5 Soft Skill yang Wajib Kamu “Bawa” saat Wawancara

crop380w_istock_000006915883xsmall_student_interview Jika kamu sangat berkualitas, memiliki dokumen-dokumen pendukung yang hebat, resume yang sesuai dan kamu selalu dipanggil untuk wawancara pekerjaan, tapi selalu gagal,bisa jadi kamu selalu kehilangan salah satu kategori yang selalu dicari pewawancara: likability yang juga dikenal di dunia pekerjaan sebagai “cultural fit,” likability adalah alasan mengapa banyak pelamar tidak berhasil mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan, entah karena pihak pewawancara tidak menyukai mereka atau tidak percaya mereka dapat bersosialisasi dengan baik dengan karyawan. Kecerdasan emosional, atau dikenal sebagai soft skill, adalah kategori keterampilan yang paling sering dilibatkan ketika mengevaluasi likability. Wikipedia mendefinisikan soft skill sebagai “atribut pribadi yang meningkatkan interaksi individu, kinerja dan prospek karir. Nggak seperti hard skill, yang merupakan keahlian atau kemampuan seseorang dalam melakukan jenis tugas atau kegiatan tertentu, soft skill berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dengan rekan kerja maupun customers dan berlaku luas baik di dalam maupun di luar tempat kerja. ” Soft skill meliputi: sikap, keterampilan komunikasi, manajemen waktu, pemikiran kritis dan kategori lain yang tidak berhubungan dengan kecerdasan. Jadi bagaimana kamu dapat menunjukkan keterampilan ini selama wawancara? Berikut ini tips yang dapat membantu kamu mendapatkan dan “membawa” lima soft skill ini pada saat wawancara. 1 Etos kerja. Pastikan kamu mengungkapkan pendapatmyu tentang betapa pentingnya misi dan visi perusahaan tersebut untukmu dan jelaskan mengapa kamu bersedia berusaha keras untuk membuat perusahan tersebut berhasil. Salah satu prinsip yang dipakai dalam mengevaluasi kandidat adalah kinerja masa lalu kamu yang merupakan sebuah prediktor akan hasil kerjamu di masa mendatang. Pastikan kamu dapat membuktikan bahwa kamu memiliki etos kerja yang kuat dengan memberikan contoh-contoh dari masa lalu tentang bagaimana kamu mau berusaha keras dan gigih dalam menyelesaikan pekerjaan dan jelaskan bagaimana kamu selalu menyelesaikan proyek pekerjaan kamu di masa lalu secara efisien dan tepat waktu, mengapa kamu tepat waktu dan gigih dan bagaimana kamu dapat menyeimbangkan kemauanmu untuk sukses dengan tujuan perusahaanmu. 2 Sikap positif. Berikan contoh bagaimana kamu dapat meningkatkan semangat kerja karyawan lain dengan posisimu di masa lalu, atau bagaimana sikap positifmu dapat membantu memotivasi rekan-rekan kerja atau bawahanmu. Beberapa orang bersifat ceria secara alami dan selalu optimis sedangkan yang lain memiliki sikap yang lebih kalem dan cenderung pendiam. Usahakan kamu murah senyum dan terlihat ramah ketika kamu menjabat tangan pewawancara dan tambahkan sedikit intonasi juga jadilah sedikit ekspresif dalam menanggapu pertanyaan pewawancara. Pastikan kamu tidak membosankan atau kamu bisa kehilangan kesempatan kamu untuk bekerja di perusahaan tersebut. 3 Keterampilan berkomunikasi. Wawancara adalah kesempatan besar untuk menunjukkan seberapa baik kamu dalam berkomunikasi, jadi pastikan kamu mempersiapkan dirimu dengan latihan menanggapi pertanyaan-pertanyaan wawancara untuk menunjukkan keahlian terbaikmu. 4. Manajemen waktu. Hal ini adalah keterampilan penting yang banyak dicari perusahaan-perusahaan pada pelamar. Sangat penting bagi pelamar untuk dapat mengetahui bagaimana mereka mengelola waktu, tugas dan tanggung jawab secara efektif. Bersiaplah untuk menjelaskan bagaimana kamu memprioritaskan hal yang paling penting, menmbagi tugas yang sekiranya dapat dilakukan orang lain dan mencari cara untuk dapat menyelesaikan pekerjaanmu dengan segala keterbatasan yang ada. 5. Kepercayaan diri. Kamu dapat menunjukkan rasa percaya diri pada wawancara dengan caramu menampilkan diri, termasuk bagaimana kamu berpakaian untuk wawancara, cara kamu mendekati pewawancara untuk berjabat tangan dan bagaimana kamu berbicara tentang pengalaman kamu selama wawancara.” Jika kamu tidak terlalu percaya diri, mulailah berlatih untuk jadi percaya diri. Lakukan kontak mata langsung ketika berbicara dengan orang asing. Dengarkan suara kamu sendiri, apakah suaramu terdengar lantang atau malah malu- malu? Berlatihlah berbicara dengan suara yang terdengar lebih menunjukkan percaya dirimu. Jangan lupa tentang bahasa tubuhmu, yang merupakan salah satu cara pewawancara untuk mengukur tingkat kepercayaan dirimu. Berjalan atau duduklah dengan tegak dan jangan membungkuk Jangan lupa untuk selalu mempersiapkan soft skillmu ketika kamu akan mengikuti wawancara untuk memastikan bahwa kamu mempunyai segala sesuatu yang dicari oleh perusahaan tempat kamu melamar pekerjaan. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan