Ini Dia Bocoran tentang Cara Keterima di Universitas Harvard dari Presiden Universitas Harvard Langsung!

Harvard_U_Shield Semua orang pastinya tahu bagaimana caranya bisa masuk ke Carnegie Hall: belajar yang rajin. Tapi gimana caranya biar bisa masuk ke salah satu universitas yang paling top di seluruh dunia? Untuk pelajar SMA yang ambisius, trik untuk bisa masuk ke universitas top pasti keliatannya sederhana. Kebijakan umum supaya kamu bisa keterima sih yaitu dengan fokus pada kualifikasi-kualifikasi yang pihak Universitas minta kamu agar bisa sukses. Hal ini menjadikan seleksi masuk organisasi-organisasi di sekolah lebih sulit dan kelas-kelas yang diikuti pun terasa seperti sebuah renungan. Di luar jam sekolah siswa pasti menghabiskan waktunya agar bisa membuat CV yang sempurna, yaitu dengan mengikuti organisasi siswa atau kalo disini biasa dikenal dengan OSIS, National Honor Society, jadi kapten tim sepak bola atau voli, dan bergabung dengan selusin organisasi siswa lainnya. Tentu saja, itu nggak berarti bahwa nilai sempurna tidak penting. Apa kalo kita ngelakuin semua hal diatas kita bakal bisa masuk Harvard? Well… Seperti yang dibilang presidennya Harvard, Drew Gilpin Faust kepada hadirin di Aspen Ideas Festival, “kami bisa mengisi kelas kami dua kali dengan para valedictorians (siswa yang biasanya meraih nilai tertinggi di kelas dan memberikan pidato perpisahan upacara wisuda)” Itu berarti panitia penerimaan mahasiswa baru melihat kriteria calon mahasiswa mereka dari hal-hal seperti esai yang menarik atau surat rekomendasi yang tidak biasa untuk memutuskan siapa yang berhak menjadi salah satu dari 5,9% pendaftar yang diterima di Harvard. Top tipnya Faust kepada para orangtua adalah “Make your children interesting!” Bagi orang tua dan siswa, tentunya hal tersebut merupakan kabar baik dan kabar buruk. Kabar buruknya adalah tentu saja jauh lebih mudah untuk mengatakannya daripada mewujudkannya, meskipun Faust menganjurkan para orangtua untuk mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti passion mereka sebagai cara untuk mengembangkan kepribadian yang menarik, tapi jauh lebih mudah untuk melengkapi syarat masuk, walaupun menakutkan, daripada menjadi pribadi yang menarik. Tapi, kabar baiknya nih kalo perguruan tinggi menggunakan kriteria tersebut, anak-anak jadi bisa fokus membentuk masa remaja mereka dengan cara yang tidak hanya sekedar untuk membuat CV keliatan lebih menarik, tapi lebih kepada pengertian yang lebih mendalam tentang diri sendiri, yang tampaknya merupakan suatu cara yang jauh lebih masuk akal untuk menghabiskan masa SMA daripada mencoba terlalu keras untuk mendapatkan posisi yang bikin siswa nggak bisa konsentrasi. Di lain sisi, masih ada kabar baik lainnya, jika kamu keterima di Harvard University ada kemungkinan kamu nggak perlu lagi kerja sampingan. Menurut Faust, 60% mahasiswa S1 Harvard menerima bantuan keuangan dan mereka hanya membayar rata-rata US$12,000 per tahun dari biaya normal US$60,000 per tahun untuk biaya kuliah, asrama, dan makan. Hal tersebut sekarang merupakan tren yang sering terjadi di perguruan-perguruan tinggi elit. Selama bertahun-tahun, beberapa mahasiswa mengatakan mereka telah memenuhi 100% syarat yang diperlukan untuk menerima bantuan pendidikan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir beberapa perguruan tinggi telah mulai menawarkan kuliah gratis untuk mahasiswa dengan pendapatan keluarga di bawah rata-rata. Itu berarti walaupun  biaya pendidikan semakin tinggi, makin banyak mahasiswa yang bisa kuliah tanpa harus memusingkan biaya kuliah mereka. Kedua perubahan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi elit tidak seperti yang selalu kita bayangkan selama ini, yaitu biayanya mahal dan tidak terjangkau. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan