Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengakui 19 perguruan tinggi dan universitas yang secara historis berkulit hitam sebagai Fulbright HBCU Institutional Leaders atas keterlibatan mereka dalam Program Fulbright pada tahun 2023/2024.

Inisiatif ini merayakan kemitraan Fulbright dengan HBCU dan mendorong para administrator, pengajar, dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program pertukaran akademis internasional unggulan pemerintah Amerika Serikat yang bermitra dengan 160 negara.
Memberikan ucapan selamat kepada para pemimpin tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Antony J Blinken, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan “bukti dedikasi institusi Anda dalam mendorong keterlibatan global dan pemahaman internasional”.
Para Pemimpin Institusi HBCU diumumkan pada tanggal 10 September 2024, sebelum Konferensi Pekan HBCU Nasional Tahunan, yang mengidentifikasi peluang nyata untuk menghubungkan sumber daya federal dan swasta ke komunitas HBCU.
Salah satu inisiatif yang diambil oleh North Carolina Central University, Huston-Tillotson University dan Howard University tahun lalu adalah program Fulbright scholars-in-residence, yang mengundang para cendekiawan dari luar negeri untuk mengajar di kampus-kampus di Amerika Serikat selama satu atau dua semester.
Tahun lalu, para profesor tamu datang dari India, Republik Demokratik Kongo, dan Ghana, yang menjalin kemitraan baru dengan lembaga-lembaga AS untuk belajar di luar negeri dan pertukaran virtual, serta berkontribusi pada internasionalisasi kurikulum.
Huston-Tillotson University (HTU), di Austin, Texas, dipertemukan dengan Profesor Manoj Kapil, dekan teknik dan teknologi, keamanan dan kriptografi di Swami Vivekanand Subharti University, India.
Menurut HTU, Kapil berperan penting dalam membantu merancang program MBA STEM di universitas tersebut dan sejak saat itu kedua institusi tersebut telah menyepakati kemitraan di mana Kapil dan rekan-rekannya akan mengajar mata kuliah virtual di program baru tersebut mulai musim semi 2025.
Ben Vinson III mengatakan, “Para Fulbrighters kami kembali ke komunitas Howard dengan wawasan baru, pemahaman budaya yang lebih mendalam, dan pandangan dunia yang lebih luas, yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan pribadi dan profesional mereka.”
“Pekerjaan mereka memiliki dampak yang bertahan lama dan positif terhadap komunitas dan institusi, di dalam dan luar negeri,” tambah Vinson.
Program Fulbright lainnya dengan HBCUs termasuk dana kuliah penjangkauan yang membawa para sarjana internasional yang sudah berada di AS ke kampus-kampus yang berbeda untuk melakukan kunjungan jangka pendek dengan berbagai kegiatan seperti kuliah tamu, pendampingan mahasiswa, festival film, dan pameran.
Tahun lalu, Morgan State University, Virginia State University dan Xavier University of Louisiana mendapat manfaat dari dana tersebut.
Daftar lengkap para pemimpin institusi HBCU adalah sebagai berikut:
- Alcorn State University (Mississippi)
- Bennett College (North Carolina)
- Fayetteville State University (North Carolina)
- Florida A&M University (Florida)
- Howard University (District of Columbia)
- Huston-Tillotson University (Texas)
- Jackson State University (Mississippi)
- Jarvis Christian University (Texas)
- LeMoyne-Owen College (Tennessee)
- Lincoln University (Pennsylvania)
- Mississippi Valley State University (Mississippi)
- Morgan State University (Maryland)
- North Carolina A&T State University (North Carolina)
- North Carolina Central University (North Carolina)
- Prairie View A&M University (Texas)
- Spelman College (Georgia)
- Tennessee State University (Tennessee)
- Virginia State University (Virginia)
- Xavier University of Louisiana (Louisiana)
Sumber: thepienews.com
Email: info@konsultanpendidikan.com
Published by