11 Tips Melanjutkan kuliah Sambil Bekerja di Australia

  1. kerja4Mempunyai niat yang kuat dan motivasi yang tinggi. Kuliah di luar negeri tentu berbeda dengan kuliah di dalam negeri. Siapa pun harus siap beradaptasi dengan berbagai perbedaan yang akan ditemuinya, misalnya perbedaan dalam sistem pendidikan, lingkungan pergaulan, gaya hidup, kebudayaan, bahasa, musim, makanan, dan berbagai perbedaan sistem atau kondisi lainnya. Sikap dalam menghadapi perbedaan itu bisa jadi menimbulkan masalah atau konflik. Itulah mengapa niat yang kuat dan motivasi tinggi menjadi salah satu modal agar dapat bertahan mengahadapi berbagai kendala dan rintangan.
  2. kerja3Berbadan sehat. Kesehatan merupakan faktor sangat penting untuk dipastikan dan di persiapkan sebelum memutuskan melanjutkan kuliah di luar negeri, apa lagi sambil bekerja. Kuliah sambil bekerja memerlukan fisik yang sehat dan kuat agar keduanya berjalan seimbang dan baik. Sebagai antisipasi, bawalah obat-obatan pribadi yang mungkin diperlukan kalau sewaktu-waktu sakit.
  3. kerja2Melanjutkan kuliah jenjang S1, S2, atau S3. Beberapa keuntungan bisa diperoleh, baik kuliah di Australia sejak S1, maupun ketika mengambil gelar master dan doctor. Jika memilih kuliah di Australia mulai dari jenjang S1, tentu banyak hal yang bisa dipelajari lebih dini, terutama soal kemandirian, pengelolaan waktu, uang, dan prioritas kegiatan. Kemampuan bahasa Inggris pun akan meningkat seiring pergaulan dan pemakaiannya sehari-hari. Peluang bekerja paruh waktu juga cukup banyak dengan aneka macam pilihan. Dengan masa studi yang biasanya lebih lama dari pada jenjang S2 dan S3, kesempatan berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai macam latar belakang pun semakin luas.aussieJika seseorang mengambil program S2 atau S3 di Australia, banyak pula manfaatnya, di antaranya: pengetahuan dan kerangka berpikir tentu lebih baik dan lebih siap dibanding ketika baru saja lulus SMA; kondisi mental pun lebih dewasa sehingga dapat membuat pilihan dan keputusan dengan lebih baik dan rasional; sudah lebih berpengalaman bergaul dengan orang lain, berinteraksi dengan dosen dan teman-teman, dan sebagainya; serta jika sudah mempunyai pengalaman kerja, kemudian mengambil jurusan yang sesuai dengan pekerjaan tersebut, hal ini dapat menjadi nilai lebih yang memudahkan selesainya kuliah. Selain itu, ada cukup waktu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di Indonesia sebelum berangkat ke Australia.
  4. Memilih Universitas. Informasi mengenai universitas-universitas di Australia lengkap dengan jurusan, syarat penerimaan, tution fees (uang kuliah), dan informasi lain yang berkaitan dengan kehidupan kampus bisa didapatkan melalui :
  5. Internet, melalui website universitas yang diminati, misalnya:
  1. Konsultan atau agen pendidikan yang terbesar di berbagai kota di Indonesia; serta
  2. Pameran-pameran pendidikan di berbagai kota yang biasanya diadakan menjelang akhir tahun ajaran.

Selain itu, informasi dari teman, kerabat, atau orang yang mengetahui mengenai universitas di Australia beserta kekurangan dan kelebihannya dapat menjadi bahan pertimbangan. Agar kuliah berjalan mulus, ada baiknya anda memilih jurusan yang diminati dan mempunyai bekal pengetahuan serta pengalaman mengenai bidang yang akan di pilih.

  1. kerjaKuliah sambil kerja. Tentukan tujuan bahwa kedatangan ke Australia ini adalah kuliah sambil kerja. Artinya, tugas utamanya adalah kuliah atau belajar. Walaupun harus juga bekerja paruh waktu dengan sungguh-sungguh, sebaiknya tetap dahulukan kewajiban sebagai mahasiswa agar bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan tepat waktu. Peluang kerja paruh waktu di Australia, terutama di kota besar seperti Sydney, relative banyak, misalnya pekerjaan-pekerjaan berikut:
  • Pelayan atau kasir direstoran, supermarket, atau toko;
  • Tenaga cleaning service dirumah sakit, panti jompo, hotel, supermarket, rumah pribadi, atau tempat-tempat lainnya;
  • Nanny/pengasuh, baby sister, pembantu rumah tangga per jam, tukang kebon atau supir pribadi;
  • Loper Koran (tukang antar Koran dari rumah ke rumah) di agen penjualan Koran; serta
  • Administrative assistant, clerk, data entry, resepsionis di kantor, atau perusahaan.
  1. Informasi mengenai lowongan pekerjaan. Informasi mengenai lowongan pekerjaan dapat diperoleh atau diakses melalui:
  • Internet, misalnya di situs www.mycareer.com.au, www.seek.com.au, www.jobseeker.com.au;
  • kerja1Agen penyalur tenaga kerja;
  • Koran nasional dan Koran lokal;
  • Informasi di kampus melalui website universitas;
  • Papan pengumuman yang biasanya berada di halte bus, perpustakan, atau tempat-tempat umum lainnya; serta
  • Dari tempat kuliah, kenalan, dan sebagainya.
  1. Izin kerja dan tax file number (TFN) atau nomor pokok wajib pajak. Orang yang mendapat visa pelajar saat atau setelah tanggal 26 April 2008 otomatis mendapat izin kerja bersamaan dengan dikeluarkannya visa mereka. sebagai pelajar atau mahasiswa, seseorang dapat bekerja di Australia paruh waktu selama dua puluh jam per minggu sembari belajar dan bekerja full time saat liburan sekolah. Jika kuliah ditingkat master atau doctor dalam membawa keluarga, dependant atau anggota keluarga yang bergantung tersebut dapat bekerja dalam jumlah tak terbatas. Namun, jika bekerja lebih dari batasan yang sudah ditetapkan, visa seseorang bisa dibatalkan.

Untuk kuliah sambil bekerja di Australia, selain harus mempunyai visa kerja selama dua puluh jam per minggu, siapa pun harus mendapatkan nomor pokok wajib pajak dari kantor pajak Australia (TFN). TFN ini juga diperlukan bila akan membuka rekening bank.

  1. Overseas Student Health Cover (OSHC). Department of Immigration and Citizenship (Departement Imigrasi dan kewarganegaraan Australia) mempunyai sistem ansuransi kesehatan bagi siswa internasional yang bernama Overseas Student Health Cover (OSHC). OSHC ini harus diurus atau dibeli sebelum datang ke Australia untuk melindungi asuransi sejak hari kedatangan. Perusahaan penyedia OSHC bermacam-macam, cobalah kunjungi situs berikut dan putuskan perusahaan mana yang sesuai dengan kebutuhan :

Jika sakit, OSHC ini dapat membantu membayar semua perawatan medis atau rumah sakit selama studi di Australia. OSHC ini juga akan berkontribusi atas biaya sebagian besar obat-obatan dengan resep dan keperluan ambulans untuk keadaan darurat. Perlu diketahui bahwa OSHC ini tidak mencakup perawatan gigi, mata, atau fisioterapi yang memerlukan asuransi swasta tambahan.

9. Tips membuat surat lamaran kerja. Membuat surat lamaran dan CV sebaiknya simple tapi padat dengan menggunakan bahasa Inggris yang baik. Sebutkan strength atau kekuatan dan kelebihan diri dalam surat lamaran tersebut.

 10. Tips wawancara. Berikut adalah tips dalam menjalani tes wawancara kerja :

  • Memperlajari perusahaan. Browsing di internet untuk mengatahui profil tempat kerja atau perusahaan tersebut perlu dilakukan. Jika pekerjaan tersebut di lamar melalui agen penyalur tenaga kerja, cari tahu pula profil agennya.
  • work2Mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan atau diminta. Misalnya, siapkan sertifikat pendidikan terakhir, surat pengalaman kerja, dan dokumen lainnya yang mungkin belum disertakan dalam surat lamaran kerja.
  • Melakukan latihan wawancara dalam bahasa Inggris dengan teman atau berbicara sendiri di depan cermin. Biasanya, pertanyaan yang diajukan berkenaan dengan pengalaman kerja, dan alasan melamar pekerjaan. Untuk pekerjaan paruh waktu, gaji atau kompensasi biasanya sudah standar, jadi sebaiknya anda tidak perlu melakukan tawar-menawar. Gaji atau kompensasinya kira-kira berkisar antara AUD 15-18 per jam pada hari senin-jumat, sedangkan sabtu-minggu dan hari libur berkisar antara AUD 20-40 per jam.
  • Hadirlah minimal 10 menit sebelum janji wawancara agar ada wkatu untuk beristirahat sejenak dan menenangkan diri. Usahakan tidak datang terlambat agar tidak memberikan kesan kurang baik dari perusahaan.
  • work1Memakai pakaian yang rapih dan bersih. “Don’t judge a book by its cover” atau jangan menilai sebuah buku dari sampul atau penampilannya. Namun, ketika wawancara kerja, yang telihat pertama kali oleh si wawancara adalah penampilan anda. Jadi, perhatikan dan persiapkan penampilan sebaik-baiknya. Jika anda mengikuti wawancara untuk pekerjaan di kantor, sebaiknya kenakan semi blazer untuk wanita atau dasi untuk pria, dan usahakan tampil wangi. Artinya, tidak bau keringat atau badan.
  • Menunjukan sikap yang mempunyai motivasi kerja, percaya diri, dan tenang.
  • Meminta si pewawancara mengulang pertanyaan jika kurang mendengar atau kurang paham dengan pertanyaan.
  • Menanyakan job description dan peraturan kerja.

11. work-visaPost study work visa (izin tinggan dan bekerja fulltime). Mulai awal tahun 2013, Departement of Imigration and Citizenship mengumumkan jika seseorang menyelesaikan studi di tingakt S1 (bachelor), S2(master), atau S3 (doctor) di Australia, ia akan mendapatkan Post study work visa. Dengan visa ini, ada visa tambahan 2-4 tahun untuk tinggal dan bekerja fulltime di Australia. Dengan bekerja full time di sana, minimal ada kesempatan balik modal uang kuliah. Kesempatan ini berlaku untuk mereka yang lulus setelah tahun 2013. Untuk keterangan lebih lanjut, anda dapat membuka situs http://www.immi.gov.au/students/_pdf/2011-post-study-work.pdf.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan