Winning a Scholarship to England? Yes, You ABSOLUTELY Can!

599891_4206996896830_514752387_n Bisa menyicipi pendidikan di Inggris itu tidaklah mustahil. Apalagi jika kendalanya adalah masalah ekonomi. Semuanya kembali lagi pada kemauan dan keinginan yang besar. Ada banyak cara yang bisa kamu tempuh untuk dapat mewujudkan cita-cita kamu pergi ke Inggris, salah satunya yaitu dengan beasiswa. Seringkali saya dengar pertanyaan-pertanyaan klise tentang bagaimana cara mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Hal yang menurut saya tidak patut untuk dipertanyakan. Informasi beasiswa itu ada dimana-mana, kita nggak boleh males dan berharap orang lain akan memberikan informasi tentang beasiswa yang kita inginkan. Scholarship is not only for the geniuses, it is for those who are willing to find it themselves. Selain itu, mengurus persyaratan beasiswa pun cukup rumit, kamu harus bersabar dan jangan mudah menyerah saat proses mengisi aplikasi atau memenuhi syarat yang diajukan. Saya tekankan sekali lagi, beasiswa bukan hanya untuk orang-orang pintar, tetapi untuk mereka yang mau berusaha dan gigih untuk mendapatkannya. Saya sendiri tidak pernah mau menanyakan beasiswa kepada orang lain sebelum saya mencari asal-usul beasiswa, jenis beasiswa, dan pihak pemberi beasiswa tersebut sendiri. Saya adalah penerima beasiswa short course ke Inggris selama 9 minggu pada tahun 2012. Saya bukan orang pintar, tapi saya pemimpi yang ketika saya bangun dari tidur saya, saya bekerja keras untuk membuat mimpi saya menjadi kenyataan. Here’s how the story began… 29/8/11 Pada hari itu saya sedang nggak ada perkuliahan, iseng, dan bosan. Tiba-tiba, ide untuk menemukan beasiswa untuk belajar di luar negeri muncul dalam pikiran saya. Saya secara acak mengetik beberapa kata kunci tentang beasiswa ke Inggris pada Google dan lalu menemukan http://www.educationuk.org/Scholarships-for-UK-study. Saya selalu tertarik untuk belajar di Inggris. Dari kecil saya sudah bermimpi untuk bisa jalan-jalan ke Inggris. Saya suka sekali dengan kebudayaan dan bahasa mereka, bahkan ketika kuliahpun saya mengambil jurusan Sastra Inggris, itulah mengapa saya ingin sekali pergi kesana, beasiswa yang saya cari pun berhubungan dengan jurusan perkuliahan saya. Jadi, saya memeriksa situs web tersebut dan menemukan begitu banyak beasiswa ke Inggris. Saya menemukan satu beasiswa English Course dari St Giles International, sebuah institusi bahasa Inggris yang berada di pusat kota London. Pihak institusi tersebut tidak mencantumkan syarat lengkap untuk mendapatkan beasiswa tersebut, jadilah saya mengemail mereka, berharap mendapatkan balasan untuk dapat melamar beasiswa di institusi tersebut. Selang beberapa hari kemudian, saya mengecek email dan ternyata saya mendapatkan balasan dari mereka tentang persyaratan yang wajib dipenuhi untuk melamar beasiswa mereka. Syaratnya adalah sebagai berikut: mengisi formulir aplikasi, menulis 2 essays, dan mencantumkan 2 surat referensi dari dosen atau Dekan. υποτροφίες-στο-εξωτερικό-17-12-2013 Pada saat membaca persyaratan tersebut, kontan saya merasa optimis bisa memenuhi 2 dari 3 syarat yang harus dipenuhi tersebut. Tetapi mencantumkan 2 surat referensi dari dosen atau dekan? Saya sempat ragu, karena saya bukanlah si pintar yang dikenal para dosen di kampus saya. Namun, jika tekad sudah bulat tidak ada yang bisa menghalangi saya. Saya pun menyanggupi semua persyaratan tersebut dan nekat meminta 2 surat referensi dari dosen yang pernah mengajar di kelas saya dan sekiranya familiar dengan wajah saya. Mengisi semua persyaratan tersebut memakan waktu kurang lebih 2 bulan. Ya, beasiswa tersebut adalah beasiswa pertama yang saya apply, tentunya saya masih sangat lamban dan belum terbiasa dengan hal tersebut. Saya juga ingin essay saya menjadi menarik dan layak untuk sebuah English short course yang saya impi-impikan. Lebih dari dua bulan saya menunggu datangnya pengumuman beasiswa tersebut. Yang pada awalnya saya sangat optimistis, lambat laun perasaan tersebut terkikis dan membuat saya menjadi sepenuhnya pesimis. Namun saya tidak mau berkecil hati dan menolak untuk menyerah. Sampai pada akhirnya saya mendapatkan email balasan dari mereka… 10/2/12 “Dear Ms. Amelia,

Please find attached our decision regarding your scholarship application. Please confirm that the address on the letter is correct and that you accept this decision.

I look forward to hearing from you.

Kind regards, Martha Raczynski PA to Paul Lindsay, Director of St Giles Educational Trust Tangan saya gemetar membaca isi email tersebut. Saya tidak percaya bahwa saya akhirnya mendapat beasiswa untuk belajar di pusat kota London selama 9 minggu. Air mata penuh sukacita mengalir di wajah saya. Saya merasa sangat bersyukur. Ibu saya tidak percaya saya mendapatkan beasiswa tersebut, begitu pula ayah saya. Bahkan saya sampai mencetak email tersebut untuk menunjukkannya kepada mereka, tetapi apa daya mereka tidak mengerti, satu-satunya hal yang mereka mengerti adalah, email itu datang dari London, United Kingdom. Sekitar 3 minggu setelah berita mengejutkan ini, saya mendapat surat dari London, yang tidak lain adalah surat penerimaan saya. Ayah dan Ibu saya terus melihat surat tersebut berulang-ulang, walaupun mereka tidak mengerti isinya, mereka tetap merasa senang. Mereka masih tidak bisa percaya putri mereka akan pergi ke London, segera. Urusan saya dalam meperjuangkan beasiswa tersebut tidak selesai sampai surat penerimaan yang dikirimkan ke alamat rumah saya saja. Pihak St Giles menginformasikan kepada saya untuk membuat visa segera setelah saya mendapat surat penerimaan. Jadilah saya pergi ke pusat pembuatan visa UK dengan ayah saya, butuh beberapa waktu untuk mengisi formulir aplikasi. Saya juga harus mem-book tiket PP ke Inggris sebagai salah satu persyaratan visa tersebut. Tetapi semuanya saya jalani tanpa beban. Lagi, mengurus hal semacam beasiswa dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Saya sempat takut bahwa aplikasi visa saya akan ditolak tetapi pada 13 April 2012 atau sekitar dua minggu setelah saya men-submit aplikasi visa saya, saya mendapat email dari pusat aplikasi visa UK … “Dear AMELIA, Your processed visa application reference no.JKAC/020412/093480/1 has been collected from UK Visa Application Centre on 04/13/2012″ Alhamdulillah! Akhirnya Visa UK pun berada di tangan saya! Semuanya pun berjalan sesuai rencana. Saya menjadi tidak sabar dan sangat antusias menunggu jadwal keberangkatan saya ke London. 01/06/12 Akhirnya hari keberangkatan saya tiba juga. Hari yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Orang tua, adik, dan tante saya ikut menemani saya ke bandara. Sahabat-sahabat terbaik saya pun sudah menunggu saya di bandara. Akhirnya waktu untuk terbang ke Inggris datang juga. Butuh waktu hampir 18 jam untuk pergi ke London dari Jakarta dan saya juga harus transit di Doha, Qatar. Semua proses yang saya lalui sampai akhirnya saya mendapatkan beasiswa ini dan terbang ke Inggris memang terdengar sangatlah sederhana dan tidaklah rumit, tapi percayalah butuh berbulan-bulan bagi saya untuk melengkapi persyaratan beasiswa tersebut, saya harus mati-matian menghampiri dosen saya setiap harinya, latihan membuat essay yang baik, terus-terusan merevisi 2 essay tersebut, dan bahkan mengurus visa sendiri. Nothing in this life is ever easy to get but if you work hard and never give up, things will eventually become easier to get! Dan kegigihan saya ini akhirnya dapat mengantarkan saya ke London, Inggris… Kota yang sedari kecil hanya dapat saya lihat di tv atau poster akhirnya saya mampu menjelajahi577092_4183669433658_1326067279_nnya! More details about the story click here. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan