Buat kalian yang suka nonton film kerajaan bersetting Inggris kuno, pasti sering liat prajurit berpakaian besi, naik kuda, bawa tombak dan perisai, bertarung satu sama lain untuk menjadi yang terbaik, itu dia Jousting. Jousting termasuk dalam martial art karena ini melatih kemampuan para prajurit sebelum berperang.
Jousting menarik perhatian seorang mahasiswi bernama Emma Levitt dari University of Huddersfield untuk meneliti bagaimana awal mulanya hingga Jousting bisa ada. Emma masih akan meneliti jousting lebih lanjut.
Peraturan Jousting
Peraturannya simple, siapa yang berhasil menjatuhkan lawannya dari kuda tunggangannya, ia lah yang menang dalam pertarungan tersebut. Dalam jousting, ada papan skor untuk mencatat informasi seperti nama kompetitor, berapa banyak serangan ke badan atau kepala dan kesalahan.
Boleh kalahkan siapa saja, kecuali raja
Nah, ini nih bagian yang paling menarik perhatian Emma. Ia menemukan fakta bahwa petarung yang melawan raja dalam pertarungan Jousting diharuskan mundur dan membiarkan sang raja menang, demi kebaikan dan masa depan si petarung. Contohnya Charles Brandon, ia seorang tentara yang hebat dalam jousting, tapi saat ia melawan King Henry VII, ia mengalah dan kemudian ia menjadi Duke dan menikahi saudara perempuan King Henry. Alasan harus mengalah dari raja karena jousting merupakan simbol maskulinitas pada masa itu.
Simbol maskulinitas Middle Ages
Program Internasional Foundation dan Year One dari University of Huddersfield, Inggris
University of Huddersfield Guide: Road to Huddersfield, Perjalanan Dari Jakarta ke Kota Huddersfield
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by