11 Perkataan yang Pantang untuk Dikatakan di Tempat Kerja

workOrang bilang lidah tak bertulang. Karenanya kita harus selalu berhati-hati menjaga setiap perkataan yang kita ucapkan lewat lisan kita. Hal ini tentu termasuk saat kita berada di tempat kerja. Kamu tentu harus memikirkan dengan baik apa yang kau katakan saat kau mengungkapkan apa yang ada di pikiranmu saat rapat, saat berkomentar pada makan siang bersama, intinya apapum yang kau katakan itu akan memengaruhi dirimu. Perkataanmu bisa jadi membuat orang menentukan seperti apa dirimu itu.

Sylvia Ann Hewlett mengatakan dalam bukunya “Executive Prsence: The Missing Link Between Merit and Success”, bahwa ada 3 cara untuk melihat tanda apakah seseorang itu memiliki karakter pemimpin yaitu dari bagaimana mereka bersikap, bagaimana mereka menilai sesuatu dan bagaimana mereka bicara.

Young workgroupBerbicara dengan baik dan seperlunya tak hanya meningkatkan kualitas komunikasi yang kamu miliki, tetapi juga akan membangun kesan baik dari dirimu secara keseluruhan sebaga seorang pribadi dan dalam konteks profesionalisme, hal ini sangatlah penting. Interaksi verbal sangat penting untuk menciptakan dan mengembangkan kesan positif.

Oleh karena itu, ada beberapa perkataan yang diangga kurang pantas untuk dikatakan saat di tempat kerja. Berikut adalah 11 perkataan yang sebaiknya kamu hindari untuk diucapkan saat di kantor:

  1. Apa itu masuk akal?

Jika kamu mengucapkan perkataan ini—atau yang intinya seperti ini—orang yang mendengarkanmu akan berkesan bahwa kamu ternyata tak benar-benar mengerti apa yang sedang dibicarakan. Karenanya menurut pelatih pekerja Tara Sophia Mohr, lebih baik kamu mengatakan, “Bagaimana menurutmu?”

  1. Itu sungguh tidak adil

man

Komplain akan suatu ketidakadilan yang kamu temui di kantor tak akan mengubah apapun. Tidak peduli hal apa yang kamu complain, apakah itu hal yang berhubungan tempat kerja atau masalah lainnya yang lebih serius yang berhubungan dengan keselamatan bumi misalnya, kamu sebaiknya menghindari ungkapan tersebut. Komplain seperti itu juga mirip dengan mengeluh, dan hal ini sangat tidak dianjurkan untuk dikatakan di tempat kerja.

  1. Aku tak punya cukup waktu

officeworkerSaat suatu pekerjaan sudah sampai pada deadline yang diberikan dan kamu belum menyelesaikannya, jangan mengatakan kalau kamu tak punya cukup waktu untuk mengerjakannya. Ini mengesankan bahwa kamu adalah orang yang tak bisa me-manage waktu dengan baik. Daripada kamu mengatakan banyak alasan atas ketidakmampuanmu menyelesaikan tugas pada deadline, lebih baik kamu meminta waktu tambahan untuk menyelesaikannya. Tentu saja jika itu memungkinkan, kalau tidak, kamu harus dengan sungguh-sungguh minta maaf. Ingat, no excuse, tak perlu alasan.

  1. Hanya saja

Menyelipkan kata “hanya saja” mungkin tak terkesan apa-apa. Tapi tahukah kamu bahwa jika kamu berkata-kata dengan menyelipkan kata tersebut, kesannya kamu ingin melindungi dirimu sendiri agar tidak disalahkan. Dengan mengatakan, misalnya, “Saya sudah mengeceknya, hanya saja …” kamu akan memberi kesan kalau kamu orangnya suka beralasan. Nah, negative ‘kan jadinya?

  1. “Tapi saya sudah mengirimkan e-mail minggu lalu”

Jika seseorang yang kamu kirimi e-mail tak membalas e-mailmu, maka sudah menjadi tugasmu untuk melakukan follow-up. Jadilah orang yang proaktif dalam komunikasi dengan orang lain daripada menjadi orang yang suka menyalahkan orang lain atau menjadikan orang lain sebagai alasan.

  1. “Aku tak suka …” atau ”Sangat menyebalkan saat …”

dontlikeit-0Berkata-kata yang mengungkapkan kebencian/ketidaksukaan atau kekesalanmu pada seseorang atau kebijakan perusahaan tak akan memberimu keuntungan. Bahkan bisa jadi itu membuat orang lain berkesan bahwa kamu adalah orang yang belum dewasa cara berpikirnya.

  1. “Itu bukan tanggung jawab saya”

work_2119390bSaat ada masalah yang muncul di tempat kerja, meskipun itu bukan merupakan tugasmu, memberikan bantuan—jika kamu mampu—bukanlah suatu kesalahan. Bahkan hal tersebut akan menunjukkan bahwa kamu seorang yang memiliki teamwork dan ringan tangan alias suka membantu.

  1. “Kamu seharusnya …”

Mengatakan kepada orang lain—bahkan meski dia bawahanmu—dengan “Kamu seharusnya …” sebaiknya perlu dihindari karena hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa kamu menyalahkan dia. Akan lebih positif jika kamu mengatakan, “Kedepannya saya sarankan kamu …”

  1. “Saya mungkin salah, tapi …”

whyJika kamu mengatakan, “Saya mungkin salah, tapi …”, menunjukkan bahwa kamu orang yang tidak sukda disalahkan bahkan meski sudah jelas kamu salah. Karena itu jika kamu sudah tahu kalau kamu salah, maka sebaiknya tak perlu lagi mengemukakan alasan-alasan dengan maksud untuk mengurangi kesalahanmu karena hal itu justru membuat dirimu menjadi lebih tampak bersalah.

10. “Maaf, tapi …”

Hal ini mengindikasikan kalau kamu itu sportif, bahkan cenderung menyebalkan. Jangan meminta maaf jika di belakangnya kamu masih mengemukakan alasan atas kesalahan yang kamu buat.

11. “Sebenarnya …”

Jika kamu mengawai perkataanmu dengan kata “Sebenarnya”, seperti pada kalimat “Sebenarnya, kamu bisa melakukannya,” akan menciptakan jarak antara kamu dan orang yang kamu ajak bicara. Dengan berkata demikian seolah kamu mengatakan kalau kamu salah.i-can-but-i-won-t--garfield

Itulah 11 ungkapan atau perkataan yang sebaiknya kamu hindari saat kamu berada di tempat kerja. Ingat, berhati-hatilah dengan apa yang kamu ucapkan karena dari caramu berbicaralah orang lain akan menentukan seperti apa kamu sebenarnya.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan