Beasiswa Master di Maastricht University, Belanda 2021 – 2022

Maastricht University menawarkan beasiswa master bagi mahasiswa internasional di luar Uni Eropa dan Kawasan Ekonomi Eropa (EU/EEA) untuk mengikuti program beasiswa S2 di kampus mereka. Salah satu beasiswa tersebut adalah Maastricht University Holland-High Potential Scholarship, yaitu beasiswa S2 yang menjaring mahasiswa berprestasi dan berbakat dari belahan negara, termasuk Indonesia.
Beasiswa Maastricht University disediakan untuk program master berdurasi satu tahun (13 bulan) maupun program master dua tahun (25 bulan). Beasiswa ini didanai oleh Maastricht University Scholarship Fund dan Holland Scholarship yang merupakan beasiswa hasil kerjasama Pemerintah Belanda bersama universitas-universitas di Belanda.

Beasiswa S2 di Maastricht University 2021 – 2022 merupakan beasiswa full yang mencakup pembebasan biaya kuliah serta tanggungan biaya hidup bulanan. Total 24 kursi beasiswa disediakan untuk periode tahun ini. Biaya hidup bulanan diberikan sebesar € 11.400* (program master 1 tahun) atau € 22.800* (program master 2 tahun). Kemudian biaya asuransi kesehatan sebesar € 700*, biaya aplikasi visa sebesar € 174*, serta biaya pelatihan pra kuliah. Sementara, untuk biaya kuliah diberikan mulai € 13.800;  € 15.500 atau € 16.800 tergantung besarnya biaya kuliah dari program studi yang diambil.

Bidang studi program beasiswa yang bisa diambil di Maastricht University (UM) pada jurusan berikut: 

Faculty of Arts & Social Sciences
• MA Art, Literature and Society
• MA Arts and Heritage: Policy, Management and Education
• MA Arts and Culture: spec. Politics and Society
• MA European Public Affairs
• MA European Studies on Society, Science and Technology
• MA European Studies: spec. Europe in a Globalising World
• MA European Studies: spec. European Politics and International Relations
• MA European Studies: spec. European Public Policy and Administration
• MA Globalisation and Development Studies
• Research Master Cultures of Arts, Science and Technology
• Research Master European Studies
• MA Media Studies: Digital Cultures

Faculty of Law
• LLM European Law School: spec. European Law & Market Integration
• LLM European Law School: spec. European Public Law & Governance
• LLM European Law School: spec. General Programme
• LLM Forensics, Criminology and Law
• LLM Globalisation and Law: spec. Corporate and Commercial Law
• LLM Globalisation and Law: spec. General Programme
• LLM Globalisation and Law: spec. Human Rights
• LLM Globalisation and Law: spec. International Trade and Investment Law
• LLM International and European Tax Law: spec. International and European Tax Law
• LLM International and European Tax Law: spec. Customs and International Supply Chain Taxation
• LLM International and European Tax Law: spec. Tax and Technology
• LLM Advanced Master in Intellectual Property Law and Knowledge Management
• MSc Advanced Master in Intellectual Property Law and Knowledge Management

Faculty of Health, Medicine and Life Sciences
• MSc Biomedical Sciences
• MSc Epidemiology
• MSc Global Health
• MSc Governance and Leadership in European Public Health
• MSc Health Education and Promotion
• MSc Healthcare Policy, Innovation and Management
• MSc Human Movement Sciences: spec. Health and Rehabilitation
• MSc Human Movement Sciences: spec. Sports and Nutrition
• MSc Work, Health and Career

Faculty of Science and Engineering
• Will be announced soon

Faculty of Psychology & Neuroscience
• MSc Forensic Psychology
• MSc Psychology: spec. Cognitive Neuroscience
• MSc Psychology: spec. Development Psychology
• MSc Psychology: spec. Health and Social Psychology
• MSc Psychology: spec. Neuropsychology
• MSc Psychology: spec. Legal Psychology
• MSc Psychology: spec. Work and Organisational Psychology
• Research Master Cognitive and Clinical Neuroscience: spec. Cognitive Neuroscience
• Research Master Cognitive and Clinical Neuroscience: spec. Drug Development and Neurohealth
• Research Master Cognitive and Clinical Neuroscience: spec. Fundamental Neuroscience
• Research Master Cognitive and Clinical Neuroscience: spec. Neuropsychology
• Research Master Cognitive and Clinical Neuroscience: spec. Psychopathology

School of Business and Economics
• MSc Business Intelligence and Smart Services
• MSc Economics
• MSc Economics and Strategy in Emerging Markets
• MSc Financial Economics
• MSc IB/Entrepreneurship and SME Management
• MSc IB/Information Management and Business Intelligence
• MSc IB/Sustainable Finance
• MGSoG: MSc Public Policy and Human Development
• MSI: MSc Sustainability Science, Policy and Society

Persyaratan:
1. Pelamar berasal dari negara di luar Uni Eropa / Kawasan Ekonomi Eropa (EU/EEA), Swiss, maupun Suriname serta memenuhi persyaratan untuk memperoleh visa masuk dan izin tinggal di Belanda
2. Tidak memegang kewarganegaraan ganda dari negara Uni Eropa/Kawasan Ekonomi Eropa (UE/EEA)
3. Pelamar telah mendaftar kuliah program master penuh waktu di Maastricht University untuk tahun akademik 2021 – 2022 pada program master yang berpartisipasi
4. Memenuhi persyaratan penerimaan yang spesifik dari program Master Maastricht University yang dilamar.
5. Anda belum pernah berpartisipasi dalam program pendidikan tinggi pencarian gelar di Belanda. Bagi yang telah menyelesaikan program pertukaran di Belanda diperbolehkan mendaftar.
6. Usia tidak lebih dari 35 tahun pada 1 September 2021
7. Memperoleh hasil yang sangat baik selama program pendidikan sebelumnya, seperti yang ditunjukkan oleh transkrip nilai terbaru atau sertifikat keunggulan akademik. Jika beberapa pelamar memiliki kualifikasi yang sama, universitas akan memberikan preferensi kepada pelamar yang transkrip akademiknya atau sertifikasi keunggulan akademiknya menunjukkan bahwa mereka termasuk 5% teratas dari pelamar program beasiswa 2021-2022.
Dokumen aplikasi:
1. Formulir aplikasi (login dengan akun UM)2. Curriculum vitae, tidak lebih dari 2 halaman A4
3. Letter of motivation, tidak lebih dari 1 halaman A4
4. Bukti prestasi akademik: IPK atau surat keterangan dari ketua jurusan yang menyatakan Anda adalah salah seorang dari 20 mahasiswa lulusan terbaik pada program studi Anda.
5. Detil alamat kontak salah seorang pemberi referensi

Pendaftaran:
Sebelum mengajukan beasiswa, pelamar terlebih dahulu harus mendaftar ke program master Maastricht University (UM) seperti yang tertera di atas melalui www.studielink.nl. Setelah mendaftar kuliah melalui Studielink, Anda akan memperoleh nomor ID mahasiswa dari Maastricht University. Nomor ID ini diperlukan untuk melengkapi dan mengirimkan formulir aplikasi beasiswa.

Berikutnya, login ke halaman Maastricht University menggunakan akun yang sudah diperoleh saat mendaftar kuliah untuk melengkapi formulir aplikasi beasiswa serta mengunggah dokumen aplikasi lainnya (format .doc, .docx, atau PDF) seperti diminta di atas.

Terakhir Anda perlu menghubungi pemberi referensi, seperti yang dicantumkan di dalam formulir aplikasi, agar dia mengirimkan surat referensinya ke email: hhp.scholarship@maastrichtuniversity.nl paling lambat 1 Februari 2021 waktu Eropa Tengah.


Pendaftaran beasiswa di Maastricht University tahun akademik 2021 – 2022 paling lambat 1 Februari 2021. Pihak universitas akan memeriksa semua aplikasi yang lengkap kemudian diteruskan ke masing-masing fakultas untuk diseleksi kembali dan memilih 5% persen terbaik dari pelamar. Universitas akan menghubungi semua kandidat mengenai status aplikasi mereka pada April 2021. Status apakah Anda terpilih beasiswa, masuk daftar tunggu, atau ditolak paling lambat awal Mei 2021. Sementara yang masuk daftar tunggu akan ditetapkan statusnya apakah terpilih atau ditolak pada Mei 2021. 

sumber : http://www.beasiswapascasarjana.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

London Series: Food(English)

Living as a student, especially in a city as expensive as London, great-tasting food can become a luxury. Eating out or ordering is usually a secondary option as cooking is the cheapest and most versatile option for students to be able to fulfil their nutritional needs. However, there comes times where students do not have the time, ingredients or simply mental state to cook proper food needed at that specific point in time. As a result, many applications have launched in order to serve students anywhere and at anytime at affordable prices. These applications have launched an offensive on the online food delivery market and will play an integral part in a student’s life in London. The applications that will be reviewed are as below:

For more information please contact:

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Badai yang Sempurna: Universitas, Pemerintahan, dan Politik Polarisasi

forbes.com

Perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat diatur melalui sistem tanggung jawab dan pengawasan bersama yang disebut sebagai tata kelola bersama. Secara khusus, tata kelola bersama adalah struktur dan proses untuk kemitraan, ekuitas, akuntabilitas, dan kepemilikan. Ini menempatkan tanggung jawab, otoritas, dan akuntabilitas untuk keputusan terkait praktik ke tangan individu yang akan menjalankan keputusan. Sistem ini berawal dari hari-hari awal perguruan tinggi di negara kita dan telah menjadi ciri khas dari institusi-institusi besar dan kecil, publik dan swasta, religius dan sekuler.

Tata kelola bersama bukanlah konsep baru, juga bukan untuk perguruan tinggi AS. Filsuf Socrates, dari Yunani kuno, mengintegrasikan konsep tata kelola bersama ke dalam filosofi pendidikannya (termasuk model pembelajaran bersama / terpandu yang sekarang disebut sebagai Metode Socrates). Gereja Inggris, yang berasal dari Kekaisaran Romawi, didirikan di atas prinsip-prinsip pemerintahan bersama. Sistem pemerintahan AS secara eksplisit diciptakan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.” Variasi politik dari model pemerintahan bersama ini juga dapat dilihat di tempat lain di seluruh dunia dan di badan-badan seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pendukung dan pembela tata kelola bersama di pendidikan tinggi menegaskan bahwa hal itu memungkinkan tata kelola yang adil, inklusif, dan autentik yang mengakui masukan dan nilai bersama dari anggota fakultas. Para pengkritik mengatakan itu menghambat kemajuan, membutuhkan perubahan responsif, dan kemampuan pemimpin untuk membentuk dan membimbing lembaga. Pendukung mengatakan ini adalah struktur yang diperlukan untuk memastikan semua suara didengar dan keinginan banyak orang menang. Para pengkritik mengatakan itu menghalangi keputusan dan kemajuan, memungkinkan beberapa keputusan secara efektif dibuat oleh mereka yang mungkin tidak mengerti, atau yang mungkin memilih untuk tidak mengakui atau menerima, konteks penuh. Terlepas dari itu, tata kelola bersama adalah bagian dari pendidikan tinggi AS seperti masa jabatan, kebebasan akademik, dan bahkan kalender akademik. Sebagian besar dari mereka yang berada di pendidikan tinggi setuju bahwa tata kelola bersama adalah nilai inti dan konsep dasar yang layak dipertahankan.

Tata kelola bersama fakultas umumnya memberi fakultas tanggung jawab pengawasan (biasanya disahkan oleh Dewan institusi) untuk masalah akademik. Hal ini dapat mencakup segala hal mulai dari penugasan jam kredit hingga keputusan tentang kalender akademik, dari persetujuan program studi akademik hingga persetujuan kandidat untuk gelar, dan dari menetapkan kebijakan akademik hingga menetapkan kurikulum inti. Tidak jarang administrator senior (presiden, rektor, CFO, dan lainnya) secara teratur beralih ke kelompok tata kelola fakultas (biasanya Senat Fakultas atau badan serupa) untuk mendapatkan masukan atau nasihat tentang rencana / inisiatif yang berkembang, masalah anggaran, atau struktur perubahan sedang dipertimbangkan di institusi. Dan sangat umum untuk memiliki perwakilan fakultas, di mana unit tata kelola bersama dapat diundang untuk menentukannya, pada pencarian kepemimpinan senior seperti dekan akademik dan kepemimpinan eksekutif. Meskipun otorisasi dewan untuk lingkup tanggung jawab tertentu dapat berbeda dari satu lembaga ke lembaga lainnya, ia hampir selalu meluas ke tanggung jawab pengawasan (termasuk pengambilan keputusan yang sesuai) untuk semua hal yang berkaitan dengan misi akademik lembaga.

Jadi siapa aktor dalam sistem tata kelola bersama di perguruan tinggi dan universitas AS? Ada dua cara untuk melihat ini. Pertama adalah sistem yang paling sering dikutip ketika muncul friksi di perguruan tinggi atau universitas, yaitu tiga serangkai tata kelola (1) Pengurus, (2) Presiden, dan (3) Fakultas. Dewan Pengawas, Dewan Bupati, Badan Koordinasi Perguruan Tinggi, atau entitas lain yang memiliki hak serupa – baik negeri maupun swasta, baik yang ditunjuk oleh Gubernur atau dipilih oleh anggota dewan saat ini – memiliki tanggung jawab fidusia untuk memastikan bahwa manajemen lembaga bertanggung jawab dan berkelanjutan. Di lembaga publik, tidak jarang melihat dewan yang terdiri dari anggota yang ditunjuk dan dipilih, atau Gubernur untuk menjabat di Dewan. Ukuran papan bisa sangat bervariasi. Beberapa universitas diawasi oleh dewan beranggotakan 5-6 orang dan yang lainnya memiliki dewan lebih dari 30 anggota. Presiden melapor secara teratur kepada dewan melalui pertemuan yang dijadwalkan. Apakah ada bagian dari pertemuan ini yang terbuka untuk umum atau tidak tergantung pada sifat lembaga (misalnya, publik vs. swasta) dan kebijakan dewan tertentu.

Cara kedua untuk melihat tata kelola memberikan jaring yang lebih luas dan berbicara kepada semua kelompok tata kelola yang mungkin diwakili di kampus perguruan tinggi, termasuk fakultas, staf, dan mahasiswa. Tidak jarang ada Dewan Staf atau badan lain yang diakui sebagai unit tata kelola staf (profesional, teknis, administrasi, kemahasiswaan, atau lainnya), dan Senat Mahasiswa (atau badan lain) yang diakui sebagai unit tata kelola siswa. Dalam beberapa kasus, mungkin ada dua badan tata kelola mahasiswa, satu untuk mahasiswa sarjana dan satu lagi untuk mahasiswa pascasarjana. Bersama dengan Senat Fakultas dan Dewan, ini mewakili struktur tata kelola yang lebih luas di universitas. Ini adalah struktur yang penuh hormat, inklusif, dan responsif yang diadopsi oleh sebagian besar perguruan tinggi dan universitas.

Tampak jelas dari laporan media bahwa frekuensi dan intensitas perselisihan antara kelompok-kelompok ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dan setelah pandemi Covid-19, yang berdampak besar pada perguruan tinggi dan universitas, tampaknya semakin meningkat. Hal ini mungkin tidak terduga mengingat tantangan keuangan yang sangat serius yang sekarang dihadapi sekolah, dan kebutuhan pemimpin untuk membuat keputusan yang sulit dan tidak populer yang memengaruhi program dan personel. Mengapa perguruan tinggi dan universitas tidak mendukung para pemimpin dan institusi mereka untuk menemukan jalur yang menjamin masa depan yang berkelanjutan, yang menjaga institusi dan kemampuannya untuk melaksanakan misinya, dan yang paling baik melayani kebutuhan mahasiswanya? Ketika masa-masa paling sulit, mengapa sistem ini berubah menjadi salah satu keberpihakan dan bukan kemitraan?

Banyak yang telah menulis tentang topik ini tetapi beberapa yang terbaik, dan tentunya yang paling komprehensif, telah muncul dalam beberapa minggu terakhir ini di The Chronicle of Higher Education. Serangkaian artikel (dan peta interaktif) di dewan universitas – keanggotaan dan tanggung jawab mereka – muncul minggu lalu, menjelaskan tren nasional tentang pengawasan dewan, keputusan, dan arahan presiden (seleksi, pengawasan, dan keputusan untuk tidak memperbarui atau menuntut mengundurkan diri). Seperti yang diharapkan, ada nuansa politik yang kuat. Studi tersebut menjelaskan bahwa motivasi dan keputusan politik ini meningkat di banyak negara bagian. Di luar keberpihakan yang jelas terlihat, hal ini berpotensi berdampak besar pada institusi perguruan tinggi di negara bagian ini baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal ini memunculkan analogi “badai yang sempurna” yang tampaknya sedang dimainkan di beberapa negara bagian dan universitas di seluruh negeri, pertemuan dan jalinan tiga fenomena. Pertama, perguruan tinggi dan universitas menghadapi tekanan keuangan yang sangat besar setelah, dan tanggapan berkelanjutan terhadap, krisis Covid-19. Beberapa dari tekanan ini mungkin mereda seiring waktu, tetapi yang lain kemungkinan akan menghadirkan tantangan selama bertahun-tahun yang akan datang, terutama karena pola pendaftaran, campuran modalitas pembelajaran, dan bahkan penggunaan dan jenis perumahan dalam kampus mungkin selamanya berubah untuk banyak sekolah. . Tekanan-tekanan ini, baik menanggapi krisis secara real-time maupun merencanakan masa depan baru yang pasti akan terjadi, mengharuskan para pemimpin senior universitas untuk mempertimbangkan pilihan yang sulit, membuat dan mengomunikasikan keputusan yang sulit, dan memengaruhi perubahan yang menyakitkan. Ingat, presiden berada di bawah tekanan dewan untuk melakukan hal itu.

Kedua, fakultas semakin khawatir tentang masa depan mereka. Pada satu tingkat, beberapa khawatir bahwa pengajaran mereka mungkin terpinggirkan, digabungkan, atau bahkan dihilangkan demi pengajaran yang menarik minat siswa yang lebih besar, meluluskan lebih banyak siswa, dan mempersiapkan siswa untuk karier yang sukses. Di tingkat lain, mereka mengkhawatirkan keamanan kerja kolega atau pekerjaan mereka sendiri. Fakultas telah lama diberikan tingkat jaminan kerja yang tidak terlihat di sektor industri lainnya. Bagi banyak anggota fakultas, kekhawatiran ini belum pernah dialami sebelumnya.

Dan ketiga adalah masalah komposisi dewan dan, sebagai akibatnya, bagaimana prioritas kelembagaan (atau sistem) didefinisikan dan dijalankan – terutama dalam kasus dewan publik, seperti yang dijelaskan dalam seri terbaru di The Chronicle. Keberpihakan terlihat jelas dalam pengangkatan dan agenda dari beberapa dewan ini seperti halnya dalam lanskap politik nasional kita saat ini.

Hasilnya, setidaknya dalam beberapa kasus, adalah meningkatnya ketegangan dan tingkat kepahitan dan disfungsi baru yang terjadi setelah krisis Covid-19. Tiga serangkai pemerintahan mengalami ketegangan yang lebih besar antara fakultas dan administrator (presiden dan pemimpin senior lainnya), antara dewan dan presiden (sebagaimana dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengunduran diri dan pemutusan hubungan kerja atau tidak diangkat kembali), dan antara fakultas dan dewan (misalnya, atas jabatan presiden seleksi dan dukungan, bahkan atas protes fakultas dan suara tidak percaya, dan klaim jangkauan dewan yang berlebihan dan manajemen mikro).

Sekarang, lebih dari sebelumnya, tampaknya waktu yang ideal untuk melihat dengan cermat dinamika ini dan berkomitmen untuk perbaikannya. Hal ini tidak hanya akan memberikan kesempatan terbaik bagi institusi untuk berhasil melewati krisis saat ini dan muncul dengan aman di sisi lain, tetapi juga dapat meningkatkan keseluruhan model tata kelola bersama – fungsinya, kapasitasnya untuk membuat keputusan terbaik bagi universitas, dan akhirnya kesuksesannya. Dengan cara ini, tata kelola bersama dapat terus menentukan dan memajukan institusi perguruan tinggi AS dan memastikan perguruan tinggi dan universitas AS tetap menjadi yang terbaik di dunia.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

6 Gelar Terbaik Sekolah Hukum

Sebagai calon pengacara, tahun-tahun sarjana Anda akan dihabiskan untuk mempersiapkan Anda agar diterima di program hukum pascasarjana yang sangat baik. Sekolah hukum terkemuka memiliki tingkat penerimaan jauh di bawah 20 persen dengan IPK rata-rata pelamar yang diterima mendekati atau lebih tinggi dari 3.8. Pendidikan tingkat sarjana Anda secara langsung memengaruhi kemampuan Anda untuk masuk ke sekolah hukum. Secara khusus, jurusan Anda memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan IPK yang lebih tinggi dan kinerja Anda di LSAT.

Beberapa perguruan tinggi dan universitas menawarkan jurusan pra-hukum, tetapi kebanyakan tidak. Selain itu, jurusan pra-hukum tidak dipandang sebagai bidang studi yang ketat. Ini bisa merugikan karena sekolah hukum menganalisis IPK Anda dalam kombinasi dengan seberapa menantang program tersebut. American Bar Association tidak mendukung jurusan tertentu, tetapi beberapa jurusan mungkin mempersiapkan Anda untuk sukses dengan proses penerimaan sekolah hukum lebih dari yang lain. Saat Anda memilih jurusan sarjana Anda dengan maksud untuk mendaftar ke sekolah hukum di masa depan, berikut adalah beberapa jurusan utama yang perlu dipertimbangkan.

1. Sejarah

administration ancient arch 356966

Menurut Dewan Penerimaan Sekolah Hukum, 3.472 pelamar sekolah hukum pada tahun 2016 dan 2017 memegang gelar 4 tahun dalam sejarah. Dari jumlah tersebut, 85 persen diterima di sekolah hukum. Rata-rata skor LSAT untuk kelompok pelamar ini adalah 156,1 dari 180.

Dengan fondasi tingkat sarjana yang kokoh dalam sejarah, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana sistem hukum Amerika berkembang. Sistem hukum saat ini telah berkembang secara dramatis sejak masa kolonial, dan berakar pada sistem hukum Inggris. Selain itu, Anda akan mendapatkan pengetahuan tentang putusan pengadilan yang penting, perjanjian, pengembangan sistem politik lain, perkembangan sistem hukum di negara lain dan faktor penting lainnya. Pengetahuan ini dapat mempersiapkan Anda untuk sukses di sekolah hukum. Nanti dalam karir Anda, Anda mungkin mengandalkan pengetahuan Anda tentang preseden dan sejarah hukum untuk bekerja lebih baik.

Sementara jurusan sejarah dipandang sebagai tantangan, itu juga merupakan salah satu yang banyak siswa dapat berhasil. Karena IPK Anda sangat mempengaruhi kemampuan Anda untuk diterima di sekolah hukum, menemukan jurusan yang dapat Anda kembangkan adalah penting. Memiliki minat pribadi pada jurusan juga dapat meningkatkan kesuksesan di kelas. Oleh karena itu, jurusan sejarah mungkin cocok untuk mereka yang berhasil di kursus sejarah sekolah menengah dan yang terpesona oleh perkembangan peristiwa sejarah dan transformasi masyarakat dari waktu ke waktu.

2. Bisnis

Online Masters in Human Resources

Jurusan bisnis, seperti administrasi bisnis atau bisnis perusahaan, mungkin merupakan jalur cerdas untuk diikuti oleh beberapa mahasiswa pra-hukum. Rencana gelar bisnis seringkali ketat, yang dapat membuat jurusan bisnis lebih menarik bagi sekolah hukum. Namun, karena kursus bisa jadi lebih menantang, mungkin lebih sulit untuk mempertahankan IPK tinggi selama empat tahun sekolah.

Data LSAC mengungkapkan bahwa mahasiswa jurusan administrasi bisnis memiliki rata-rata nilai LSAT 150 dan IPK rata-rata 3,22. Lebih dari itu, sekitar 67 persen pelamar dengan jurusan ini diterima di sekolah hukum.

Kursus bisnis mungkin bermanfaat bagi mahasiswa pra-hukum dalam beberapa cara. Misalnya, kursus mungkin berat dalam membaca dan menulis, yang dapat mempersiapkan Anda untuk sukses dengan LSAT, di sekolah hukum, dan sepanjang karier Anda. Berbicara di depan umum, struktur kontrak, struktur perusahaan, proses bisnis, negosiasi, dan lainnya juga dapat dibahas dalam program ini.

Sementara gelar bisnis mungkin cocok untuk banyak pelamar sekolah hukum potensial, kursus mungkin paling relevan bagi mereka yang berniat mengejar karir di bidang hukum perusahaan atau bidang serupa lainnya. Gelar bisnis khusus yang diperoleh dapat membuat jurusan ini lebih atau kurang relevan. Misalnya, gelar pemasaran memiliki relevansi minimal dengan karier hukum.

3. Inggris

book bindings book series books 1560093

Jika Anda berkembang pesat di kelas bahasa Inggris sekolah menengah, jurusan bahasa Inggris memungkinkan Anda memperoleh IPK yang lebih tinggi di perguruan tinggi daripada yang Anda peroleh di bidang studi lainnya. Jurusan ini dapat memberikan manfaat substansial lainnya saat Anda mempersiapkan masa depan. Pertimbangkan bahwa pelamar sekolah hukum 3.549 memegang gelar dalam bahasa Inggris pada tahun 2016 dan 2017. Skor LSAT rata-rata untuk pelamar ini adalah 154,4, dan sekitar 80 persen pelamar dengan gelar ini diterima di setidaknya satu sekolah hukum.

Kursus bahasa Inggris sangat berfokus pada membaca dan menulis, termasuk pemahaman bacaan dan tulisan persuasif. Siswa mengembangkan keterampilan yang solid yang memungkinkan mereka memproses informasi tertulis dengan cepat dan menggunakan informasi tersebut untuk menciptakan opini, argumen dan posisi yang terorganisir dan analitis. Keterampilan berpikir kritis, tata bahasa, akar kata, dan konsep lainnya juga dikembangkan sepenuhnya. Keterampilan penting tersebut berdampak pada kinerja LSAT serta sekolah hukum dan kesuksesan profesional.

Variasi yang signifikan dari gelar bahasa Inggris adalah gelar di bidang linguistik. Kursus sangat berfokus pada studi ilmiah bahasa. Rata-rata skor LSAT untuk individu dengan jurusan ini adalah 160. IPK rata-rata adalah 3,57, dan tingkat penerimaan sekolah hukum lebih dari 90 persen.

4. Filsafat

animal ape black 33535

Filsafat bukanlah jurusan yang mungkin langsung terlintas di benak ketika mengejar jalur pra-hukum. Namun, hukum sangat didasarkan pada aspek filosofis, seperti sifat manusia, etika, dan topik lain yang dibahas secara menyeluruh dalam kursus filsafat tingkat perguruan tinggi. Selain hubungan penting antara hukum dan filsafat ini, beberapa sekolah hukum memiliki peringkat penerimaan yang lebih tinggi untuk jurusan seni liberal yang dianggap lebih menantang. Filsafat sering termasuk dalam kelompok ini.

Menurut statistik LSAC, 2.294 pelamar sekolah hukum mengambil jurusan filsafat. Tingkat penerimaan rata-rata adalah 86 persen, dan rata-rata nilai LSAT sedikit di bawah 158. Statistik gabungan ini menjadikan bidang studi ini salah satu yang paling menjanjikan bagi pelamar sekolah hukum potensial.

Mahasiswa pra-hukum yang mengambil jurusan filsafat mendapat manfaat dengan menyempurnakan kemampuan mereka untuk fokus pada detail kritis, menganalisis fakta dan membentuk interpretasi atau pendapat. Mereka umumnya belajar bagaimana mendukung pendapat atau argumen mereka secara logis dengan mengutip bukti. Keterampilan yang berguna ini penting dalam karier hukum. Pada tingkat yang lebih dalam, mahasiswa filsafat mengeksplorasi mentalitas dan pemikiran dari berbagai sudut pandang, termasuk dari pandangan budaya dan sejarah yang berbeda. Ini mengembangkan kemampuan untuk membingkai argumen berdasarkan konteks dan menyajikan argumen itu dengan otoritas.

5. Ilmu Politik

administration architecture building 129112

Mempelajari ilmu politik di tingkat sarjana merupakan pilihan yang wajar karena terkait erat dengan sistem hukum. Umumnya, siswa pra-hukum harus memilih jurusan berdasarkan minat dan minat pribadi mereka daripada apa yang mereka yakini kemungkinan besar akan meningkatkan peluang mereka untuk masuk ke sekolah hukum. Namun, banyak siswa yang tertarik pada hukum dapat dimengerti memiliki minat dalam politik dan sistem pemerintahan.

Sekitar 81 persen dari 12.693 pelamar sekolah hukum yang mengambil jurusan ilmu politik diterima. Rata-rata skor LSAT untuk jurusan ini adalah 153,4. Ilmu politik adalah jurusan paling populer bagi mahasiswa pra-hukum. Faktanya, 18 persen pelamar sekolah hukum antara 2016 dan 2017 mengambil jurusan di bidang studi ini.

Ilmu politik berada di bawah bidang ilmu sosial, dan berfokus pada sistem pemerintahan serta analisis perilaku politik yang kuat. Melalui kursus ilmu politik, Anda dapat memperoleh pemahaman yang kuat tentang bagaimana sistem peradilan bekerja dan bagaimana hukum dibuat dan dijalankan. Kursus juga menyelidiki sistem politik dan hukum asing serta dampak perjanjian dan kasus sejarah domestik.

Gelar dalam ilmu politik mempersiapkan Anda untuk sukses di sekolah hukum dan dalam kapasitas profesional dengan meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara di depan umum. Pengetahuan mendalam tentang konstitusi dan prinsip-prinsip pendiriannya serta perkembangan sistem peradilan juga memberikan manfaat yang kuat.

6. Ekonomi

abundance bank notes bill 164527

Ekonomi adalah jurusan yang solid untuk dipilih jika Anda tertarik untuk mempelajari ceruk hukum perusahaan. Ini mungkin juga relevan dengan hukum kekayaan intelektual dan spesialisasi lainnya. Lebih dari 2.700 siswa yang mendaftar ke sekolah hukum antara tahun 2016 dan 2017 mengambil jurusan ekonomi, dan 85 persen dari pelamar ini diterima di setidaknya satu program sekolah hukum. Rata-rata skor LSAT kelompok ini 158,9, dan IPK rata-rata 3,47.

Melalui jurusan ini, mahasiswa pra-hukum dapat menyempurnakan keterampilan kritis yang penting untuk sukses di sekolah hukum dan seterusnya. Mahasiswa ekonomi dituntut untuk berpikir logis saat menganalisis data dalam jumlah besar. Mereka dihadapkan pada masalah dan diminta untuk membuat dan menerapkan solusi.

Kursus ekonomi juga relevan karena ekonomi dan penggunaan uang dalam masyarakat modern merupakan faktor pendorong. Siswa belajar tentang evolusi sistem ekonomi modern serta dampak resesi dan ledakan ekonomi. Kondisi ekonomi secara historis telah menjadi katalisator untuk reformasi hukum, dan mahasiswa pra-hukum dengan jurusan ini menyempurnakan pemahaman mereka tentang faktor-faktor yang menentukan.

sumber : www.collegeconsensus.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami