
Jacqueline A. Ciron-Angeles, MD, MBA, EMDRCM | Kepemimpinan dalam bidang Kedokteran: Asia Pasifik
Jacqueline A. Ciron-Angeles, MD, MBA, EMDRCM, adalah seorang dokter spesialis bedah Telinga, Hidung, dan Tenggorokan dan administrator perawatan kesehatan yang berpengalaman. Beliau adalah Chief Operating Officer yang baru di FEU-NRMF Medical Center, bagian dari Healthway Medical Network di Metro Manila, Filipina. Ciron-Angeles memulai perjalanannya dalam pengembangan kepemimpinan melalui program Leadership in Medicine di Harvard Medical School, di mana beliau belajar bagaimana menerapkan kekuatan kepemimpinan adaptif untuk menghadapi tantangan yang kompleks dalam perawatan kesehatan.
Menyadari Perlunya Kepemimpinan yang Adaptif
Dengan karier cemerlang yang mencakup praktik klinis, fellowship di Filipina dan Eropa, serta peran administratif, Ciron-Angeles beralih ke peran administratif pada tahun 2015, terinspirasi oleh seminar kepemimpinan yang mendorongnya untuk membayangkan jalur kariernya. Pada tahun 2017, ia mendaftar di Ateneo Graduate School of Business yang bergengsi dan meraih gelar bisnisnya. Namun, ia menyadari adanya kesenjangan kritis dalam keterampilan kepemimpinannya yang spesifik untuk perawatan kesehatan, terutama dalam mengelola kompleksitas sistemik dan memimpin perubahan organisasi.
“Saya menyadari bahwa saya membutuhkan lebih dari sekadar keahlian teknis saya perlu memahami bagaimana memimpin orang melalui ketidakpastian dan menginspirasi tim untuk berinovasi,” ujarnya. Program Leadership in Medicine memberikan pelatihan, alat, dan strategi tingkat lanjut yang diperlukan untuk unggul dalam perannya sebagai direktur medis Medical City Group, salah satu jaringan rumah sakit terbesar di Filipina. Pengalaman ini telah memungkinkan Ciron-Angeles untuk menerapkan praktik-praktik inovatif dan berkelanjutan yang telah mengubah pelayanan kesehatan.
Kepemimpinan Melalui Krisis
Dampak mendalam dari program ini terlihat jelas pada saat yang kritis – gempa bumi dahsyat yang melanda rumah sakit yang dipimpinnya. Beliau menerapkan konsep kepemimpinan adaptif, yang terkenal didefinisikan oleh Profesor Ronald Heifetz, dosen senior Harvard Kennedy School, yang berkembang dalam kondisi ketidakseimbangan untuk mendorong pertumbuhan. Prinsip ini, ditambah dengan strategi pengambilan keputusan dalam situasi yang tidak menentu dan ambigu, memungkinkannya untuk memimpin dengan tenang dan tepat.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Ciron-Angeles mengatakan, “Saya menerapkan apa yang telah saya pelajari dalam program ini pada krisis yang kami alami saat itu. Fokus saya adalah untuk menjadi adaptif dan tenang, memiliki keanggunan di bawah tekanan, dan mengelola situasi yang tidak pasti dan kompleks. Saya mampu mengatasi krisis tersebut sehingga kami dapat menciptakan ruang yang aman bagi pasien dan karyawan rumah sakit.”
Fokus program ini pada kerja sama tim, yang diibaratkan Ciron-Angeles sebagai upaya sinkronisasi yang diperlukan dalam mendayung, telah sangat membentuk pendekatan kepemimpinannya. Dia telah menerjemahkan pelajaran ini ke dalam strategi yang dapat ditindaklanjuti yang telah menghasilkan penghargaan untuk rumah sakitnya, termasuk pengakuan atas keunggulan dalam manajemen COVID-19 dengan morbiditas dan mortalitas kurang dari 2%.
Mendorong Inovasi dan Keberlanjutan
Salah satu sorotan dari program ini adalah proyek capstone pribadi, di mana para peserta mengatasi tantangan di institusi asal mereka. Proyek akhir Ciron-Angeles berfokus pada pembuatan sistem pelaporan insiden rahasia yang didukung oleh kode QR. Solusi inovatifnya menyederhanakan pelaporan varians dalam alur kerja rumah sakit, mempromosikan transparansi dan akuntabilitas, dan mendapatkan pengakuan di Kongres Rumah Sakit Dunia Federasi Rumah Sakit Internasional di Portugal.
Selain peningkatan operasional, Ciron-Angeles telah memperjuangkan inisiatif keberlanjutan, memperkenalkan ruang hijau di lokasi rumah sakit dan menerapkan sistem bebas kertas. Upaya-upaya ini tidak hanya selaras dengan standar pengelolaan lingkungan global, tetapi juga menunjukkan komitmennya untuk menerapkan praktik perawatan kesehatan yang berkelanjutan.
Kontribusinya telah memberinya banyak penghargaan, termasuk penghargaan bergengsi Asia Corporate Excellence and Sustainability Award dan CEO Excellence Award untuk Rumah Sakit di Asia. Perjalanannya menjadi inspirasi, menunjukkan dampak mendalam dari pengembangan kepemimpinan, khususnya pelajaran berharga yang diperoleh di Harvard Medical School. Dengan merangkul kepemimpinan yang adaptif, membina kolaborasi, dan memprioritaskan sumber daya manusia, Ciron-Angeles terus mendorong transformasi layanan kesehatan yang berkelanjutan di Filipina dan kawasan Asia.
Sumber: harvard.edu
Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by