Malaysia berupaya menyederhanakan penerimaan internasional

Datuk Seri Zambry Abdul Kadir mengumumkan perubahan yang akan terjadi pada proses penerimaan internasional dalam pidatonya pada tanggal 9 Januari, seiring dengan melanjutkan agenda transformasi pendidikan tinggi yang lebih luas oleh kementerian, yang sebagian berupaya untuk mengautentikasi dan menstandardisasi kualifikasi yang diajukan oleh pelamar internasional yang ingin memenuhi persyaratan masuk. untuk institusi yang mereka inginkan di Malaysia.

Menteri mengisyaratkan perubahan yang akan terjadi dalam pidatonya di Universitas Teknologi Malaysia yang berlokasi di Skudai, dan menegaskan prioritas kementerian untuk memastikan bahwa semua pelajar internasional yang datang ke Malaysia memiliki kualifikasi yang sah, yang diverifikasi oleh kementerian.

“Upaya sentralisasi ini adalah salah satu dari 10 bidang utama yang digariskan dalam agenda transformasi tahun ini,” Zambry dikutip di Malay Mail.

Menteri memberi isyarat bahwa sebuah komite khusus telah dibentuk untuk memberlakukan perubahan tersebut, dan diskusi awal sedang dilakukan untuk menentukan bagaimana sistem tersebut akan diterapkan.

“Sistem terpusat akan memanfaatkan algoritma canggih dan teknologi blockchain, memungkinkan verifikasi instan terhadap kualifikasi dan sertifikat yang diserahkan oleh siswa internasional,” tambah Zambry.

“Kami juga akan berkolaborasi dengan masing-masing negara pelamar tersebut untuk memastikan proses penerimaan yang lancar dan aman,” ujarnya.

Saat ini Badan Kualifikasi Malaysia menangani penerimaan mahasiswa internasional, namun Zambry menyarankan agar prosesnya bisa dibuat lebih efisien.

Kementerian Pendidikan Tinggi di Malaysia telah berupaya untuk memposisikan negara ini sebagai pusat pendidikan tinggi internasional sejak tahun 2012, menjadikannya tujuan yang menarik bagi pelajar Asia yang ingin tinggal lebih dekat dengan kampung halamannya.

Meskipun tujuan awal negara ini untuk mencapai 200.000 pelajar internasional pada tahun 2020 gagal karena pandemi ini, negara ini berupaya untuk mencapai 250.000 pada tahun 2025.

Menurut Education Malaysia, terdapat lonjakan minat pelajar dari Asia Timur pada tahun 2023, dengan total 29,195 lamaran yang diterima tahun lalu, dibandingkan 23,818 pada tahun sebelumnya. Sebanyak 26.627 pelajar di antaranya berasal dari Tiongkok, meningkat dibandingkan tahun 2022, ketika terdapat 21.975 pelajar asal Tiongkok yang belajar di Malaysia.

Sebagai perbandingan, sebelum pandemi, terdapat 14.142 pelamar dari Asia Timur pada tahun 2019. Sekitar 12.174 pelamar berasal dari Tiongkok.

Sumber: thepienews.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Published by

melpadia

ig: @melpadia

Tinggalkan Balasan