook.
Sementara tidak jauh berbeda dari Caroline Gorman, Caroline yang lain yaitu Caroline Jones, putri dari Paul Tudor Jones dari Tudor Investment Corporation juga mantap terjun ke bidang musik.
Di umur 23 tahun, Caroline sudah menjadi penulis lagu sekaligus penyanyi. Diproduseri oleh Tommy Mottola, produser dan eksekutif musik yang sudah tak asing lagi di blantika musik dunia.
Caroline memilih aliran musik folk dan juga mahir menunjukkan bakat bermain gitarnya. Dia bahkan mencapai prestasi gemilang dengan memproduseri dan menulis sendiri semua lagu-lagu di empat albumnya. Untuk masalah tampil pun sudah tak diragukan lagi. Caroline Jones sudah pernah tampil di Madison Square Garden and Carnegie Hall. What a great Wall Street kid!
Chelsea merupakan putri dari Robert Prince, investment officer dari perusahaan Bridgewater. Bila anak-anak petinggi Wall Street yang lain memiliki passion di bidang musik, Chelsea memiliki bakat di bidang menulis dan media massa.
Mulanya, Chelsea yang merupakan lulusan Syracuse University ini aktif di bidang media sosial dimana ia terlibat dalam InternCircle, sebuah situs media sosial yang dikhususkan untuk remaja-remaja dewasa yang mencari tempat magang yang tepat.
Ia kemudian bekerja di harian surat kabar Women’s Wear Daily, sebelum akhirnya memiliki perusahaan sendiri di bidang penerbitan bernama Chelsea Print & Publishing. Puncaknya, ia akhirnya merilis novel berjudul Rock and Vine: Next Generation Changemakers in America’s Wine Country.
Putri Marc Lasry dari Avenue Capital Group ini baru berumur sekitar 20 tahun dan tertarik berkarir di dunia hiburan. Ketertarikannya tersebut bisa dilihat dari pencapaiannya sebagai penyanyi.
Emma Lasry tertarik menjadi pop star dan merilis sebuah lagu berjudul Closet Bitch di tahun 2010. Lirik lagu Closet Bitch cukup berani seakan-akan ingin menggambarkan semangat kebebasan dan pemberontakan Emma sebagai remaja.
“Everybody thinks I’m so sweet/ I’m the girl that you love to meet/ Boys want to take me out to eat/ But little do they know I’m a closet bitch.”
Tak hanya itu, sosialita Khloe Kardashian juga menjadi cameo dalam klip musik Closet Bitch.
Meski memiliki ketertarikan yang besar pada dunia musik, Emma toh tetap mengutamakan pendidikannya sebagai mahasiswi
Georgina adalah putri dari Michael Bloomberg, seorang pembisnis sukses sekaligus politikus handal. Bila sang ayah memilih mengabdi untuk pemerintahan, Georgina memilih menjadi atlet kuda profesional yang bahkan pernah berkompetisi di ajang Grand Prix serta dipercaya mendapat sponsor oleh Ariat Internasional.
Majalah Forbes sempat menetapkan Georgina sebagai salah satu dari 20 Ahli Waris Bilyuner yang Paling Menarik.
Putri dari Jamie Dinan, penemu York Capital Management ini memiliki ketertarikan yang sama dengan Georgina Bloomberg yaitu olahraga berkuda. Ia memenangkan penghargaan atlet berkuda di usia yang sangat muda sambil terus berusaha melatihkan kemampuan olahraganya.
Meski ingin jadi atlet berkuda, Katie tak melupakan pendidikan formal. Ia adalah salah satu mahasiswi universitas bergengsi yaitu
Jamie Dimon yang merupakan CEO JP Morgan memiliki tiga orang putri. Salah satunya adalah Laura Dimon. Laura yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini menekuni bidang jurnalisme.
Ia sempat menjadi reporter New York Daily News setelah sebelumnya menjadi lulusan
Putri dari mantan CEO Barclays Bob Diamond ini merupakan lulusan
Ia merupakan cucu Pete Peterson, seorang co-founder Blackstone Grup.
Umurnya masih muda yaitu sekitar 22 atau 23 tahun. Namun seakan-akan tak ingin dibayangi kepopuleran sang kakek, Peter Cary memulai peruntungan di dunia televisi. Puncaknya adalah saat ia membintangi reality show di TV berjudul NYC Prep.
Putra dari CEO Lloyd Blankfein ini memilih jalur pekerjaan sebagai konsultan di Bain & Company. Ia juga menikahi teman sekelasnya saat berkuliah di
Sementara anak Lloyd Blankfein yang lain adalah Rachel. Umurnya masih 20 tahun dimana Rachel masih mengenyam pendidikan sebagai mahasiswi Harvard University. Sama dengan banyaknya para anak petinggi Wall Street lain yang menyukai olahraga berkuda, Rachel pun ikut mencoba aktivitas sebagai atlet profesional. Ia bahkan sempat berkompetisi di beberapa pertandingan.
Sementara putri Stan Druckenmiller yang merupakan mantan presiden Duquesne Capital memilih jalur musik sebagai passion utamanya. Tess merilis album berjudul Storyteller dan sempat menulis beberapa lagunya.
Meski memilih jalan sebagai penyanyi, namun Tess tetap peduli pada pendidikan formalnya. Ia memilih jurusan computer science di


Gelar populer yang ditawarkan adalah BSc (Hons) Business Computing, BSc (Hons) Business Computing (eBusiness), BSc (Hons) Business Computing (Human Computer Interaction), BSc (Hons) Business Computing (Social Media), BSc (Hons) Computer Science, BSc (Hons) Computer Science (Artificial Intelligence),BSc (Hons) Computer Science (Digital Media and Games), BSc (Hons) Computer Science (Network Computing) dan BSc (Hons) Computer Science (Software Engineering).
Keuangannya hakikatnya bisa diaplikasikan pada prospek kerja manapun. Economics and Finance tak hanya membina para mahasiswa dan mahasiswinya dengan pembelajaran secara teori namun juga secara praktikal sehingga ilmu yang akan kamu dapat selama proses perkuliahan sangatlah lengkap dan banyak.
Program pascasarjana dalam Business and Management dirancang dengan level yang lebih tinggi di UK. Gelar master akan didapat sesuai dengan pencapaian atas pola pemahaman dan sistem pendidikan yang diusahakan seefektif mungkin di bidang yang satu ini.
Karir yang potensial dapat kamu miliki di bidang IT, administrasi data instansi pemerintahan, sampai terlibat dalam proyek-proyek besar perusahaan-perusahaan teknologi maju.